Beranda blog Halaman 241

Fauzan Latik 77 Kades se Lobar

0

HarianNusa.Com – Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid, Rabu (6/2) melantik sebanyak 77 Kepala Desa se Kabupaten Lobar. Ke-77 Kades tersebut merupakan hasil Pilkades serentak yang digelar Pemkab Lobar pada Desember 2018 lalu.

Terkesan cukup meriah, beberapa Kades terpilih membawa iring-iringan pada saat acara pelantikan. Mulai dari iringan penari Rudat hingga Gendang Beleq khas Gumi Sasak, bahkan ada iringan Baleganjur yang merupakan kesenian khas Pulau Dewata Bali.

Fauzan berpesan agar para Kades tersebut segera melaksanakan visi misi dan janjinya kepada Masyarakat.

“Jaga amanah dan janji serta laksanakan program. Usahakan dilaksanakan semua,” ujar Fauzan mengawali sambutannya.

Orang nomor satu di Gumi Patut Patuh Patju itu meminta agar para kades tetap menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat. Tidak hanya warga yang mendukungnya saat Pilkades, namun juga yang tidak mendukung.

“Layani semuanya, komunikasi dengan semua masyarakat,” pesan Fauzan.

Menurut Fauzan itu (menjalin komunikasi yang baik, red) sangat diperlukan oleh kades yang baru. Terlebih lagi untuk koordinasi, baik bersifat horizontal maupun vertikal. Seperti bagaimana melakukan gerak bersama dalam membangun desa. Hingga keselarasan program desa dengan program diatasnya seperti Pemkab dan seterusnya.

“Pesan saya juga untuk segera menyusun RPJM desa,” tegas Bupati terpilih itu.

Menyinggung terkait penyaluran dana bantuan untuk Program Harapan Keluarga (PKH), Fauzan meminta agar para Kades untuk segera melakukan Musyawarah Desa (Musdes) terkait verifikasi data PKH. Menyusul sudah ditanda tanganinya MoU antara Polri dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI terkait pengawasan penyaluran bantuan tersebut. Bentuk tindak lanjut kerjasama itu akan segera dibentuk tim Basis Data Terpadu (BDT) untuk penerima PKH.

“Karena BDT itu akan diserahkan bulan ini oleh Menteri Sosial. Jangan sampai nanti kalau sudah diserahkan protes ada warganya yang tidak masuk, karena langsung diinput sama operator yang diangkat kades,” pungkasnya.

Di lain kesempatan, Kepala Desa Pelangan M. Zainul Hafidz mengatakan bahwa setelah pelantikan ini dirinya akan segera melakukan rapat koordinasi dengan seluruh jajarannya di Desa Pelangan. Mulai dari staf di kantor Desa hingga jajaran Kepala Dusun dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pelangan.

“Banyak hal yang perlu kita persiapkan. Sudah lama Desa Pelangan tertidur, saatnya untuk bangkit,” tegas Zainul.

Terkait visi dan misinya, Zainul juga menegaskan bahwa titik fokus memang pada pemerataan pembangunan.

“Selama ini memang terlihat ada ketimpangan. Kita tidak ingin ada perbedaan di setiap dusun. Dan terpenting juga adalah kita akan lebih memperhatikan kondusifitas di Desa Pelangan,” pungkas Zainul. (f3)

Johan Rosihan Diharapkan Mampu Wakili Aspirasi Masyarakat Pulau Sumbawa di Senayan

0

HarianNusa.Com – Sejak ditepakan menjadi Calon legislatif DPR RI Dapil NTB I Wilayah Pulau Sumbawa dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nomor Urut 1 pada pemilu 2019 mendatang, H. Johan Rosihan, ST., terus aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Kehadiran Johan Rosihan saat melakukan Sosialisasi di Kelurahan Pekat Sumbawa mendapat apresiasi masyarakat.

Sepak terjang dan kemampuan Johan Rosihan di DPRD NTB oleh masyarakat tidak diragukan lagi.

“Johan Rosihan sudah saya kenal sejak lama. Saya paham karakternya. Setidaknya kemampuan Johan sebagai legislator sudah teruji. Terbukti dia menjadi satu-satunya putra Pulau Sumbawa yang menjadi Ketua Fraksi sekaligus Ketua Komisi di DPRD Provinsi NTB, ” ungakap Drs., Syaifullah Karim, seorang tokoh masyarakat setempat.

Caleg DPR RI Dapil 1 Pulau Sumbawa dari PKS, H. Johan Rosihan (Tengah) bersama para pendukungnya usai melakukan sosialisasi
Caleg DPR RI Dapil 1 Pulau Sumbawa dari PKS, H. Johan Rosihan (Tengah) bersama para pendukungnya usai melakukan sosialisasi

Kedatangan Johan dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat Kelurahan Pekat Sumbawa diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada publik tentang tata cara memilih dan bagaimana sosok politisi yang mesti didukung guna mewakili aspirasi masyarakat Pulau Sumbawa di tingkat pusat.

Mengenai harapan itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi NTB tersebut menyambut dengan baik dan meminta doa atas ikhtiarnya maju sebagai Caleg DPR RI .

Pria Kelahiran Sumbawa ini telah mengunjungi ratusan titik demi bersosialisasi. Johan yakin bisa meraup suara yang maksimal di pemilu mendatang. Di sejumlah titik tersebut, ia menekankan tentang cara memilih cerdas dan kerelaan menerima perbedaan. Menurutnya berbeda pilihan politik itu wajar, asal tidak memutuskan hubungan silaturrahmi sesama manusia.

“Perbedaan adalah keniscayaan, maka menerima itu adalah keharusan,” kata pria yang gencar menyuarakan hak rakyat di DPRD NTB ini, Selasa (5/2).

Bagi Politisi muda itu, restu dan doa dari orang-orang tua, tokoh masyarakat, dan sahabat-sahabat yang hadir dalam pertemuan di Kelurahan Pekat Sumbawa ini memberi energi positif bagi dirinya.

“Saya datang, karena saya melihat peluang,” optimisnya. (f3)

Banjir Terjang Sekotong Lombok Barat

HarianNusa.com – Banjir menerjang Dusun Bawah Pudak, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Selasa, 5 Februari 2019.

Banjir setinggi pinggang orang dewasa membuat banyak rumah warga tergenang.

Banjir disebabkan air sungai yang meluap akibat hujan. Air dengan debit cukup tinggi kemudian menerjang rumah-rumah warga.

Terpantau, warga mengamankan barang berharga miliknya dari terjangan banjir. Beberapa barang elektronik disimpan di atas meja guna menghindari banjir.

Diketahui, sejak sore tadi hujan melanda wilayah Lombok Barat. Wilayah Sekotong terkena imbas dari banjir tersebut.

Saat ini belum ada data terkait korban maupun kerugian material. Petugas SAR dikabarkan tengah turun memantau dan membantu masyarakat terdampak banjir. (sat)

Ratusan Warga Terdampak Banjir di Empang Sumbawa

HarianNusa.com – Banjir menerjang Desa Boal, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Senin sore, 4 Februari 2019. Beberapa rumah warga diterjang banjir.

Banjir membawa sampah berupa kayu dan batu yang menerjang rumah penduduk. Warga yang panik kemudian meninggalkan rumah mereka dan mengungsi di daerah yang tidak terdampak.

Camat Empang, Surianto, mengatakan dari data yang dihimpun, sebanyak 77 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Dusun Boal Bawah dan 20 KK terdampak banjir di Dusun Boal Atas.

“Dan kami laporkan juga ada bantuan  berupa makanan, terpal, selimut dan air bersih,” ujarnya Selasa, 5 Februari 2019. (sat)

Disdukcapil Lobar Kebut Kepemilikan Akta Kelahiran

0

HarianNusa.Com – Dalam rangka melindungi hak-hak anak, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Lombok Barat menggandeng Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan Yayasan Tunas Alam Indonesia (Santai) Mataram untuk melakukan pendampingan terhadap pelayanan administrasi kependudukan (adminduk), khususnya Akta Kelahiran.

Ketiga institusi itu melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), bertempat di Ruang Rapat Pendopo Bupati, Senin (4/2/19). .

Kepala Disdukcapil Lombok Barat, H. Muridun melakukan penandatanganan PKS
Kepala Disdukcapil Lombok Barat, H. Muridun melakukan penandatanganan PKS

Penandatanganan PKS ersebut turut dihadiri Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Ketua LPA Mataram H. Sahan, perwakilan Santai Suarti Hartati, Kepala Dinas Dukcapil H. Muridun beserta jajarannya.

“Kita akan bekerja sama dengan LPA dan Santai yang akan memberikan pendampingan ke warga dalam pengurusan akta kelahiran anak,” lapor H. Muridun kepada Bupati.

Menurut Kepala Dinas tersebut, cakupan kepemilikan akta kelahiran di Lombok Barat sudah lebih dari 96%.

“Saat ini warga yang berusia 0-18 tahun yang sudah memiliki akta kelahiran baru 96,29%. Kita masih minus 4% lebih, tapi di atas rata-rata nasional yang baru mencapai 85,53%,” terang Muridun.

Oleh karena manfaat akta kelahiran yang sangat besar bagi setiap warga, pihak Dinas Dukcapil tidak segan-segan membangun kerja sama dengan pihak luar Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk memperbanyak warga bisa memiliki akta kelahiran.

Mewakili Santai, Suarti Hartati mengaku, pihaknya telah melakukan pendampingan secara intensif di dua desa di Kecamatan Sekotong, yaitu Desa Sekotong Tengah dan Desa Taman Baru.

“Komitmen dua desa tersebut sudah kuat. Keduanya bahkan telah memiliki Perdes (Peraturan Desa, red) dan bahkan telah menganggarkan untuk program ini di APBDes nya,” tutur Suarti berdasarkan pengalamannya.

Suarti mengaku, kerja sama di desa-desa tersebut telah menjadi energi positif bagi upaya pemerintah memenuhi hak-hak dasar warganya di bidang adminduk.

“Kita pun membantu orang tuanya dengan terlebih dahulu membantu melalui isbath nikah di Pengadilan Agama,” aku Suarti yang mengklaim lebih dari 75 pasangan telah diisbatkan pernikahannya melalui program Santai.

Di kesempatan yang sama, H. Sahan dari LPA Mataram mengaku bahwa pihaknya membantu Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, khusus di dua kecamatan wilayah utara, yaitu Kecamatan Batulayar dengan mencakup 5 desa dan Kecamatan Gunung Sari dengan 4 desa.

“Kita disupport oleh UNICEF di dua kecamatan. Gunung Sari dan Batulayar untuk percepatan adminduk bagi warga usia 0-18 tahun. Program ini khusus untuk membantu masyarakat miskin, termasuk penyandang disabilitas,” terang Sahan.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengapresiasi uluran bantuan dari dua lembaga tersebut. Bagi Fauzan, membangun sumber daya manusia tidak bisa hanya menyentuh sektor hilirnya, yaitu ekonomi, pendidikan, dan kesehatan bagi masyarakat yang sudah mapan usia dan kondisi.

“Ini termasuk kita menyentuh hulu persoalan. Kita mengintervensi dari aspek administrasi. Tapi kita pun tidak berhenti di situ. Saya berharap agar Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Dinas P2KBP3A pun bisa dilibatkan,” ujar Fauzan sambil menuturkan programnya melawan stunting (tumbuh pendek pada anak, red).

Bagi Fauzan, persoalan pembangunan keluarga tidak hanya soal adminduk, pernikahan dini, dan hak-hak dasar di bidang pendidikan dan kesehatan sebagai bentuk perlindungan kepada hak-hak anak.

“Karena masalah ini kompleks, maka saya harap kerja sama ini lebih melebar lagi, yaitu lebih hulu lagi ke persoalan anak-anak sebagai personal dan memperluas cakupan pendampingan ke wilayah lainnya,” pungkas Fauzan. (f3)

Baca Juga:
Di Lobar, Ribuan E-KTP Belum Diambil Pemiliknya

SMKN 2 Mataram Gelar Simulasi Ujian OnLine

HarianNusa.Com – SMKN 2 Mataram menggelar Simulasi Ujian on line yang diikuti 533 peserta kelas XII dari 5 Kompetensi Keahlian (AKL, OTKP, BDP, UPW dan RPL).

Kegiatan simulasi berlangsung mulai hari ini, Senin 4 Februari hingga 8 Februari 2019 dengan fasilitas 5 Lab Komputer antara lain 1. Lab OTKP, AKL, RPL/CBT, Bahasa dan Lab UPW/CRS.

Untuk kelancaran kegiatan, pihak sekolah mengatur jadwal menjadi 3 sesi. Sesi satu mulai pukul 07.30 Wita hingga pukul 09.30 Wita, sesi kedua mulai pukul 10.30 Wita sampai 12.30 Wita dan sesi ketiga mulai pukul 14.00 Wita sampai pukul 16.00 Wita. Masing masing sesi dikuti dua kelompok dengan peserta 37 dan 33 siswa.

Kepala SMKN 2 Mataram, H. Hudri Achmad, S.Pd. MM., melalui Waka Sarana H. Wildan memaparkan untuk suksesnya kegiatan simulasi dan kelancaran proses belajar, bekerjasama dengan PLN pihaknya melakukan peningkatan penerangan sebesar 53.000 Kwh

“Mengingat selain simulasi kegiatan KBM tetap berjalan seperti biasa,” ungkapnya.

Humas SMKN 2 Mataram Sulman Haris, mengatakan hari pertama kegiatan simulasi di semua Lab mendapat perhatian serius dari Pengawas Pembina SMKN 2 Mataram Drs. Odang Supriatna.

“Beliau melakukan kunjungan sekaligus melihat dari dekat pelaksanaan simulai ke semua Lab Komputer yang digunakan,” ujar Sulman. (f3)

Kunjungi DPRD NTB, KPU Bahas Pemilu

HarianNusa.Com – DPRD Provinsi NTB menerima kunjungan kerja Komisi Pemilihan Umum Provinsi NTB (KPU NTB), Senin (4/2/19). Kunjungan kerja 4 (empat) orang Anggota KPU Provinsi NTB ini diterima oleh Wakil Ketua III DPRD Provinsi NTB H. Abdul Hadi bersama Ketua Komisi I Drs. Ali Achmad, Ketua Komisi II H. M. Sakduddin, Johan Rosihan Ketua Komisi III, dan Drs. H. Muzihir, serta H. Ahmad Kudsi Wakil Ketua Komisi IV bersama H. Ruslan Turmuzi.

Ketua KPU Provinsi NTB, Suhardi Soud menjelaskan maksud kunjungan kerjanya ke DPRD NTB adalah dalam rangka memperkenalkan Anggota KPU NTB Periode 2019-2023 yang telah dilantik pada 22 Januari 2019 lalu.

Anggota KPU Provinsi NTB yang baru saja dilantik itu yakni Ketua Suhardi Soud, Agus Hilman, Yan Marli, Zuriati (tidak ikut dalam kunjungan kerja) dan H. Syamsudin.

Suhardi Soud dan Yan Marli merupakan Anggota KPU Provinsi Periode 2014-2019, sedangkan 3 orang lainnya yaitu Agus Hilman sebelumnya adalah Tim Ahli Komisi II DPR RI, Zuriati adalah Anggota KPU Kabupaten Bima Periode 2014-2019, dan H. Syamsudin pernah menjadi Anggota Bawaslu Provinsi NTB tahun 2014.

Ditemui pada akhir acara, Ketua KPU NTB menjelaskan secara rinci maksud dan tujuan kunjungan kerjanya ini.

“Kami harus berkoordinasi sebagai sesama lembaga negara terkait dengan persoalan-persoalan kepemiluan dan demokrasi, karena DPR adalah produk dari demokrasi, produk dari pemilu, maka kami berkewajiban untuk berkoordinasi guna memastikan bahwa proses pemilu ini bisa dikawal bersama,” jelas Suhardi.

Pihaknya berharap sinergi antara KPU NTB dan DPRD NTB dapat berjalan dengan baik demi kelancaran dan keamanan pemilu.

“Kami juga berharap agar sinergi penyelenggaraan pemilu dengan partai politik juga berjalan dengan baik, karena kita bersama memiliki kewajiban mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan pemilu ini,” pungkas Suhardi. (f3)

Kecamatan Empang Sumbawa Diterjang Banjir

HarianNusa.com – Banjir menerjang Desa Boal, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Senin sore, 4 Februari 2019. Beberapa rumah warga diterjang banjir.

Banjir membawa sampah berupa kayu dan batu yang menerjang rumah penduduk. Warga yang panik kemudian meninggalkan rumah mereka dan mengungsi di daerah yang tidak terdampak.

Tim SAR dan pemerintah daerah setempat telah turun untuk memantau sekaligus membantu warga evakuasi.

“Kita menunggu informasi lebih lanjut. Sampai sekarang belum ada informasi terkait korban musibah tersebut,” ujar Humas Kantor SAR Mataram, Gusti Lanang Wiswananda.

Banjir tersebut juga membuat anggota DPRD Provinsi NTB asal Sumbawa, Johan Rosihan berbelasungkawa. Melalui akun Facebook miliknya dia mengucapkan duka.

“Turut berduka atas banjir yang melanda Desa Boal, Kecamatan Empang sore ini. Semoga tak ada korban jiwa dan kita senantiasa selalu tabah dalam menghadapi ujian,” ujarnya. (sat)

Di Lobar, Ribuan E-KTP Belum Diambil Pemiliknya

0

HarianNusa.Com – Sebanyak 2.072 keping KTP Elektronik yang sudah dicetak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lombok Barat belum diambil oleh pemiliknya.

“Kita tunggu mereka mengambil karena sudah jadi. Kita berharap bisa diambil secara kolektif oleh desa. Nanti kita serahkan dengan membuat berita acara serah terima lengkap dengan nama, NIK, dan Nomor E-KTP, ” terang Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Lombok Barat, Hamdi sesaat sebelum mengikuti penanda tanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan dua NGO, di Ruang Rapat Bupati, Senin (4/2).

E-KTP tersebut, aku Hamdi, telah menumpuk cukup lama di kantornya.

“Tahun 2016-2017 saja ada 1.072 keping yang belum diambil. Sisanya di tahun 2018 kemaren, ada 1000 yang belum diambil,” terang Hamdi.

Hamdi berharap agar masyarakat pro aktif untuk mengambil E-KTP yang sudah jadi tersebut. Termasuk kepada warga yang merasa sudah merekam jati dirinya, Hamdi meminta agar bisa datang ke kantor camat atau ke pihaknya dengan membawa surat pengajuan cetak.

“Selama blangko, kartu, dan tinta ada, kita cetakkan,” janji Hamdi.

Ia berharap, dengan aktifnya masyarakat untuk mengecek administrasi kependudukannya, pihaknya akan lebih mudah melakukan coklit.

Acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Disdukcapil Lobar
Acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Disdukcapil Lobar

Di kesempatan terpisah, Kepala Dinas Dukcapil Lombok Barat H. Muridun optimis dengan target nasional 100% warga wajib KTP bisa direkam.

“Saat ini capaian kita baru 90,89% atau 467.900 warga dari 514.817 warga yang wajib KTP sudah perekaman,” ujarnya optimis.

Senada dengan Hamdi, Muridun pun berharap warga masyarakat aktif dalam mendaftarkan dirinya untuk melakukan perekaman e-KTP

“Kita sudah menggelar banyak terobosan untuk mewujudkan Gerasak (Gerakan Sadar Adminduk, red). Kita mau perbup-kan agar semakin kuat,” ujar Muridun.

Dalam mewujudkan Gerasak, pihaknya pun membuka pelayanan sampai malam hari. Bahkan dengan satu kebutuhan, kata Muridun, warga bisa memperoleh lainnya. Tidak hanya KTP, tapi kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan bahkan kematian.

Muridun pun menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan NGO Santai Mataram untuk mendampingi warga yang memerlukan Akta Kelahiran.

Untuk itu, bertempat di Ruang Rapat Bupati, Senin (4/2) pihaknya menanda tangani Perjanjian Kerja Sama dengan dua lembaga tersebut untuk mempercepat cakupan pembuatan akta kelahiran.

“Saat ini warga yang berusia 0-18 tahun yang sudah memiliki akta kelahiran baru 96,29%. Kita masih minus 4% lebih,” terang Muridun.

Bupati Lombok Barat yang hadir saat penanda tanganan PKS tersebut berjanji untuk mendekatkan pelayanan adminduk ke warga, akan membangun Unit Pelaksana Teknis.

“Paling tidak kita membutuhkan tiga UPTD yang menjangkau semua wilayah,” pungkas Fauzan. (f3)

Dua Warga Lombok Tengah Tewas di Sumur

HarianNusa.com – Dua warga Dusun Ontok Timur, Desa Dasan Baru, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah tewas di dalam sumur, Minggu, 3 Februari 2019.

Kedua korban bernama Sudarman (53) dan Sumardi (50). Kejadian bermula saat Sudarman hendak membersihkan bangkai anjing di dalam sumur, namun dia terpeleset dan jatuh ke dalam. Sumardi yang hendak menolong juga ikut terjebak dalam sumur.

“Sumardi langsung menolong korban dengan menyelam, namun usaha itu tidak berhasil dilakukannya akibat kehabisan oksigen dan dia pun ikut menjadi korban berikutnya,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya, Senin, 4 Februari 2019.

Tim SAR dibantu pihak lainnya melakukan evakuasi terhadap korban. Sudarman meninggal dunia di dalam sumur, sementara rekannya Sumardi meninggal saat dirawat di rumah sakit. (sat)