Beranda blog Halaman 226

Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 NTB Diawali Bhakti Sosial.

0

HarianNusa.Com – Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M.Sc bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Barat Hj. Khairatun Fauzan Khalid melakukan bhakti sosial di PAUD Tunas Unggul Desa Batu Kumbung dalam Rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 47 (19/03).

Memperingati hari ulang tahun yang ke 47, PKK akan banyak melakukan berbagai kegiatan salah satunya Bhakti Sosial. Dalam kegiatan bhakti sosial ini TP PKK Provinsi bekerja sama dengan BPOM Provinsi untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat.

Desa Batu Kumbung merupakan salah satu desa yang PAUD nya di kelola oleh Tim PKK Provinsi guna meningkatkan PAUD yang berkualitas, agar anak-anak usia dini mendapatkan pendidikan yang baik.

“Anak dari umur 0-5 tahun adalah masa-masa untuk berkembang dengan sangat baik, sehingga peran PAUD sangat penting,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Hj. Niken menyampaikan hal penting yang menjadi perhatian dari Pemerintah Provinsi yaitu soal pengelolaan sampah. Sampah bukan sesuatu yang dibuang tetapi sesuatu yang dapat digunakan dan bermanfaat.

“Mudah-mudahan nanti PKK di Desa Batu Kumbung bisa mengajari ibu-ibu cara memanfaatkan sampah, sehingga memiliki penghasilan tambahan,” ungkapnya.

Diakhir sambutannya, Hj. Niken berpesan kepada masyarakat agar tetap semangat untuk terus belajar dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

“Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini,” tutupnya.

Bersamaan dengan itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Barat Hj. Khairatun Fauzan Khalid menjelaskan kepada masyarakat kedatangan TP-PKK Provinsi NTB ini untuk berbagi kepada masyarakat desa Batu Kumbung.

“Kita sangat berterimakasih atas kehadiran beliau, mudah-mudahan apa yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya. (f3)

Taufiq Ingatkan Netralitas ASN Lobar

0

HarianNusa.Com – Sekertaris Daerah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) H. Moh. Taufiq mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Lobar agar menjaga netralitas dan mentaati aturan yang berlaku menjelang pesta demokrasi Pemilihan Umum 2019. Hal tersebut dikatakan Taufiq saat menyampaikan sambutan pada Apel HUT Pemadam Kebakaran yang ke-100, Satuan Polisi Pamong Praja ke-69 dan Satuan Perlindungan Masyarakat ke-57, di Lapangan Bupati Lobar, Senin (18/3).

Memasuki agenda nasional tersebut seluruh aparatur pemerintahan dan komponen lainnya, kata Taufiq, memiliki kewajiban dalam menyukseskan pelaksaan pemilihan preseiden dan legislatif mendatang. Untuk itu dipastikan semua pihak dapat mematuhi aturan dan berpolitik secara elegan, sehingga proses demokrasi bisa melahirkan pemimpin bangsa yang berkiblat kepada kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

“Saya ingatkan, bahwa seluruh ASN di Lobar harus menjaga netralitas dalam proses pemilihan umum. Netralitas ASN akan turut mempengaruhi berjalannya seluruh proses demokrasi sesuai dengan ketentuan,” tegas Taufiq.

Pada kesempatan yang sama, Taufiq juga mengingatkan Pemadam kebakaran, Sat Pol-PP dan Sat Linmas untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pelaksanaan pemilu April mendatang.

“Institusi itu harus berperan aktif dalam proses pembangunan, melindungi hasil pembangunan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Termasuk terlibat aktif dalam menyukseskan agenda nasional, tujuan akhir semua itu adalah peningkatan kesejahteran masyarakat,” tambah Taufiq. (f3)

Sekda Lombok Barat, H. Moh. Taufiq. (istimewa)
Sekda Lombok Barat, H. Moh. Taufiq. (istimewa)

Hidup Berkah Tanpa Riba Bersama Bank NTB Syariah

0

HarianNusa.Com – Sejak September 2018 Bank NTB tidak lagi sebagai bank konvensional, melainkan berkonversi menganut sistem bank syariah. Sesuai fatwa para ulama sedunia, sejak tahun 1994 disepakati bahwa bunga bank merupakan salah satu yang diharamkan. Untuk itu, bank konvensional selanjutnya disebut sebagai bank Ribawi. Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Raharjo pada acara Sharia Lifestyle atau Hidup Berkah Tanpa Riba di Aula Utama kantor Bupati Lombok Barat di Giri Menang Gerung, Senin (18/3/19).

Menurut Kukuh, pasti ada pertanyaan, apa bedanya bank konvensional dengan bank syariah. Dijelaskan, secara transaksi kedua bank ini jelas sekali bedanya. Namun masyarakat melihat, perbankan syariah secara tipikal hanya mengganti istilah. Perbankan syariah secara produk dinilai sama dengan bank konvensional.

“Secara transaksi antara bank konvensional dengan bank syariah sama dengan bank syariah, karena orang-orang yang bekerja di bank syariah mereka berasal dari bank konvensional,” jelas Kukuh.

Namun Kukuh menilai, bank konvensional saat ini, lebih berkembang dibanding bank syariah. Bank syariah kalah jauh dari segi tekhnologi dan sebagainya. Namun ditambahkan, kaidah kedua bank ini yang membedakan adalah soal transaksi akadnya. Dalam bank syariah, fungsinya bukan sebagai kreditur, melainkan sebagai mitra bagi nasabahnya.

“Produk di bank syariah sifatnya bermitra dengan para nasabah,” tambah Kukuh.

Di tempat yang sama, Sekda Lombok Barat, H. Moh. Taufiq berpesan, sesuai tema dari pertemuan itu yakni, hidup berkah tanpa riba, berarti bahwa semua yang hadir di tempat itu ditekankan tidak saja berpikir dunia tetapi juga berpikir akhirat. Karena kata Taufiq, hidup di dunia hanya sementara yang kekal itu hidup di akhirat.

Taufiq menyebut, bank daerah syariah di Indonesia hanya ada di NTB dan Aceh. Tiga belas di antaranya merupakan cabang syariah. Maka lanjut Taufiq, nasabah yang betul-betul muslim pun belum mengetahui makna dari syariah itu ada.

“Untuk mengetahuinya, mohon diikuti sampai selesai, sehingga rizki yang kita dapatkan itu berkah atau tidak,” pesannya.

Pada sesi lainnya, Ketua MUI Lombok Barat, TGH. Abdullah Mustafa menjelaskan, hijrahnya bank NTB yang semula sebagai bank konvensional menjadi bank syariah merupakan langkah besar dalam rangka mengembalikan nasabah yang bertahuhid dan bermuamalat.

“Dalam sehari-hari bank NTB seolah-olah mengajak kita untuk meninggalkan riba dan kembali pada transaksi yang diridhoi Allah SWT,” tegasnya,

Menurut Mustafa, bukan hanya Islam yang mengharamkan riba, agama lainpun sama.

Hal ini, ditegaskan pula dalam tausiah yang disampaikan oleh Ketua Dewan penasehat Bank Syariah, TGH.Rubai.

“Islam tidak sekedar mewajibkan ibadah mufqoh atau ibadah praktis, melainkan ada ibadah lain yang menganut aqidah syariah wal muammalah,” kata TGH Rubai.

Selain Sekda Lobar H. Moh. Taufiq, Ketua MUI Lobar TGH. Abdullah Mustafa, Dirut Bank NTB Cabang Gerung Lalu Purnawan, Ketua Dewan Pengawas Bank NTB Syariah TGH. Rubai, sejumlah pimpinan dan bendahara acara juga turut dihadiri, OPD,
camat dan kepala desa lingkup Pemkab Lobar. (f3)

Acara Sharia Lifestyle atau Hidup Berkah Tanpa Riba di Aula Utama kantor Bupati Lombok Barat. (istimewa)
Acara Sharia Lifestyle atau Hidup Berkah Tanpa Riba di Aula Utama kantor Bupati Lombok Barat. (istimewa)

Diduga Terlibat Edarkan Narkoba, Oknum Polisi di Lombok Dituntut 13 Tahun

HarianNusa.com – Seorang oknum polisi di Lombok, Nusa Tenggara Barat dituntut 13 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum. Pelaku diduga terlibat dalam peredaran 8 kilogram ganja.

Oknum polisi bernama Brigadir Khairil Basri dituntut jaksa lantaran memerintahkan seorang kurir untuk mengambil ganja di salah satu jasa pengiriman barang di Kota Mataram pada awal September 2018.

Penangkapan Brigadir Khairil bermula dari tertangkapnya kurir berinisial MS saat hendak mengambil paket ganja yang dikirim dari Sumatera. Polisi kemudian mengembangkan kasus tersebut dan menangkap Brigadir Khairil.

Jaksa penuntut, Baiq Nurul Hidayati, menuntut 13 tahun penjara karena hal yang memberatkan terdakwa lantaran berprofesi sebagai polisi, yang seharusnya mencegah peredaran narkoba, namun justru terlibat menjadi pengedar.

“… memutuskan terdakwa Khairil Basri terbukti memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I. Menjatuhkan pidana penjara selama 13 tahun dikurangi selama terdakwa dipenjara,” ujar jaksa membacakan tuntutan, Senin, 18 Maret 2019.

Pengacara terdakwa, Heru Mahnun Siddiq, mengatakan tuntutan jaksa sangat tidak mempertimbangkan unsur pasal yang didakwakan maupun dituntut pada terdakwa.

“Unsur pasal tidak terpenuhi. Klien kami tidak terbukti menyimpan, memiliki dan menguasai sesuai dengan pasal 111 dan 112 undang-undang narkotika,” tandasnya.

Heru mengatakan telah berusaha menghadirkan saksi yang meringankan terdakwa. Saksi tersebut berada di lembaga pemasyarakatan atau Lapas Mataram. Namun, pihak Lapas tidak mengizinkan tim kuasa hukum menggunakan saksi dari Lapas.

“Kita memiliki saksi yang mengetahui persis barang (ganja) tersebut. Tetapi ketika kita mau mengajukan saksi yang ada di Lapas, pihak Lapas tidak memberikan, malah melempar kewenangan ke jaksa penuntut,” ungkapnya. (sat)

Ratusan Massa Gedor Pengadilan Negeri Mataram

HarianNusa.com – Ratusan massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat untuk Keadilan (AMUK) NTB, berunjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Mataram, Senin, 18 Maret 2019.

Massa mendesak hakim untuk memberikan putusan hukum yang seadil-adilnya bagi pihak yang berperkara.

Massa mensinyalir ada hakim yang menjalani komunikasi dengan pihak yang berperkara. Kendati demikian, massa tidak mengungkap siapa hakim yang dimaksud.

Koordinator Aksi, Ruslan, mengindikasi pengadilan telah menyalahi aturan hukum yang ada.

“Pengadilan di Nusa Tenggara Barat khususnya Pengadilan Negeri Mataram selama ini diindikasikan banyak menyalahi aturan dalam memutuskan suatu perkara,” ungkapnya.

Dia meminta agar hakim bersifat netral dan profesional dalam menjalani tugas sebagai tangan Tuhan ini.

“Kita ingin pengadilan dan para hakim yang menegakkan hukum bekerja secara profesional, dan harus memutuskan suatu perkara sesuai dengan fakta persidangan. Jangan sampai memutuskan perkara karena ada bisikian dari balik layar,” cetusnya.

Seorang orator, Lalu Nurasaid, meminta hakim tidak membedakan latar belakang para pihak yang berperkara dalam memutuskan perkara.

“Jangan sampai masyarakat hilang kepercayaan kepada penegak hukum khususnya peradilan,” paparnya.

Orator lain, Abdul Qadir Jailani meminta para penegak hukum di Pengadilan Negeri Mataram untuk memecat dan memberikan sanksi tegas pada setiap hakim yang kedapatan bermain perkara.

Aksi massa tersebut diakhiri dengan melempari pengadilan dengan telur busuk. Langkah tersebut sebagai protes sikap hakim yang dituding bermain perkara.

Massa yang diiringi Gendang Beleq ini kemudian melanjutkan aksi mereka di Pengadilan Tinggi Mataram. Massa juga secara resmi melaporkan oknum hakim yang dituding bermain perkara. (sat)

DPRD NTB Kecam Aksi Teror di New Zealand dan Apresiasi Respon Cepat Gubernur Terhadap Korban Gempa

0

HarianNusa.Com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB) mengecam keras aksi teror terhadap umat muslim yang sedang menunaikan ibadah sholat Jumat di dua macam di Selandia Baru.

“Dewan Provinsi NTB mengecam keras aksi pembunuhan tersebut,” ungkap Abdul Hadi, Wakil Ketua DPRD NTB dari Fraksi PKS itu saat memimpin Rapat Paripurna DPRD NTB didampingi Wakil Ketua Lalu Wirajaya, di Ruang Rapat DPRD NTB di Mataram, Senin (18/3/19).

Dikatakannya aksi penembakan yang menewaskan 49 muslim sipil tersebut sangat biadab dan diluar batas-batas kemanusiaan.

“Sekali lagi atas nama Dewan Nusa Tenggara Barat, kami mengutuk keras atas tindakan terorisme tersebut,” ungkapnya.

Ia mendoakan para korban teror tersebut semoga arwah mereka diterima disisi Allah SWT dan diberikan tempat terbaik di akhirat kelak.

“Dan kita doakan agar para arwah yang ditembak saat melakukan ibadah solat Jumat tersebut menjadi golongan suhada yang akan mendapatkan tempat di sisi Allah SWT,” ungkapnya.

Selain itu atas nama Dewan, Abdul Hadi juga menyampaikan duka dan keprihatinan atas musibah gempa 5.8 dan 5,2 SR yang kembali mengguncang Lombok Minggu kemarin.

“Duka masyarakat Lombok karena musibah gempa yang lalu belum sembuh kini lagi diguncang dengan gempa yang baru,” ungkapnya.

Untuk itu, menurutnya perlu Langkah-langkah yang cepat dan antisipatif dalam penanganannya untuk menghilangkan rasa trauma di tengah masyarakat, khususnya pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang terdampak bencana agar segera mengambil tindakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus cepat berada di tengah-tengah masyarakat yang terdampak.

“Kami pimpinan dan anggota DPRD NTB mengapresiasi langkah-langkah bapak Gubernur Nusa Tenggara Barat yang dengan cepat hadir di tengah-tengah masyarakat berdampak gempa,” ucapnya disambut aplus dari peserta rapat Paripurna yang hadir.

Rapat Paripurna DPRD NTB ke 1 DPRD NTB tahun 2019 itu digelar dengan agenda:
a.Pembukaan Rapat Paripurna
b.Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban(Lkpj) Gubernur NTB akhir tahun anggaran 2018. (f3)

Berbahasa Inggris Fasih, Gubernur NTB Sampaikan Belasungkawa

0

HarianNusa.Com – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimasyah mengutuk keras aksi brutal penyerangan teroris terhadap umat Islam yang sedang menunaikan ibadah sholat Jumat di dua masjid di Selandia Baru pada Jumat (15/3/19) kemarin.

“Masyarakat Nusa Tenggara Barat, mengutuk serangan teroris terhadap warga sipil yang tidak bersalah. Tidak ada pembenaran untuk penggunaan kekerasan terhadap mereka yang tidak bersalah, apalagi di tempat yang damai dan tenang,” tegas Gubernur di Mataram.

Gubernur menyampaikan duka yang mendalam dan berbelasungkawa terhadap para korban yang meninggal atas tragedi tidak berprikemanusiaan itu.

“Hati kami tertuju kepada para korban dan keluarga mereka. Semoga Tuhan memberi mereka kedamaian. Kami turut berduka bersama Warga Christchurch dan Selandia Baru,” ungkap Gubernur.

Dikatakan Gubernur bahwa umat manusia berada dalam bahaya kehancuran diri ketika kebencian dibiarkan menang.

“Kami percaya, Pemerintah Selandia Baru akan memastikan keadilan ditegakan. Tetapi kita tidak dapat melupakan bahwa kita perlu, bahkan lebih, untuk berjuang dalam toleransi, saling memahami dan memaafkan,” tandasnya.

Aksi penembakan tersebut dikabarkan menewaskan 49 warga sipil yang sedang menunaikan sholat Jumat di dua masjid di kota Christchurch Selandia Baru, 2 diantarnya Warga Negara Indonesia (WNI). (f3)

 

MRI-ACT dan FSLDK Aksi Solidaritas Untuk Muslim New Zealand

HarianNusa.com – Puluhan pemuda dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) ACT NTB dan Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Nusa Tenggara, berkumpul di simpang Bank Indonesia Perwakilan NTB malam ini, (16/3). Mereka berkumpul untuk melakukan Aksi Solidaritas dan mengecam aksi teroris di New Zealand Jumat lalu.

Selain melakukan orasi dan pembacaan puisi, gabungan dari anggota MRI ACT NTB dan FSLDK Nusra melaksanakan shalat Ghaib untuk saudara sesama muslim yang menjadi korban penembakan biadab di Masjid Al Noor dan Linwood, Cristchurch – New Zealand.

Dalam orasinya, Wawan Setiawan selaku kordinator Acara mengutuk dan mengecam aksi penembakan brutal yg dilakukan terhadap jamaah shalat Jumat di Masjid Al Noor Cristchurch New Zealand. Wawan juga menegaskan bahwa aksi terorisme tidak mengenal agama apapun. Wawan mengajak semua pihak untuk turut berbelasungkawa dan mengirimkan doa kepada korban serta mendukung agar pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya.

Samawi Berikan Bimtek Kepada Ribuan Relawan di NTB

0

HarianNusa.Com – Solidaritas Ulama Muda Jokowi Nusa Tenggara Barat menggelar Bimbingan Teknis Koordinator Kelurahan/Desa bertempat di Vaganza Hotel, Mataram Sabtu-Senin (16-18/3/19).

Korwil Nusa Tenggara Barat terdiri dari 55 koordinator daerah dari semua kabupaten/kota di NTB yang terbagi menjadi 3 zona. Zona 1 ( Mataram, Lombok Barat, KLU), Zona 2 (Lombok Tengah dan Lombok Timur), dan Zona 3 (Pulau Sumbawa).

Dari keseluruhan relawan (Zona 1, 2, dan 3) yang akan diberikan bimbingan teknis itu berjumlah 1.500 relawan.

“Sehingga pada hari ini bimtek kita mulai dari Zona 1, dan seterusnya zona 2 dan 3 sampai 3 hari kedepannyan,” Korwil Samawi NTB, TGH. L. Abusulhi Khairi kepada wartawan di sela-sela acara bimtek.

Bimtek ini, lanjutnya, bertujuan untuk mendorong dan memperjuangkan kemenangan bagi Jokowi-Makruf pada Pilpres 2019 nanti.

Para relawan, jelasnya, nantinya secara door to door akan menyampaikan fakta-fakta terkait apa yang telah dilakukan oleh Jokowi selama ini.

“Mereka nantinya akan mensosialisasikan pembangunan yang telah dilakukan Jokowi di NTB ini,” ungkapnya.

Sementara di tempat yang sama, Koordinator Nasional Samawi, Aminudin Makruf menambahkan para relawan yang telah diberikan bimtek ini nantinya akan bekerja dan satu relawan akan bertanggungjawab terhadap 300 orang atau 300 kepala keluarga.

“Yang dikonversi menjadi hak pilih kira-kira 1,3 juta hak pilih di NTB yang akan tersentuh oleh tim relawan Samawi di NTB yang akan bergerak dari rumah ke rumah,” tambahnya.

Samawi secara nasional menargetkan 65 % suara untuk kemenangan pasangan Jokowi-Makruf Pilpres 2019 mendatang. (f3)

Hari Ini, Banjir Terjang Bima dan Dompu

HarianNusa.com – Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat, Sabtu, 16 Maret 2019. Beberapa sungai meluap dan menyebabkan banjir di Kota Bima.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, Masrin, mengatakan terjadi peningkatan debit air di Sungai Lampe 150 cm, Sungai Dodu 80 cm, Sungai Jatibaru 120 cm dan Sungai Nungga satu meter.

“Beberapa rumah di Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima terendam banjir akibat luapan sungai,” ujarnya.

Luapan banjir juga terjadi di Mako Brimob Sambina’e akibat material yang menyumbat saluran air. Kondisi ini membuat akses jalan terputus digenangi banjir.

Banjir juga membuat rusak jembatan penghubung Desa Kore dan Desa Boro. Jembatan tersebut rusak akibat luapan air yang sangat deras saat hujan.

Di Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu banjir menerjang perumahan warga. Banjir naik hingga ke badan jalan dan memutuskan akses jalan. Beberapa rumah panggung di dekat sungai terkena imbas banjir tersebut. Warga berupaya mengevakuasi diri takut rumah mereka terseret arus. (sat)