HarianNusa.com – Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Hj. Sitti Rohmi Djalillah menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) bersama
PKS Dirikan Enam Posko Bencana Banjir Kota Makassar
HarianNusa.com, Makassar (24/1) — Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Makassar, mengakibatkan banjir besar di enam kabupaten di Sulawesi Selatan, Selasa (22/1/2019). Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menurunkan relawannya sejak hari pertama musibah terjadi.
Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Surya Darma menuturkan meski penuh keterbatasan, berkhidmat kepada masyarakat merupakan DNA kader PKS.
“Memang secara jumlah jauh dari kata memadai, apalagi mencukupi. Tapi tetaplah berkhidmat sahabat untuk rakyat. Tetaplah bersabar menyapa korban. Semua juga orang tahu bahwa kita datang dengan keterbatasan. Berkhidmatlah terus, sebab DNA kader PKS adalah petarung kemanusiaan sejati. Itu takdir kita,” tutur Surya.
Ketua DPD PKS Kota Makassar Munawar Ahmad menyebutkan, banjir tahun ini terbilang parah dibandingkan musibah di tahun-tahun sebelumnya. Dalam musibah ini, DPD PKS Kota Makassar mendirikan tujuh Posko Bencana di tiga lokasi, yakni di kecamatan Biringkanayya, Manggala dan Tamalanrea.

Di kecamatan Biringkanayya, Posko PKS terletak di Jl. Poros Mangga Tiga. Sedangkan Posko Manggala didirikan di empat lokasi berbeda, yakni di Perumnas Antang Blok 10, Perumnas Antang Blok 7, Masjid Al-Muttaqin serta Masjid Jami’ Islahuddin. Terakhir, Posko Tamalanrea didirikan di dua tempat, yakni di Jl. Poros BTP Blok A serta Jl. Poros Paccerakkang Katimbang, Kodam Tiga.
“Titik-titik banjir yang parah di daerah Makassar, Kompleks Bung Permai, BTP, Perumnas Antang, Kompleks Kodam Tiga, dan beberapa titik di sekitar Parangtambung. Untuk membantu warga yang terdampak banjir, PKS telah mendirikan posko di Warkop 212 Mangga Tiga, Perumnas Antang Blok 10 dan Blok 7, Masjid Al Muttaqin Ujung Bori Raya, Masjid Jami Islahuddin Abdesir, Warung Berkah BTP, dan beberapa posko lagi terus didirikan kader PKS yang berada di sekitar wilayah terdampak,” jelas Munawar.

Diketahui, hingga Rabu (23/1), musibah banjir yang melanda Kota Makassar dan beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan ini mengakibatkan ribuan warga terendam, ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman dan 10.021 hektar sawah terendam. Dikabarkan sebuah jembatan putus, sejumlah warga terseret arus, 8 orang meninggal dunia dan 4 orang hilang.
Temui Wagub, BPOM Diminta Edukasi Masyarakat
HarianNusa.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menerima perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di ruang kerjanya, Rabu (23/1/2019).
Dalam pertemuan tersebut Kepala BPOM menjelaskan tugas BPOM dalam bidang pengawasan makanan.
Wagub NTB yang akrab disapa Ummi Rohmi itu memberikan arahan kepada BPOM untuk melakukan edukasi kepada masyarakat terkait kesehatan makanan.
“BPOM perlu meyakinkan masyarakat bahwa makanan yang dikonsumsi adalah makanan yang sehat dan tidak berbahaya bagi masyarakat kita sendiri,” ungkapnya.
Menurut Wagub, BPOM perlu mengkoordinir dan melaksanakan training terkait masyarakat yang masih menggunakan bahan borax dan rodamin sebagai campuran makanan dan memberi pengetahuan tentang bahan-bahan lain yang tidak berbahaya untuk campuran makanan.
Di akhir penyampaiannya, Ummi Rohmi juga menyarankan kepada BPOM agar tetap menjalin komunikasi dengan dinas-dinas lain terkait tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh BPOM.
Kepala BPOM Mataram, Ni Nengah Suarningsih menyambut baik saran Wagub tersebut dan akan menindak lanjutinya.
“Kami mohon dukungan ibu wakil gubernur untuk mendukung kami dalam melaksanakan program-program kami ini,” pintanya. (f3)
Korem 162/WB Umrohkan Bhabinsa Berprestasi
HarianNusa.com – Korem 162/WB memberikan apresiasi dan penghargaan kepada anggota Prajurit yang dinilai berprestasi dalam menjalankan tugasnya dengan memberangkatkannya beribadah umroh.
Kali ini, Babinsa Koramil 1608/Bima Sersan Mayor Ismail atas prestasinya dalam melaksanakan tugas sebagai Babinsa Desa Penato’i Koramil 1608-01/Kota terpilih untuk berangkat ibadah umrah.
Bertempat di Masjid Makorem 162/WB, Rabu, (23/1/19), Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra melepas keberangkatan Babinsa asal Bima tersebut.
Pada kesempatan itu, Danrem menyampaikan bahwa hadiah umrah tersebut diberikan kepada Sersan Mayor Ismail atas prestasinya dalam melakukan pembinaan wilayah. Yakni salah satunya pencegahan konflik sosial dan selalu hadir ditengah-tengah masyarakat membantu menyelesaikan setiap persoalan sosial yang ada di desa binaannya.
“Kita pilih Prajurit yang benar-benar berprestasi berdasarkan kriteria-kriteria yang sudah ada,” kata Danrem saat diwawancara sejumlah awak media.
Terpilihnya Serma Ismail, kata Danrem, tentunya melalui seleksi yang ketat dari seluruh Babinsa yang memiliki kinerja terbaik termasuk lomba rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa di NTB, dimana proses seleksi dilakukan selama empat bulan.
Danrem menegaskan hadiah yang sama juga akan diberikan kepada anggota non muslim yang berprestasi dengan memberangkatkannya ke tempat ibadah masing-masing.
“Kita juga akan memberikan hadiah yang sama bagi Prajurit non muslim dengan diberangkatkan ke tempat ibadahnya masing-masing apabila terpilih sebagai Parjurit berprestasi seperti Babinsa Penato’i ini,” tegas orang nomor satu di jajaran Korem 162/WB tersebut.
Dengan penghargaan ini, Danrem berharap kedepannya para Bhabinsa yang ada di wilayah jajaran Korem 162/WB terus memacu diri menjadi yang terbaik dalam memberikan pembinaan dan bantuan kepada masyarakat dengan tulus dan ikhlas di daerah binaan masing-masing.
Sementara Serma Ismail dihadapan awak media menyampaikan rasa syukur dan ucapan terimakasih karena sudah terpilih menjadi Bhabinsanya terbaik dan mendapatkan penghargaan umroh.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan berterima karena terpilih menjadi Bhabinsa terbaik dan memperoleh hadiah umrah dari Bapak Danrem,” ucap Serma Ismail sambil menuturkan kiprahnya selama 5 tahun menjadi Bhabinsa di Desa Panato’i. (f3)
– Korem 162/WB memberikan apresiasi dan penghargaan kepada anggota Prajurit yang dinilai berprestasi dalam menjalankan tugasnya dengan memberangkatkannya beribadah umroh.
Kali ini, Babinsa Koramil 1608/Bima Sersan Mayor Ismail atas prestasinya dalam melaksanakan tugas sebagai Babinsa Desa Penato’i Koramil 1608-01/Kota terpilih untuk berangkat ibadah umrah.
Bertempat di Masjid Makorem 162/WB, Rabu, (23/1/19), Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra melepas keberangkatan Babinsa asal Bima tersebut.
Pada kesempatan itu, Danrem menyampaikan bahwa hadiah umrah tersebut diberikan kepada Sersan Mayor Ismail atas prestasinya dalam melakukan pembinaan wilayah. Yakni salah satunya pencegahan konflik sosial dan selalu hadir ditengah-tengah masyarakat membantu menyelesaikan setiap persoalan sosial yang ada di desa binaannya.
“Kita pilih Prajurit yang benar-benar berprestasi berdasarkan kriteria-kriteria yang sudah ada,” kata Danrem saat diwawancara sejumlah awak media.
Terpilihnya Serma Ismail, kata Danrem, tentunya melalui seleksi yang ketat dari seluruh Babinsa yang memiliki kinerja terbaik termasuk lomba rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa di NTB, dimana proses seleksi dilakukan selama empat bulan.
Danrem menegaskan hadiah yang sama juga akan diberikan kepada anggota non muslim yang berprestasi dengan memberangkatkannya ke tempat ibadah masing-masing.
“Kita juga akan memberikan hadiah yang sama bagi Prajurit non muslim dengan diberangkatkan ke tempat ibadahnya masing-masing apabila terpilih sebagai Parjurit berprestasi seperti Babinsa Penato’i ini,” tegas orang nomor satu di jajaran Korem 162/WB tersebut.
Dengan penghargaan ini, Danrem berharap kedepannya para Bhabinsa yang ada di wilayah jajaran Korem 162/WB terus memacu diri menjadi yang terbaik dalam memberikan pembinaan dan bantuan kepada masyarakat dengan tulus dan ikhlas di daerah binaan masing-masing.
Sementara Serma Ismail dihadapan awak media menyampaikan rasa syukur dan ucapan terimakasih karena sudah terpilih menjadi Bhabinsanya terbaik dan mendapatkan penghargaan umroh.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan berterima karena terpilih menjadi Bhabinsa terbaik dan memperoleh hadiah umrah dari Bapak Danrem,” ucap Serma Ismail sambil menuturkan kiprahnya selama 5 tahun menjadi Bhabinsa di Desa Panato’i. (f3)
Gubernur NTB Komit Hadirkan Industri untuk Kesejahteraan Masyarakat
HarianNusa.com – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat melakukan kunjungan Kerja ke Kabupaten Sumbawa, Rabu (23/01/2019) menegaskan komitmennya bersama Wakil Gubernur untuk menghadirkan banyak industri di NTB demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada kunjungan kerja kali ini, Gubernur melakukan beberapa kegiatan diantaranya, peletakan batu pertama pembangunan Samawa Farm dan penyerahan bantuan alat berat kepada Akademi Komunitas Olat Maras Sumbawa, di Kampus Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).
Gubernur menjelaskan bahwa kehadiran industri harus didukung oleh rasa aman bagi para investor. Menurutnya jika para investor banyak menghadirkan industri di NTB maka anak-anak NTB tidak boleh jadi penonton.
“Kalau banyak proyek besar yang akan hadir. Kita tidak lagi menjadi penonton. Malah banyak mendapatkan pekerjaan Kalau ada pekerjaan, maka anak akan terjamin masa depannya, pendidikan Dan Kesehatannya,” tegas Gubernur yang juga Ketua Yayasan Dea Mas Sumbawa itu.
Gubernur yang pernah menjabat anggota DPR RI tiga periode itu juga menjelaskan perlunya keberanian untuk melakukan hal-hal besar. Serta tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh. Namun, berani berbuat sesuatu untuk masa depan. Ia menyakini dengan hadirnya industri, para investor lain akan semakin banyak lagi yang menanam saham di NTB.
“Cara berfikir harus berubah,” ungkap Gubernur di Kampus yang memiliki motto “Grooming the future leaders” itu.
Sementara itu, Komisaris PT. Samawa Gemilang Perkasa (PERKASA GRUP), yang mengahadirkan industri Peternakan ayam di UTS itu menjelaskan cita-cita besarnya di NTB. Yaitu menjadi bagian kemandirian bangsa yang dimulai dari NTB.
“Inilah yang menjadikan target kami, yaitu swasembada telur 5 tahun yang akan datang,” ungkapnya.
Ia mencontohkan peternakan ayam di Sulawesi Selatan. Menurutnya, di sana banyak sekali masyarakat yang berternak ayam. Meski sedikit namun kepemilikannya masif. Karena itu, ia berharap program tersebut dapat dicontoh oleh masyarakat NTB. Sehingga, dengan berternak ayam yang menghasilkan ribuan butir telur ayam dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Terget kami, 7200 butir telur per tahun di sini,” jelasnya.
Acara juga dirangkai dengan penyerahan 1000 pohon mangga dari Dinas Pertanian Provinsi NTB kepada kampus Universitas Teknologi Sumbawa. (f3)
Rumah Pengungsi di Lombok Utara Diterjang Puting Beliung
HarianNusa.com – Intensitas hujan dan angin kencang yang cukup tinggi sejak kemarin, membuat beberapa titik pengungsian di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat tergenang.
Tidak hanya itu, saat hujan lebat terjadi, angin puting beliung menerjang kawasan pengungsi di Dusun Karang Bedil, Desa Gondang, Lombok Utara.
Humas Kantor SAR Mataram, Gusti Lanang Wiswananda, mengatakan kejadian pada pukul 11.00 Wita, Selasa malam kemarin membuat rumah pengungsi gempa hancur disapu puting beliung.
“Jumlah korban sementara yang terdampak kurang lebih 73 kepala keluarga atau 360 jiwa. Tidak ada korban jiwa. Rumah pengungsi yang hancur,” ujarnya, Rabu, 23 Januari 2019.
Tidak hanya rumah warga, puting beliung juga membuat banyak pohon tumbang. Warga kemudian mengevakuasi diri ke tempat aman untuk menghindari musibah tersebut.
“Warga mengevakuasi diri ke tempat-tempat aman dari terjangan angin puting beliung dan genangan lumpur,” jelasnya. (sat)
Pedagang di Pasar Baru Montong Beter Keluhkan Kondisi Pasar
HarianNusa.com – Sejumlah pedagang di Pasar Rakyat Montong Beter, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur mengeluhkan perbaikan pasar yang tidak kunjung terealisasikan. Proyek perbaikan pasar yang diharapkan memperbaiki kondisi pedagang justru jauh panggang dari api.
Tokoh Pemuda Lombok Timur, M. Nashib Ikroman, menilai adanya mismanajemen dari pengelolaan pasar tersebut.
“Justru bangunan pasar baru timbulkan masalah baru. Ini soal mismanjemen” ujarnya, Rabu, 23 Januari 2019.
Menurutnya, pasar baru ini justru kian membuat semerawut. Mulai dari tara letak pedagang yang menyulitkan aktivitas di pasar, hingga tempat parkir yang seharusnya kosong dari lapak, kini dipenuhi pedagang.
Sistem drainase pasar juga bermasalah, genangan air di mana-mana ketika hujan turun. Pedagang justru mendapat banyak masalah di pasar tersebut.
“Banyak aduan dan keluhan dari para pedagang dan pengunjung pasar,” papar pria yang juga politisi Partai Nasdem ini.
Kata Ikroman, semerawutnya pasar Montong Beter ini adalah dampak ketidakmampuan Pemda, khususnya OPD terkait dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Bahkan diindikasikan pembagian lapak pedagang dilakukan tebang pilih. “Penempatan pedagang semau-maunya pengelola pasar. Seharuanya diundi supaya adil,” tegasnya.
Sebagai pimpinan daerah, lanjutnya, Bupati Lombok Timur, harus turun tangan untuk melakukan evaluasi terhadap pengelolaan pasar Montong Beter. Jika tidak, katanya, Maka Bupati telah dengan sengaja membiarkan aparatnya tidak adil terhadap para pedagang dan pengunjung pasar.
“Bupati jangan biarkan aparatnya zalim. Jika tidak diperhatikan, maka bupati dengan sengaja biarkan kezaliman terjadi,” tegas pria yang lama berkecimpung di dunia jurnalis ini.
Bagi Ikroman, membenahi pasar bukan perkara sulit untuk diselesaikan bupati. Sebab, pengelolaannya langsung di bawah kendali Pemda Lombok Timur.
“Tinggal bupati mau gunakan wewenangnya untuk masyarakatnya saja, kalau tidak mau, ya tetap akan seperti saat ini,” pungkasnya. (sat)
Imran Kumis Dapat Bantuan Tujuh Pengacara
HarianNusa.com – Tersangka IS alias Irman Kumis telah empat hari mendekam di ruang tahanan Polres Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dia ditahan lantaran merendahkan presiden Jokowi dan melakukan ujaran kebencian di Facebook miliknya.
Siang tadi, tujuh pengacara dari Aliansi Advokat Nusantara menjenguk IS di ruang tahanan. Mereka datang sekaligus meminta tandatangan IS untuk persetujuan pendampingan hukum.
Sempat terjadi adu mulut antara pengacara dengan petugas jaga. Hal tersebut lantaran kesalahpahaman terkait proses izin membesuk tahanan. Polisi tidak memberikan izin lantaran belum ada tandatangan izin besuk tahanan dari Unit Tipiter Polres Mataram. Setelah sekitar 30 menit adu mulut, mereka akhirnya diizinkan membesuk IS.
Tim pengacara, Muhanan Gibest, mengatakan pengacara telah menerima surat penahanan IS dari polisi. Kini mereka berupaya untuk melakukan penangguhan penahanan.
“Sementara diduga melanggar hukum, sekarang tugas kami untuk meluruskan. Ujaran kebencian kepada siapa belum jelas di situ, nanti kita akan dalami dulu,” ujarnya, Rabu, 23 Januari 2019.
IS diduga telah melanggar pasal 28 ayat (2) jo pasal 45 A undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE. Dia diduga melakukan ujaran kebencian dengan ancaman pidana maksimal enam tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.
Pengacara lainnya, Abdi Negara, menilai unsur yang disangkakan pada pelaku belum jelas, karena hanya menyebutkan nama Jokowi, bukan berarti Jokowi sebagai presiden.
“Kami melihat belum terpenuhi unsur-unsur yang disangkakan pada pelaku. Karena tidak menyebutkan satu subjek orang. Tidak menyebutkan jabatan Jokowi, hanya menyebutkan nama yang tidak jelas, siapa itu Jokowi. Dia tidak menyebutkan presiden,” ungkapnya.
IS diketahui menulis status diduga berisi ujaran kebencian pada Jumat, 18 Januari 2019 lalu. Dia kemudian ditangkap di rumahnya.
Sebelumnya, Kapolres Mataram Ajun Komisaris Besar Polisi, Saiful Alam, mengatakan motif pelaku menulis status tersebut lantaran tidak menerima umat muslim memilih Jokowi sebagai presiden pada Pilpres 2019 nanti.
“Dia mengaku dengan alasan tidak terima orang dari agama tertentu dalam memilih capres tertentu,” ungkap Kapolres. (sat)
