Beranda blog Halaman 216

Yoi Coustik: Konser Lumpur Hitam sebagai Media Memaknai Surat Alkahfi

HarianNusa.com, Mataram- Yoi Coustik, grup musik yang digawangi oleh Sentot Irawan, Yuga Anggana dan Agus Mega Saputra ini menghibur penikmat musik Mataram dalam konser bertajuk Lumpur Hitam yang berlangsung di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB. Tajuk Lumpur Hitam dipilih Yoi Coustik untuk mewakili semangat Zulkarnain dalam Al-Qur’an surat Al-kahfi ayat 83.

“Lumpur Hitam juga didedikasikan untuk peringatan hari bumi. Memetik ayat Al-kahfi 83 soal kisah Zulkarnaen. Dan merespon lingkungan bumi hari ini,” tutur sang vokalis Sentot Irawan Kepada HarianNusa.com. Rabu, (1/5)

Sentot menambahkan, manusia dalam laku hidup, seyogyanya mawas diri dengan merenungkan muasalnya. Hal yang hari ini begitu penting agar manusia tidak semena-mena dengan berlaku semaunya tanpa mempertimbangkan nilai-nilai kebaikan.

“Tema konser Lumpur Hitam adalah bicara soal esensi manusia yang terbuat dari lempung hitam. Bicara soal kesemestaan bagi siapa saja untuk mawas diri dan introspeksi pada daya dan laku hidup,” katanya.

Dalam konser tersebut, Yoi Coustik dibantu beberapa musisi lain Kota Mataram. Yoi Coustik membawakan enam lagu berturut-turut, diawali lagu Menarikah Kau Sri dan ditutup dengan lagu Kuda Kayu. Konser Lumpur Hitam sendiri merupakan konser ke sembilan Yoi Coustik dari beberapa repertoar sebelumnya.

“Konser Lumpur Hitam ini adalah konser yang ke sembilan dari beberapa repertoar seperti Titip Rindu Buat Emak, Pitulasan, Kapak Batu, Bee, Kotak Sepatu, Chonburi dan lain-lain,” katanya.

Dalam sambutannya, kepala Taman Budaya Provinsi NTB Baiq Rahmayanti mengaku bahagia dengan tersenggalaranya konser tersebut di Taman Budaya. Menurutnya, kesenian harus terus tumbuh dan berkembang di Provinsi NTB. Baik Seni Musik, Tari, Teater dan Rupa. Terkait konser Yoi Coustik, perempuan yang akrab disapa Maya ini mengaku bangga pada penonton yang memilih hadir di Taman Budaya. Kebanggaan itu diutarakan Maya karena pada waktu yang bersamaan, kelompok musik populer asal Yogyakarta Sheila on 7 juga tengah melangsungkan konser di Mall Eficentrum Mataram.

“Terima kasih sudah memilih hadir di sini walaupun di sebelah kita ada Sheila on Seven,” katanya. (Sta)

Di Forum G20, Indonesia Serukan Dukungan Pertanian Global

HarianNusa.com, Jepang – State Minister of Agriculture, Forestry and Fisheries – Jepang, Suichi Takatori menyampaikan bahwa kebutuhan pangan ke depan akan semakin bertambah. Untuk itu riset sangat dibutuhkan terutama untuk menghadapi globalisasi dan perubahan iklim.

“Kerjasama riset sangat perlu dilakukan karena tidak ada satu negara pun di dunia yang dapat bekerja sendiri dalam melakukan riset,” kata Suichi Takatori saat membuka Pertemuan G20 Meeting of Agricultural Chief Scientists (G20 MACS) yang diselenggarakan pada 25-26 April 2019 di Tokyo, Jepang.

Delegasi Republik Indonesia (Delri) untuk G20 MACS dipimpin Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Fadjri Djufry sebagai ketua Delri, Kepala Balai Penelitian Tanah, Dr. Husnain dan Kabag KSHOH Balitbangtan Ir. Erlita Adriani, MBA. Sementara, President Japan International Research Center for Agricultural Science (JIRCAS), Dr. Masa Iwanaga bertindak sebagai pimpinan sidang.

Pertemuan dihadiri oleh chief scientist terdiri dari Kepala Badan dan Direktur Riset serta peneliti Senior seluruh negara G20, negara undangan (Spain dan Netherland) dan organisasi internasional (CGIAR, GRA, FAO, CABI, CIMMYT, IPPC, IFPRI, World Bank). Beberapa topik prioritas yang dibahas antara lain sustainable soil management, climate smart agriculture, transboundary plant pest, agricultural technology sharing and agroecosystem living labs (ALL).

Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry dalam sesi “ Agricultural Technology Sharing” menyampaikan bahwa Indonesia memiliki beberapa teknologi yang bisa diadopsi oleh negara-negara yang mempunyai permasalahan yang hampir sama. Teknologi tersebut antara lain: integrasi kalendar tanam dengan rekomendasi pemupukan dan serangan hama yang dibuat spesifik lokasi untuk setiap propinsi, integrasi tanaman dan ternak baik skala besar maupun kecil, pengelolaan untuk lahan rawa dan gambut, uji cepat tanah untuk petani, sejalan dengan Program FAO GSP tentang soil doctor, inventarisasi sumber GRK di tingkat kabupaten dan mempromosikan strategi mitigasi dan adaptasi untuk mengatasi perubahan iklim.

Fadjry juga menyampaikan tanggapan terhadap transboundary plant pests bahwa wabah hama juga terkait dengan hama yang resisten, karena cara penggunaan pestisida/herbisida yang tidak tepat. “Mungkin kita perlu memperluas jaringan untuk berbagi informasi tentang hama tanaman lintas batas ini, misalnya pestisida memungkinkan atau tidak diizinkan untuk digunakan di wilayah yang berbeda. Kami sangat mendukung untuk membangun sistem informasi untuk pemantauan masalah ini,” imbuhnya.

Hari kedua G20, sidang membahas tema climate change dan climate smart agriculture. Bertindak sebagai Delri, Husnain menyampaikan bahwa target Indonesia menurunkan emisi secara voluntary hingga 26% di 2020 dan 29% di 2030, memerlukan effort yang tinggi.

Untuk itu Indonesia telah melakukan berbagai upaya antisipasi perubahan iklim dengan upaya mitigasi dan adaptasi. Beberapa teknologi adaptasi dan atau mitigasi yang diusulkan adalah: pengelolaan bahan organik tanah (carbon stock) termasuk pemanfaatan biochar; peningkatan kualitas pakan ternak; pengembangan berbagai varietas adaptif terhadap kekeringan, banjir, salin, dan lain-lain; integrasi ternak dan tanaman khusus untuk kelapa sawit dan karet serta tanaman lainnya; dan pengelolaan lahan gambut berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa Indonesia sebagai host country dalam event terbesar dan penting terkait Climate Smart Agriculture Conference kerjasama IAARD dan GRA, pada 8-10 Oktober di Bali.

Pertemuan diakhiri beberapa kesepakatan yang telah disetujui semua negara anggota. Tantangan pertanian ke depan adalah menyediakan makanan sehat untuk populasi dunia yang berkembang, mengurangi kehilangan dan limbah pangan, meningkatkan produktivitas di bawah kondisi iklim dan ekonomi yang berubah, melindungi keanekaragaman hayati, menggunakan berbagai sumber daya genetik, memastikan akses ke data dan inovasi teknologi untuk semua petani di seluruh dunia, memerangi penyebaran global hama dan penyakit.

Tantangan semacam itu tidak dapat diatasi oleh hanya satu negara sendirian, tetapi kerjasama antar negara dan lembaga diperlukan untuk kemajuan agar diperoleh dampak nyata. Karena itu negara-negara G20 memutuskan untuk membuka jalan baru dalam mengembangkan strategi penelitian pertanian bersama serta dalam menerapkan format kerjasama baru.

Pertemuan tersebut juga menyepakati diadakannya pertemuan terkait perubahan iklim oleh semua negara anggota G20 di Jepang setelah acara di Bali, Indonesia.

Sabet Tiga Kategori Bergengsi, PDAM Giri Menang Raih TOP BUMD 2019

0

HarianNusa.Com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang Lombok Barat meraih lima kategori penghargaan dalam gelaran Top BUMD 2019 yang diselenggarakan oleh Majalah TopBussiness bekerja sama dengan Asia Bussiness Research Center di Hotel Sultan Jakarta, Senin (29/4/19).

Dalam rilis yang diterima media ini, lima kategori yang diberikan kepada BUMD milik Pemkab Lombok Barat dan Pemkot Mataram itu adalah TOP BUMD 2019 untuk Seluruh Kategori, TOP PDAM 2019 dengan pelanggan lebih dari seratus ribu, TOP CEO BUMD yang dianugerahkan kepada Direktur Utama H. Lalu Ahmad Zaini, dan 2 Penghargaan lainnya untuk Top Pembina BUMD 2019 yang diberikan kepada Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dan Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh.

H. Lalu Ahmad Zaini cukup bangga dengan capaian PDAM yang dipimpinnya di event TopBussiness ke lima kali ini.

“Alhamdulillah, dari seribu lebih BUMD se-Indonesia, PDAM Giri Menang menjadi BUMD Terbaik seluruh kategori untuk PDAM dengan seratus ribu lebih pelanggan,” terang Zaini sesaat sebelum menerima penghargaan.

Menurut Zaini, ada beberapa kriteria yang dinilai menjadi keunggulan PDAM Giri Menang. Pertama dari sisi PDAM, terbaik di Indonesia dari sisi rasio pegawai karena seharusnya dalam aturan BP-SPAM, per 1000 pelanggan maksimal boleh diurus oleh 3-5 orang pegawai. Namun pihaknya mampu menekan angka itu menjadi rasio 1,8 pegawai untuk mengurus 1000 pelanggan. PDAM Giri Menang bisa mengelola dengan memberi motivasi kerja kepada pegawai. Jumlah pegawai yang seharusnya 4 orang namun bisa ditekan menjadi hanya separuhnya, berpengaruh dari sisi kesejahteraan pegawai yang menjadi lebih baik.

Kedua jelas Zaini, pendekatan teknologi informasi dalam pelayanan. Ketiga keunggulan PDAM Giri Menang adalah mengalokasikan sekian banyak CSR-nya ke desa-desa.

“Tahun ini saja kita menyerahkan CSR sebesar Rp. 850 juta ke desa-desa sekitar sumber mata air,” pungkas Zaini yang didapuk sebagai TOP CEO BUMD 2019.

Penghargaan Top BUMD 2019 diselenggarakan oleh TopBussiness yang men-survey seribu lebih BUMD sejak tanggal 4-29 Maret 2019. Dari seluruh BUMD itu, juri yang dipimpin oleh Laode Komaruddin menetapkan 130 BUMD yang meraih penghargaan.

“Penilaian tidak hanya dilihat dari sumbangan PAD-nya, tapi seberapa penting keterlibatan BUMD dalam pembangunan perekonomian daerah,” terang Laode sebelum memberikan penganugerahan.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Nono Sampono dalam sambutannya sependapat dengan tujuan diselenggarakannya penganugerahan itu. Bahkan, Nono menegaskan pihak DPD pun sedang memperjuangkan Undang-Undang tersendiri dengan BUMD itu di samping undang-undang kepulauan yang sudah selesai.

“Di samping DPD sangat konsern terhadap pemerataan pembangunan, terutama untuk wilayah timur, kita juga konsern terhadap BUMD agar mampu memberi nilai tambah bagi daerah-daerah,” ujar Nono Sumpono. (f3)

Ket. Foto:
Penyerah penghargaan Top BUMD 2019 (Istimewa)

DJSN: Banyak Jurnalis Belum Dilindungi BPJS 

HarianNusa.com –  Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) prihatin masih banyak jurnalis yang belum dilindungi program jaminan kesehatan. Padahal, regulasi tentang kesehatan mewajibkan perusahaan pers memberi perlindungan dari gangguan kesehatan dan kecelakaan kerja.

Jaminan ini penting, sebab jurnalis juga pekerja. “Sayangnya, ada banyak jurnalis tidak mendapat (program) ini,” sesal Anggota DJSN, Rudy Prayitno saat membuka diskusi publik ‘Menuju Jaminan Kesehatan Semesta: Capaian dan Tantangan’, Selasa, 30 April 2019 di Hotel Jayakarta, Senggigi, Lombok Barat.

Dijelaskannya, tidak ada perbedaan soal kewajiban antara perusahaan umum dengan perusahaan pers.  Perusahaan media punya tanggungan yang sama untuk perlindungan jurnalis. Alasannya, jurnalis adalah salah satu profesi yang berisiko mengalami gangguan kesehatan atau kecelakaan kecelakaan kerja lainnya yang bisa diakomodir pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), terutama BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan.

“Seharusnya semua karyawan perusahaan media itu menjadi peserta BPJS kesehatan, termasuk BPJS ketenagakerjaan,” kata Rudy.

“Setidaknya dua program ini wajib diikuti. Apabila terjadi masalah saat meliput, capek, kecelakaan. Apalagi mohon maaf, sampai terjadi kematian. Dengan program JKN  ini sangat membantu mengurangi beban dari segi pembiayaan,” paparnya.

Keyakinannya, tidak ada yang inginkan kecelakaan apalagi sampai terjadi kematian. Tapi sangat penting dilakukan antisipasi dan partisipasi sejak dini dalam program BPJS untuk mengurangi beban bagi jurnalis yang mengalamai kecelakaan atau mendapat perawatan medis.

“Hanya dengan kliam Rp 16.800 sebulan. Sebab kalau sampai terjadi kecelakaan kerja, semua unlimited dibiayai BPJS.  Apabila saat aktivitas kerja, tiba tiba terjadi kecelakaan, tidak punya uang, itu bisa langsung ditangani rumah sakit dengan gratis,” ujarnya.

Kerja jurnalis sangat dipahaminya, rentan dengan  risiko gangguan kesehatan dan kecelakaan kerja karena aktivitasnya memburu informasi untuk fungsi kontrol sosial.

“Maka saya pikir perlu ada resonansi kerjasama antara temena teman di BPJS dan jurnalis, apalagi didukung FES,” paparnya.

Perusahaan pers yang tidak mendaftarkan medianya, maka sama saja dengan melanggar sederet aturan. Karena jurnalis dalam menjalankan profesinya dilindungi Undang Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Dalam kaitan JKN, jurnalis juga dilindungi sebagaimana masyarakat lainnya.

Regulasi tertinggi pada Undang Undang Dasar Tahun 1945, pasal 28 huruf h, bahwa setiap warga negara berhak mendapat perlindungan sosial. Bahkan turunannya dilindungi Undang Undang Nomor 40 tahun 2004, kemudian tata laksananya Undang Undang Nomor 24 tahun 2011.

“Artinya ini perlu digelorakan juga kepada masyarakat, yang jadi jembatan emas informasinya adalah jurnalis,” ujarnya.

Diskusi publik digagas DJSN kerjasama dengan Friedrich Ebert Stiftung (FES), melibatkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram.

Ketua AJI Mataram Sirtupillaili mendorong semua perusahaan pers memberikan jaminan  sosial kepada para jurnalisnya. Hal itu sangat penting karena risiko bekerja sebagai jurnalis juga cukup tinggi. Dengan adanya jaminan sosial, maka jurnalis mendapatkan kepastian perlindungan dari perusahaan. “Memberikan jaminan sosial adalah bagian dari upaya mensejahterakan jurnalis,” katanya.

Rina Julvianty selaku Program Coordinator FES mendorong jurnalis mendapat manfaat dari program BPJS. Sebagai bagian dari lembaga kontrol, pers tidak hanya aktif menyoroti persoalan sosial seperti masalah kesehatan. Penting menurutnya untuk menjadi bagian dari penerima layanan kesehatan.

Hal itu yang lembaganya bekerjasama dengan AJI Indonesia dan menyelenggarakan kegiatan itu bersama AJI Mataram, demi mendorong kesadaran dan partisipasi dalam program jaminan kesehatan.

Terlebih masyarakat kerap bingung dengan perubahan aturan, terlebih ada Peraturan Presiden (Perpres) yang  baru tentang jaminan kesehatan. “Ketika mendapat pelayanan, baru kita tahu ada perubahan aturan. Nah, ini media bisa mengambil peran,” ujarnya.

Disela sela diskusi, peserta  menyaksikan pemutaran film dokumenter karya Watchdog Documentary tentang bagaimana sistem BPJS bekerja di beberapa daerah yang jadi spot pengambilan video. Hadir Fery Kristianto, salah satu videografer yang terlibat dalam pengambilan gambar hadir sebagai pembicara. Selain tentang pelayanan BPJS yang memberi kemudahan bagi pembiayaan pasien, juga sisi lain tentang anggapan rumitnya  pelayanan di rumah sakit ketika diintegrasikan dengan klaim BPJS. Pasien asal Aceh terpaksa berobat di Malaysia, jadi pengalaman salah seorang videografer.  Sementara Fery memotret absennya pelayanan kesehatan bagi  pengidap HIV/AIDS di Bali. (sat)

ACT Kirimkan 60 Ton Bantuan untuk Korban Banjir Bengkulu

0

HarianNusa.com, Jakarta – Banjir tengah melanda wilayah Bengkulu sejak Sabtu (27/4). Sebagai respons awal, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendirikan Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum yang tersebar di lima titik terdampak banjir maupun longsor. Bantuan diyakini semakin bertambah dengan pemberangkatan truk kemanusiaan dan armada bantuan yang dikirimkan hari ini, Senin (29/4).

“Koordinasi dengan lintas lini dengan tim di wilayah Bengkulu, baru saja tuntas. Karena ke depannya, kita akan membentuk kerangka aksi bantuan. Kemudian juga kita akan meluaskan aksi, juga meningkatkan volume dan kekuatan aksi ini,” jelas Bambang Triyono selaku Direktur Global Humanity Response ACT.

Kerangka aksi bantuan dalam waktu dekat ini diantaranya pengiriman 60 ton bantuan logistik yang diberangkatkan dengan truk dari gudang Humanity Distribution Center ACT di Gunung Sindur, Bogor. Bantuan logistik yang dikirimkan di antaranya sembako, selimut, popok bayi, susu, biskuit, termasuk juga pakaian untuk korban banjir Bengkulu.

Bantuan diberangkatkan pada Senin (29/4) sore ini, bersamaan dengan pengiriman 3 jenis armada. Mereka di antaranya 3 unit mobil rescue, 1 unit Humanity Food Truck, dan 1 unit ambulans pre-hospital untuk fase darurat.

Menurut Bambang, aktivitas tim ACT di Bengkulu hari ini akan lebih difokuskan kepada bantuan pangan siap santap dan distribusi logistik awal kepada korban. Namun ke depannya, Bambang menjelaskan sangat diperlukan kembali penguatan posko-posko di Bengkulu dan penambahan posko lain mengingat kondisi lokasi saat ini.

Hari ketiga sejak banjir melanda, Ahad (28/4), jumlah pengungsian masih masif, meski banjir perlahan mulai surut. Apra Julianda Poetra, relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bengkulu mengatakan, warga juga ada yang bertahan di sekitar rumah dengan mendirikan tenda darurat atau berteduh di posko.

“Pengungsian masih masif. Banjir di wilayah kota mulai surut, tetapi di beberapa kabupaten, itu masih terendam. Jalan dan jembatan juga banyak yang putus, sehingga bantuan dan tim rescue belum bisa masuk dikarenakan akses kami jadi terbatas juga,” ujar Apra.

Sebelumnya sejak Jumat (26/4) malam, hampir seluruh wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu terendam banjir. Kondisi banjir yang cukup parah membuat beberapa warga terpaksa mengungsi ke posko-posko, salah satunya yang didirikan oleh ACT. Banjir yang diperkirakan terjadi karena intensitas hujan yang tinggi selama dua hari berturut-turut ini, menyebabkan sejumlah jalur transportasi terputus, baik antar-kabupaten maupun antar-provinsi, yang menghubungkan Bengkulu dengan Sumatera Selatan, serta Bengkulu dengan Lampung. [ACT]

12 Ribu Mengungsi, ACT DIY Terjunkan Armada Humanity Food Truck

0

HarianNusa.com, Bengkulu – Banjir besar yang menerjang Bengkulu sejak Jumat (26/4) mengakibatkan belasan ribu jiwa mengungsi. Berdasarkan data dari Humanity Data Center yang dihimpun Aksi Cepat Tanggap (ACT), hingga hari senin (29/4) banjir dan longsor Bengkulu telah mengakibatkan 15 orang meninggal dunia, 5 orang hilang, 12 ribu orang mengungsi sementara ribuan rumah terendam.

Berdasarkan laporan relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bengkulu, Apra Julianda Poetra mengatakan sejumlah pengungsian masih masif, walaupun banjir perlahan sudah surut, masih banyak warga yang bertahan di sekitar rumah dengan mendirikan tenda darurat atau berteduh di posko.

“Pengungsian masih masif. Banjir mulai surut, tapi karena banyaknya pemukiman yang terendam, warga masih memilih untuk mengungsi,” ujar Apra.

Merespon kondisi tersebut, Kepala Cabang ACT DIY, Bagus Suryanto menyampaikan akan mengirimkan satu armada Food Truck untuk membantu pemulihan pasca banjir dan longsor di Bengkulu, “satu armada Food Truck akan diterjunkan ke Bengkulu, nantinya Food Truck ini yang akan mensuplai ribuan makanan setiap hari secara gratis untuk para pengungsi” ujar Bagus.

Bagus juga menambahkan, sebagai bentuk respon cepat ACT atas bencana banjir dan longsor Bengkulu, untuk saat ini kantor ACT DIY dijadikan sebagai Posko Kemanusiaan untuk mempermudah penyaluran bantuan dari masyarakat Yogyakarta untuk para terdampak bencana banjir dan longsor Bengkulu, “selain Posko Kemanusiaan, dalam satu sampai dua pekan kedepan ACT DIY juga akan memberangkatkan bantuan logistik berupa Truk Kemanusiaan ke Bengkulu” tambahnya.

Hingga saat ini di Bengkulu setidaknya telah didirikan lima Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum ACT, adanya Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum ini difungsikan untuk mendistribusikan makanan siap saji dan logistik kebutuhan pokok pengungsi.

Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum tersebar di lima titik terdampak banjir maupun longsor, yakni wilayah Tanjung Jaya RT.003, Sido Dadi RT.005, Tanjung Mas RT.001 dan RT.002, serta Merpati RT.012. Kelima wilayah tersebut dipilih dikarenakan terkena dampak yang cukup besar.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, daerah paling parah terdampak banjir meliputi Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang, Lebong, Kaur dan, Rejanglebong.

Hingga Senin (29/4), bencana banjir maupun longsor di Provinsi Bengkulu telah menyebabkan 184 rumah rusak, 4 unit fasilitas sekolah rusak, serta ada 40 titik infrastruktur jalan dan jembatan di 9 kabupaten atau kota yang juga rusak. (ACT)

Baca Juga:
ACT Kembali Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir di Empang
Gubernur NTB Apresiasi Kiprah ACT Membantu Korban Gempa

Jaga Kesehatan Relawan Pengawal Suara, Sandi Cek Kandungan Gizi di Dapur Relawan

0

HarianNusa.com, Jakarta – Cawapres Sandiaga Salahudin Uno memastikan langsung asupan nutrisi untuk para relawan Prabowo-Sandi yang mengawal perhitungan suara di Kecamatan. Sandiaga ingin relawan yang mengawal perhitungan mendapatkan gizi yang tepat agar kesehatan dan stamina para relawan tetap terjaga.

Sandiaga didampingi Ketua Satgas 02 Roemah Priboemi Prabowo-Sandi, Yakub meninjau dapur relawan di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2019). Dapur relawan tersebut sejak tanggal 17 April 2019 lalu memproduksi makanan untuk relawan yang mengawal perhitungan suara di wilayah DKI Jakarta, Tangerang, Depok, dan Bekasi.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Yakob dan teman-teman Direktorat Satgas yang selama 10 hari lebih mulai dari tanggal 17 sampai sekarang tanggal 28 mensuplai makanan ke seluruh kecamatan di wilayah DKI Jakarta Raya dan Tangerang di Depok dan Bekasi dan sekitarnya, untuk memastikan para saksi relawan kita mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, dan protein yang terpenting karena kerjaannya berat dan juga air minum,” kata Sandiaga saat meninjau dapur relawan.

Mantan wagub DKI itu mengaku banyak mendapat laporan adanya relawan yang kesehatannya menurun karena mengawal perhitungan suara di Kecamatan. Sandiaga tak ingin asupan nutrisi yang kurang menjadi penyebab kesehatan dan stamina relawan menurun.

“Terima kasih atas sumbangsihnya. Bapak Yakob akan tercatat sebagai pahlawan dan pejuang demokrasi kita. Karena kita inginkan pengawalan, ini tentunya harus dengan distribusi makanan dan nutrisi yang cukup,” kata Sandiaga.

“Dapur umum ini harus tetap berjalan dan kita pastikan api perjuangan dan api semangat para relawan,” tegasnya.

Sandi mengatakan dirinya bersama Capres Prabowo Subianto berterimakasih kepada para relawan di dapur relawan.

“Terima kasih, kami tidak memiliki sumber daya untuk mendanai kegiatan ini. Kami lakukan besok di Makassar juga Alhamdulillah di makasar 02 laksanakan juga,” ucap Sandiaga.

Dalam kesempatan yang sama Yakob mengungkapkan berbagai hal dilakukan agar para relawan mendapatkan nutrisi yang baik. Dapur relawan bahkan harus memotong sapi untuk konsumsi relawan. Ada juga sumbangan dari beberapa pelaku UMKM di bidang kuliner.

“Kami sekarang sudah 2 (motong sapi), tapi kemarin-kemarin itu jadi rumah makan padang menyumbangkan 1000. Lalu, kami kasih sertifikat, dia akan bangga bahwa dia adalah terlibat dalam pemenangan Prabowo sandi. Jadi rumah makan yang menyuplai kita 1000 itulah titik titik yang kita bawa ke seluruh DKI Jakarta, Depok juga. Jadi banyak rumah makan yang menyuplai kami makanan. Alhamdulillah kita syukuri mereka mau terlibat dalam pemenangan ini,” jelas Yakob.

Sandiaga Uno : Koalisi Indonesia Adil Makmur Tetap Solid!

0

HarianNusa.com, Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno memastikan bahwa hingga saat ini sejumlah partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur masih solid atau tidak terpecah dalam mengusung pasangan capres dan cawapres di Pemilu 2019.

Pernyataan Sandiaga ini menepis isu bahwa terdapat salah satu parpol anggota Koalisi Indonesia Adil Makmur yang saat ini mulai tergoda untuk bergabung dengan pasangan capres lainnya.

“Saya yakin koalisi kami Indonesia adil makmur solid dan tentunya para politisi dalam berkoordinasi silakan silakan saja, tapi koalisi kami solid,” tegas Sandiaga Uno di Masjid At-Taqwa, Jakarta, Minggu 28 April 2019.

Dengan Partai Demokrat yang saat ini diterpa isu mulai didekati oleh kubu 01 juga dibantah oleh Sandiaga. Menurutnya, hingga saat ini komunikasinya dengan sejumlah kader berlambang mercy tersebut tetap berlangsung intens dan baik.

“Pak Hinca yang selalu rutin memberikan update kepada saya. Dan saya selalu berkontak dengan masa AHY. Wa-wa-an lah biasa itu sesama anak Jaksel.

Jadi No issue. Kita solid,” kembali Sandi menegaskan.

Pada kesempatan itu, Sandi menyampaikan bahwa saat ini yang menjadi fokus oleh pihaknya adalah mengenai permasalahan banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia pada Pemilu 2019 ini.

“Kita fokus dulu ini, karena sekarang apalagi ada komplikasi dengan permasalahan jatuhnya korban ini. Bagi saya kita fokus dulu karena menurut saya proses ini kita pastikan dulu proses yang jujur adil bermartabat,” tandas mantan Wakil Gubernur DKI tersebut.

Dinas Pertamanan Lobar Sayangkan Minimnya Anggaran Penataan Pohon di Ruas Jalan

0

HarianNusa.Com – Membahas tindak lanjut dan aduan masyarakat, Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) menggelar Rapat Bulanan di Aula Rapat Dinas Perhubungan Lombok Barat di Gerung, Jum’at (26/4/19).

Kepala Bidang Pertamanan Saefullah saat menghadiri rapat tersebut mengatakan sekitar seratus pohon mati yang tersebar di seluruh ruas jalan di wilayah Kabupaten Lombok Barat sudah ditebang oleh Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Lombok Barat.

“Kami sudah mendeteksi di seluruh ruas jalan. Ada 314 pohon yang mati dan membahayakan pengguna jalan. Sampai kemarin sudah seratus pohon yang sudah dipotong, tinggal empat pohon yang sangat mendesak untuk segera dipotong. Kami pastikan dipotong dalam waktu dekat,” terang Saifullah.

Saefullah menambahkan bahwa pihaknya juga menerima permohonan dari desa yang ingin memanfaatkan pohon-pohon yang mati di ruas jalan di wilayahnya.

“Baru Desa Golong yang mengajukan surat permohonan untuk menebang sendiri pohon-pohon mati di ruas jalan Desa Golong sampai Desa Keru. Kami mempersilahkan,” terangnya.

Ia menyebutkan sekitar 35 pohon miring yang harus ditebang di ruas jalan tersebut. Mereka, aku Saefullah, ingin memanfaatkan kayu untuk pembangunan masjid atau kantor desa.
Menurut data yang dimiliki Saefullah, di Lobar, paling sedikit terdapat 16.000-an pohon yang tumbuh menjadi pohon pelindung seluruh ruas jalan di Lombok Barat.

“Sebanyak 1.800-an tumbuh miring dan harus dirapikan. 314 mati,” pungkas Saefullah menyayangkan minimnya anggaran yang hanya 25 juta untuk merapikan seluruh pohon sepanjang ruas jalan di Lombok Barat.

Selain masalah pohon mati, FLLAJ Lombok Barat juga menggelar rapat guna membahas tindak lanjut aduan masyarakat lainnya yang diterima FLLAJ Lombok Barat selama Bulan Maret dan April ini.

“Ada dua puluh tujuh aduan selama dua bulan ini, baik yang disampaikan langsung, maupun melalui media sosial. Kita himpun, kita bahas, dan kita tindak lanjuti semua sesuai dengan tugas fungsi leading sektornya,” terang Ketua Pokja FLLAJ, Dayu Sidemen.

Untuk bulan April yang akan ditindak lanjuti dalam rapat bulanan FLLAJ, ada sebelas aduan dan terbanyak adalah masalah infrastruktur jalan yang rusak akibat tingginya volume hujan selama Bulan April ini. Salah satunya, aku Dayu Sidemen, adalah ruas jalan penghubung antara Desa Sesaot dan Desa Pakuan yang mengalami kerusakan lebih dari lima puluh meter dan diadukan melalui akun facebook.

Di kesempatan terpisah, Kepala Desa Sesaot Yuni Hariseni menuturkan jika jalan tersebut pernah rusak meskipun tidak separah saat ini.

“Dulu jalan ini juga pernah rusak, tapi tidak separah sekarang. Karena hujan yang lebat kemarin itu, jadi longsor. Ini membutuhkan penangan besar karena di bawah juga ada cerukan dalam dan saluran air,” terang perempuan satu-satunya yang menjadi Kepala Desa di Lombok Barat.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Lombok Barat, Hambali mengakui hal tersebut. Pihaknya, aku Hambali, sudah melihat langsung kerusakan jalan yang dimaksud.

“Kita sudah mengecek langsung ke lokasi, bahkan sudah menyusun berapa kerugiannya. Biaya untuk merehabilitasi jalan tersebut, paling sedikit lima ratus lima puluh juta,” terang Hambali.

Hambali mengaku saat ini kesulitan untuk mendapatkan sumber pembiayaan untuk perbaikan jalan tersebut.

“Kami serahkan ke pak Kadis bagaimana membicarakan dengan pimpinan tentang kondisi jalan tersebut dan pembiayaan di APBD P,” terang Hambali.

Hambali pun mengaku sudah melakukan pengecekan seluruh jalan yang menjadi bahan aduan masyarakat.

“Termasuk yang di Sekotong Tengah dan Cendi Manik. Kami sudah cek langsung, ukur, dan membuat RAB-nya. Tinggal kami teruskan ke pimpinan,” pungkasnya mengaku anggaran perbaikan jalan dari APBD hanya seratusan juta yang tidak cukup untuk menangani seluruh keluhan masyarakat. (f3)

Ket. Foto:
Penebangan pohon oleh dinas Pertamanan Kabupaten Lombok Barat.

Pemuda Lombok Pecahkan Rekor Muri dari Game Hasil Karyanya

HarianNusa.com – Memasuki era revolusi industri 4.0, mamacu masyarakat untuk menguasai bidang kreatif digital. Tantangan tersebut membuat pemuda asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, M Nasrul Alawy berinisiatif mengasah talenta di bidang kreatif digital lokal.

Nasrul Alawy merupakan CEO Alphacsoft, sebuah startup yang bergerak di bidang software dan aplikasi. Dia berinisiatif mendirikan divisi khusus game. Dia berhasil membuat game bernama ‘Sitala’. Game tersebut merupakan game edukasi simulasi tertib dan aman berlalulintas. Game tersebut lahir dari Alphac Studios, merupakan studio game pertama di Pulau Lombok.

Sitala Game kemudian dilirik Satlantas Polres Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Game tersebut kemudian diakuisisi, dan kini telah memecahkan rekor Muri pada Museum Rekor Indonesia.

Alawy mengatakan, ide membuat game tersebut datang dari permasalahan di masyarakat, yaitu kesadaran berlalulintas yang rendah. Himbauan melalui buku dinilai tidak efektif di tengah menurunnya minat baca masyarakat.

“Permasalah yang dilihat ya lalulintas. Minat baca masyarakat menurun, sehingga kita buat dalam bentuk game, yang interaktif. Game itu disambut baik oleh Kasatlantas Tanah Laut, kebetulan orang Lombok. Kemudian dipanggil akhirnya game ini diakuisisi,” ungkapnya dalam acara Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BeKraf) Developer Day Mataram, di Mataram, Sabtu, 27 April 2019.

Berkat talentanya itu, Alawy dipercaya menjadi Lokal Heroes BeKraf Developer Day Mataram 2019. Alawy saat ini tengah menggarap tiga game. Satu game android dan dua game PC. Salah satu game yang digarapnya tentang sejarah perjuangan Kerajaan Mataram mengusir penjajah Belanda.

Pada kegiatan BeKraf Developer Day Mataram, di Mataram, BeKraf menghadirkan 430 masyarakat Lombok yang sebagian besar adalah mahasiswa untuk diberikan pelatihan industri kreatif digital.

“Bekraf Developer Day menjadi ajang pengembangan potensi dan kompetensi bagi para developer aplikasi dan game khususnya di Kota Mataram. Para peserta yang hadir akan mendapatkan masukan berharga dari developer ternama mengenai tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi oleh developer di Indonesia,” jelas Direktur Fasilitasi Infrastruktur TIk Bekraf, Muhammad Neil El Himam.

Bekraf Developer Day diadakan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pelaku ekonomi kreatif dan untuk menciptakan ekosistem yang berkualitas bagi para StartUp khususnya di subsektor aplikasi, game, dan juga untuk pengembangan Web, IoT, dan BoT.

“Upaya tersebut dilakukan untuk memberikan dampak positif di bidang ekonomi dan sosial budaya terutama pada potensi lokal yang ada,” jelasnya.

Data Scientist – Dicoding Indonesia, Adrianus Yoza Aprilio, mengungkapkan industri game potensi keuntungannya sebesar 600 juta dolar. Namun, yang masuk pada developer Indonesia sangat kecil.

“Tugas kita mendorong regulasi, keberpihakan pada teman-teman developer lokal. Perspektif kita menanggapi karya lokal menjadi problem,” ucapnya.

Dia juga berharap pemerintah memunculkan regulasi yang memperkuat developer game atau developer bidang kreatif digital lainnya di Indonesia. (sat)