Beranda blog Halaman 227

Dua WNI Jadi Korban Pembantaian di Masjid Selandia Baru

HarianNusa.com – Insiden penembakan brutal terjadi di masjid Kota Christchurch, Selandia Baru. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 13.40 waktu setempat, saat waktu Salat Jumat.

Dua korban adalah Warga Negara Indonesia. Kedua korban asal Indonesia tersebut merupakan ayah dan anaknya. Itu diungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir.

Kini keduanya tengah dirawat di rumah sakit di sana dan dalam kondisi kritis. Belum diketahui pasti nama kedua korban.

Seorang pria dan beberapa rekannya menembak secara brutal jemaah saat hendak melaksanakan salat Jumat. Bahkan, dia melakukan live di Facebook saat melakukan pembantaian tersebut.

Dua masjid di kota tersebut menjadi sasaran penembakan. Data sementara 40 orang tewas dan 20 mengalami luka akibat aksi kejam itu. Empat pelaku telah ditangkap polisi. (sat)

 

Air Asia Tambah Penerbangan Langsung Perth – Lombok

HarianNusa.Com – Untuk pengembangan penerbangan dan dukungan peningkatan pariwisata di Nusa Tenggara Barat, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah bersama PT. Indonesia AirAsia yang diwakili Direktur Utamanya, Dendy Kurniawan melakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama (Memorandum of Understanding) di Kantor Air Asia di Jalan Marsekal Suryadharma no. 1 Selapajang, Neglasari, Kota Tangerang Banten, Kamis (14/03/2019).

Gubernur menyatakan bahwa penandatanganan nota kesepakatan bersama itu adalah tindak lanjut konkret dari dua pertemuan antara Pemprov NTB dengan PT. Indonesia AirAsia sebelumnya. Pasca penandatanganan MoU, Air Asia akan menambah rute penerbangan langsung (direct flight) Perth (Australia) – Lombok dengan menempatkan dua pesawat di Bandara Internasional Lombok dan menambah frekuensi penerbangan Kuala Lumpur – Lombok menjadi lebih dari dua kali sehari.

Berita Terkait: Keren.. Awal Maret Lombok Menjadi Hub Penerbangan AirAsia

“Ini ikhtiar cepat dan akselerasi untuk membangkitkan dan menggairahkan kembali perekonomian NTB pasca bencana dari sektor pariwisata. Kerjasama dalam memperbanyak rute penerbangan domestik dan internasional, terutama direct flight, dengan AirAsia akan sangat membantu dalam meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan asing ke Lombok dan Sumbawa,” kata Wagub dalam sambutannya sebelum penandatanganan MoU.

Gubernur mengatakan bukti bahwa kerja sama itu konkret dan cepat, tiket penerbangan dari Perth ke Lombok sudah bisa dipesan mulai Kamis 14 Maret 2019.

“Mudah-mudahan dengan semakin banyaknya armada maskapai, rute dan frekuensi penerbangan, akan menurunkan harga tiket dan ujung-ujungnya bakal semakin banyak wisatawan nusantara dan mancanegara yang kembali berkunjung ke NTB,” imbuh Gubernur.

Hal senada dibenarkan Dirut PT. Indonesia Air Asia, Dendy Kurniawan. Bahkan, menurut Dendy Kurniawan, acara hari ini adalah sejarah baru bagi Air Asia Indonesia, karena pertama kalinya seorang gubernur datang dan menandatangani kerja sama bidang penerbangan.

“Kami merasa bangga dan terhormat karena ini baru pertama kalinya kantor kami dikunjungi gubernur dan sekaligus menandatangani sebuah kerjasama. Dan kami sepakat untuk mendukung kebangkitan perekonomian NTB pasca bencana gempa bumi lalu, melalui sektor pariwisata dan tentunya kapasitas kami sebagai sebuah maskapai penerbangan dalam penyelenggaraan penerbangan ke NTB,” papar Dendy.

Dendy juga menekankan dalam waktu dekat akan menempatkan dua pesawat Air Asia di Lombok untuk melayani rute baru direct flight Perth – Lombok dan penambahan frekuensi baru Kuala Lumpur – Lombok. Selanjutnya juga akan membuka rute baru Yogyakarta dan Bali pada pertengahan tahun ini.

Dalam penandatanganan nota kesepakatan bersama tersebut, Gubernur NTB didampingi Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu M. Faozal dan ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Anita Ahmad dan sejumlah pengurus lain. (f3)

Wagub Tegaskan Kondusivitas NTB Meningkat

0

HarianNusa.Com – Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan, kondusivitas di Provinsi NTB dari tahun ketahun terus meningkat. Hal tersebut sejalan dengan data yang disampaikan Kabinda NTB, H. Tarwo Koesnarno, bahwa angka kasus konflik sosial di NTB megalami penurunan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun.

“Dari tahun ke tahun kondusivitas NTB terus meningkat, jadi bagaimana kita meyakinkan tren yang semakin baik ini akan terus makin baik kedepan. Apalagi besok mau Pileg, Pilpres, jadi kita harapkan semua aman dan terkendali sehingga semua bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya saat wawancara dengan awak media, usai melakukan silaturrahmi dengan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi NTB, di Kantor DPRD NTB, Rabu, (13/3).

Menghadapi Pemilu 2019 mendatang, Wagub mengajak masyarakat NTB untuk terus menjaga kondusivitas, seperti memerangi penyebaran berita-berita Hoax yang disebarkan melalui media sosial di masyarakat.

“Kalau ada hoax, cepat diklarifikasi supaya masyarakat cepat mendapatkan berita yang valid, supaya bisa memandang segala sesuatu secara objektif, termasuk peran media juga sangat penting dalam menangkal berita hoax ini,” tandasnya.

Penurunan angka kasus konflik sosial yang cukup signifikan itu, kata Wagub, tentu karena adanya sinergitas semua unsur dan kesadaran masyarakat yang semakin baik. Ia menyebutkan data Kabinda NTB, tahun 2016 sebanyak 178 kasus konflik sosial, tahun 2017 sekitar 78 kasus dan tahun 2018 hanya sekitar 23 kasus, untuk tahun 2019 diharapkan tidak ada kasus konflik sosial di NTB.

“Dari data-data yang disampaikan Kabinda NTB, dari tahun 2016, 2017, 2018 kasus konflik sosial, terus turun signifikan. Tentunya ini berkat sinergi semua pihak,” ujarnya.

Untuk itu, Wagub mengingatkan bahwa tugas pengamanan ini bukan hanya tugas aparat saja, seperti kepolisian, TNI, Kabinda.

“Ini adalah tugas kita semua yang ada di NTB ini,” tandasnya. (f3)

Cegah Abrasi, OASE KK Tanam 5 Ribu Mangrove di Pantai Cemara

0

HarianNusa. Com – Perwakilan sejumlah istri dan perwakilan menteri yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK) bersama Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menanam 5.000 mangrove di Pantai Cemare yang berada di Dusun Cemare, Desa Lembar Selatan, Lombok Barat, Senin (11/3).

Kegiatan ini sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan membangun peran perempuan dalam mitigasi bencana dan perubahan iklim di wilayah pesisir.

Program yang diinisiasi Ibu Negara Iriana Joko Widodo ini menargetkan jumlah pohon yang ditanam sekitar 1 juta pohon bakau. Untuk tahap pertama, sebanyak 53 ribu pohon ditanam secara serentak hari ini di 10 provinsi, yakni di kawasan pantai Kabupaten Langkat Sumatera Utara, Kecamatan Pasir Saleti Lampung Timur, Lemah Wungkuk Cirebon Jawa Barat, Sawo Jajar Brebes Jawa Tengah, Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, Pohuwato Gorontalo, Donggala Sulawesi Tengah, Pandeglang Banten, Teluk Ambon Maluku, dan Pantai Cereme NTB. Di Pandeglang Banten, penanaman dilakukan Ibu Iriana Joko Widodo didampingi istri wakil presiden, Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya dan anggota OASE KK lainnya.

Gerakan ini sendiri memiliki manfaat yang besar terhadap lingkungan kehidupan manusia. Diantaranya sebagai penyerap polutan, mencegah intrusi air laut, pelindung garis pantai dari abrasi, penyedia hasil hutan bakau bukan kayu, tempat pemijahan aneka biota laut dan tempat berlindung dan berkembang biaknya berbagai jenis fauna ekosistem payau.

“Kondisi saat ini luas hutan mangrove kita yang rusak mencapai 1,81 juta hektar dari total 3,48 juta hektar. Kerusakan mangrove tersebut berdampak pada hilangnya kemampuan menyerap 190 juta ton CO² setiap tahunnya. Serta meningkatnya kerentanan terhadap abrasi dan bencana gelombang laut atau tsunami,” jelas Trisna Willy Lukman Hakim perwakilan dari OASE KK.

Trisna juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menumbuh kembangkan kesadaran menjaga kelestarian ekosistem mangrove dan hutan pantai serta memulihkan ekositem mangrove yang kondisinya rusak melalui upaya rehabilitasi.

Sementara itu Ketua TP-PKK Lombok Barat Hj. Khairatun Fauzan Khalid mengaku sangat antusias dengan program yang diinisiasi ibu negara ini. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu memberi keteladanan kepada masyarakat untuk menjaga ekosistem lingkungan pantai.

“Ekosistem laut yang kita lihat sekarang jauh lebih baik dibanding dengan tahun sebelumnya. Dan jangan merusak lingkungan kita, apa yang sudah kita tanam terkait mangrove ini dan harus dipertahankan untuk penanaman kembali. Dengan kebersihan ekosistem terjaga baik ikan yang dihasilkan sehingga kuliner masyarakat di pesisir pantai meningkat,” katanya.

Agung, salah seorang nelayan sekitar menyampaikan dukungannya atas kegiatan ini. Baginya pohon mangrove yang tumbuh di sekitaran pesisir pantai dapat berfungsi untuk membantu ekosistem lingkungan pantai. Ia berharap akan banyak masyarakat ikut menjaga ekosistem laut dan pesisir dengan menanam pohon mangrove.

“Harapan kedepannya semoga lingkungan di Pantai Cemare khususnya di daerah pantai tetap alami dan tidak tercemar oleh polusi dan limbah sehingga kelangsungan ekosistem biota laut dapat tumbuh dan berkembang biak yang nanti diharapkan dapat menggaet wisatawan baik turis lokal maupun mancanegara untuk melancongi,” harapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK NTB Hj. Niken Zulkieflimansyah, Ketua TP-PKK Lobar Hj. Khairatun Fauzan Khalid, Sekda Lobar H. Moh. Taufiq, Ketua DWP Lobar Hj. Sukerniati Moh. Taufiq, Dandim 1606/Lobar dan para pelajar (SD, SMP, SMA) dan sejumlah tamu lainnya. (f3)

Lion Air Kandangkan 10 Unit Boeing 737 Max 8 Miliknya

HarianNusa.com, Jakarta – Maskapai Lion Air mengambil langkah cepat menyusul jatuhnya pesawat milik Ethiopian Air Minggu kemarin (10/3). Seperti diketahui, pesawat yang jatuh tersebut adalah Boeing 737 Max 8, jenis pesawat yang sama dengan JT-610 PK-LQP milik Lion Air yang jatuh di perairan Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Melalui keterangan pers yang dikirimkan kepada HarianNusa.com, Lion Air menjelaskan bahwa saat ini mereka mengoperasikan 10 (sepuluh) unit pesawat Boeing 737 MAX 8.

“Dalam pengoperasian pesawat Boeing 737 MAX 8, Lion Air menjalankan dengan mengutamakan prinsip keselamatan dan keamanan penerbangan (safety first), dimana seluruh pelatihan awak pesawat yang diwajibkan serta perawatan pesawat yang sudah ditetapkan dilaksanakan secara konsisten” tulis Corporate Communication Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro.

Lion Air terus berkomunikasi dengan DKUPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara) dalam kaitan menyampaikan informasi serta data-data pengoperasian pesawat Boeing 737 MAX 8.

Lion Air 737 MAX 8 1A210 Flyaway – August 13, 2018

Sehubungan dengan surat edaran dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan tentang penghentian sementara pengoperasian (temporary grounded) pesawat Boeing 737 MAX 8, Lion Air menyatakan akan menghentikan sementara pengoperasian (temporary grounded) 10 (sepuluh) pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dikuasainya saat ini sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian.

Upaya tersebut dilakukan dalam rangka memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan. Meski demikian, Lion Air mengklaim mereka telah melaksanakan standar operasional prosedur pengoperasian pesawat udara sesuai dengan aturan dan petunjuk dari pabrik pembuat pesawat, termasuk pemeliharaan pesawat, pengecekan komponen pesawat, pelatihan awak pesawat.

Pihak Lion Air mengatakan akan selalu melaksanakan budaya keselamatan (safety culture) dalam setiap operasional penerbangan. Lion Air juga akan meminimalisir dampak dari keputusan ini agar operasional penerbangan dapat berjalan dengan baik dan tidak terganggu.

Pansus II DPRD NTB Gelar Rapat Pembahasan Draf Raperda Pengelolaan Hutan

0

HarianNusa.Com – Panitia Khusus (Pansus) II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rapat terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Hutan, di Ruang Rapat Pleno Kantor DPRD Provinsi NTB, Senin (11/3/19).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pansus II DPRD NTB, H. Johan Rosihan, ST dan dihadiri anggota Pansus II, Tenaga Ahli Kehutanan Dinas kehutanan NTB, Biro Hukum Setda Provinsi NTB.

“Perda Pengelolaan Hutan ini memiliki 3 (tiga) keunggulan secara materi dan substansi untuk menjawab persoalan hutan kita hari ini,” ungkap Johan Rosihan dikonfirmasi terpisah.

Ketua Fraksi PKS DPRD NTB yang sekaligus Ketua Komisi III itu secara detail menyebutkan 3 keunggulan Perda Pengelolaan Hutan yang dimaksud, yakni:
1. Memperkuat pola koordunasi terhadap pemerintah pusat dan kab/kota dengan provinsi.
2. Memperkuat dan mempertegas peran masyarakat baik dalam pengelolaan maupun dalam pemanfaatan.
3. Adanya afirmasi anggaran untuk penerapan perda ini sebesar 2%.

Hasil rapat Pansus II tersebut akan disampaikan pada Rapat Paripurna DPRD NTB yang rencananya akan digelar esok. (f3)

Colour Run Meriahkan Hari Jadi Lombok Barat

0

HarianNusa.Com – Sekitar 10 ribu masyarakat dari segala lapisan memenuhi Jalan Raya Senggigi. Bertabur serbuk warna-warni mulai dari ujung kepala hingga pakaian para peserta yang didominasi kaum millennial ini tampak semangat mengikuti kegiatan Lombok Barat Colour Run 2019.

Kegiatan Lombok Barat Colour Run 2019 ini digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lombok Barat dalam rangka memeriahkan HUT Lombok Barat ke-61 sekaligus untuk mengkampanyekan hidup sehat dan gemar berolahraga.

Di samping itu ada pesan yang ingin disampaikan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui kegiatan ini, yakni Lombok telah bangkit dan siap menerima kembali kunjungan wisatawan.

“Tentunya kita juga kembali memberikan sinyal kepada dunia luar, dengan pelaksanaan Colour Run ini membuktikan Lombok Barat sangat siap untuk menyambut para wisatawan dan ini dibuktikan juga dengan ikutnya para wisatawan mancanegara yang ikut dalam kegiatan ini,” jelas Bupati H. Fauzan Khalid, Minggu (3/10).

Bupati berharap kegiatan ini menjadi isyarat dan tanda bahwa Lombok Barat terus bersemangat, terus memiliki cita-cita, dan terus memiliki kesungguhan untuk bersama-sama menyatukan langkah dan gerak untuk membangun daerah kita tercinta ini.

“Saya mengapresiasi para pelaku pariwisata, khususnya rekan-rekan Hotel Montana, terima kasih atas semuannya dan ini sebagai bukti bahwa kita sudah siap untuk menerima kedatangan para tamu dan wisatawan ke Lombok Barat,” ungkap Fauzan.

Menanggapi masih minimnya kunjungan wisatawan saat ini, bupati menjelaskan beberapa penyebabnya, salah satunya harga tiket saat ini.

“Saya mendapatkan laporan dari beberapa GM hotel saat ini kunjungan memang masih dibawah 30% tingkat okupansinya. Banyak sebab, di samping akibat bencana gempa walaupun kita sudah pulih, ada juga sebab tingginya harga tiket. Makanya kita juga meminta kepada seluruh maskapai untuk bisa merasionalisasi harga tiket, dan kita juga memohon bantuan pemerintah pusat untuk melakukan semacam intervensi. Bagaimanapun cara kita melakukan promosi atau semacamnya tapi kalau harga tiket masih seperti ini tentu tidak akan bisa maksimal,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, bupati menilai kegiatan ini cukup berhasil. Buktinya, bukan hanya warga lokal saja, namun banyak turis baik yang menetap di Lombok maupun yang berlibur ikut meramaikan kegiatan ini. Ke depannya bupati akan menjadikan kegiatan Colour Run ini menjadi agenda regular setiap tahunnya. Bupati memastikan akan ada kejutan dan kreasi yang berbeda pada gelaran Colour Run selanjutnya.

Tanggapan positif juga disampaikan salah seorang peserta asal Australia. Wanita yang sudah enam bulan berada di Lombok dalam rangka misi sosial membantu korban gempa ini mengaku senang dengan kegiatan yang digelar Pemkab Lombok Barat ini.

“I’m so happy to being here (saya sangat senang berada di sini),” ucap peserta Angela asal Australia.

Lari yang diikuti sekitar 10 ribu orang ini mengambil garis start dari muka Hotel Montana menuju Hotel Puri Saron dan kembali lagi menuju Hotel Montana untuk finish. Di awal start, saling lempar tepung warna-warni sudah mulai dilakukan. Semua peserta seakan lupa diri dan larut dalam keceriaan berlari dengan baluran warni warni pada kaos mereka. Di tengah ribuan peserta dari lokal, nampak juga para ekspatriat (orang asing, red) yang sedang berlibur bersama keluarga. Jumlah mereka mencapai puluhan yang tidak ingin ketinggalan ikut gembira berlari bersama masyarakat yang telah bejibun sejak pukul 05.00 pagi. Mereka tidak hanya larut dengan warna warni, namun diiring dengan dentuman petasan yang menggelegar sesaat setelah start dimulai.

Setelah mencapai finish peserta Colour Run kembali disambut lagi dengan lemparan tepung warna-warni yang diiringi musik menghentak sebagai hiburan pamungkas. Suara musik mampu menghipnotis para peserta meski dalam keadaan lelah. Selain musik dan warna-warni, Colour Run kali ini juga menyediakan doorprize bagi para peserta mulai dari voucher menginap gratis, Sepeda, Sepeda Motor, TV, Mesin Cuci, Kompor Gas serta hadiah menarik lainnya. (f3)

Melalui Facebook, Gubernur NTB Sindir Bupati Soal Sampah

HarianNusa.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimasyah terusik dengan sampah yang berserakan di pinggir jalan Kebayan, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.

Gubernur yang melewati jalan tersebut terpaksa turun dari mobilnya dan menyempatkan diri berswafoto di tengah sampah di jalan lintas Sumbawa – Bima itu.

Dia kemudian mengunggah foto dirinya pada akun Facebook dan menyindir Bupati Sumbawa Husni Djibril dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB.

“Di Jalan Lintas Kebayan pemandangan begitu indah. Sayang sering terganggu dengan sampah yang dibiarkan tak terurus di pinggir jalan. Mohon perhatian pak Bupati Sumbawa dan Kadis LH Provinsi,” tulisnya, Minggu, 10 Maret 2019.

Gubernur NTB yang aktif di media sosial atau medsos itu, melihat pemandangan yang indah di sepanjang jalan lintas Sumbawa – Bima sangat diganggu dengan keberadaan sampah yang berserakan di jalan. Apalagi NTB adalah destinasi wisata yang tengah giatnya sukseskan program Zero Waste (tanpa sampah), sehingga sampah menjadi prioritas utama untuk ditangani. (sat)

Ombudsman RI: Disdukcapil Lombok Barat Zona Kuning

0

HarianNusa.Com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lombok Barat masuk dalam kategori kuning atau sedang dalam penilaian Pelayanan Publik oleh Ombudsman Republik Indonesia yang dirilisnya akhir tahun lalu.

Penilaian tersebut menyasar lebih dari 190 Kabupaten/ Kota se-Indonesia di mana Kabupaten Lombok Barat dinilai buruk se Nusa Tenggara Barat dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Hal itu tergambar dalam point yang hanya mencapai 44,68 atau masuk dalam zona merah dan berada di ranking 162 dari seluruh daerah yang disurvey. Namun walau secara keseluruhan berada di zona merah, Dinas Dukcapil Lombok Barat sendiri sesungguhnya berada di zona sedang atau kuning.

Dari 5 point yang dinilai, yaitu pelayanan untuk akta kelahiran, kematian, perkawinan, Kartu Tanda Penduduk, dan Kartu Keluarga, dinas ini rata-rata memperoleh point nilai 57 dan 61. Artinya berada di Zona Kuning.

“Tapi karena dalam tabulasi kita harus gabungkan dengan seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah, red), maka nilai komulatifnya yang kelihatan,” terang Rasyid Ridho dari Ombudsman Perwakilan Nusa Tenggara Barat saat mengisi materi pada Pelatihan dan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Aparatur Dinas Dukcapil Lombok Barat di Ballroom Hotel Jayakarta, Sabtu (9/3).

Untuk Dinas Dukcapil Lombok Barat, aku Ridho, setidaknya ada beberapa point yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Harus memiliki maklumat yang memuat dua hal, yaitu komitmen untuk memberikan pelayanan dan kesiapan untuk mendapat sangsi bila tidak memberikan pelayanan optimal,” terang Ridho.

Biarpun sederhana, dalam penilaian Ombudsman, maklumat tersebut memiliki point cukup besar, yaitu 12 point. Selain itu, tambah Ridho, Dinas Dukcapil Lombok Barat juga harus menyediakan ruangan untuk layanan khusus bagi warga yang berkebutuhan khusus, bisa berbentuk ruangan laktasi (menyusui, red, satu meja atau bangku yang diperuntukkan khusus buat lansia (lanjut usia, red) dan penyandang disabilitas .

“Dinas juga harus menyiapkan pelayanan khusus, tidak mesti pegawai yang hanya melayani khusus ke mereka, tapi bisa berperan ganda,” terang Ridho.

Ombudsman juga memberi perhatian khusus kepada pengelolaan pengaduan.

“Untuk hal itu, yang dinilai adalah sarana dan petugas, prosedur dan mekanisme pengaduan, jangka waktu responsnya, dan penilaian kinerja dengan indeks kepuasan masyarakat,” pungkas Ridho.

Ridho pun mengingatkan agar Dinas Dukcapil tetap memperhatikan seluruh informasi yang layak disebarkan sambil tetap mengedepankan partisipasi masyarakat. Penyebaran informasi itu, menurut Anggota Ombudsman NTB itu bisa berbentuk brosur atau website.

“Yang penting masyarakat tahu informasi, baik itu mengenai syarat dan alur, dari desk mana ke desk mana, waktu, dan tarif. Kalau gratis, diumumkan gratis,” pinta Ridho.

Menyambut penilaian itu, Kepala Sub Bagian Program Dinas Dukcapil, H. Taufikurrahman mengaku pelayanan pengaduan tersebut sesungguhnya sudah tersedia.

“Tapi belum di-SK-kan sesuai permintaan Ombudsman,” terang Taufik sambil memastikan bahwa maklumat pelayanan yang berpoint besar pun sudah tersedia dan sudah dipampang saat pemeriksaan Ombudsman yang pertama tahun lalu. (f3)

Disdukcapil Lobar Cetak 19.500 E-KTP di Jakarta

0

HarianNusa.Com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lombok Barat melakukan pencetakan E-KTP ke Ditjend Dukcapil Kementerian Dalam Negeri di Jakarta. Ini dilakukan sebagai upaya mempercepat pelayanan Kartu Tanda Penduduk Elektronik, khususnya bagi warga yang telah lama melakukan perekaman.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Dukcapil, Fathurrahman saat ditemui di sela-sela acara Pelatihan dan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Aparatur di Ballroom Hotel Jayakarta Senggigi, Sabtu (9/3/19).

Sebanyak 19.500 keping E-KTP langsung dicetak pihaknya di Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri. Jumlah tersebut, lanjut Fathurrahman, termasuk untuk warga yang terpaksa menggunakan Surat Keterangan yang terbit sejak tahun 2017.

“Itu semua adalah hasil perekaman yang dilakukan sebelum tanggal 28 Februari 2019 dan dengan status PRR (print ready record, red),” terang Mantan Kepala Bidang di Bappeda itu.

Fathurrahman mengatakan bahwa pencetakan KTP di Jakarta adalah sesuai hasil kesepakatan di Rapat Koordinasi Nasional di Makasar awal Februari lalu.

“PR di semua daerah harus dalam kondisi nol menyongsong Pemilu 2019 sampai bulan Maret,” tutur Farhurrahman mengutarakan alasan pencetakan itu.

Ia memastikan dengan pencetakan di Kemendagri itu, pihaknya telah menuntaskan 100 persen pencetakan KTP Elektronik dari seluruh hasil perekaman. Dan terus menyelesaikan beban 8% persen wajib KTP yg tersisa.

Hingga saat ini, jumlah penduduk wajib KTP adalah sebanyak 522.475 Jiwa.
“Tinggal kurang lebih 51.966 jiwa yang belum melakukan perekaman,” papar Fathurahman.

Saat ini, total keseluruhan warga yang telah rekam identitas telah memiliki KTP Elektronik.

“19.500 keping itu segera akan kita distribusikan ke pemiliknya melalui kecamatan dan desa,” ujar Fathurrahman.

Sedangkan untuk sisa warga yang masih belum melakukan perekaman, pihaknya sedang menggerakkan perekaman dengan langsung turun ke desa-desa. Diakuinya, untuk tahun ini saja, setidaknya 61 desa yang tersebar di seluruh Kabupaten Lombok Barat akan menjadi sasaran pelayanan keliling.

“Untuk pelayanan ini, kita tidak bisa memberikan secara langsung KTP yang sudah cetak, karena sangat bergantung pada signal, alat, suhu kerja alat cetak dan waktu,” kelit Fathurrahman.

Selain itu, terang Fathurrahman, untuk desa-desa tertentu dan untuk kebutuhan pembuatan akta kelahiran massal, Dinas Dukcapil bekerja sama dengan NGO/organisasi LPA Mataram yang menyasar khusus 9 Desa di dua Kecamatan, yaitu Batulayar dan Gunungsari. Dukcapil juga menjalin PKS dgn Yayasan Tunas Alam indonesia (SANTAI) juga membuka pelayanan adminduk sebagai dasar Istbath nikah untuk 79 pasang. (f3)