Beranda blog Halaman 247

JR Berikan Kiat Sukses Kepada Ibu-ibu Purna Pekerja Migran Indonesia

0

HarianNusa.com – Untuk mengetahui dan mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, calon anggota DPR-RI Dapil Sumbawa, H. Johan Rosihan, ST intens terjun menemui warga yang ada di Pulau Sumbawa. Kali ini, JR mengunjungi ibu-ibu purna pekerja migran Indonesia yang berasal dari berbagai desa di Kecamatan Labuan Badas, Batu Lanteh dan Unter Iwis, Kabupaten Sumbawa, Selasa (22/1/19).

Pertemuan tersebut dimanfaatkan JR sapaan akrab Johan Rosihan, untuk berdiskusi langsung tentang penguatan lembaga yang dibentuk oleh ibu-ibu tersebut.

“Kami berdiskusi tentang penguatan kelembagaan koperasi yang mereka buat sebagai wadah pengembangan potensi sekaligus mata pencaharian mereka,” tutur anggota DPRD NTB dua periode itu.

Ketua Fraksi PKS DPRD NTB itu akan membantu memfasilitasi pengembangan koperasi bentukan ibu-ibu purna pekerja migran Indonesia itu.

“Saya juga akan membantu mereka untuk membangun link dengan dunia usaha ataupun lembaga lain yang bisa dan layak bermitra dengan koperasi ini,” ungkap pria kelahiran Sumbawa itu.

Disampaikan Johan bahwa ibu-ibu purna pekerja migran Indonesia tersebut sudah membentuk koperasi bernama PMI sebagai wadah berkumpul bagi mereka untuk saling menguatkan dan memberdayakan sehingga tidak lagi balik sebagai pekerja migran.

“Mereka sudah membuat koperasi sebagai wadah berkumpul untuk saling menguatkan dan memberdayakan sehingga nantinya tidak balik menjadi pekerja migran lagi,” ujar pria yang dikenal getol memperjuangkan nasib masyarakat di DPRD NTB itu.

Dalam kesempatan itu, Johan memberikan kiat dan strategi agar usaha bentukan ibu-ibu tersebut bisa sukses baik dari segi modal dan penjualan produk.

“Saya memberikan sedikit arahan untuk penguatan dan pemberdayaan mereka dari segi penguatan modal sampai bagaimana mereka menjual produknya,” pungkas Ketua Komisi III di DPRD NTB itu. (f3)

Seorang Ibu di Lombok Timur Gorok Anaknya

HarianNusa.com – Seorang ibu di Dusun Tunjang Utara, Desa Paokmotong, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, tega menghabisi nyawa putranya sendiri.

Kejadian yang terjadi dini hari tadi, pukul 04.00 Wita, Rabu, 23 Januari 2019, menggegerkan warga. Pasalnya, Huriah (36) menggorok leher anaknya Muhammad Ridwan yang baru berumur 13 bulan.

Kabid Humas Polda NTB, Komisaris Besar Polisi Komang Suartana, membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan pelaku diduga mengidap gangguan jiwa.

“Berdasarkan keterangan saudara dari pelaku dan Kadus setempat bahwa pelaku pernah dibawa ke RSJ Mataram karena mengalami gangguan kejiwaan,” ujarnya melalui rilis yang diterima media ini.

Kronologis kejadian, perempuan yang telah bercerai dengan suaminya itu menggorok buah hatinya lantaran ada bisikan gaib bahwa anaknya adalah anak Dajjal.

“Pelaku membunuh anaknya karena ada bisikan gaib bahwa anaknya adalah anak Dajjal,” ungkapnya.

Pelaku menggorok leher anaknya dengan sebuah parang dengan posisi memangku anaknya. Setelah dibunuh, pelaku meletakkannya di lantai kamar. Pelaku kemudian memberitahu keluarganya bahwa dia telah membunuh anaknya.

Kini pelaku tengah diamankan di Polres Lombok Timur untuk proses pemeriksaan. (sat)

Desa Lingsar Dipelajari Dua Kepala Daerah dari Sulawesi Utara

HarianNusa.com – Desa Lingsar yang mendapat predikat sebagai Juara Lomba Desa tingkat Nasional dan berbagai raihan prestasi lainnya masih menjadi magnet bagi daerah lain. Hal ini terbukti dengan kedatangan Walikota Kotamobagu dan Bupati Bolaang Mongondow bersama rombongan mengunjungi Desa Lingsar, kemarin Selasa (22/1/19).

Kedatangan dua kepala daerah dari Provinsi Sulawesi Utara dalam rqngka study komparasi dan belajar tentang pelayanan berbasis online ke masyarakat, termasuk pengembangan budaya serta inovasi-inovasi yang dilakukan Desa Lingsar.

Rombongan berjumlah 85 orang terdiri dari kepala dinas, camat, kepala desa dan lurah itu diterima langsung oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid di Aula Kantor Desa Lingsar.

“Kota Kotamobagu masih muda, baru berumur 11 tahun dan masih butuh belajar. Mudah-mudahan apa yang kita dapatkan di sini bisa kita implementasikan di Kotamobagu,” kata Walikota Kotamobagu Hj. Tatong Bara.

Senada dengan Hj. Tatong Bara, Bupati Bolaang Mongondow Hj. Yasti Soepredjo Mokoagow berharap kunjungan perdananya ke Lombok Barat dapat menjadikan daerahnya berprestasi seperti Desa Lingsar.

Mantan anggota DPR RI dua priode itu juga tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Lombok Barat atas penerimaannya.

Bupati H. Fauzan Khalid sendiri sangat mengapresiasi kedatangan dua kepala daerah beserta rombongan itu. Dalam penerimaannya, Fauzan memaparkan kondisi Lombok Barat serta raihan prestasi yang ada.

“Lombok Barat juga masih banyak kekurangan, namun Alhamdulilkah Desa Lingsar pernah juara satu Nasional termasuk Desa Montong Are di Kecamatan Kediri juara satu nasional untuk lomba PKK,” papar Fauzan.

“Kita juga butuh belajar. Di antara kita pasti ada kelemahan dan kelebihan. Kelebihan itulah kita ambil untuk kemajuan daerah kita,” tambah Fauzan.

Fauzan juga mengakui, kedua kepala daerah yang merupakan tokoh perempuan di Sulawesi Utara ini patut dijadikan teladan, ia pun berharap NTB dapat melahirkan lebih banyak kepala daerah dari kaum hawa. Seperti diketahui dari 15 kepala daerah di Sulawesi Utara, enam dijabat oleh kaum perempuan. (f3)

Eratkan Kemitraan, Kodim 1628/Sumbawa Barat Gelar Coffe Morning Bersama Awak Media

HarianNusa.com – Kodim 1628/Sumbawa Barat menggelar coffe morning dengan sejumlah awak media baik Online, Cetak maupun elektronik wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bertempat di Markas Kodim 1628/Sumbawa Barat, Selasa (22/1/19).

Kesempatan yang baik tersebut digunakan Dandim Sumbawa Barat Letkol Czi Eddy Oswaronto, S.T., untuk berdialog dan berdiskusi bersama awak media terkait kondisi daerah KSB secara umum.

Menurut Dandim, kondisi wilayah KSB secara umum masih dalam keadaan aman dan kondusif, hal ini tidak terlepas dari peranan semua komponen masyarakat secara keseluruhan yang tetap menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

“Alhamdulillah Kamtibmas di wilayah KSB tetap aman terkendali, ini menunjukan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga keamanan daerahnya secara bersama-sama,” ungkap Dandim.

Selain itu, Dandim juga menyinggung tentang keamanan dan kelestarian hutan lindung yang ada di wilayah KSB.

“Kodim Sumbawa Barat sudah mengadakan MoU dengan Dinas Kehutanan KSB untuk menjaga dan melestarikan lingkungan terutama hutan,” kata Eddy.

Terkait dengan pengamanan hutan lindung, lanjut Alumni Sepa 99 tersebut, pihaknya sudah sudah memberikan penekanan kepada Unit Intel Kodim maupun para danramil jajaranya untuk aktif memantau perkembangan hutan khususnya tindakan illegal loging.

“Jika ada yang melakukan tindakan illegal logging dengan tertangkap tangan di wilayah KSB agar segera diamankan dan diserahkan kepada pihak yang berwajib untuk diproses secara hukum sehingga memberikan efek jera kepada pelaku maupun yang lain,” tegasnya.

Dandim berharap kegiatan semacam ini dapat lebih mempererat komunikasi dan kemitraan dengan rekan-rekan media terutama terkait dengan pemberitaan kegiatan-kegiatan positif dan menghindari pemberitaan yang bersifat hoax sehingga masyarakat menerima suguhan berita sesuai dengan faktanya. (f3)

Foto Acungkan Satu Jari, Anggota KPID NTB Disoroti Bawaslu

0

HarianNusa.com – Beredarnya foto salah seorang anggota Komisioner KPID Provinsi NTB yang mengacungkan satu jari bersama caleg dan timses salah satu pasangan capres dan cawapres 2019 yang viral beredar di sosial media, Bawaslu NTB atensi hal tersebut.

Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu NTB, Umar Acmad Seth, SH.,MH., menyatakan atas beredarnya berita tentang foto mengacungkan satu jari salah seorang Komisioner KPID NTB itu untuk memperjelas posisi kasus tersebut pihaknya akan melakukan rapat pleno terlebih dahulu apakah akan dilakukan investigasi terhadap kasus itu.

“Setelah ada perintah investigasi maka kami akan melakukan investasi dengan mendatangi orang-orang yang telah memberikan informasi ini kepada Bawaslu,” kata Umar ditemui Hariannusa.com di Ruang Kerjanya, Selasa, (22/1/19) sore.

Lebih rinci, Umar memaparkan tahapan proses yang akan dilakukan terhadap kasus tersebut.

“Hasil dari investasi itulah yang akan dituangkan dalam laporan hasil pengawasan. Nah laporan hasil pengawasan itu nanti selanjutnya akan di plenokan lagi. Hasil pleno itulah nanti yang akan menentukan apakah kasus ini akan ditindaklanjuti atau seperti apa nantinya,” jelas Umar.

Terpisah, Sekretaris KPID NTB, Fairus Zabadi mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pemanggilan dari Bawaslu terkait beredarnya foto acungkan satu jari salah seorang Komisioner KPID NTB itu.

“Sampai saat ini belum ada surat yang dikirim Bawaslu kepada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah NTB,” Kata Pria yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Macel itu.

Ditanya apakah KPID akan mengambil sikap terhadap anggotanya yang diduga menyalahi aturan karena dianggap tidak netral tersebut, Fairus mengatakan tentu saja Komisioner akan mengambil langkah-langkah sesuai kode etik yang berlaku di KPID NTB.

Saat ditemui, Ketua beserta jajaran Komisioner KPID NTB tidak ada ditempat. Menurut informasi mereka sedang menghadiri acara di Lombok Timur.

Beredarnya foto salah seorang Komisioner KPID NTB yang mengacungkan satu jari tersebut menjadi polemik karena dianggap tidak netral dan diduga melanggar etik. (f3)

Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Intai NTB

HarianNusa.com – Hujan angin melanda banyak wilayah di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Hujan disertai angin kencang mulai sejak sore tadi, Selasa, 22 Januari 2019.

Berdasarkan informasi Deputi Bidang Meteorologi BMKG, R. Mulyono R. Prabowo di Jakarta, hujan lebat akhir Januari 2019 tidak hanya di NTB, tetapi berpotensi melanda hampir semua daerah di Indonesia.

“Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer (22/01/2019), terpantau masih terdapat aliran massa udara basah dari Samudera Hindia yang masuk ke wilayah Jawa, kalimantan, Bali, NTB hingga NTT,” ujarnya melalui rilis yang diterima.

Penjelasannya, bersamaan dengan itu, masih kuatnya Monsun Dingin Asia beserta hangatnya Suhu Muka Laut di wilayah perairan Indonesia menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi.

“Dari pantuan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir memanjang dari wilayah Sumatera bagia Selatan, Laut Jawa, Jawa Timur, Bali, hingga NTB dan NTT,” pungkasnya.

Secara khusus, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) di Jakarta tengah memonitor adanya tiga bibit badai tropis di dekat wilayah Indonesia. Salah satu bibit siklon yang saat ini berada di Laut Timor (94S) berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam 3 hari ke depan dan mengakibatkan potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang dapat mencapai diatas 25 knot terjadi di wilayah Indonesia seperti Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.

“Melanjutkan dari himbauan yang telah dikeluarkan sebelumnya pada tanggal 16 Januari 2019, BMKG kembali menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan SIAGA dalam menghadapi periode puncak musim hujan 2019. Khususnya akan dampak dari curah hujan tinggi yang akan memicu Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang dan angin kencang yang meningkat pada akhir Januari 2019,” jelasnya.

Tidak hanya hujan lebat, masyarakat nelayan dan pesisir juga perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0meter diperkirakan terjadi di Perairan Barat P. Simeulue Hingga Kep. Mentawai, Perairan P. Enggano Hingga Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten Hingga Jawa Tengah, Samudra Hindia Barat Sumatra Hingga Jawa Tenga, Perairan Utara Kep. Anambas Dan Laut Natuna, Laut Jawa bagian Tengah, Laut Bali, Perairan Selatan Baubau – Kep. Wakatobi, Laut Banda bagian Selatan, Perairan Kep. Sermata – Kep. Babar, Laut Arafuru bagian Barat.

Potensi gelombang tinggi 4.0 hingga 6.0 meter diperkirakan terjadi di Laut Cina Selatan Dan Laut Natuna Utara, Perairan Utara Kep. Natuna, Laut Jawa Bagian Timur Hingga Laut Sumbawa, Selat Makassar Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa Timur Hingga P. Rote, Selat Bali – Selat, Lombok – Selat Alas Bagian Selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa Timur Hingga NTT, Perairan Utara Flores, Perairan Kep. Sabalana – Kep. Selayar, Laut Flores, Laut Sawu Dan Laut Timor Selatan NTT. (sat)

Pastikan Pelayanan Prima, Itwasda Polda NTB Gelar Sidak

0

HarianNusa.com – Dalam rangka memastikan pelayanan prima bagi masyarakat dan bersih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), Inspektorat Pengawasan Umum Daerah Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Itwasda Polda NTB) melakukan inspeksi mendadak (sidak) sejumlah pelayanan publik di masing-masing Polres jajaran.

Irbidops Itwasda Polda NTB, AKBP Widianto saat memimpin sidak menyampaikan bahwa berdasarkan perintah dari Mabes Polri, tim dari Kepolisian Daerah melakukan sidak ke sejumlah Polres di bawah naungan Polda NTB dengan tujuan untuk mewujudkan zona integritas di unit layanan masing-masing Polres.

“Untuk saat ini sidak kami lakukan di Polres Mataram,” ungkapnya saat melakukan sidak di unit pelayanan SKCK Polres Mataram, Senin (21/1/19).

Widianto menyebutkan zona integritas pelayanan Polres Mataram meliputi pelayanan yang ramah dan humanis, bebas korupsi, kolusi dan nepotisme yang mewujudkan Polisi sebagai pelindung, pengayom, dan penegak hukum.

“Citra kepolisian saat ini terus menjadi sorotan publik karena bersentuhan langsung dengan layanan kepada masyarakat,” jelasnya. (f3)

Pengamat: Prabowo Berkibar di Lombok Jika TGB Fokus Jabar

HarianNusa.com – Perkiraan sebelumnya mengenai Pilpres 2019 di NTB akan ada kenaikan signifikan untuk suara Joko Widodo, agaknya sulit terealisasi.
Tokoh yang diharapkan akan menjadi pengikat warga NTB yaitu TGH M Zainul Majdi atau TGB, batal mengurusi NTB. DPP Golkar justru menugaskan TGB mengurus pemenangan di Jawa Barat.

“Ya, artinya NTB ini tidak menjadi atensi dari Partai Golkar,” kata Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto, Selasa, (22/1).

Justru kata Bambang, ini hitungan politik yang rasional. Mengingat bicara pilpres, barometernya adalah Pulau Jawa. Dan Jokowi butuh kerja ekstra di Jawa Barat.

“Bisa jadi, nanti untuk mengurus NTB akan di delegasikan ke tokoh lain,” sambungnya.

Pria yang akrab disapa Didu ini menilai, bergesernya TGB ke Jawa Barat, justru menjadi ruang untuk tokoh di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok tampil. Membuktikan diri sanggup menjadi jangkar pemenangan.

“Boleh dulu alasannya, cukup dengan TGB. Sekarang diluar TGB siapa?” ucap dia bertanya.

Pada Pilpres 2014 silam, saat TGB memberi dukungan pada Prabowo, raihan suara di NTB cukup signifikan. Hampir mendapat 75 persen. Menurunkan suara Prabowo tidak mudah.

“Menurut saya, suara Pak Prabowo akan tetap berkibar di NTB,” imbuhnya.

Kecuali, kata Didu, para jangkar di daerah ini muncul terbuka memenangkan Jokowi. Para tokoh kian masif turun ke masyarakat. Stigma TGB sentris harus dihilangkan.

“Ingat, TGB itu sekarang tokoh nasional. Yang diurus lebih luas dan besar,” tegasnya.

Didu pun mengkritik, koalisi pendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin seolah takut bertarung di NTB. Partai pengusung justru disibukkan urusan internalnya. Belum lagi ditambah para calegnya sibuk mengurus diri masing-masing.

“Hitungan saya, raihan suara pilpres 2019 Pak Prabowo bisa dapat hingga 80 persen,” tegasnya. (sat)

Tahanan Prancis Kabur, Polda NTB Selidiki Keterlibatan Orang Dalam

HarianNusa.com – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelidiki kasus tahanan kabur dari ruang tahanan.

Seorang tahanan narkoba asal Prancis, Dorfin Felix melarikan diri dari ruang tahanan dengan memotong trali jendela dini hari tadi, Senin, 21 Januari 2019.

Polisi menyelidiki apakah ada keterlibatan orang dalam dari kaburnya tahanan kasus narkoba tersebut.

Kabid Humas Polda NTB, Komisaris Besar Polisi Komang Suartana, mengatakan jika terbukti ada keterlibatan orang dalam yang membantu pelaku melarikan diri, maka akan ditindak tegas.

“Itu akan ditindak tegas oleh bapak Kapolda. Nanti hasil pemeriksaan dari propam apakah ada disiplin di situ nanti propam yang periksa,” ujarnya.

Kendati demikian, belum diketahui secara pasti apa alat yang digunakan pelaku untuk memotong trali dan dari mana pelaku mendapatnya.

Ruang tahanan Polda NTB diketahui memiliki 20 kamar. Sementara tersangka Dorfin Felix memiliki ruangan sendiri di lantai dua. Dalam 1×12 jam enam orang penjaga akan berganti menjaga ruang tahanan. Sehingga Polda NTB menurunkan propam menyelidiki mengapa petugas jaga kecolongan.

Dorfin sebelumnya ditangkap Petugas Bea Cukai Kota Mataram pada pertengahan September 2018. Dia kedapatan membawa narkoba jenis sabu dan ekstasi saat pemeriksaan melalui x-ray. Pelaku kemudian diserahkan pada Polda NTB.

Kasusnya kini dalam tahap penyerahan berkas ke kejaksaan untuk disidangkan. (sat)

Ternyata Ini Motif Pelaku Penghina Jokowi di Lombok

HarianNusa.com – Kapolres Mataram, Ajun Komisaris Besar Polisi Saiful Alam angkat bicara terkait motif pelaku Imran Sasmi alias Imran Kumis menuliskan status facebook berisi dugaan ujaran kebencian pada Jokowi dan umat muslim yang memilih Jokowi. 

Sebelumnya, melalui facebook miliknya, Imran (20) yang merupakan warga Ampenan, Kota Mataram, menulis status bertulis “BODOHNYA ORANG ISLAM YG MILIH JOKOWI!!! DASAR MUNAFIK!!!!” Tulisan tersebut kemudian menjadi perdebatan rekan di facebooknya. 

Rekan facebook Imran sempat menegur statusnya yang terkesan kasar. Imran justru menimpali rekannya dengan mengirim foto dirinya sambil menghunus parang.

Pelaku ditangkap di depan rumahnya pada Sabtu, 19 Januari 2019 kemarin. Saat diintrogasi, motif pelaku menulis status tersebut lantaran tidak menerima umat muslim memilih Jokowi pada Pilpres 2019 nanti.

“Dia mengaku dengan alasan tidak terima orang dari agama tertentu dalam memilih capres tertentu,” ungkap Kapolres, Senin, 21 Januari 2019.

Pelaku kini dijerat pasal 28 ayat (2) jo pasal 45 A undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE. Pelaku terancam pidana paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Kapolres juga mengimbau agar pengguna media sosial lebih bijak dalam bertutur kata di media sosial. “Saya mengimbau masyarakat tetap kondusif dan tidak menyebarkan ujaran kebencian di media sosial,” imbaunya. (sat)