Beranda blog Halaman 217

Seniman Dinilai Tak Proaktif, Dikbud NTB Tak Ambil Jatah GSMS 2019

HarianNusa.com, Mataram- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesenian Lalu Suryadi Mulawarman menyatakan untuk program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) tahun 2019 ini pihaknya tidak ambil bagian sebagai penyelenggara disebabkan kurang proaktifnya seniman-seniman di NTB dalam menyukseskan program GSMS pada tahun-tahun sebelumnya.

Suryadi mengaku trauma oleh ulah para seniman yang kerap kali mengkritik pihaknya tanpa terlebih dahulu memahami aturan yang berlaku di birokrasi. “Bukan, proaktif, tapi belum memahami aturan di birokrasi,” terangnya kepada HarianNusa.com melalui aplikasi WhatsApp. Sabtu (27/4).

Menanggapi tudingan Dikbud yang menyebut seniman NTB tidak paham dengan aturan birokrasi terkait penyelenggaraan GSMS, salah seorang seniman R. Eko Wahono memberikan sanggahan. Menurut pelaku teater senior itu, jika ketidakpahaman terletak pada aturan birokrasi? Justru para seniman, selama dua kali penyelenggaraan GSMS (2017 dan 2018) sudah sangat memahami aturan birokrasi yang ada. Selain menyanggah, Eko lantas mempertanyakan kembali alasan yang membuat pihak Dikbud mengharuskan seniman memahami aturan birokrasi, sebab menurutnya, menjadi tugas merekalah untuk memahami aturan yang berlaku di sana.

“Pertanyaannya, kenapa harus seniman memahami kinerja birokrasi? Bukankah selama dua kali GSMS, kita coba memahami kinerja mereka,” katanya.

Program GSMS sendiri merupakan program pemerintah pusat melalui Kemendikbud RI yang dalam penyelenggaraannya melibatkan dinas terkait seperti Dikbud di masing-masing Provinsi. Program tersebut dimulai pertama kali pada tahun 2017 di mana Provinsi NTB selalu terlibat menjadi penyelenggara. (sta)

BPN 02 : Tim Pencari Fakta Pemilu 2019 Harus Dibentuk

0

 

HarianNusa.com, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sangat mendukung wacana pembentukan tim pencari fakta yang diusulkan masyarakat luas guna meluruskan segala bentuk kejanggalan yang mengganggu kelancaran proses pemilihan presiden 2019.

Menurut Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said, pihaknya selain mendukung wacana ini juga menyarankan agar tim yang nantinya akan bekerja mencari kejanggalan pemilu tersebut diisi oleh tokoh-tokoh yang memiliki integritas tinggi dan independen dalam bekerja.

“Ketika ada civil society mengusulkan perlunya dibuat TPF (tim pencari fakta) kami menyambut sangat baik. Karena akan baik kalau tim itu diselenggarakan oleh pihak independen yang bisa diberi akses dalam mencari akses,” ujar Sudirman Said dalam diskusi di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya, Jakarta, Jumat 26 April 2019.

“Dengan senang hati kami akan mendukung tim ini. Kami ingin mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi siapapun untuk menolak gagasan ini,” imbuhnya.

Sudirman juga mengungkapkan bahwa wacana pembentukan TPF tersebut sejuah ini sudah mendapat lampu hijau dari sejumlah lembaga yang terlibat dalam Pemilu 2019 seperti Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Bawaslu sudah mengamini. KPU walaupun belum kompak, tapi sejumlah komisionernya tidak keberatan. Ini demi rakyat, bangsa, negara yang harus segera dibangun. Dan ini juga cara terbaik untuk membuat cleaning house. Kalau tim ini terbentuk, bukan hanya lembaga pemilu terakreditasi, tapi seluruh pihak yang berpartisipassi,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Sudirman juga menegaskan bahwa upaya pembentukan wacana TPF ini tidak ada hubungannya dengan hasil perolehan sementara perhitungan suara pemli 2019 yang saat ini masih berlangsung.

“Concern kita ini kepada berbagai pengembangan kecurangan yang cenderung mengarah ke terstruktur, sistemik dan massif. Dan ini tidak ada hubungan kita menang atau kalah. Ada yang bertanya 02 menang tapi kenapa ribut kecurangan? Itu dua hal yang berbeda, kecurangan iniharus kita address dan benahi, tangani karena kita ingin menjaga kualitas demorkasi kita,” tandas Mantan Menteri ESDM tersebut.

Polres Mataram Siap Gelar Operasi Pekat Jelang Ramadan

0

HarianNusa.com, Mataram – Menyambut Ramadan 2019 (1440 Hijriah) yang diperkirakan jatuh pada awal bulan Mei, Polres Mataram telah menyiapkan untuk menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat).

Hal tersebut disampaikan Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam, Rabu (24/04). Dalam Operasi Pekat tersebut pihak kepolisian akan menjaring praktik perjudian, prostitusi, pasangan mesum, premanisme, dan minuman keras (miras).

“Ini ada operasi kepolisian, Operasi Pekat, dimulai tanggal 26 April sampai 9 Mei (2019),” ujar Saiful.

Saiful menegaskan operasi tersebut bertujuan untuk menyambut bulan Ramadan sehingga umat Muslim dapat melaksanakan ibadah puasa dengan baik.

“Supaya umat Muslim pada khususnya dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan ini dapat dilaksanakan dengan baik,” ujar Saiful.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam.

Operasi Pekat sendiri adalah operasi yang kerap dilakukan oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menindak penyakit masyarakat seperti perjudian, prostitusi, pasangan mesum, premanisme, dan miras.

Bagi oknum yang terjaring dalam kasus pasangan mesum, akan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi sebelum akhirnya dibebaskan. Sementara untuk para pelaku lain seperti tindak perjudian atau kepemilikan miras akan diproses sesuai hukum yang berlaku. (Sta)

Tiga Anak Muda NTB Ikuti Festival Teater di Cirebon

HarianNusa.com – Tiga anak muda asal Kota Mataram yakni Bagus Prasetyo, Gilang Pratama dan Reza Ashari yang tergabung dalam komunitas teater SFNLabs Mataram akan menghadiri undangan mengikuti kegiatan festival teater di Cirebon Jawa Barat yang berlangsung dari tanggal 25-29 April 2019. Festival sendiri akan dilangsungkan di Gedung Kesenian Nyimas Rarasantang.

Dengan mengusung pertunjukan monolog, SFNlabs Mataram datang ke Festival Teater Cirebon 2019 dengan membawakan naskah berjudul Kasir Kita karya begawan teater Indonesia Arifin C Noer. Naskah tersebut bercerita tentang seorang kasir bernama Misbah Jazuli yang sedang dirundung derita mendalam karena bercerai dengan istri cantiknya.

Dalam sebuah latihan terakhir yang diikuti wartawan sebelum kelompok teater tersebut berangkat ke Cirebon, Reza Ashari selaku pimpinan produksi mengatakan bahwa kendala utama yang dihadapinya adalah persoalan pembiayaan. Diakui Reza, pihak penyelenggara Festival memang memberikan sejumlah dana produksi, namun jika dikalkulasikan dengan biaya transportasi, konsumsi dan akomodasi selama kegiatan berlangsung, masih jauh dari cukup. Kendati demikian, Reza mengatakan bahwa kondisi yang ada tersebut sama sekali tidak mempengaruhi kelompok mereka untuk tetap berangkat mengikuti festival.

Sementara Reza yang tetap terlihat santai, Bagus Prasetyo selaku sutradara dan Gilang Pratama selaku aktor terlihat tegang. Dengan wajah penuh keringat, Bagus bahkan berkali-kali terlihat melakukan diskusi dengan beberapa rekan-rekan teaternya yang lebih senior. Di antara mereka ada dramawan senior Syamsul Fajri dan sastrawan Kiki Sulistyo.

Untuk diketahui, Festival Teater Cirebon 2019 akan mengangkat tema Jejak Arifin C. Noer, salah satu tokoh besar teater Indonesia yang berasal dari Cirebon. (Sta)

Sutradara Teater Bagus Prasetyo (kanan) sedang berdiskusi dengan aktornya di sela-sela latihan.

Beri Nilai Tambah, Balitbangtan Latih Petani Olah Cabai

0

HarianNusa.com – Cabai selama ini lebih banyak dikonsumsi dalam bentuk segar. Namun, terkadang penyimpanan produk segar menjadi masalah tersendiri bagi petani. Untuk mengatasi hal itu dan utamanya agar dapat lebih memberi nilai tambah produk cabai, Balai Besar Litbang Pascapanen, Badan Litbang Pertanian menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pascapanen kepada 20 petani asal Sumatera Barat (Sumbar) dan Banten.

Bimtek hasil kerjasama BB Pascapanen dengan Dinas Pertanian Kota Padang Panjang, Sumbar dan Bank Indonesia Kanwil Provinsi Banten ini dilaksanakan pada 23 – 24 April 2019 di BB Pascapanen, Bogor. Pada Bimtek ini, peserta mendapatkan pelatihan mengenai penanganan pascapanen cabai dan pengolahannya sampai menjadi produk siap jual.

Teknologi pascapanen penanganan segar cabai yang dilatihkan kepada petani adalah cara panen cabai yang benar, teknik pengangkutan, sortasi, teknologi penyimpanan dengan menggunakan CAS (Controlled Atmosphere Storage), Modified Atmosphere Packaging (MAP) dan pengeringan.

Ira Mulyawanti, Peneliti BB Pascapanen yang menjadi narasumber penanganan segar cabai mengatakan, “Dengan menerapkan teknologi penanganan segar cabai yang benar, petani bisa menekan losses sampai kurang dari 10% dan ini sudah kita terapkan di Magelang, Jawa Tengah.” Sedangkan teknologi penyimpanan dengan CAS bisa mempertahankan kesegaran cabai sampai enam minggu dan bila menggunakan MAP bisa sampai tiga minggu.

Selain teknologi penanganan segar, peserta juga diajarkan cara membuat olahan dari cabai seperti pasta cabai, saus cabai, minyak cabai, permen cabai dan blok cabai. Sunarmani yang menjadi narasumber bimtek pengolahan cabai, memaparkan bahwa teknologi pengolahan cabai diperlukan jika pasokan cabai sedang melimpah seperti panen raya atau harga cabai sedang jatuh.

“Daripada kita menjual cabai dengan harga yang rendah, lebih baik diolah dulu menjadi produk yang nilai jualnya lebih tinggi,” kata Sunarmani.

Seperti kita ketahui, cabai merupakan komoditas hortikultura yang harganya fluktuatif. Ketika musim panen tiba harganya relatif rendah dan ketika off session harganya bisa melambung tinggi. Hal ini diakibatkan oleh kebutuhan masyarakat akan cabai terus meningkat termasuk permintaan di off session. Karena itu implementasi teknologi pascapanen harus dipelajari dan diterapkan mulai dari tingkat petani.

Bimtek ini diakhiri dengan field trip ke Sukabumi untuk mengunjungi salah satu UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) binaan BB Pascapanen yakni Ibu Susan yang sudah memproduksi aneka sambal dengan merek Sambel Uleg K-Ucan. Sambal tersebut telah dipasarkan ke supermarket di Sukabumi hingga ke Arab Saudi.

Apresiasi Semangat Relawan Untuk Kawal Perolehan Suara, Prabowo: Kita Jangan Lengah

 

Jakarta – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengapresiasi langkah masyarakat dan para relawan yang penuh semangat mengawal proses penghitungan suara pemilu 2019 ini dari potensi kecurangan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

“Terimakasih atas dukungan mu, terimakasih atas semangat mu, kalian adalah pelopor penggerak perubahan, terimakasih atas pengawalan kalian dalam perolehan suara kita,” ungkap Prabowo.

Hal tersebut diungkapkan Prabowo saat menghadiri acara syukuran, dan konsolidasi relawan di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Rabu (24/4/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga meminta agar seluruh masyarakat dan para relawan untuk tetap waspada dan siaga dalam proses rekapitulasi suara. Sehingga potensi kecurangan dapat di minimalisir.

“Alhamdulillah kita sudah menang, tetapi saya tetap menghimbau kepada seluruh relawan dan masyarakat untuk jangan lengah. Kita kawal perolehan suara kita, jangan sampai berubah. Itu adalah perjuangan kita bersama. Kita ingin pemilu kita ini bersih, dan demokrasi kita tidak dinodai oleh kepentingan yang ingin menghancurkan bangsa kita,” ungkap Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso juga mengapresiasi semangat juang para relawan dan masyarakat Indonesia yang telah berkorban untuk memenangkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Presiden dan wakil presiden Republik Indonesia.

“Hari ini saudara-saudara sekalian kita bersyukur atas kemenangan Prabowo-Sandi, saudara-saudara telah menyumbangkan pikiran tenaga pada tanggal 17 April, dan hasilnya memang Prabowo-Sandi menang,” ungkap Djoko.

Mantan Panglima TNI ini juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama mengawal dan mengawasi proses rekapitulasi suara yang tengah dilakukan oleh penyelenggara pemilu. Sehingga, sistem demokrasi di Indonesia tidak tercederai oleh oknum-oknum yang ingin berbuat curang.

“Kita harus terus mengawal proses rekapitulasi penghitungan suara ini, kita menyadari bawah setelah tanggal 17 ataupun sebelum tanggal 17 ada pihak-pihak yang melakukan kecurangan. Karena itu kita harus berjuang bersama mengawal kemenangan kita jangan sampai di bajak oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan bangsa dan negara Indonesia,” tandasnya.

BPN Apresiasi Masyarakat Kawal Hasil Pemilu Dengan Kumpulkan C1

 

Jakarta – Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Ferry Mursyidan Baldan mengapresiasi langkah masyarakat yang secara mandiri mengumpulkan form C1 plano. Langkah itu dinilai sebagai bagian dari upaya rakyat untuk menjaga pemilu 2019 agar belangsung jujur dan adil.

Hal itu disampaikan Ferry saat menerima puluhan ribu foto C1 plano dari anak-anak muda anggota komunitas relawan pendukung Prabowo-Sandiaga. Acara digelar di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 23 April 2019.

“Terima kasih atas kepeduliannya. Terima kasih atas peran sertanya. Terima kasih juga atas semangat untuk menjaga pemilu 2019, sebuah pemilu terumit di dunia. Kami membuka diri atas masukan-masukan dari masyarakat,” kata Ferry.

Ferry mengatakan tingkat partisipasi masyarakat sangat tinggi dalam mengawal pemilu. Tidak hanya berhenti menggunakan hak suaranya pada hari pemungutan suara 17 April, masyarakat secara sadar ingin mengawal jalannya penghitungan suara hingga tuntas.

“Pengumpulan C1 adalah bentuk partisipasi yang luar biasa. Emak-emak, anak muda, semuanya ingin memastikan supaya suaranya tidak dibawa lari ataupun dimanipulasi,” kata Ferry.

Salah satu komunitas relawan yang mengumpulkan foto C1 adalah Gerakan Milenial Indonesia (GMI). Perwakilan GMI, Vinny Nuraini mengatakan pihaknya telah menyiapkan dua simpul relawan yang bertugas mengumpulkan foto C1 dan memantau situs hitung milik Komisi Pemilihan Umum (KPU). Vinny mengatakan

“Kami tidak ingin perolehan suara masyarakat diinput secara salah ke website KPU. Kami mengajak seluruh masyarkat Indonesia untuk mengawal C1 kemudian memantau situs hitung KPU dan mendokumentasikannya jika ada kesalahan,” ucap Vinny.

Sementara itu, perwakilan komunitas relawan Ruang Sandi Dimas Akbar mengatakan, beberapa waktu ke belakang banyak informasi simpang siur terkait hasil hitung cepat dan perhitungan suara KPU. Karenanya, pihaknya mengumpulkan foto C1 sebagai basis data untuk mengawal perhitungan suara hasil pemilu.

“Kiita harus kawal C1 dimana ini akan menjadi sumber data primer dari tangan pertama untuk nanti memverifikasi apakah hasil hitung cepat dan yang ditampilkan oleh wbebsite KPU itu benar atau tidak,” kata Dimas.

Ini Dia: R-Rainbows, Sistem Monitoring Realtime Curah Hujan Antisipasi Banjir dari BPPT

0

HarianNusa.com, Jakarta – Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca
(BBTMC)-BPPT mengusulkan teknologi R-Rainbows untuk sistem peringatan
dini banjir di wilayah-wilayah yang alami intensitas hujan lebat.

R-Rainbows atau Radar- Rainfall Observation for Early Warning System
adalah sistem observasi dan monitoring curah hujan menggunakan radar
untuk peringatan dini bencana banjir. “Sistem dibangun oleh para
peneliti dan perekayasa kami dan diluncurkan pada 2016. Tahun ini,
kami sempurnakan teknologinya,” ujar Tri Handoko Seto, Kepala BBTMC di
Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Tri Handoko Seto menjelaskan radar yang digunakan dalam sistem
observasi ini adalah Radar Furuno Dual Polarization X-Band yang
dipasang dalam sebuah mobil sehingga dapat berpindah tempat secara
mudah sesuai dengan target observasinya. “Radar Furuno merupakan radar
yang compact dan tergolong ringan. Kemampuannya mencakup wilayah
observasi hingga sejauh 70 km,” ujarnya.

Data radar, lanjut Seto, dikonversi menjadi format gambar .png yang
menghasilkan juga data curah hujan dalam format text yang dimana data
text tersebut ditampilkan ke dalam website R-Rainbows.

R-Rainbows memiliki beberapa fitur seperti monitoring curah hujan
menggunakan instrumen radar cuaca doppler dengan dual polarisasi merek
furuno untuk mengetahui lokasi dan intensitas hujan yang sedang
terjadi.

Selain itu, fitur monitoring dari data satelit TRMM (Tropical Rainfall
Measuring Mission) berupa pengamatan curah hujan harian dan per jam di
wilayah Indonesia menggunakan data satelit dari GsMap Jaxa. Juga,
data tinggi muka air (TMA) yang diperoleh dari data kementerian PU
yang menunjukkan tinggi muka air di beberapa pintu air DAS.

Serta dilengkapi fitur prediksi cuaca WRF (Weather Research and
Forecasting) untuk memperlihatkan prediksi cuaca regional untuk
wilayah Indonesia. “Sistem monitoring ini akan memberikan informasi
keseluruhan tersebut secara realtime,” kata Seto.

Penempatan radar Furuno sebagai salah satu instrumen pengamatan lokasi
awan penghujan, lanjut Seto, memerlukan kondisi tertentu, yaitu
lokasinya yang terbuka dan lebih tinggi dari bangunan sekitar agar
data yang diperoleh lebih akurat. “Tampilan monitoring pada web akan
sesuai lokasi penempatan radar cuaca,” ujarnya.

BBTMC telah melaksanakan uji coba R-Rainbows di daerah Jabodetabek
dengan pemasangan radar furuno di wilayah Bogor dan Serpong. “Sejauh
ini pantauan belum terdeteksi kasus hujan lebat hingga banjir,” ujar
Seto. (BBTMC)

Pileg DPRD NTB 2019: Muzihir Raih Suara Terbanyak di Dapil I Kota Mataram

HarianNusa.com, Mataram- Wakil ketua DPW PPP NTB H. Muzihir sebut dirinya raih suara terbanyak pada ajang Pemilu legislatif (Pileg) DPRD Provinsi NTB 2019 daerah pemilihan (Dapil) I Kota Mataram.

“Saya tertinggi di kota Mataram di luar suara partai. 18.000 (suara),” ujarnya. Jumat, (26/4).

Pada kesempatan yang sama, Muzihir yang juga ketua tim pemenangan Pemilu DPW PPP NTB itu menyampaikan kalau PPP pada Pileg kali ini berhasil mengantarkan tujuh kadernya duduk sebagai wakil rakyat di Udayana.

“Dapil satu saya, Dapil dua Tuan Guru Muammar, Dapil tiga Tuan Guru Hazmi Hamzar, Dapil empat kosong (Lotim selatan), Dapil lima Sumbawa dan Sumbawa barat, Dapil enam Sirajuddin, Dapil tujuh Muhammad Akri. Dapil delapan Haji Muhammad Adung,” terangnya.

Ditambahkan Muzihir bahwa dengan perolehan tujuh kursi tersebut maka PPP secara otomatis akan mendapat jatah satu kursi pimpinan di DPRD Provinsi NTB pada periode mendatang.
“Ya kita dapat kursi pimpinan,” tandasnya. (Sta)

Eks Pimpinan KPK: Pemilu 2019 Terburuk Pasca Reformasi

0

HarianNusa.com, Jakarta – Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto menilai bahwa penyelenggaraan pemilu 2019 ini merupakan yang terburuk sejak era reformasi.

“Ini pemilu yang terburuk sejak era reformasi. Jangan sampai siapa yang menang tapi siapa yang dilantik,” ujar Bambang Widjojanto di Acara diskusi bertema ‘Selamatkan Suara Rakyat’ di kawasan SCBD, Jakarta, Minggu 21 April 2019.

Menurut Bambang, bukan tanpa alasan dirinya menyebut demikian terkait penyelenggaraan pemilu. Buktinya, kecurangan pada pemilu 2019 ini terjadi sangat terstruktur, sistemis, dan masif.

“Begitu banyak fakta kecurangan terjadi hampir seantero nusantara. Kualitas pemilu ditentukan oleh kejujuran, bukan kerahasiaan,” katanya.

Ia menjelaskan, pada dasarnya, pemilu yang baik memiliki prinsip LUBER yang berarti langsung, umum, bebas, dan rahasia.

“Tapi luber saat ini tidak ada kebebasan. Dan surat suara yang dicoblos ini bukan sebuah hoax. Jadi jika prinsip dasar luber tidak dipenuhi. Untuk apa ada pemilu?” terangnya.

Meski demikian, Bambang mengaku masih bisa berbangga hati dengan situasi saat ini dimana masyarakat dengan kekuatannya masing-masing berinisiatif membongkar kecurangan pemilu 2019.

“Masyarakat tidak diam. Mereka membuktikan gerakan inisiatif memperilihatkan kecurangan yang terus diampilifikasi untuk menyelesaikan ini. Dan gerakan ini adalah gerakan kesadaran masif. Ini kekuatan publik yang tak suka kecuranagn terjadi,” tandas salah satu pendiri Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) tersebut.