Beranda blog Halaman 269

Korem 162/WB Bedah Rumah Warga

HarianNusa.com – Korem 162/WB menggelar kegiatan bedah rumah dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika Tahun 2018, Jumat (30/11).

Kegiatan bedah rumah kali ini diperuntukkan bagi masyarakat yang masih menempati rumah tidak layak huni. Kegiatan yang sama juga dilaksanakan di Kodim jajaran Korem 162/WB.

Meskipun belum dapat dilaksanakan dalam jumlah yang banyak dan sifatnya skala priotitas, namun program ini akan terus diupayakan untuk dikoordinasikan bersama intansi/lembaga maupun pihak swasta yang kiranya ingin berbagi melalui kegiatan karya bhakti bedah rumah diwaktu- waktu mendatang.

Danrem 162/WB dalam sambutannya yang dibacakan oleh Pasiter Korem 162/WB Mayor Inf I Made Darma Aksara S.H. saat mewakili Danrem 162/WB untuk membuka acara tersebut mengatakan kegiatan bedah rumah ini untuk membantu meringankan beban masyarakat NTB, sekaligus untuk mempererat hubungan TNI dengan masyarakat NTB, sehingga kemanunggalan TNI dengan rakyat dapat terus terjaga.

Keluarga yang beruntung dibedah rumahnya kali ini yaitu Bapak I Ketut Nartha yang beralamat di jalan Sawo Lingkungan Pamotan Kelurahan Mayure Kecamatan Cakranegara Mataram.

“Dengan adanya kegiatan bedah rumah ini diharapkan dapat memberi kebahagian dan membantu Bapak I Ketut Nartha dan keluarga dalam mewujudkan rumah impian keluarga,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut Bapak I Ketut Nartha juga menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Korem 162/WB khususnya dan TNI AD pada umumnya serta semua pihak yang telah peduli dan telah membantunya untuk mewujudkan rumah impian keluarga yang sehat, sederhana dan tentunya layak huni

“Semoga TNI semakin maju dan tetap jaya serta terus menjadi motivator bagi masyarakat ataupun instansi lainnya dalam membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang mampu,” ungkapnya.

Acara bedah rumah tersebut dihadiri Pasiter Kodim 1606/Lobar Danramil Cakranegara, Lurah Mayura, Kepala Lingkungan Pamotan, serta Perwakilan dari Dinas Perumahan dan Pemukiman Swadaya, Ardhan Ryswari, ST.,MM. (f3)

Gelar Wisuda, UNW Harap Wisudawan Majukan Bangsa

HarianNusa.com Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram Gelar  Wisuda XXIX di Rinjani Balroom Hotel Lombok Raya pada, Kamis 29 November 2018.

Jawa Barat dan DKI Rawan Politik Kebencian

HarianNusa.com – Jelang Pilpres 2019, antisipasi terhadap eskalasi politik kebencian diminimalisir semua pihak.

Elit Politik Jangan Mengambil Untung dari Situasi Intoleran

HarianNusa.com – Jelang Pilpres 2019, antisipasi terhadap eskalasi politik kebencian diminimalisir semua pihak.

ACT Dirikan Bengkel Gizi untuk Anak Korban Gempa Lombok

HarianNusa.com – Memasuki bulan ke lima pascagempa Lombok, masyarakat terdampak mulai bangkit. Namun, kendala bayi atau anak-anak yang kekurangan gizi masih ditemukan.

Ini Kata Gubernur NTB Soal TKI Dijatuhi Hukuman Mati di Malaysia

HarianNusa.com – Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Lombok, Nusa Tenggara Barat dijatuhi dihukum mati di Malaysia.

HBK Ungkap Maju Caleg Atas Dorongan Prabowo Subianto

HarianNusa.com – Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK) menggelar pertemuan dengan sejumlah awak media di Lombok

TKI Asal Lombok Dijatuhi Hukuman Mati di Malaysia

HarianNusa.com – Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Lombok, Nusa Tenggara Barat dijatuhi dihukum mati di Malaysia.

Banyak Peminat, Produksi Panel Risha Lambat

0

HarianNusa.com – Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim), Ir. I. Gusti Bagus Sugiharta menyatakan hingga saat ini jumlah Kelompok Masyarakan yang sudah terbentuk dan siap membangun rumah sebanyak 950 kelompok yang mewakili 11 ribu Kepala Keluarga (KK).

Dari 11 ribu KK tersebut, lanjutnya, ada yang baru mulai mempersiapkan, ada yang sudah berjalan dan ada rumah yang sudah siap dihuni.

“Yang sudah siap dihuni jumlahnya kurang lebih 20 unit rumah,” jelasnya Jumat, (23/11) lalu.

Dijelaskannya, proses pembangunan rumah dalam satu kelompok masyarakat bisa memakan waktu 5-6 bulan baru bisa terselesaikan, sehingga penanganan sudah secara masif berjalan tapi progres untuk siap huni memang terbatas.

Dari tiga jenis rumah yakni risha, rumah konvensional, dan rumah kayu. Masyarakat lebih banyak memilih rumah risha padahal dilihat dari kemampuan produksi rumah risha sangat lemah. Secara proposional peminat rumah risha 45 persen, riko 30 persen dan rumah kayu 25 persen.

“Memang kita terus memacu secara kuantitas. Tentunya kami berharap masyarakat tidak terus menunggu model rumah risha, model-model rumah lainnya juga banyak, bisa rumah konvensional, rumah kayu, rumah baja juga bisa tergantung pilihan masyarakat. Jadi jangan menunggu rumah risha yang produksi panelnya terbatas sehingga masyarakat masih lama menunggu terbangunnya model rumah risha,” ungkapnya.

Ia mengakui produksi panel rumah risha sangat lambat dan lambatnya ini diharapkan pengusaha-pengusaha baik dari lokal maupun luar, BUMN terus aktif berperan dalam memproduksi panel-panel rumah risha.

“Anggaran dari pemerintah sudah siap namun tentunya anggara ini harus digelontorkan sesuai dengan kemampuan masyarakat menangani Pembangunan rumah tahan gempa ini,” terangnya.

Seperti diketahui alokasi anggaran sudah lebih dari 1 triliun digelontorkan oleh pemerintah namun disisi lain rumah yang sudah dapat dihuni ini kurang lebih 20 unit rumah.

“Sehingga inilah barangkali yang membuat terkesan lamban bahwa uang yang digelontorkan namun rumah yang siap dihuni sangat terbatas,” katanya.

Namun diakuinya, bahwa proses pembangunan hunian tetap bagi korban gempa ini memang cukup panjang. Mulai dari pembentukan Kelompok Masyarakat, kesepakatan model rumah yang akan dibangun, persiapan administrasi sampai tahap pelaksanaan kegiatan pembangunan. Proses-proses pembiayaan dilakukan dari kementerian keuangan melalui BNPB kemudian dilanjutkan ke BPBD kabupaten/kota terkait secara kontinu akan terus digelontorkan.

Verifikasi data pun terus berjalan namun tentunya dilakukan penajaman-penajaman kembali akan hasil-hasil yang akan dicapai. Ini masih dalam proses validasi.

“Kita sudah bertindak, per 1 Oktober jumlah data rumah yang terdampak gempa ini kurang lebih 216 ribu sekian. Nah angka ini yang kita pakai sampai saat ini. Pemerintah juga terus berupaya melakukan penambahan aplikator baik dari BUMN maupun dari pemerintah sendiri,” pungkasnya. (f3)

Lobar Kembali Meraih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik

HarianNusa.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) berhasil meraih penghargaan juara pertama sebagai Badan Publik Informatif Kategori Kabupaten/Kota pada Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018.

Penghargaan ini menjadi yang kedua kali setelah sebelumnya di tahun 2017 Pemkab Lobar juga menjadi juara pertama pada kategori yang sama. Kali ini Pemkab Lobar berhasil unggul dari Kota Mataram, RSUD Provinsi NTB dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi NTB pada kategori ini.

Acara yang juga dihadiri Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah ini digelar setiap tahun untuk memonitor serta mengevaluasi kinerja institusi pemerintah, terutama dalam memberikan layanan keterbukaan informasi yang dibutuhkan oleh publik.

“Alhamdulillah kita mendapat juara pertama. Namun ada tiga catatan untuk diperhatikan, yaitu pengelolaan sumber daya manusia, sarana prasarana pada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan masalah anggaran yang perlu diperhatikan karena mempertahankan juara itu jauh lebih sulit,” ungkap Sekda Lobar H. Moh. Taufiq usai menerima penghargaan di Ballroom Hotel Lombok Raya, Rabu (28/11/2018).

Taufiq menambahkan, penganugerahan yang diberikan oleh Komisi Informasi Provinsi NTB ini dimaksudkan agar PPID bisa memberikan transparansi dan akuntabilitas Badan Publik, sehingga membuka peluang partisipasi di masyarakat dalam pembangunan. Pentingnya keterbukaan informasi membuat masyarakat jadi semakin tahu tentang semua informasi untuk menjadi maju.

Sementara itu, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dalam kesempatan itu berharap melalui kerja keras Komisi Informasi ini dapat menghadirkan keterbukaan informasi publik di NTB.

Menurutnya Komisi Informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan daerah sehingga pemerintah lebih terbuka di dalam melayani masyarakat.

“Membuat kinerja kita lebih dekat dengan masyarakat sehingga masyarakat lebih percaya pada pemerintah. Mudah-mudahan dengan kerja keras kita NTB gemilang di masa yang akan datang,” katanya.

Ajang Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik sendiri melombakan empat kategori, yakni kategori Badan Publik Kabupaten/Kota, kategori Instansi Vertikal, kategori Badan Publik OPD dan kategori Partai Politik (Parpol). (f3).