HarianNusa.com, Mataram – Musim hujan ini, para petani di lahan persawahan terlihat sibuk mengurus berbagai macam jenis tanaman padi yang ditanam. Mulai dari penyemaian, penanaman dan pemupukan maupun menjaga tanaman yang sudah mulai tumbuh dewasa dari berbagai macam serangan hama.
Tingkatkan Pelayanan, BI akan Menyasar Pulau Terpencil di NTB
HarianNusa.com, Mataram – Selama tahun 2017 jumlah uang rupiah (uang kartal, red) yang keluar (outflow, red) dari Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB sebesar Rp 8,79 Triliun. Dan inflow 8,38 Triliun.
Melawan, Pembobol Kos-kosan di Kekalik Ditembak Polisi
HarianNusa.com, Mataram – Seorang pelaku tindak pidana pencurian ditangkap polisi, Kamis (11/1) sekitar pukul 01.32 Wita. Pelaku ditangkap di rumah temannya di Lingkungan Timbah Kelurahan Pagesangan Barat Kota Mataram.
Pelaku yang tertangkap berinisial TAN alias Awing (25) asal Lingkungan Gubuk Mamben Pagesangan Barat Kota Mataram. Sebelumnya pelaku beraksi bersama seorang temannya berinisial SU, namun pelaku SU telah ditangkap dan ditahan di Polsek Ampenan. Berkat informasi dari SU, Tim Resmob 701 Reskrim Polres Mataram melakukan penangkapan pelaku Awing.
Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK, mengatakan pelaku Awing berhasil ditangkap. Polisi kemudian melakukan introgasi di tempat. Hasil introgasi, pelaku mengaku telah 10 kali melakukan pencurian.
“Dari pengakuannya, pelaku mengaku telah 10 kali melakukan pencurian. Tapi itu yang baru diingatnya. Jadi ini residivis kasus pencurian,” ujar Kapolres, Kamis (11/1).

Pengakuannya, ia mencuri di Kekalik sebanyak 7 kali dan mengambil 10 unit HP, dua unit tv dan lima unit laptop. Kemudian ia mengaku telah mencuri di TKP Batu Ringit sebanyak dua kali dan mengambil dua unit laptop, dua unit HP dan satu camera Canon. Terakhir, pelaku mengaku mencuri di Batu Dawe dan mengambil satu unit TV LED dan satu unit laptop Acer.
Saat pelaku dibawa untuk menunjukan tempat dia melakukan pencurian, pelaku minta izin untuk buang air kecil. Namun saat turun dari mobil dengan dikawal anggota Resmob, pelaku berontak dan melarikan diri. Pelaku diberi tembakan peringatan sebanyak tiga kali, namun tidak juga menyerah. Akhirnya polisi menembak kaki kiri pelaku.
“Pelaku juga tercatat sebagai residivis, telah dua kali keluar masuk penjara. Satu kali di Polsek Ampenan, satu di Polsek Mataram,” jelasnya.
Terakhir kali beraksi, pelaku membobol sebuah rumah di Jalan Mandalika No. 10A, Lingkungan Kekalik Indah, Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada 10 Desember 2017 lalu. Pelaku membobol kos milik mahasiswi. Dia mengambil tiga unit laptop jenis Samsung, Acer dan Asus.
Modus yang dilakukan pelaku dengan cara memanjat tembok sampai lantai 2, kemudian mencongkel jendela kamar korban dan masuk ke dalam. Atas perbuatannya, kini pelaku diganjar Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. (sat)
Dispar NTB Dinilai Mengancam Kelangsungan Hidup Nelayan
HarianNusa.com, Mataram – Ratusan nelayan Kampung Bugis Ampenan mendatangi Kantor Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB, Kamis (11/1). Kedatangan mereka untuk mengajukan protes terkait pembangunan sebuah ornamen pariwisata berupa kursi, meja dan payung di belakang Hotel Sentosa Senggigi.
Akibat dari pemasangan fasilitas pariwisata tersebut, membuat nelayan terkena dampak. Sekitar 500 nelayan yang kerap melaut di wilayah tersebut kini tidak dapat lagi menaikan perahu mereka di sana. Akibatnya, perahu nelayan terombang-ambing di laut dan terancam rusak akibat cuaca buruk akhir-akhir ini.
Salah seorang koordinator aksi, Herman Tohir menyesalkan sikap Dispar NTB yang terkesan menutup mata dengan nasib nelayan akibat pemasangan fasilitas tersebut.
“Di sini kita dari Gerbang Tani NTB menuntut Dinas Pariwisata menindaklanjuti kepentingan nelayan yang dikorbankan karena kepentingan pariwisata, jadi kami menilai salah satu hotel yaitu Hotel Santosa yang saat ini sudah membangun ornamen hotelnya jauh di pinggir pantai sehingga nelayan terhalang untuk menaikan perahu,” ujar usai berdialog dengan pihak Dispar NTB.
Ia mengungkapkan semenjak dibangunnya fasilitas publik tersebut, perahu nelayan berpotensi rusak terkena ombak akibat tak dapat lagi menambatkan perahunya ke pinggir pantai.
“Karena saat ini musim angin barat nelayan butuh mengamankan perahunya agar tidak rusak diterpa gelombang,” keluhnya.
Para nelayan menuntut pihak pariwisata mengkoordinasikan bangunan yang sudah dibangun agar dikondisikan, terlebih lagi tempat tersebut telah digunakan nelayan bertahun-tahun. Mereka juga berharap terbangun keberlangsungan nelayan ke depan, agar tidak tumpang tindih antara kepentingan nelayan dan pariwisata.
“Tempat sudah digunakan bertahun-tahun, sekarang tidak bisa digunakan. Jumlah nelayan sekitar 500, sementara ini belum ada tempat untuk perahu nelayan,” ungkapnya.
Sementara Kabid Destinasi Dispar NTB, Lalu Kusuma Wijaya mengatakan, fasilitas publik tersebut sengaja dibangun agar nelayan tidak semrawut menaruh perahunya di pinggir pantai. Hal itu menurutnya sangat mengganggu keindahan Pantai Senggigi. Kendati demikian, belum ada solusi yang dihasilkan bagi nelayan yang terdampak proyek pariwisata tersebut.
“Bentuk dari beberapa harapan juga dari pelaku wisata dan masyarakat Senggigi terkait penataan para nelayan yang berada di sana. Selama ini jadi permasalahan terus dan belum ada solusi untuk menyesuaikan keinginan nelayan dan kebutuhan pelaku wisata,” ucapnya.
Ia berdalih fasilitas publik tersebut juga merupakan keinginan pelaku wisata, sehingga dibangun tanpa ada solusi bagi perahu nelayan yang kerap disimpan di sana.
“Itu sebenarnya fasilitas publik berupa kursi, meja dan payung yang digunakan pengunjung untuk berwisata. Untuk tidak mengurangi fasilitas Pantai Senggigi sehingga ditambahkan fasilitas publik. Yang mungkin dalam pengawasan pihak hotel,” pungkasnya.
Menanggapi tuntutan masyarakat, ia akan menyampaikan pada atasannya untuk mencari solusi soal nasib nelayan.
“Kita sampaikan pada pimpinan terkait perlunya ketemu, sehingga bisa dihasilkan solusi dan kesepakatan yang bisa dirasakan semua pihak,” katanya. (sat)
Pemprov NTB Mutasi 217 Kepala SMA/SMK dan SLB Negeri
HarianNusa.com, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan mutasi terhadap 217 kepala SMA, SMK dan SLB Negeri Provinsi NTB berdasarkan SK Nomor 822:-1/003/BKD/2018 tentang pemberian tugas tambahan atau pemberhentian sebagai kepala sekolah.
M16: Black Campaign Cara Pengecut Petarung Politik
HarianNusa.com, Mataram – Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 mengatakan kampanye hitam dalam kontestasi Pilkada merupakan bentuk strategi politik yang bertujuan untuk mendelegitimasi lawan politiknya dengan cara tidak fair dan barbar.
Lolos Liga Dangdut, Baiq Gita Ingin Pulangkan Ibu dari Rantauan
HarianNusa.com, Mataram – Baiq Gita Febiliyasni (19) merupakan satu-satunya gadis remaja yang mewakili Pulau Lombok dalam Liga Dangdut Indonesia yang diselenggarakan Indosiar. Dia lolos ajang penjaringan bakat yang digelar di Taman Budaya Mataram November 2017 lalu.
Bocah 18 Bulan di Lotim Meninggal Terbawa Arus Sungai
HarianNusa.com, Lombok Timur – Seorang bocah berumur 18 bulan bernama Andrean Rahman ditemukan meninggal dunia akibat hanyut di Sungai Bagik Priye Desa Menceh Kecamatan Sakra Timur Lombok Timur (Lotim), Rabu (10/1) sekitar pukul 16.00 Wita.
Penyelundupan 1,5 Kg Sabu di Lombok Digagalkan Petugas
HarianNusa.com, Mataram – Sebanyak 1,5 kilogram sabu yang diselundupkan melalui Lombok Internasional Airport (LIA) digagalkan Petugas Bea Cukai Mataram. Upaya penyelundupan sabu dilakukan pada Jumat 22 Desember 2017 lalu.
