More
    Beranda blog Halaman 569

    Maju Pada Pilbup Lobar, Sulthon Tunggu Keputusan Partai

    HarianNusa.com, Mataram – Politisi PAN asal Kabupaten Lombok Barat (Lobar) M. Hadi Sulthon menyampaikan bahwa dirinya masih menunggu keputusan Partai terkait maju atau tidaknya pada gelaran Pilbup Lobar 2018.

    Hal itu disampaikan Sulthon menanggapi santernya wacana yang beredar kalau dirinya dipastikan maju pada Pilbup Lobar 2018 nanti.

    “Lobar itu masih jauh. Setahun lagi. Yang di Provinsi saja belum selesai. Kabupaten itu tergantung Provinsi,” ujarnya.

    Selain itu, lanjut Sulthon yang juga Sekretaris Komisi V DPRD NTB ini, keputusan mengenai siapa yang akan diusung PAN pada Pilkada Kabupaten/Kota sangat tergantung pada keputusan Pilkada Provinsi. Termasuk juga dengan komposisi koalisi.

    “Kabupaten itu tergantung di Provinsi. Koalisinya siapa. Karena susah kalau Koalisi di Provinsi beda sama Kabupaten,” katanya.

    Untuk diketahui, selain Pilgub, NTB juga akan menggelar Pilkada di tiga Kabupaten/Kota. Di di antaranya adalah Kabupaten Lobar, Lotim dan Kota Bima. (sta)

    Teroris Asal Bima Rencana Ledakan Bom di Perbatasan Dore dan Talabiu

    HarianNusa.com, Mataram – Para pelaku teror yang tertangkap di Kabupaten Bima rencana akan menyerang Polsek Woha untuk merampas senjata. Tidak hanya itu, para pelaku yang merupakan kelompok teroris jaringan Jamaah Ansharut Daullah (JAD) berencana menyerang Mapolres Bima dan Polsek Bandara Bima.

    Sebelum menyerang kantor polisi, pelaku berencana akan meledakan bom di jalan lintas Dore-Talabiu, Kabupaten Bima pada Sabtu malam (17/6).

    “Apabila sukses melakukan percobaan peledakan di jalan lintas Dore-Talabiu, mereka akan menyerang Mapolsek Woha dengan cara melempar bom rakitan. Namun sebelum melaksanakan niatnya, yang bersangkutan ditangkap Densus 88, Brimob Polda NTB dan Polres Bima Kabupaten,” ujar Wakapolda NTB, Kombes Pol Drs. Imam Margono di Mapolda NTB, Senin (19/6).

    Terungkapnya rencana penyerangan tersebut berdasarkan pengakuan Kurniawan saat diintrogasi polisi. Riwayat Kurniawan merupakan jaringan teror kelompok Penatoi di bawah pimpinan ustadz Iskandar yang telah ditangkap pada 2010 lalu.

    Setelah itu pada tahun 2014, Kurniawan diperintahkan untuk bergabung dengan Kelompok Santoso di Poso untuk melaksanakan pelatihan militer yang mereka sebut Tadrib. Selesai itu, Kurniawan dan pelaku teror lainnya kembali ke Bima dan bergabung dengan Kelompok JAD.

    Dalam rencana penyerangan Mapolsek Woha, pelaku lainnya, Nasrul Hidayat membeli bahan pembuat bom berupa cairan H202 sebanyak tiga liter, kemudian diserahkan pada Kurniawan.

    Sementara pelaku ketiga yakni Nasrul Hidayat, merupakan jaringan Kelompok Penatoi, lalu bergabung dengan Kelompok Mujahidin Indonesia Barat (MIB) untuk melakukan perampokan di Kantor Pos dan Giro di Ciputat, Tanggerang Selatan, Banten pada 2013.

    “Pelaku (Nasrul) juga berperan sebagai orang yang menyembunyikan atau menampung DPO teroris atas nama Satrio alias Indra Jendol yang sudah ditangkap,” ungkap Wakapolda. (sat)

    Kelompok Teroris Bima Rencana Rebut Senjata Api di Polsek Woha

    HarianNusa.com, Mataram – Tiga terorisme yang tertangkap di Kabupaten Bima rencana akan menyerang Mapolsek Woha. Kelompok teroris jaringan Jamaah Ansharut Daullah (JAD) ini rencananya akan merebut senjata api di Mapolsek tersebut. Hal tersebut diungkap Wakapolda NTB, Kombes Pol Drs. Imam Margono di Mapolda NTB, Senin (19/6).

    “Pengakuan Kurniawan (pelaku) menyatakan bahwa kelompok ini telah siap menyerang beberapa tempat yang telah disurvei antara lain, pengeboman di Mapolsek Waho dan melumpuhkan anggota Polri Mapolsek Waho untuk merebut senjata api,” ujarnya.

    Pelaku teror teror tersebut juga akan melakukan pengeboman di Polsek Bandara Bima dan Mapolres Kabupaten Bima.

    Ketiga pelaku diketahui bernama Kurniawan alias Nia bin Hamzah asal Desa Dore, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Nasrul Hidayat alias Dayat asal Desa Dore, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima dan Rasyid Ardiansyah alias Olga asal Kabupaten Bima.

    Ketiganya merupakan kelompok teroris JAD yang berafiliasi dengan ISIS. Ketiganya adalah kelompok teroris Panatoi di bawah pimpinan ustadz Iskandar yang telah tertangkap pada 2010 lalu.

    “Ketiganya merupakan kelompok terorisme Panatoi di bawah pimpinan ustadz Iskandar yang tertangkap tahun 2010 lalu,” ungkapnya.

    Kurniawan bertugas sebagai pelaku utama merakit bom dan survei lokasi, Nasrul Hidayat sebagai kurir yang bertugas membeli bahan pembuat bom dan Rasyid Ardiansyah pada 2012 lalu bertugas sebagai pelaksana Fa’I di Pos Giro Ciputat. (sat)

    Tiga Teroris Asal Bima Merupakan Kelompok JAD

    HarianNusa.com, Mataram – Tim Setasemen Khusus (Densus) 88 meringkus tiga pelaku terorisme di Kabupaten Bima. Ketiga pelaku ditangkap Jumat (16/6) hingga Sabtu (17/6) kemarin.

    Ketiga pelaku diketahui bernama Kurniawan alias Nia bin Hamzah asal Desa Dore, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Nasrul Hidayat alias Dayat asal Desa Dore, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima dan Rasyid Ardiansyah alias Olga asal Kabupaten Bima.

    Ketiganya merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daullah (JAD). Mereka ditangkap Tim Densus 88 Mabes Polri di Bima setelah sekian lama diintai. Densus juga melakukan penggerebekan di rumah tersangka yang diketahui tempat merakit bom.

    “Tim Densus 88 Mabes Polri melakukan pengintaian dan penggerebekan di lokasi ketiga pelaku, polisi juga mengamankan bahan peledak dan senjata rakitan milik pelaku,” ujar Wakapolda NTB, Kombes Pol Drs. Imam Margono, Senin (19/6).

    Ketiga pelaku pada pukul 02.00 Wita dini hari tadi dibawa dari Bima menuju Mako Brimob Polda NTB. Siang tadi, ketiga teroris tersebut dibawa menggunakan mobil barakuda menuju Mapolda NTB. (sat)

    BPOM Minta Mi Samyang Ditarik Karena Positif Mengandung Babi

    HarianNusa.com, Mataram – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI akan menarik produk Mie instan asal Korea Selatan Samyang karena positif mengandung daging Babi. Minggu, (18/6).

    “Berdasarkan hasil sampling dan pengujian terhadap mi instan asal Korea, beberapa produk menunjukkan hasil positif mengandung fragmen DNA spesifik babi. Namun tidak mencantumkan peringatan ‘Mengandung Babi’ pada label.”

    Hal itu disampaikan BPOM RI melalui surat edaran yang ditujukan kepada BPOM di seluruh wilayah Indonesia dengan nomor IN.08.04.532.06.17.2432 tertanggal 15/6/2017.
    Dalam edaran tersebut, BPOM RI sekaligus memerintahkan PT Koin Bumi selaku importir agar segera menarik peredaran produk mi instan asal Korea tersebut sesuai tanggal surat edaran. Termasuk mencabut izin edar karena melanggar ketentuan.

    Selain itu, BPOM RI juga memerintahkan kepada BPOM di daerah agar terus memantau peredaran produk tersebut di pasaran.
    “Pemantauan harus terus dilakukan terhadap sarana distribusi produk tersebut, diantaranya importir/distributor, toko, supermarket, pasar tradisional dan sarana yang sering melakukan pelanggaran di wilayah kerja Saudara masing-masing,” perintah BPOM RI.

    Selain produk Samyang, tiga produk mie instan lain asal Korea Selatan yang juga akan ditarik peredarannya karena mengandung babi adalah mi instan merek Nongshim, mi instan Shin Ramyun Black, merek Samyang, mi instan rasa Kimchi dan merek Ottogi, mi instan Yeul Ramen. (sta)

    Warga yang Hilang Ditemukan Tewas di Pantai Cemara

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Seorang warga Dusun Penarukan Lauk, Desa Kebon Ayu, Lembar dikabarkan hilang saat pergi menangkap ikan. Korban diketahui bernama Swani (56). Korban mencari ikan sekitar pukul 21.30 Wita, Jumat (16/6), namun hinga pagi korban belum kunjung pulang. Sekitar pukul 08.00 Wita, Sabtu (17/6), keluarga korban melaporkan pada petugas.

    Petugas gabungan yang terdiri dari Tim ABK Recue Boat 220 Mataram, Tim Rescue Kantor SAR Mataram, Polair Lembar, Polsek Lembar, KPPP Lembar dan masyarakat sekitar melakukan pencarian terhadap korban.

    Sekitar pukul 08.40 Wita, tim gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa di perairan Pantai Cemara. Korban diduga tenggelam saat hendak mencari ikan.

    “Korban ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi tidak bernyawa di perairan Pantai Cemara, Lembar,” ujar Humas Basarnas Kantor SAR Mataram, Putu Cakra.

    Korban kemudian dievakuasi menju ambulan kesehatan Pelabuhan Lembar, dan selanjutnya korban dibawa menuju Rumah Sakit Gerung. (sat)

    Kantor Dinas Kesehatan Kota Mataram Terbakar

    HarianNusa.com, Mataram – Kantor Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram dilalap api pagi tadi sekitar pukul 10.30 Wita, Sabtu (17/6). Api berasal dari ruang Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dikes Kota Mataram.

    ​TGB Dapat Sinyal Dukungan PKS Untuk Pilpres 2019

    HarianNusa.com, Mataram – Gubernur NTB Dr. TGH. Zainul Majdi, MA atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) mendapat sinyal untuk didukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai kandidat calon Wakil Presiden 2019. Sabtu, (17/6).

    Hal itu disampaikan Ketua DPW PKS NTB Abdul Hadi, SE kepada Wartawan. Menurut Hadi prestasi TGB sebagai Gubernur NTB dua periode dan ditambah dengan posisinya sebagai pemimpin agama membuatnya cukup populer di kalangan pimpinan PKS, baik pimpinan PKS di daerah maupun pusat. Hal itu ditandai dengan beberapa kali pimpinan-pimpinan PKS tersebut menanyakan kepada dirinya mengenai figur TGB.

    “Ya, muncul juga nama TGB di PKS, sebagai calon Wakil Presiden. Ada sinyal, meskipun belum terlalu kuat. Tapi sejumlah kader dan pengurus sudah banyak memperbincangkan dia,” ujarnya.
    Dalam sekali kesempatan pada salah satu acara yang diadakan DPP PKS, terang Hadi nama TGB juga pernah dibicarakan untuk diusung sebagai calon wakil Presiden 2019 mendatang. Hal yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi Hadi selaku pimpinan PKS NTB. Karena salah satu figur NTB populer ditingkat nasional.

    “Ini memberikan nama sendiri bagi NTB, selain beberapa daerah, di DPP nama beliau di internal PKS juga masuk,” katanya.

    “Kami tidak tutup mata, kalau figur TGB ini sudah sangat populer di luar. Di sana kami merasa bangga karena banyak yang minta TGB di luar, untuk ceramah dan diterima,” tambahnya.

    Terlepas dari itu, Hadi juga mengingatkan agar Politisi Demokrat itu tidak menjadikan agenda politik menuju nasional membuat TGB kurang fokus terhadap tanggung jawabnya selaku Gubernur. Sebab bagaimanapun juga, hal itu merupakan tugas utamanya saat ini.

    “Jadi ini kan dalam proses peralihan di arena yang lebih luas (daerah ke nasional). Jadi Kami bangga punya pemimpin seperti beliau. Tapi di sisi lain, agar juga jangan pula lupa dengan daerah kita. Kita masih banyak PR yang harus diselesaikan di sisa masa jabatan beliau,” pungkasnya. (sta).

    ​Lantaran Kangen Ibunya, Tahanan Lapas Mataram Kabur

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Seorang tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram kabur saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Mataram, Kamis (15/6) lalu. Tahanan tersebut bernama Dedi Purnama alias Dedi (26). Sehari kabur, Dedi akhirnya menyerahkan diri, Jumat (16/6) malam.

    Malam tadi, Dedi menyerahkan diri di Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram. Dia datang sekitar pukul 18.00 Wita di Kejari Mataram, setelah istrinya menelpon pihak kejaksaan mengatakan Dedi akan menyerahkan diri.

    Terungkap alasan Dedi kabur karena rindu pada ibunya. Rasa kangen tak terobati, terlebih lagi dia menjalani bulan Ramadhan ini jauh dari ibunya. Dia mendekam di balik jeruji besi karena kasus narkoba.

    Setelah rindunya terobati pada sang ibu, Dedi akhirnya menyerahkan diri. Dia menyerahkan diri tanpa tekanan dan ancaman. “Dia rupanya kangen ibunya, makanya dia kabur,” ujar petugas Kejari Mataram, Gideon EJM usai mengantar Dedi kembali ke ruang tahanannya di Lapas Mataram.

    Kronologis kaburnya Dedi bermula saat petugas kejaksaan menjemput para tahanan di Lapas Mataram untuk menjalani sidang. Dedi bersama 37 orang lainnya dijemput petugas sekitar pukul 10.00 Wita.

    Setelah sidang berakhir sekitar pukul 18.00 Wita, para narapidana tersebut dikembalikan menuju lapas secara bertahap. Namun setelah dilakukan pengecekan, narapidana kurang satu orang.

    Dia ternyata kabur dengan berjalan kaki dari pengadilan menuju Ampenan. Sekitar empat kilometer, rompi tahanannya dilepas. Dia mencari ibunya di Kelurahan Dayan Peken, Ampenan. Namun, sayangnya sang ibu tidak berada di sana. Ibunya telah pindah ke Kuripan, Lombok Barat setelah Dedi ditangkap.

    Dedi pun meminta bantuan temannya untuk mengantarkannya ke Kuripan. Setelah bertemu dan melepas rindu pada ibunya, Dedi akhirnya menyerahkan diri dengan kerinduan yang telah terobati. (sat)

    ​DPRD NTB Nilai Sekolah Lima Hari Belum diperlukan 

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengatur sekolah dilaksanakan selama lima hari dalam seminggu dinilai belum perlu untuk diterapkan di NTB. Jumat, (16/6).

    Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi V DPRD NTB yang membidangi masalah pendidikan M. Hadi Sulthon. Menurutnya kebijakan sekolah lima hari dengan konsekuensi siswa berada lebih lama di sekolah justru mengurangi hakikat dari belajar itu sendiri.

    “Pendidikan itu setiap saat. Saya lebih sepakat enam hari sekolah,” ujarnya.
    Menurut Sulthon, siswa sejatinya tidak hanya belajar di sekolah. Justru porsi belajar yang paling banyak adalah di luar sekolah. Dan ketika sekolah lima hari diterapkan dengan konsekuensi siswa berada di sekolah lebih lama, akan mengurangi kesempatan siswa belajar sendiri. Dan itu akan berdampak kurang baik pada kemandirian siswa dalam mengembangkan diri.

    “Efektif atau tidak bukan dilihat dari jumlah jamnya di dalam kelas,” tegasnya.
    Sebelumnya, hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. H. Muhammad Suuruji. Menurutnya, baik sekolah lima atau enam hari tidak memiliki pengaruh berarti terhadap kualitas belajar siswa.

    Untuk diketahui, Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengenai sekolah lima hari dalam sepekan direncanakan mulai diterapkan awal tahun ajaran 2017/2018. Kemendikbud sendiri tengah menggodok Permendikbud itu. (sta)

    error: Content is protected !!