Beranda blog Halaman 243

Ada Logo Partai di Situs Unram, PSI Lapor Polisi

HarianNusa.com – Situs Informasi Akademik Universitas Mataram diduga diretas oknum hacker. Anehnya peretasan tersebut justru menempel logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di situs tersebut.

Kejadian itu kemudian menjadi viral di media sosial. Warganet justru menuding PSI yang terlibat dalam peretasan situs kampus.

Tidak ingin nama partai rusak, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PSI Nusa Tenggara Barat (NTB) Putrawan Tasal Sukma Prawira melaporkan kejadian tersebut di Polda NTB, Jumat, 1 Februari 2019.

“Ini sudah sangat merugikan kami dan ini sudah mencermarkan nama baik partai kami,” ujar Putrawan.

PSI secara resmi melaporkan pelaku yang meretas situs Universitas Mataram dan menyematkan logo PSI. Pengaduan yang dilayangkan   teregister di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTB dengan nomor:TBLP/14/II/2019 Ditreskrimsus.

PSI membantah terlibat dalam peretasan situs tersebut. Bahkan, dengan kasus itu justru dinilai merusak nama PSI.

“Yang jelas kami dari PSI merasa dirugikan dan kami khususnya di kalangan mahasiswa itu tercoreng dengan kejadian kegaduhan itu,” terangnya.

Tidak hanya itu, PSI juga melaporkan kasus tersebut pada Bawaslu NTB. Putrawan menilai hal tersebut juga masuk ke ranah Bawaslu karena berkaitan dengan dugaan kampanye hitam pada PSI. (sat)

Publikasi Caleg Eks Koruptor, KPU Dikritik

HarianNusa.com – Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, menganggap upaya KPU mempublis caleg (calon legislatif) eks koruptor justru tidak demokratis dalam memberikan pencerahan dan pendidikan politik yang baik buat masyarakat.

M16 menilai KPU terkesan melanggengkan stigmatisasi buruk yang kekal dilekatkan pada mantan koruptor yang dianggap tidak bisa berubah menjadi warga negara yang baik.

Padahal mantan koruptor yang telah menjalani masa hukuman harusnya diberikan kesempatan yang sama dan adil untuk  membuktikan perubahan perilakunya,  bukan justru dihakimi dan mendapatkan stigma buruk sepanjang akhir hayatnya.

Selanjutnya Mi6 menegaskan tindakan KPU tersebut bisa dianggap melanggar HAM dan secara moral menciderai rasa keadilan terhadap mantan koruptor yang ingin berbuat baik untuk kepentingan bangsa dan negara ini.

“KPU seharusnya fokus saja kepada penyelenggaraan pemilu 2019 agar berlangsung aman , jurdil dan demokratis , bukan ngurusin hal-hal diluar tupoksinya,” ujar Direktur Mi6,  Bambang Mei Finarwanto, Jumat, 1 Februari 2019.

Menurutnya, tujuan pemidanaan terhadap orang bersalah, termasuk koruptor secara garis besar memberikan efek jera dan tidak mengulangi lagi kesalahannya selepas menjalani masa hukuman.

“Dari konstruksi tujuan pemidanaan tersebut terlihat bahwa para mantan napi diharapkan tidak mengulangi perbuatannya yang salah,” tambahnya.

Lebih jauh Didu, panggilan akrabnya, mempertanyakan apa etis dan adil jika para mantan napi koruptor justru terkesan distigma sebelum mereka diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk berbuat baik, termasuk menjadi caleg.

M16 khawatir hal ini justru kontra produktif dalam konteks membangun persamaan hak di depan hukum. Padahal hukum sendiri mengenal asas nebis in idem yakni seseorang tidak boleh diadili/ dihukum untuk perkara yang sama.

“Nah ini orang sudah menjalani masa hukuman, seolah-olah masih dianggap orang yang  tetap bersalah,  supaya masyarakat tidak memilih  dan lain-lain,” tambah Didu.

Terakhir Mi6 mengimbau siapapun hendaknya menghargai hak asasi para mantan koruptor yang telah menjalani masa hukuman dan memberikan jalan untuk berpartisipasi menentukan pilihan politiknya tanpa harus bersikap diskriminatif, baik secara moral dan politik. (sat)

Dihadapan Danrem 162/WB, Pengusaha Lakukan Penandatanganan Pakta Integritas

0

HarianNusa.com – Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han.,bersama Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Kadis Perkim) Provinsi NTB Ir. I Gusti Bagus Sugiharta, MT menggelar rapat bersama puluhan aplikator yang dirangkai dengan penandatanganan Fakta Integritas oleh sekitar 30 orang Aplikator yang terdiri dari para Pengusaha NTB di Kantor BNPB NTB Jalan Catur Warga Mataram, Kamis (31/1).

Usai rapat, Danrem mengucapkan terimaksih kepada awak media yang tetap eksis membantu pemberitaan.

“Rekan media merupakan bagian dari tim kami untuk membantu memberikan informasi kepada masyarakat tentang proses percepatan rehab rekons di wilayah NTB,” kata Danrem saat diwawancarai awak media.

Dijelaskan Danrem, pihaknya mengumpulkan para pengusaha yang terlibat sebagai Aplikator dalam proses percepatan rehab rekons pembangunan rumah berat untuk menandatangani Fakta Integritas karena dikejar waktu untuk terus membangun.

Menurut Danrem, penandatanganan ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan para Aplikator terkait dengan pengadaan material masing-masing setiap minggu sesuai kesepakatan dengan Gubernur saat rapat kemarin.

“Para Aplikator ini nantinya akan diberikan dengan jumlah yang sama, namun apabila pekerjaannya selesai tepat waktu atau sebelum waktunya, maka akan kita berikan progres pekerjaan yang lebih banyak. Dan apabila pekerjan tidak selesai tepat waktu maka tingkat pekerjaan yang diberikan juga akan dikurangi dan bahkan adanya pemutusan hubungan kerja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Oang nomor satu di jajaran Korem itu mengatakan bahwa setelah ada perjanjian SPK dengan Pokmas maka material harus segera tiba di lokasi pembangunan berdasarkan permintaan Pokmas paling tidak dua atau tiga hari.

“Masing-masing Kabupaten, rumah yang rusak ringan, sedang dan berat berbeda sehingga tidak bisa ditentukan idealnya antara jumlah Fasilitator dengan Aplikator di lapangan namun harus berupaya untuk memaksimalkan proses percepatan agar rumah cepat jadi,” tegasnya.

Selain itu, Danrem juga mengatakan bahwa pihaknya sudah menghitung kemampuan masing-masing Aplikator untuk bisa menyelesaikan rumah setiap minggu.

“Awal Februari 2019, kami akan melakukan SPK di masing-masing Kecamatan bersama Pokmas, Aplikator, yang diketahui oleh BRI, Danramil, Kapolsek, Kalak BPBD, PUPR atau Perkim yang ada di wilayah untuk memastikan material setelah adanya perjanjian SPK dengan Pokmas,” pungkasnya.

Sementara salah satu Aplikator Ibu Mei dari Sekertaris Conwood mengatakan dalam satu bulan pihaknya akan mengambil jumlah paling kecil dulu sekitar 400 unit rumah sehingga bisa menyelesaikan 100 unit rumah setiap minggu dengan tipe 36, namun untuk tipe 27, ia mengakui membtuhkan waktu kurang dari seminggu bisa mencetak rumah lebih dari 100 unit setiap minggu.

“Rumah tipe 27 dengan satu kamar, satu ruang tamu dan satu kamar mandi dan teras,” sebutnya.

Untuk teknisi, kata Mei, pihaknya sudah membawa teknisi langsung dari Jakarta karena tidak sembarangan teknisi dalam proses pembuatannya.

Sementara Aplikator Risha dari Lombok Tengah, Sahrun menyampaikan bahwa work shop tempat membuat panel Risha berada di Desa Aik Buka Kecamatan Batu Kliang Kabupaten Loteng.

Terkait dengan pembayaran rumah Risha, kata Sahrun, pihaknya fleksibel dan tidak ada masalah karena pembayaran diterima langsung dari Pokmas.

“Hingga saat ini sebanyak 49 unit rumah yang sudah keluar dari work shop, namun 11 unit yang belum berdiri dan sisanya sudah ditempati oleh pemiliknya,” jelas Sahrun. (f3)

Manfaat Program Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi Dirasakan Langsung Masyarakat

HarianNusa.com – Program Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi (Jang Zul-Mi) sangat diapresiasi oleh masyarakat Dompu.
Nurhayati, salah seorang warga Dompu yang mengikuti kegiatan itu, mengaku senang digelarnya kegiatan tersebut. Sebab, ia dapat menyampaikan langsung permasalahan di sekitar kepada Gubernur dan sekaligus mendengar langsung jawaban Gubernur atas permasalahan-permasalahan yang dirasakannya selama ini.

“Kalau bisa acara kayak gini diadakan terus,” pintanya.

Tak hanya itu Nurhayati, salah seorang pelaku UMKM Dompu Ibu Sunarti juga mengaku bersyukur digelarnya acara JangZul-Mi di Dompu. Sebab, ia dapat mempromosikan hasil UMKM nya kepada ribuan masyarakat Dompu yang hadir.

“Hari ini banyak yang laku dagangan saya,” ungkapnya syukur.

Hanya saja, ia meminta agar diberikan pelatihan untuk membuat kemasan yang memiliki nilai jual. Selain itu, ia juga menyampaikan agar diberi ruang untuk melakukan studi banding ke daerah yang

Untuk diketahui program JangZul-Mi ini digagas untuk merespon langsung kebutuhan masyarakat oleh Gubernur. Sehingga, masyarakat tidak perlu lagi harus melewati sistem birokrasi yang panjang dan membutuhkan waktu lama.

Sejauh ini, banyak persoalan masyarakat yang langsung dijawab Gubernur melalui kepala Dinas terkait, di acara JangZul-Mi ini. Misalnya, terkait kebutuhan fasilitas kesekretariatan bagi kaum disabilitas di Pulau Lombok yang saat ini sudah mereka tempati. Kemudian masalah sampah, beasiswa ke luar negeri, infrastruktur, kepemudaan, sengketa lahan, hingga urusan kebutuhan langsung sehari-hari masyarakat. (f3)

Damkar Lobar Jadi Ajang Belajar Anak-Anak TK di Mataram

HarianNusa.com – Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Barat menjadi ajang belajar puluhan anak-anak TK Pembina Mataram. Didampingi 12 orang guru dan puluhan orang tua/ wali murid mereka sengaja datang ke Kantor Biru untuk mengenal tata cara pemadaman kebakaran sejak dini.

“Kami sengaja datang karena Kantor Pemadam di Lombok Barat ini cukup representatif sebagai tempat belajar peserta didik,” aku Hj. Heni Herawati, pengelola TK yang beralamat di Jalan Pemuda Mataram itu.

Heni mengaku, di samping mengenalkan pembelajaran pemadaman sederhana kepada anak-anak, pihaknya pun berharap para orang tua bisa lebih awas dan terlatih juga sejak dini.

“Jangan justru orang tua yang menakut-nakuti anaknya,” kata Heni.

Kedatangan mereka, tambahnya, adalah mempraktikkan pendidikan holistik dan integrarif, termasuk kepada orang tua.

“Banyak dari mereka itu yang takut dengan gas, padahal itu kan setiap hari mereka harus gunakan? dan sekarang mereka sudah mulai berani,” tegas Heni.

Salah seorang wali murid, Muhammad Masri, ST menanggapi positif kegiatan yang digagas pihak sekolah.

“Sangat positif. Kita jadi tahu bagaimana menangani kobaran ketika api sudah besar. Tadi pun dalam simulasi yang saya coba sendiri bagaimana memadamkan api dari tabung gas tiga kilo,” aku Masri penuh antusias.

Di samping anak-anak tahu bagaimana cara memadamkan api, lanjut Masri, mereka sebagai wali murid juga dapat ilmu bagaimana cara mengatasi apabila terjadi kebakaran besar di rumah.

Materi belajar sederhana tentang pemadaman disampaikan oleh personil DPK Lombok Barat. Kepala Bidang Pengendalian Operasi, Lalu Adiwijaya bersama beberapa anggota pasukan biru mengajarkan anak-anak dengan model bermain.

Anak-anak dari dua kelompok belajar itu bermain-main memadamkan api yang menyembur dari tabung gas dengan menutup sumber api dengan kain yang dibasahkan.

Begitu pula ketika mereka melakukan simulasi memadamkan kobaran api di tungku drum. Dengan riang gembira mereka menyemprotkan air dari selang besar untuk memadamkan api yang berkobar besar dan berjelaga hitam itu.

Di kesempatan terpisah, Kepala DPK Lombok Barat H. Fauzan Husniadi mengaku kunjungan belajar anak sekolah ke dinasnya sudah banyak.

“Bulan ini saja sudah 6 rombongan yang datang untuk belajar dan mensimulasi pemadaman,” terang Fauzan.

Fauzan mengaku, di samping mendapat kunjungan, pihaknya pun melayani undangan untuk langsung menggelar pembelajaran dalam penanganan kebakaran.

“Itu bagian dari proses pencegahan. Semakin banyak orang faham tentang tata cara penanganan cepat, semakin kecil resiko kebakaran besar yang bisa didapat,” pungkas Fauzan. (f3)

JangZul-Mi, Gubernur Paparkan NTB Gemilang Dihadapan Ribuan Warga Dompu

0

HarianNusa.com – Dihadapan ribuan masyarakat Dompu yang mengikuti kegiatan Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi, Jum’at (02/02/19) pagi, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimasyah didampingi Bupati Dompu, H. Bambang H. M. Yasin, menyampaikan visi besarnya adalah membangun NTB Gemilang.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu menguraikan satu persatu yang dimaksud dengan NTB Gemilang. Pertama, NTB Gemilang itu adalah NTB yang masyarakatnya sejahtera dan mandiri. Kedua, NTB gemilang itu adalah yang asri dan lestari.

“NTB kedepan adalah NTB yang indah, asri dan selalu menyapa kita sehari-hari,” jelas Alumni Inggris itu.

Ketiga, lanjut Gubernur, yang dimaksud NTB Gemilang adalah masyarakatnya sehat dan cerdas .

“Apa gunanya sejahtera, mandiri, asri dan lestari namun masyarakatnya sakit sakitan,” jelasnya.

Keempat, Gubernur mengatakan NTB gemilang adalah bersih dan melayani.
“Orang dihormati dijaman sekarang kalau orangnya bersih,” jelas Gubernur yang pernah menjabat Anggota DPR RI hampir 15 tahun itu.

Kelima jelas Gubernur, NTB Gemilang itu adalah NTB yang adil dan berkah. “Tidak boleh hukum itu tajam ke bawah tumpul ke atas,” tegasnya

Yang terakhir kata Gubernur, NTB Gemilang itu adalah masyarakatnya siap bangkit kembali dan aman. Dengan menjadikan bencana yang menyapa beberapa waktu lalu sebagai pelajaran.

Sebelumnya Bupati Dompu menegaskan kesiapannya bersinergi dengan pemerintah Provinsi NTB untuk membangun daerah menuju NTB Gemilang.

“Sejahtera dan mandiri itu seperti Dompu ini, katanya dihadapan jajaran pejabat dan ribuan masyarakat Dompu.

Pada kesempatan itu, ia pun melaporkan bahwa Dompu saat ini dalam keadaan kondusif dan jauh dari hal-hal yang berhubungan dengan gangguan keaamanan

“ini berkat sinergi dari semua pihak,” ungkap Bupati yang memimpin Dana Nggahi Rawi Pahu itu.

Jang Zul-Mi digelar di Dompu sebagai respon Gubernur terhadap antusiasme masyarakat yang menginginkan agar acara tersebut digelar di setiap kabupaten/kota.

Selain itu, JangZul-Mi edisi kali ini dimaksudkan untuk lebih mendekatkan masyarakat dengan Gubernur. Sehingga mereka yang tidak sempat hadir di halaman kantor Gubernur, dapat langsung bertatap muka dan menyampaikan uneg-unegnya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

Acara sebelumnya diawali dengan senam pagi bersama. Sejak pukul 06.30 WITA masyarakan Dompu yang antusias ingin bertemu Gubernur sudah memadati lokasi kegiatan. (f3)

Tahanan Prancis yang Kabur Diringkus Polisi

HarianNusa.com – Seorang tahanan narkoba asal Prancis, Dorfin Felix yang sempat melarikan diri dari ruang tahanan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), akhirnya diringkus polisi.

Informasi yang beredar, Dorfin diringkus di wilayah Pusuk Lombok Barat, Jumat malam, 1 Februari 2019. Dia berada di tengah hutan dalam pelariannya.

tahanan prancis Dorfin Felix saat ditangkap
Tahanan WNA Prancis Dorfin Felix yang sampat kabur, berhasil ditangkap kembali oleh petugas kepolisian.

Kabid Humas Polda NTB Komisaris Besar Polisi Komang Suartana, membenarkan penangkapan tahanan kabur tersebut.

Baca Juga:
Tahanan Prancis Kabur, Polda NTB Selidiki Keterlibatan Orang Dalam
Peran Kompol TM di Balik Kaburnya Tahanan Prancis
Polisi Sempat Lacak Dorfin Felix di Gunung Sari

“Memang benar sudah ditangkap. (Saat ini) masih dalam pemeriksaan mas,”  ujarnya singkat.

Kini dia dibawa di Polda NTB untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dorfin diketahui kabur dari lantai dua sel tahanannya pada Senin dini hari, 21 Januari 2019. Selama 11 hari dia menjadi buronan polisi paling dicari. (sat)

Buru Dorfin, Polisi Gandeng Bank dan PPATK

HarianNusa.com – Polisi terus mengungkap kasus kaburnya tahanan narkoba asal Prancis, Dorfin Felix dari ruang tahanan atau Rutan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram.

Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda NTB, Komisari Besar Polisi Agus Salim, mengatakan, dalam mengusut kasus tersebut, polisi telah meminta bantuan pada perbankan maupun Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keungan (PPATK). Polisi mencaritahu aliran dana yang masuk ke rekening Dorfin.

“Kita sudah cek di kantor pos dan ada keterangan tertulis (pengiriman). Kita dalami apakah dia terima dari dalam negeri, kita juga dalami di perbankan berapa banyak dia punya rekening, kita masuk PPATK,” ujarnya belum lama ini.

Sementara hingga saat ini Polda NTB baru melakukan penahanan terhadap Kasubdit Pengamanan Tahanan (Pamtah) Polda NTB, Komisaris Polisi Tuti Maryati alias TM. Dia diduga kuat terlibat dalam kasus kaburnya tahanan asing tersebut.

Kompol TM diduga memberikan kemudahan pada Dorfin Felix dengan memberikan dia ponsel, televisi dan kebutuhan lainnya. Dana untuk membeli kebutuhan Dorfin Felix didapatkan dari kiriman orang tua Dorfin di Prancis.

Hasil penyelidikan, Kompol TM dikirim uang tunai senilai Rp7 juta dan Rp7,5 juta dalam dua tahap melalui jasa pengiriman barang. Dia kemudian membeli barang yang dibutuhkan Dorfin di sel tahanan.

“Permasalahannya inilah yang dilanggar anggota tentang SOP pengamanan. Uang itu digunakan untuk kepentingan tersangka. Salah satunya dibelikan handphone, kedua dibelikan tv, lainnya digunakan keperluan sehari. Jadi dia (Dorfin) makan enak setiap hari,” ungkapnya.

Selain itu, Kompol TM juga meloloskan tanpa pemeriksaan kiriman barang pada Dorfin. Diketahui, Dorfin memperoleh kiriman barang dari selingkuhannya di Bali sebanyak dua kali. Pengiriman terakhir tidak diperiksa polisi.

“Itulah yang menjadi pertanyaan kita. Ada kelemahan dari kawan kita. Dia mendapat kiriman barang dua kali, yang diduga dari selingkuhan dia di Bali. Pertama isinya selimut, yang kedua dia (Kompol TM) bilang enggak ngecek, apakah isinya gergaji kita enggak tahu, makanya kita melacak alamat pengiriman,” ungkapnya.

Diduga kuat, kiriman barang terakhir berisi alat pemotong besi yang digunakan Dorfin untuk kabur dari lantai dua sel tahanannya pada Senin dini hari, 21 Januari 2019. (sat)

Baca Juga:
Polisi Sempat Lacak Dorfin Felix di Gunung Sari
Peran Kompol TM di Balik Kaburnya Tahanan Prancis

Kunker ke Bima, Gubernur Terjun Serap Aspirasi Masyarakat

0

HarianNusa.com – Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah melakukan Kunjungan Kerja di Kabupaten dan Kota Bima, Kamis (31/01/2019). Selain untuk menemui masyarakat di dua daerah paling timur NTB itu, juga dalam rangka memperkuat Koordinasi Dan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota tersebut.

Tiba di Bandara Sultan Salahuddin Bima, Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul itu disambut Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri dan Walikota Bima, H. M. Lutfi.

Doktor Zul kemudian memimpin Rapat terbatas (Ratas) dengan kedua kepala daerah tingkat dua itu bersama sejumlah pejabat terkait di Ruang VIP Bandara kebanggaan masyarakat Bima itu.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan sejumlah arahan, diantaranya, terkait dengan penyelesaian aset antara pemerintah Kabupaten Bima dengan Kota Bima. Gubernur meminta agar aset kedua daerah itu dibicarakan dengan baik, hingga dapat menemukan jalan keluar terbaik bagi masyarakat dan pemerintah Kabupaten dan Kota Bima.

Untuk itu, Gubernur yang pernah menjabat Anggota DPR RI dua periode itu memberikan waktu hingga dua minggu ke depan untuk membicarakannya secara internal di level pemerintah kedua daerah itu. Juga melibatkan seluruh anggota DPRD nya.

Usai menggelar Ratas itu, Gubernur didampingi Plt. Kepala Biro Humas do Protokol Setda NTB Najamuddin, langsung bergerak menuju Desa Rite Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima.

Membelah Kota Bima sekitar pukul 08.20, Doktor Zul melintasi jalan Kecamatan Asakota Kota Bima yang mengarah ke utara dan keluar dari Kota Tepian Air itu menuju Ambalawi.

Tiba di Desa Rite, kehadiran Gubernur disambut ratusan masyarakat desa tersebut. Mereka pun dengan suka cita mengiringi kehadiran gubernur dan mengantarnya ke lapangan Desa Rite.

Gubernur, di lapangan Desa Rite, menegaskan masud kehadirannya di tengah-tengah masyarakat Ambalawi. Yaitu, selain bersilaturrahmi, juga untuk menjaring aspirasi masyarakat. Kemudian, gubernur memperkenalkan satu persatu kepala OPD yang mendampinginya saat itu.

Dalam kesempatan itu, Gubernur lebih banyak mendengar aspirasi masyarakat, terkait berbagai hal. Seperti keberadaan infrastruktur jalan, masjid, kepemudaan, sekolah, infrastruktur DAM dan kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan kaum perempuan.

Kades Nipa, Imran menilai kunjungan Gubernur merupakan hal yang luar biasa. Sebab, dengan hadirnya Gubernur di tengah masyarakat dapat melihat langsung apa yang dirasakan oleh masyarakat.

“Saya setuju cara Gubernur kita ini menemui warga,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Kihajar, salah satu tokoh pemuda di desa itu. Ia menyampaikan dengan turun langsung ke dusun-dusun, Gubernur bisa langsung merespon kebutuhan masyarakat.

“Saya setuju dengan cara Gubernur yang langsung turun, melakukan blusukan ke masyarakat akar rumput. Ini langkah positif bagi kami,” ungkapnya.

Sementara Sekda Kabupaten Bima, H. Taufikurrrahman Hak, menjelaskan masyarakat Ambalawi merupakan keluarga besar yang sangat antusias dengan kehadiran Gubernur.

“Gubernur kita ini orang pintar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan saat ini pemerintah Provinsi NTB, dibawah kepemimpinan Zul-Rohmi sangat memperhatikan pembangunan sumber daya manusia.

“Beliu mengirim anak-anak muda kita belajar ke luar negeri,” jelasnya dan berharap kehadiran Gubernur dan rombongan memberikan keberkahan bagi masyarakat. (f3)

Polisi Dalami Kasus Kebakaran Rumah Ketua WALHI NTB

HarianNusa.com – Rumah Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Murdani diduga dibakar orang tak dikenal. Kejadian terjadi Senin dini hari, 28 Januari 2018 sekitar pukul 03.00 Wita.

Api membakar habis rumah dan mobilnya. Beberapa pintu rumah ikut dibakar, diduga agar korban dan keluarga tidak dapat meloloskan diri. Beruntung, warga cepat mengevakuasi Murdani dan keluarga dari kobaran api.

Menurut Murdani, rumahnya di Desa Bagu, Lombok Tengah diduga kuat dibakar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya selama ini dirinya intens menyuarakan kepentingan lingkungan hidup, salah satunya aktivitas pertambangan di lingkup Provinsi NTB. Bahkan baru-baru ini Murdani mengaku mendapatkan intimidasi dari seseorang.

“Dugaannya dilakukan oleh oknum pengusaha tambang yang bermasalah dan dikritisi oleh WALHI NTB,” Kata Murdani.

Mardani telah melaporkan kasus percobaan pembunuhan tersebut pada Polda NTB, Rabu 30 Januari 2019.

Kabid Humas Polda NTB, Komisaris Besar Polisi Komang Suartana, mengatakan polisi saat ini tengah bekerja mengumpulkan bukti-bukti dan meminta keterangan saksi saat kejadian.

“Nanti kita lihat apa ada informasi (ancaman pembunuhan). Polres Lombok Tengah masih mengumpulkan bukti-bukti, saksi-saksi atas kebakaran tersebut. Kalau ada unsur kesengajaan saya yakin ditemukan bukti di TKP (tempat kejadian perkara),” ujarnya.

Namun, polisi juga mengindikasi adanya unsur kesengajaan di balik kebakaran tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, polisi menduga rumah tersebut memang sengaja dibakar.

“Indikasi ada ke sana (ancaman pembunuhan), tapi masih diproses Polres Lombok Tengah. Kalau api cepat membesar berarti ada lemparan semacam minyak,” paparnya.

Polisi juga berencana akan menurunkan Tim Forensik untuk mengungkap kasus tersebut. “Kita memang akan melibatkan forensik untuk mencari bukti-bukti, saksi-saksi. Forensik akan diturunkan, karena mengandung minyak atau gas ahlinya yang menangani,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), Wahyu Wagiman, api yang menyala sekitar 45 menit di rumah milik Ketua WALHI NTB, sangat memungkinkan terjadi akibat dia kerap mengkritisi masalah lingkungan di NTB.

“Kejadian yang menimpa Murdani merupakan bentuk pelanggaran HAM serius terhadap pembela HAM atas lingkunganm,” ujarnya melalui rilis yang dikirimkan.

Dia meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan mencari aktor yang terlibat di balik kebakaran tersebut. (sat)