More
    Beranda blog Halaman 566

    Gara-Gara Burung, Pemuda di Lombok Tengah jadi Bulan-bulanan Warga

    HarianNusa.com, Lombok Tengah – Nasip apes dialami HE (22), pemuda asal salah satu desa di Lombok Tengah jadi bulan-bulanan warga lantaran mencuri empat ekor burung Merpati milik Amaq Sriwanti (50) di Dusun Tanjung, Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Jumat (23/6).

    Aksinya terkuak saat korban hendak buang air kecil sekitar pukul 03.15 Wita dini hari. Korban mendapati empat ekor burung Merpatinya telah raib dari kadangnya. Korban kemudian memberitahukan tetangganya dan melakukan pencarian terhadap pelaku yang mencuri burung miliknya.

    Tidak lama berselang, korban bersama saksi memergoki pelaku tengah bersembunyi di dalam selokan Lengkok Pondok, Dusun Tanjung Daye. Korban pun meneriaki maling terhadap pelaku. Dengan cepat warga berhamburan keluar rumah dan menuju sumber suara.

    Apes, HE diamuk massa yang kesal akibat ulahnya. Ia babak belur menjadi bulan-bulanan massa. Beruntung, salah seorang warga yang iba mengamankan pelaku ke rumahnya. Warga tersebut kemudian mengubungi Polsek Batukliang.

    Personel Polsek Batukliang yang tiba kemudian mengamankan dan mengevakuasi pelaku. Evakuasi berjalan dramatis. Massa yang kesal terus-terusan menghakimi pelaku. Pelaku kemudian diangkat menggunakan mobil polisi menuju RSUD Praya untuk menjalani perawatan.

    “Pelaku saat itu kita amankan dan evakuasi ke RSUD Praya karena mengalami luka akibat dihakimi massa. Kini kondisinya telah membaik. Pelaku kita limpahkan ke Polres Lombok Tengah untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Kapolsek Batukliang, Iptu Syamsurrijal, S.Sos yang dihubungi Senin (26/6). (sat)

    Pelaku diduga mencuri empat ekor burung milik warga diamankan polisi.

    Dua Pria di Mataram Tertangkap Bawa Ratusan Gram Ganja

    HarianNusa.com, Mataram – Satresnarkoba dan Satreskrim Polres Mataram berhasil mengamankan seorang pelaku diduga sebagai kurir narkoba di parkiran salah satu jasa pengiriman barang di Karang Sukun, Kota Mataram, Jumat (23/6).

    Pria berinisial MR (31) yang tinggal di salah satu perumahan elit di Lombok Barat, kedapatan membawa ganja dengan berat lebih dari 800 gram. Diduga pria tersebut mengambil ganja melalui jasa pengiriman barang.

    “Saat mengamankan pria tersebut, polisi kemudian melakukan pengecekan isi barang. Ternyata barang tersebut berisi batang, daun dan biji kering ganja. Pria tersebut kemudian diamankan,” ujar Kasubag Humas Polres Mataram, AKP I Made Arnawa, Senin (26/6).

    Dua kurir ganja diamankan polisi di Mataram
    Dua kurir ganja diamankan polisi di Mataram

    Berdasarkan hasil introgasi pelaku, polisi kemudian melakukan penangkapan seorang pemuda berinisial MY (23) di Lingkungan Pagesangan Indah, Kelurahan Pagesangan, Kota Mataram.

    MY diketahui merupakan mahasiswa yang juga diduga sebagai kurir ganja. Keduanya hingga saat ini diamankan di Mapolres Mataram untuk menjalani introgasi. Polisi masih mengembangkan pengirim dan penerima ganja tersebut. (sat)

    Kesenian Rudat Ramaikan Pawai Takbiran

    HarianNusa.com, Mataram – Dalam rangka menyambut Lebaran 1438 Hijriah. Warga desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar mengadakan pawai takbiran keliling desa. Menariknya, selain menyuguhkan miniatur masjid, salah satu kontingen juga menampilkan kesenian tradisional Rudat. Minggu, (24/6).

    Dari pantauan HarianNusa.com pada saat kegiatan, kemeriahan pawai takbiran yang diadakan oleh masyarakat Desa Batu Mekar tersebut tak kalah dengan kegiatan-kegiatan serupa di tempat lain. Terlihat antusiasme yang sangat luar biasa dari semua peserta. Antusiasme yang sama juga terlihat pada masyarakat sekitar yang menonton jalannya pawai.

    Setiap kontingen yang terdiri dari masing-masing dusun yang ada di Desa Batu Mekar begitu semarak dengan menampilkan miniatur masjid yang dihias sedemikian rupa. Selain miniatur, peserta juga melengkapi aksesoris peserta pawainya dengan beragam penamilan. Seperti pakaian ala Jazirah Arab. Selain aksesoris, beberapa kontingen juga menyuguhkan Kesenian tradisi pada barisan peserta pawainya. Seperti kontingen dari Dusun Karang Temu yang menyuguhkan kesenian Rudat. Sebagai catatan, semua penari Rudat yang ditampilkan tersebut adalah anak-anak usia sekolah dasar.

    Kepada HarianNusa.com, Badri, salah seorang peserta pawai yang menampilkan kesenian Rudat, menyampaikan kalau ide tesebut berawal dari keinginan kelompoknya untuk tampil beda pada perayaan pawai takbiran tersebut.
    “Biar ada unsur tradisi. Biar berbeda dari yang lain,” katanya.

    Ia berharap melalui penampilan yang disuguhkan kelompoknya, masyarakat bisa melihat bahwa kesenian tradisi juga bisa masuk dalam setiap lini kehidupan. Sebagaimana Rudat yang tidak harus tampil di atas panggung.

    Sementara itu, Kepala Desa Batu Mekar Sarnah, S. Sos selaku penyelenggara kegiatan menyampaikan kalau kegiatan tersebut dilakukan untuk memeriahkan malam perayaan Idul Fitri. Selain sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antar masyarakat yang ada di Desa Batu Mekar. (sta).

    Sampah Dan Banjir, Masalah Klasik Kota Mataram

    HarianNusa.com, Mataram – Masalah Sampah dan Banjir merupakan persoalan klasik Kota Mataram. Dan sampai saat ini belum ada solusi nyata dari Pemkot mengatasi persoalan tersebut. Sabtu, (24/6).

    Hal itu disampaikan salah satu anggota DPRD NTB Dapil Kota Mataram Ir. Made Slamet. Menurutnya, masyarakat kota Mataram sebagai tujuan akhir dari pelayanan yang dilakukan Pemerintah Kota, masih mengeluhkan dua persoalan klasik tersebut. Hal itu tercermin dari banyaknya keluhan warga kota Mataram tatkala ia turun ke tengah-tengah masyarakat untuk menyerap aspirasinya.

    “Beberapa waktu lalu, saya coba turun serap aspirasi masyarakat di Kota Mataram. Semua masyarakat mengeluhkan soal sampah dan banjir,” katanya.

    Made juga menyatakan pihaknya sudah menyampaikan keluhan warga Mataram tersebut kepada Walikota Mataram H. Ahyar Abduh dalam sebuah acara silaturahmi beberapa waktu lalu. Namun, sampai saat ini aspirasi warga kota Mataram tersebut belum juga terealisasi.

    Menurut Made, salah satu faktor kunci yang menyebabkan persoalan tersebut belum diatasi adalah, tidak terjalinnya koordinasi yang baik antara Pemkot dengan Pemprov NTB. Hal yang menurut Made harus segera diselesaikan. Karena sinergi antara program yang diusung Pemkot dan Pemprov merupakan faktor penentu dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Mataram. “Program kota atau daerah tidak akan jalan tanpa sinergi dengan Pemprov dan sebaliknya. Contoh, persoalan sampah, kalau tidak Pemerintah Provinsi turun tangan maka akan terus menjadi keluhan masyarakat,” ujarnya.

    Seperti persoalan pembiayaan Program, lanjut Made, sebetulnya Pemprov memiliki anggaran untuk bantuan pembiayaan. Namun karena koordinasi yang tidak baik antara Pemkot dengan Pemkot membuat dana bantuan tidak bisa terakses. (sta)

    Lawmaker spends a day working as baggage handler, barista

    0

    Neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci velit, sed quia non numquam eius modi tempora incidunt ut labore et dolore magnam aliquam quaerat voluptatem. Ut enim ad minima veniam, quis nostrum exercitationem ullam corporis suscipit laboriosam, nisi ut aliquid ex ea commodi consequatur.

    At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint occaecati cupiditate non provident, similique sunt in culpa qui officia deserunt mollitia animi, id est laborum et dolorum fuga.

    Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem eum fugiat quo voluptas nulla pariatur.

    Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet ut et voluptates repudiandae sint et molestiae non recusandae. Itaque earum rerum hic tenetur a sapiente delectus, ut aut reiciendis voluptatibus maiores alias consequatur aut perferendis doloribus asperiores repellat.

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

    “Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat”

    Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.

    Et harum quidem rerum facilis est et expedita distinctio. Nam libero tempore, cum soluta nobis est eligendi optio cumque nihil impedit quo minus id quod maxime placeat facere possimus, omnis voluptas assumenda est, omnis dolor repellendus.

    Nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

    Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

    Seven teams that might be interested in trading for Stanton

    0

    Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.

    Et harum quidem rerum facilis est et expedita distinctio. Nam libero tempore, cum soluta nobis est eligendi optio cumque nihil impedit quo minus id quod maxime placeat facere possimus, omnis voluptas assumenda est, omnis dolor repellendus.

    Nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

    Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

    “Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat”

    Neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci velit, sed quia non numquam eius modi tempora incidunt ut labore et dolore magnam aliquam quaerat voluptatem. Ut enim ad minima veniam, quis nostrum exercitationem ullam corporis suscipit laboriosam, nisi ut aliquid ex ea commodi consequatur.

    At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint occaecati cupiditate non provident, similique sunt in culpa qui officia deserunt mollitia animi, id est laborum et dolorum fuga.

    Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem eum fugiat quo voluptas nulla pariatur.

    Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet ut et voluptates repudiandae sint et molestiae non recusandae. Itaque earum rerum hic tenetur a sapiente delectus, ut aut reiciendis voluptatibus maiores alias consequatur aut perferendis doloribus asperiores repellat.

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

    ​Empat Remaja Asal Rusia “Nyantri” di Dea Malela Sumbawa 

    Empat orang santri baru asal Rusia telah tiba di Pesantren Moderen Internasional Dea Malela di Kabupaten Sumbawa. Pesantren Dea Malela adalah Pesantren yang didirikan dan diasuh langsung oleh Prof. DR. Din Syamsudin. Sabtu, (24/6).

    Sebagai pesantren moderen, Dea Malela memang memiliki visi besar menjadikan Indonesia, khususnya Kabupaten Sumbawa sebagai pusat pendidikan Islam ternama di Dunia. Hal itu dibuktikan dengan komitmen Pesantren untuk menggaet santri dari seluruh penjuru dunia. Yang teranyar adalah datangnya empat santri dari Rusia. Salah satu Negara yang secara politik dan ekonomi memiliki pengaruh besar bagi perkembangan peradaban dunia moderen.

    “Alhamdulillah telah tiba Miroslav Malyshev, Aziza Iunusova, Aziza Iskhakova, Abdulla Iskhakov. Rombongan awal santri baru Pesantren Modern Internasional Dea Malela dari Rusia,” Kata Sekretaris bagian akademik yayasan Dea Malela Sumbawa Poetra Adi Soerjo.
    Soerjo menyampaikan kalau empat santri asal Rusia tersebut merupakan kloter pertama santri luar negeri yang akan belajar di Pesantren asuhan Prof. DR. Din Syamsudin itu. Selanjutnya, beberapa santri lagi dari Rusia dan beberapa negara lain akan menyusul setelahnya. “Selanjutnya masih ada beberapa santri dari Rusia, Thailand dan Kamboja yang akan datang menuntut ilmu di tahun pendidikan 2017-2018 ini,” katanya.

    Menurut Soerjo, hal tersebut merupakan langkah maju bagi Dea Malela dalam mengembangkan sayap penddikannya ke seluruh penjuru dunia. Hal yang menurutnya merupakan implementasi nyata dari cita-cita membawa Indonesia menuju “gelombang arus balik menuju selatan.” Sebagaimana pernah ditulis pengarang besar Indonesia Pramoedya Ananta Toer. Harapan itu semakin dikuatkan dengan fakta bahwa secara geografis, Sumbawa adalah pulau yang terletak paling selatan di wilayah Nusantara.

    “Satu persatu pelajar dari berbagai penjuru dunia mulai bergerak menuju Sumbawa untuk mengejar pendidikan. Ini adalah sebagaimana yang disebut Pramoedya Ananta Toer sebagai gelombang dan arus balik kembali ke selatan. Dan Sumbawa adalah daerah paling selatan dari Nusantara.”

    Menjadikan Indonesia sebagai pusat pengetahuan Islam dunia, lanjut Soerjo, adalah semangat yang harus terus diusung. Apalagi dengan kondisi saat ini, di mana Timur Tengah—sebagai pusat Peradaban Islam—telah gagal menjadi kiblat peradaban Islam yang harmonis berlandaskan demokrasi dan pembangunan.

    “Di Indonesia, ketiga-tiga nya harmoni, tujuan beragama dan bernegara menyatu dalam Pancasila. Menyatukan tujuan beragama dan bernegara inilah yang gagal dilakukan di Timur Tengah. Insya Allah Pada saatnya kelak kita akan menyaksikan arus balik ke selatan kembali terjadi, manusia akan berbondong-bondong berkuda, bahkan merangkak penuh debu menuju Sumbawa,” katanya. (sta)

    Pemimpin NTB Pasca TGB

    0

    Gubernur NTB, DR. TGH Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) pada 2009 mendapat penghargaan sebagai gubernur termuda di Indonesia oleh Museum Rekor Dunia Indonesia, juga mendapatkan beberapa penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian kinerjanya.

    Penghargaan tersebut sebagaimana yang penulis akses dengan mengolah informasi dari berbagai sumber, antara lain TGB oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diberi Lencana Ksatria Bhakti Husada Arutala, penghargaan ini diberikan kepada orang-orang yang dianggap berjasa oleh negara dalam pembangunan di bidang kesehatan. TGB mendapatkan penghargaan ini karena dinilai memiliki komitmen yang tinggi dalam bidang kesehatan dengan program revitalisasi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin di luar jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas).

    Kemudian NTB di bawah kepemimpinan TGB mendapat penghargaan The Best Province Tourism Development, penghargaan di bidang pangan atas prestasinya meningkatkan produksi padi, penghargaan sebagai kepala daerah yang berdedikasi dan berinovasi dalam mengembangkan industri Meeting, Incentive, Conference & Exhibition (MICE), penghargaan sebagai pembina Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) terbaik, penghargaan Bintang Maha Putra Utama sebagai putra-putri negeri yang telah berjasa luar biasa di berbagai bidang, penghargaan Adi Bhakti Mina Bahari sebagai kepala daerah berprestasi di bidang perikanan dan budidaya, penghargaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Masih sangat banyak deretan prestasi dan penghargaan yang diraih NTB berkat dinginnya tangan Sang Gubernur TGB.

    Prestasi dan penghargaan yang ….

    [Video] Pandangan Umum FPKS

    0

    PANDANGAN UMUM FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) DPRD PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TERHADAP RANCANGAN PERDA TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBD TAHUN ANGGARAN 2016
    Disampaikan oleh : JOHAN ROSIHAN, ST

    Bismillahirrahmanirrahim.
    Assalamualaikum.Warahmatullahiwabarakatuh.
    Yth : Pimpinan beserta seluruh anggota DPRD Provinsi NTB
    Yth : Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi NTB
    Yth : Anggota Forum Pimpinan Daerah Provinsi NTB, Pejabat Sipil, TNI dan Polri, Pejabat Eksekutif, Rekan-rekan Pers dan Media

    SIDANG DEWAN YANG TERHORMAT

    Puji dan syukur hanya milik Allah Rabb semesta alam, yang telah memanjangkan umur kita hingga memasuki bulan Ramadhan. Semoga Allah memberikan barokah atas nikmat usia yang telah diberikannya kepada kita. Sholawat dan Salam atas Nabi Muhammad saw, keluarga dan sahabat-sahabatnya.

    Fraksi PKS memberikan apresiasi setinggi-tingginya, kepada upaya sungguh-sungguh pemerintah provinsi NTB untuk menghidupkan ilmu dan amaliah selama bulan Ramadhan, yang terlihat melalui rangkaian kegiatan ibadah di Masjid Hubbul Wathon, Islamic Center Mataram. Fraksi PKS berharap, tradisi yang baik tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada waktu-waktu yang mendatang.

    Dengan hampir berlalunya Ramadhan, kita berharap, semoga Allah menerima ibadah kita, shalat dan puasa kita, dan meningkatkan maqam ketakwaan kita disisi-Nya.

    Setengah Tahun, 191 Warga NTB Tewas Akibat Lakalantas

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Dari kurun waktu Januari hingga Juni 2017, sebanyak 691 kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di NTB. Tidak tanggung-tanggung menewaskan sebanyak 191 orang. Hal tersebut berdasarkan data yang dirilis Ditlantas Polda NTB.

    “Kurun waktu enam bulan, sebanyak 691 lakalantas terjadi di wilayah hukum Polda NTB dan jajaran. Korban tewas sebanyak 191 orang,” ujar Dir Lantas Polda NTB, Kombes Pol Budi Indra Dermawan SIK, Jumat (23/6).

    Sementara yang mengalami luka berat sebanyak 112 orang, dan luka ringan sebanyak 445 orang. Kerugian materil akibat lakalantas tersebut mencapai Rp 1,52 miliar.

    Jumlah korban tewas lebih kecil dibanding tahun sebelumnya dalam periode yang sama. Lakalantas yang terjadi pada Januari hinga Juni 2016 sebanyak 901 kasus. Menewaskan sebanyak 252 orang, dengan luka berat 187 orang dan luka ringan 993 orang.

    “Jumlah angka korban tewas di tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya. Di tahun sebelumnya sebanyak 252 korban meninggal, 187 luka berat dan 993 luka ringan. Total kerugian materil lebih dari 1,83 miliar,” ungkapnya.

    Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi lalu lintas. Terlebih lagi saat ini memasuki arus mudik, sehingga volume peningkatan kendaraan semakin tinggi, sehingga terjadi potensi rawan kecelakaan. (sat)

    error: Content is protected !!