Beranda blog Halaman 237

PA 212 Berikan Dukungan Penuh untuk PKS dan Prabowo-Sandi

HarianNusa.com, Jakarta (14/02) — Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Slamet Ma’rif tegaskan siap mengawal dan mendukung penuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai Islam. Hal ini disampaikan oleh Slamet Ma’arif selepas pertemuan antara PA 212, GNPF Ulama dan pimpinan PKS, Kamis (14/02/2019) di Kantor DPP PKS.

“Dengan kawan-kawan PKS InsyaAllah berkomitmen bersama untuk membangun perjuangan Islam dengan membesarkan partai Islam. Kita akan memberikan dukungan penuh untuk Partai Keadilan Sejahtera,” tegas Slamet.

Sebagai bentuk kesungguhan PA 212 dalam mendukung partai dakwah ini, ia menyatakan siapa bersinergi dengan organisasi masyakat lainnya untuk mememangkan dan menguatkan PKS di Parlemen.

“InsyaAllah GNPF Ulama dan PA 212 akan bersinergi untuk bagaimana kita bisa berjuang bersama-sama demi Islam. Salah satunya adalah dengan memperbesar partai Islam agar nanti di Parlemen bisa kuat,” katanya.

Sebagai penutup, Slamet Ma’arif juga berharap semua pihak dapat bersinergi tidak saja memenangkan PKS namun juga mendukung calon Presiden dan Wakil Presiden yang merupakan rekomendasi Ijtima Ulama, Prabowo-Sandi.

“Tentunya kita juga akan mengawal memenangkan Presiden pilihan kita semua. Kita berharap eksekutif dan legislatif harus kuat, insyaAllah kita akan dukung PKS,” tutupnya.

Dari 2.150 Usaha Kuliner di NTB, Baru 40 Persen Memiliki Serifikat Halal

HarianNusa.Com – Menurut Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Komestik (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTB mulai dari restoran hotel, restoran non hotel, rumah makan, katering, UMKM, dan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) harus memiliki sertifikat halal.

Menurut data LPPOM MUI NTB mulai tahun 2012 hingga 2018 sebanyak 2.150 usaha kuliner dengan rincian restoran hotel sebanyak 60 unit, restoran non hotel dan rumah makan 256 unit, katering 320 unit, UMKM kuliner 1.296 unit dan AMDK 18 unit.
Dari jumlah tersebut baru 40 persen yang memiliki sertifikat halal sisanya masih ada 60 persen menjadi tugas LPPOM.

“Karena ini menyangkut makanan dan minuman yang dikonsumsi, untuk itu kami meminta agar para pengusaha yang belum memiliki sertifikat halal segera mengurus di LPPOM,” ungkap Direktur LPPOM MUI NTB, Siti Rauhun kepada Hariannusa.Com pekan lalu.

Mengingat masih ada 60 persen yang belum memiliki sertifikat halal, Rauhun mengatakan pihaknya akan terus bekerja keras dan bekerjasama dengan instansi terkait seperti dinas perdagangan dan perindustrian, dinas pariwisata dan dinas Koperasi dan UMKM untuk bersama-sama gencar mengingatkan para pengusaha kuliner agar segera mendaftarkan sertifikat halal.

“Semua harus bersama-sama bergerak,” tegasnya.

Rauhun juga mengatakan, tidak hanya dengan instansi pemerintah, pihaknya juga bekerjasama dengan asosiasi seperti Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI).

“Sebab pendirian hotel atau restoran harus memiliki izin dari asosiasi tersebut,” ungkapnya.

Dikatakannya bahwa bagi pengusaha yang ingin mengurus sertifikat halal yang baru akan didampingi tim dari LPPOM. Ia juga berharap agar pengusaha yang sudah memiliki sertifikat halal untuk selalu memperpanjang sebelum mencapai batas kadaluarsa

“Karena batas waktu sertifikat halal sampai dua tahun, dan kami mempunyai database tentunya kamin tahu mana yang sudah memperpanjang dan yang belum. Kepada yang belum kami akan bersurat dan menjemput bola,” pungkasnya. (f3)

Gubernur NTB Resmikan Desa Wisata Di Lombok Tengah

HarianNusa.Com – Gubernur NusaTenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah meresmikan  Desa Wisata Bahari  Bilelando dan Bilelando Communitty Base Tourism Dusun Kelongkong Kecamatan PrayaTimur Lombok Tengah, Minggu,(17/02/2019).

Gubernur pada kesempatan itu mengatakan bahwa keberhasilan dan pariwisata sangat ditentukan oleh lingkungan yang besih dan sehat, selain didukung Sumber Daya Manusia yang maju.

“Yang terpenting  selain keindahan alam dan kebersihan lingkungan, Sumber Daya Manusia adalah hal yang utama untuk kemajuan pariwisata,” ujar Gubernur yang saat itu didampingi istri Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Gubernur menegaskan, dengan diresmikannya Desa Wisata Bahari Dusun Kelongkong ini, kedepan diharapkan Desa Bilelando akan  menjadi desa yang maju, sejahtera, bersih dan indah.

“Pemerintah Provinsi akan siap dan selalu mendukung segala kebutuhan demi kemajuan desa wisata ini dan yang paling penting, harus tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan menyiapkan toilet-toilet umum bagi para wisatawan walau sederhana dan tidak perlu mewah,” harap Gubernur.

Sedangkan terkait Sumber Daya Manusia untuk kemajuan desa wisata ini kedepan, dalam kesempatan itu gubernur meminta kepada kementerian pariwisata bahari, agar memberikan jatah bagi  pemuda-pemuda di Desa Bilelando untuk mendapatkan bea siswa program belajar keterampilan bahasa inggris dan memperdalam keilmuan di bidang wisata bahari.

Pada kesempatan yang sama, Deputi bidang SDM, Iptek dan Budaya Kementerian Koordinator Kemaritiman  RI, Bpk. Dr. Andreas  Patria, S.Pi, MSi mengagumi dan memberi penghargaan yang setinggi-tingginya  kepada masyarakt Bilelando yang memilki semangat kuat untuk maju.

“Alhamdulillah semangat masyarakat dan pemerintah yang mendukung adalah modal utama untuk kemajuan pembangunan” katanya

Ia berharap demi kemajuan desa wisata ini dibutuhkan sinergi semua pihak agar apa yang dicita-citakan bisa berjalan dengan baik. Untuk itu ia mengimbau pemerintah daerah khususnya Kabupaten Lombok Tengah, untuk menjamin kesinambungan pariwisata daerah disyaratkan menyelesaikan tata ruang terlebih dahulu agar penataan objek wisata di daerah ini menjadi lebih baik.

“Kedepan kami mengharapkan kegiatan internasional tidak hanya dilaksanakan di Bali dan daerah lainnya namun juga akan diprogramkan di objek-objek pariwisata di NTB,” ujarnya.< Dalam kesempatan itu, Bupati Lombok Tengah H.M. Suhaili F.T menambahkan dengan dilaunchingnya desa wisata ini, akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Lombok Tengah pada umumnya dan khususnya bagi masyarakat Desa Bilelando. "Paling tidak ini sebagai ikhtiar masyarakat kami dalam membagun dan meningkatkan kesejahteraan desa. Inilah salah satu ikhtiar masyarakat kami, untuk mau merubah  diri dari suatu hal yang kurang baik menjadi lebih baik," ujar Suhaili. Lebih dari itu, Suhaili berharap semoga  ini akan menjadi semangat bagi keluarga besar Bilelando, untuk terus membenahi lingkungan dan pribadi masyarakat yang lebih baik ke depan. "Saya yakin bila perhatian pemerintah terus-menerus seperti ini, insya Allah masyarakat akan mendukung lebih semangat lagi," pungkasnya. Kepala Desa Bilelando Ramayadi, A.Ma saat itu juga berkesempatan menjelaskan kondisi pantai Klongkong, yang hingga saat ini masih sangat alami. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan terumbu karang yang masih sangat bagus. Ia menambahkan, untuk lebih memperkenalkan pantai Kelongkong kedepan, akan ada tempat  menarik bagi wisatawan lokal maupun manca negara seperti wisata memancing, menyelam, kuliner, hingga pada pagelaran kesenian daerah seperti Gendang Beleq dan sebagainya. "Semoga untuk kemajuan wisata bahari Pantai Kelongkong,  setidaknya dalam waktu dekat ada bimbingan dan pelatihan bagi masyarakat  di wilayah Desa Kelongkong," harap Ramayadi kepada Pemprov dan Pemda Loteng. (f3)

Tingkatkan Keahlian, Ratusan Siswa SMKN 2 Mataram Study Tour Ke Kuta Mandalika

HarianNusa.Com – Dalam rangka meningkatkan kompetensi keahlian jurusan Usaha Perjalanan Wisata (UPW) SMKN 2 Mataram melakukan study tour ke Desa Sade, Mandalika Resort di Kuta- Lombok Tengah, Sabtu, (16/2/19).

Sekitar 102 peserta didik dari tiga Rombel yaitu Kelas XI UPW 1, 2 , dan 3 mengikuti kegiatan praktik dari pukul 08-00 wita sampai selesai sekitar pukul 16.00 Wita.

Nurul Aini, Amd. Par., S.Pd. salah seorang guru yang mendampingi siswa menjelaskan bahwa ada beberapa materi yang akan dipelajari oleh peserta didik di lapangan yaitu:
1. Praktik Guiding
2. Obyek dan Daya Tarik Wisata
3. Tour Planing.

“Para siswa peserta study tour ini nantinya juga akan mempelajari beberapa materi lain seputar perkembangan pariwisata di Lombok khususnya dan NTB pada umumnya,” jelasnya.

Kepala SMKN 2 Mataram, H. Hudri Achmad, S.Pd., MM saat melepas peserta study tour berpesan agar para siswa tetap mengikuti kegiatan sesuai dengan tugas yang diberikan.

“Jaga keselamatan dan jaga nama baik sekolah. Kalian Tour adalah kegiatan belajar di lapangan sebagai sumber belajar atau pembelajaran out door,” pesannya.

Beberapa Kompetensi yang sudah tertuang dalam kurikulum dasar masing masing tentu menjadi acuan utama dalam pelaksanaan study tour,” tambah Wakil Kepala bidang Kurikulum, Dading Qolbuadi, SST.Par yang juga ikut dalam rombongan.

Kegiatan study tour didampingi oleh 6 orang tenaga pendidik, masing masing rombel ada dua Guru pendamping, dua orang guru dari Jepang yang sedang berkegiatan di Dinas Dikbud provinsi NTB. (f3)

Polisi Investigasi Penyebab Bentrokan di Bima

HarianNusa.com – Bentrokan antara polisi dan warga pecah di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat kemarin. Massa menuntut perbaikan jalan di sejumlah tempat di Kecamatan Sape.

Aksi massa mula-mula berjalan kondusif. Namun, massa memblokir jalan yang menghubungi Pelabuhan Sape.

Kabid Humas Polda NTB, Ajun Komisaris Besar Polisi Purnama, mengatakan, awalnya polisi berhasil menyingkirkan jalan yang diblokir dengan kayu dan batu, karena saat itu massa akan melaksanakan shalat Jumat.

Usai melaksanakan sholat, massa kembali melanjutkan orasi hingga sore hari.

“Polisi dibantu TNI membubarkan massa yang memblokir jalan. Seorang yang diduga provokator diamankan,” ujar Purnama, Sabtu, 19 Februari 2019.

Pembubaran massa oleh polisi berakhir ricuh. Bentrokan pun pecah. Lima warga terluka. Korban luka masing-masing bernama Ma’ruf (35), Ma’ruf (40), Junaidin (24) dan dua anak di bawah umur bernama Herman (16) yang terkena tembakan di pinggang kanan dan Nuralisa bocah lima tahun yang mengalami luka di bagian pelipis kanan.

Tidak hanya itu, sejumlah kendaraan polisi dirusak dan dibakar massa.

Polisi hingga kini masih melakukan investigasi terkait dua korban anak di bawah umur saat bentrokan. Karena menurut kabar yang beredar, Herman tertembak peluru karet usai pulang sekolah.

“Oleh karena itu kita tunggu investigasi, bagaimana tindakan oknum masyarakat yang merusak aset Polri. Polri adalah simbol negara. Kita hormati aturan yang ada. Kita harus seimbang dalam melihat aspek. Anggota kita pun ada yang berdarah-darah,” jelasnya.

“Yang mulai (bentrokan) siapa? Kita diikat aturan mas, ada UU-nya, kita kalau salah ya diproses. Sabar saja sekali lagi kita tunggun hasil investigasi,” sambungnya. (sat)

Bentrokan di Bima, Lima Warga Terluka

HarianNusa.com – Bentrokan terjadi antara aparat kepolisian dan warga di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 15 Februari 2019.

Bentrok dipicu saat warga berdemonstrasi menuntut perbaikan sejumlah fasilitas umum di wilayah mereka. Sekitar 100 massa memblokir akses jalan menuju Pelabuhan Sape.

Hingga sore hari pukul 16.10 Wita unjuk rasa masih dilakukan. Aparat kepolisian dibantu TNI mencoba membuka akses jalan yang diblokir. Seorang massa aksi yang diduga sebagai provokator turut diamankan.

Sekitar pukul 17.00 Wita, massa kembali berorasi. Seorang massa aksi yang berorasi diamankan polisi lantaran diduga dalam orasinya mengandung provokasi. Tak terima warga diamankan polisi, kericuhan yang berujung bentrokan pecah.

Akibat bentrokan lima warga mengalami luka. Satu di antaranya adalah Nuralisa, bocah lima tahun yang mengalami luka di pelipis kanan.

Sementara dua mobil patroli polisi rusak dilempar batu. Tidak hanya itu, satu mobil Kapolsek Sape dirusak dan sebuah motor polisi dibakar.

Kabid Humas Polda NTB, Ajun Komisaris Besar Polisi Purnama, menjelaskan polisi telah mengamankan provokator bentrokan berinisial I.

“Pelaku dengan inisial I diduga sebagai provokator sudah diamankan oleh Polres Bima Kota dan sedang dalam pemeriksaan,” ujarnya di Mataram, Sabtu, 16 Februari 2019.

Dia mengatakan apa yang dilakukan polisi dengan membubarkan massa adalah tindakan yang sesuai prosedur guna melindungi kepentingan masyarakat umum dari pemblokiran jalan.

“Polri menggunakan aturan undang-undang dalam Harkamtibmas yaitu penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian. Polri melindungi kepentingan dan hak orang lain dalam penggunaan fasilitas jalan umum,” ungkapnya.

“Tindakan oknum kelompok masyarakat telah mengambil hak orang dengan blokir jalan dan itu mengganggu kepentingan umum. Tindakan merusak fasilitas negara dan melawan aparat Polri adalah melanggar hukum,” sambungnya.

Sebelumnya massa menuntut perbaikan jalan Desa Bugis lintas Desa Sangia, perbaikan jalan Desa Nae lintas Desa Sangia, membuatkan irigasi jalan yang ada di Desa Bugis Dusun Bajo Sarae dan Dusun Gusung.

Massa juga menuntut memperbaiki jalan lintas Poja Toi dan memperbaiki jalan lintas Desa Buncu Dusun Kabela. (sat)

 

 

Enam Tokoh Ini Digadang Maju Pemilihan Walikota Mataram

HarianNusa.com – Pilihan serentak kepala daerah masih jauh, namun sejumlah nama digadang akan menjadi calon Walikota Mataram.

Sedikitnya ada beberapa nama yang diprediksi akan mewarnai kontestasi pemilihan Walikota Mataram. Masing-masing yakni, mantan Ketua KPU NTB Lalu Aksar Anshori, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, mantan Anggota DPRD NTB TGH Muammar Arafat, Anggota DPD RI Dapil NTB Baiq Diyah Ratu Ganefi dan Ketua Pemuda Pancasila Kota Mataram sekaligus pengusaha, Bambang Muntoyo.

Selain nama di atas, Wakil Walikota Mataram Mohan Roliskana juga dipastikan akan maju pada pemilihan Walikota Mataram pada tahun 2020 nanti.

Aksar Ansori ketika dikonfirmasi, meski tidak memberikan jawaban pasti namun sinyal untuk maju pada Pilwakot Mataram mulai terlihat. Semenjak menjabat sebagai Sekretaris NU NTB, PKB membuka ruang bagi Aksar untuk maju pada pemilihan kepala daerah. Bahkan dalam sebuah diskusi Aksar sambil berguyon menyatakan tidak hanya PKB tetapi Nasdem juga memberikan dukungan terhadap dirinya.

“PKB dan Nasdem, mungkin Gerindra nanti mendukung,” ujarnya belum lama ini.

Sementara Kadisos Provinsi NTB, Ahsanul Khalik juga salah satu kandidat yang disebut sebut bakal maju. Mantan Camat Cakranegara ini bukanlah wajah baru di Kota Mataram. Ia mengawali karir birokratnya di daerah dengan julukan Maju dan Religius tersebut.

Sementara TGH Muammar Arafat sampai saat ini belum memberikan pernyataan resmi apakah bakal maju atau tidak. Tapi, putra dari TGH Abhar Pagutan ini kerap namanya disebut sebut bakal maju pada Pilwakot Mataram.

Beda hal nya dengan Ketua Pemuda Pancasila Bambang Muntoyo. Organisatoris yang memegang posisi ketua di beberapa oraganisasi ini, meski tidak secara terang namun ia menyiratkan berkeinginan mengadu peruntungan di Pilkada Kota Mataram. Dalam pertemuan dengan beberapa awak media ia mengatakan akan sholat meminta petunjuk sebelum memutuskan.

“Nanti saya sholat istikharah dulu saya minta petunjuk apa saya maju atau tidak,” ungkapnya.

Sedangkan Anggota DPD RI Dapil NTB Baiq Diyah Ratu Ganefi menyatakan saat ini dirinya fokus mengemban tugas sebagai senator dan berjuang untuk kembali ke Senayan. Ia menegaskan dirinya belum terpikirkan untuk pilkada Kota Mataram.

“Saya belum memikirkan untuk pilkada, saya masih aktif sebagai anggota DPD RI dan kembali mencalonkan diri. Jadi saat ini saya fokus untuk melaksanakan tugas sekaligus berikhtiar untuk dapat duduk kembali di Senayan. Jadi Pilkada Kota Mataram tidak masuk dalam agenda saya untuk saat ini,” tegasnya.

Pilkada Kota Mataram sendiri rencananya akan digelar pada tahun 2020 bila tidak ada perubahan. Tujuh kabupaten/kota di NTB akan melaksanakan pemilihan serentak kepala daerah yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. (sat)

Polres Mataram Ringkus Bandar Togel

HarianNusa.com Seorang penjual Togel di Mataram diringkus Tim Resmob 701 Polres Mataram. Polisi meringkus pelaku di Kelurahan Pagesangan Timur, Kota Mataram, Rabu, 13 Februari 2019.

Pelaku berinisial MA alias Maat (31). Berdasarkan keterangan Kapolres Mataram, Ajun Komisaris Besar Polisi Saiful Alam, pelaku telah dua tahun menjadi bandar judi Togel.

“Pelaku sudah sekitar dua tahun menjual Togel, dengan rata-rata omset Rp1 juta setiap buka pasaran,” ujarnya.

Pelaku kerap menjual Togel pada masyarakat. Dia sebelumnya mengisi saldo akun Togel yang sudah terdaftar di situs perjudian. Kemudian dia menjual pada masyarakat jenis Togel Singapura, Sidney dan Hongkong.

Pelaku kini diamankan di Polres Mataram untuk proses pemeriksaan lanjutan dan proses hukum. (sat)

Gubernur NTB Terima Kunker DPR RI, Mardani Minta Sejumlah Proyek Diselesaikan

0

HarianNusa.Com – Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyambut hangat Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI beserta rombongan dalam rangka mendapatkan penjelasan terkait penanganan paska bencana, pelayanan publik khususnya perizinan, juga terkait reformasi birokrasi di NTB, di Ruang Kerja Gubernur, Kamis siang (14/2/19).

Dihadapan semua yang hadir saat itu, Gubernur menjelaskan berbagai kondisi umum dan perkembangan terakhir dalam proses rehan rekon paska Gempa di Lombok.

“Kendala-kendala sudah kita selesaikan pelan-pelan, rumah tahan gempa yang diinstruksikan pemerintah, kini sudah lebih banyak pilihannya sehingga lebih mudah bagi masyarakat,” papar Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan kondisi paska gempa Lombok yang membuatnya tersentuh sekaligus bangga dengan warga NTB.

“Yang membuat kami terenyuh saat itu adalah, saat paska gempa di palu, masyarakat kami yang terkena musibah juga ikut mengirimkan hasil-hasil panennya ke Palu,” ujar Gubernur.

Kepada Gubernur, Ketua Tim yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Mardani menyampaikan bahwa kunjungan ini adalah untuk mendapatkan gambaran lengkap, tentang berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Provinsi dalam menyelesaikan rehab dan rekon paska gempa, juga inovasi – inovasi yang sudah dilakukan pemerintah Provinsi NTB dalam pelayanan publik.

Menanggapi progres penanganan gempa di Lombok, menurut Mardani sudah baik sesuai instruksi presiden.

“Di Inpresnya memang mengamanatkan untuk membangun rumah yang tahan gempa, tidak bisa sembarangan membangun. Bentuknya juga diharuskan bergotong royong. Awalnya memang lambat, namun kini banyak yang berhasil, tinggal mereplikasi dan melanjutkan ke tempat-tempat lain,” Jelas Mardani.

Mengakhiri silaturrahimnya, Mardani juga menyampaikan harapan dan upayanya untuk Pemerintah Provinsi NTB.

“Kita akan minta bantuan-bantuan yang sudah direncanakan oleh pemerintah pusat sejumlah 3,5 T dan lain-lain itu segera diturunkan. Kami Juga meminta proyek The Mandalika, Smelter di New Mount segera di-On kan agar ekonomi masyarakat di NTB dapat bergerak cepat,” lugas Mardani. (f3)

Gubernur NTB Gerak Cepat Selesaikan Persoalan Ratusan Ekor Sapi “Tersandera”

0

HarianNusa.Com – Mendengar sejumlah persoalan yang dihadapi para pengusaha ternak yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Hewan Nasional Indonesia (PEPEHANI) Kabupaten Sumbawa, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bergerak cepat.

Gubernur terbang dari Mataram menuju Sumbawa untuk jemput bola menyelesaikan persoalan yang dihadapi para pengusaha ternak tersebut dan langsung menggelar pertemuan mendadak di Ruang VIP Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin, Jumat (15/2) tadi pagi.

Persoalan para pengusaha yang diterima Gubernur terkait sekitar 500 ekor ternak sudah hampir seminggu ‘tersandera’ di Stasiun Karantina Badas karena belum dapat dikirim ke luar daerah, disebabkan belum terbitnya izin.

Namun persoalan ini berhasil dituntaskan setelah Gubernur NTB yang datang didampingi Sekdis Peternakan NTB menggelar pertemuan dengan para pengusaha ternak ini.

Dalam pertemuan itu Gubernur memberikan solusi bahwa ratusan sapi di Karantina Badas harus segera dikirim dan memerintahkan Kadis Peternakan untuk menerbitkan izin. Gubernur juga meminta agar kuota pengiriman yang sudah ditetapkan harus dihabiskan sehingga tahun depan tidak ada lagi pengiriman ternak hidup melainkan dalam bentuk daging. Selain itu Gubernur menekankan para pengusaha yang tergabung dalam PEPEHANI menyiapkan prosesing ke arah pengiriman daging.

“Bagi pengusaha yang tidak beritikad berproses ke arah tersebut diberikan sanksi dengan menyetop perizinannya,” kata Gubernur.

Terakhir Gubernur meminta agar setiap pengiriman untuk menyisihkan infaq 2,5% bagi kepentingan masjid dan pondok pesantren.

“Kami sepakat dengan semua yang diminta Gubernur,” tandasnya.

Ditambahkan Rahmad Aron, bahwa sebenarnya pengusaha ternak memiliki konstribusi yang cukup besar untuk daerah. Setiap pengiriman per ekor sapi dikenakan retribusi sebesar Rp 105 ribu. Tidak heran jika PAD dari pengiriman ternak ini per tahunnya mencapai Rp 2 milyar. Sebab setiap hari pengiriman rata-rata 75 ekor.

Usai pertemuan, Sekretaris PEPEHANI Sumbawa, Rusdi Darmawansyah menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang telah menggelar pertemuan tersebut. Sehingga, melalui pertemuan tersebut ia beserta seluruh pengurus yang lain dapat menyampaikan keluhan terkait pengusaha hewan ternak itu.

Ia juga menjelaskan para pengusaha pun menyuarakan keluhannya melalui media sosial yang langsung direspon Gubernur NTB. Ketika itu Gubernur meminta para pengusaha hadir pada Jumpa Bang Zul–Rohmi yang digelar setiap Jumat pagi yang kebetulan tadi digelar. Namun mereka tidak bisa hadir. Juga, menurutnya persoalan itu bukan masalah kecil dan tidak bisa didiskusikan di forum umum seperti itu, melainkan harus dibahas secara khusus.

“Mendadak tadi malam Gubernur menghubungi salah satu anggota PEPEHANI agar dapat menemui kami di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu, Rusdi memahami arah program pemerintahan Zul Rohmi bahwa ke depan adalah industry peternakan. Pada prinsipnya, Rusdi menyatakan PEPEHANI sangat welcome dengan program tersebut yaitu pengiriman daging. Sebab pengiriman ternak dalam bentuk daging ini akan membuka lapangan kerja bagi yang lainnya. (f3)