Beranda blog Halaman 239

Polda NTB Gelar Setijab

0

HarianNusa.Com – Sertijab antara Kepala Bidang Humas Polda NTB yang lama Kombes Pol. Komang Suarthana, SH.SIK dengan pejabat yang baru AKBP. Purnama, SIK., dipimpin langsung oleh Kapolda NTB, Brigjen. Pol.Drs. Achmat Juri, SH.

Dalam sambutannya, Kapolda mengatakan bahwa Humas adalah mitra bagi wartawan dalam memberikan informasi demi terciptanya kondisi yang aman, tertib dan nyaman bagi masyarakat.

Kapolda juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pejabat Kabid Humas yang lama sekaligus mengucapkan selamat datang kepada pejabat yang baru.

“Selamat bertugas di tempat yang baru Pak Komang. Saya mengucapkan terimakasih selama membantu kami di Polda NTB. Dan selamat datang juga untuk pejabat Humas yang baru,” ungkap Kapolda.

Sementara Kepala Bidang Humas Polda NTB AKBP. Purnama, SIK menyatakan sebagai mitra wartawan Humas Polda NTB akan selalu terbuka dan memberikan informasi sesuai dengan Undang-undang keterbukaan informasi.

“Humas Polda NTB selalu terbuka untuk kawan-kawan wartawan,” ungkap mantan Kapolres Dompu itu.

Sementara, Kombes. Pol. Komang Suarthana, SH.SIK, yang kini menjabat Dirbinmas Polda Bali menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh jajaran Humas serta awak media selama 11 bulan menjabat sebagai Kabid Humas Polda NTB.

“Saya juga menyampaikan permintaan maaf jika selama bertugas ada kesalahan,” ungkapnya. (f3)

Relawan Prabowo Protes APK Tidak Disediakan Parpol

HarianNusa.com – Relawan Prabowo-Sandi di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) merasa kecewa dengan sikap partai dan Badan Pemenangan Provinsi (BPP), lantaran tidak diberikan alat peraga kampanye atau APK.

Ketua Rumah SandiUno NTB, Amrin, mempertanyakan sikap Partai Gerindra maupun partai pengusung yang hingga saat ini tidak menggelontorkan anggaran untuk alat peraga, padahal pemilu sudah semakin dekat.

“Heran ya, buat apa ada Parpol atau Badan Pemenangan Provinsi kalau alat peraga kampanye saja mereka tidak bisa sediakan. Semua APK rata-rata dibuat sendiri dengan uang sendiri oleh para relawan,” ungkapnya, Minggu, 10 Februari 2019.

“Padahal besok kalau Prabowo-Sandi menang, mereka yang ongkang-ongkang kaki,” tandasnya.

Hal senada juga diungkap Ketua Relawan Prabowo-Sandi Lombok, Nurdin. Dia merasa keteteran lantaran membuat APK Prabowo-Sandi dari uang pribadi sendiri. Hingga kini anggaran atau APK belum diberikan pada relawan di Lombok.

“Saya sampai keteteran dengan dana pribadi membuat APK. Tapi demi mau ada perubahan demi Indonesia lebih baik, kami korbankan semua untuk Prabowo-Sandi,” sesalnya.

Dia meminta agar relawan di daerah diberikan perhatian, sehingga relawan lebih militan memperjuangkan kemenangan pasangan nomor urut 2 itu.

“Kalau mereka berjuangan kan mendapat hasil, baik kedudukan dan sebagaimana, mestinya mereka lebih gereget ketimbang para relawan,” tegasnya.

Menanggapi keluhan relawan, Ketua BPP Prabowo-Sandi NTB, Ali Alkhairi mengatakan dalam waktu dekat APK Prabowo-Sandi akan disediakan dan dibagikan pada relawan.

“InsyaAllah dalam waktu dekat APK akan tersedia. Beberapa kelompok relawan sudah dapat APK,” ujarnya melalui pesan.

Dia juga yakin Relawan Rumah SandiUno NTB mampu memenuhi kebutuhan APK secara mandiri.

“Relawan yang tergabung di Rumah Aspirasi Bang Sandi kami pandang mampu memenuhi kebutuhan APK secara mandiri, dan seperti itulah relawan sejati, bersedia bongkar kantong untuk ikut membiayai perjuangan ini,” ungkapnya. (sat)

Sempat Viral, BSMI NTB akan Beri Pendampingan ke Fawa dan Ibunya

HarianNusa.com, Lombok Utara – Sempat viral di media sosial, Fawa’id (9 tahun) yang mengurusi ibunya cuci darah rutin di RSUD Tanjung, Lombok Utara akhirnya mendapat pendampingan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Provinsi NTB.

Sang Ibu, Fatimah mendapat vonis gagal ginjal sehingga harus menjalani proses cuci darah setelah sebelumnya mendapatkan perawatan tiga hari di Ruang Irna 2 RSUD Tanjung. Foto Fawa yang menunggui ibu kandungnya selama proses perawatan akhirnya viral setelah diunggah akun Samuel Rizal.

BSMI NTB bersama pemilik akun Samuel Rizal, Usniah akhirnya menemui Fawa dan Fatimah yang dijadwalkan menjalani perawatan di ruang Hemodialisa. Fatimah diketahui sempat mendapatkan perawatan di RS Lapangan BSMI saat gempa mengguncang Lombok beberapa waktu lalu.

Kepada BSMI NTB, Fatimah mengaku hanya tinggal bertiga dengan ayahnya atau kakek Fawa yang sudah sepuh di berugaq (bilik bambu sederhana) berdinding terpal seadanya. Fatimah dan keluarga adalah korban gempa NTB yang rumahnya 100 persen ambruk sehingga menyisakan pondasi saja.

Fatimah mengaku terpaksa mengajak Fawa saat menjalani perawatan karena tidak ada laki-laki dewasa yang ada di keluarganya. “Saat saya drop dan membutuhkan perawatan segera ke RS tidak ada lelaki dewasa lain di keluarga sehingga terpaksa harus melibatkan Fawa,” papar Fatimah kepada Dokter Witha dari BSMI NTB.

Sebab kondisinya pula, kini Fatimah tak bisa bekerja. Tumpuan satu-satunya ekonomi keluarga tersebut adalah Kakek Fawa yang sudah sepuh yang masih bekerja sebagai buruh penjaga kebun cengkeh.

Dokter Witha menjelaskan, keadaanlah yang memaksa Fawa harus mendampingi ibunya saat berobat rutin cuci darah ke RSUD. Ia terpaksa harus mengorbankan pelajaran di sekolah demi menemani sang ibu. Medan dari tempat tinggalnya di Dusun Senjajak ke Kota Kabupaten juga cukup menantang. “Padahal dari segi prestasi Fawa selalu juara 1 sejak kelasa 1 SD. Fawa bercita-cita ingin jadi dokter,” papar Witha.

Witha menjelaskan, dari hasil pertemuan dengan keluarga BSMI NTB akan mendampingi Fawa dan ibunya agar bisa lancar dalam penyediaan akses transportasi saat jadwal cuci darah.

Selain itu, sebagai salah satu korban gempa dengan status gagal ginjal stadium akhir Fatimah selayaknya bisa tinggal di tempat yang lebih layak untuk menunjang kondisi kesehatannya. “Maka, bantuan untuk membangun setidaknya hunian sementara yang kondusif sangat dibutuhkan,” papar dia.

Witha menjelaskan, masa depan Fawa dalam hal pendidikan juga perlu mendapat perhatian. Sebab, Fawa memiliki potensi kecerdasaan yang tidak boleh dikesampingkan karena alasan ekonomi.

“Keluarga akhirnya sepakat kita buka gerakan kepedulian untuk Fawa dan Ibu Fatimah. Semua donasi akan diberikan sepenuhnya kepada Ibu Fatimah sebagai bantuan biaya hidup serta biaya pendidikan juga membangun tempat tinggal yang layak,” papar Witha.

Gerakan Kepedulian untuk Fawa dan Ibu Fatimah bisa melalui Rekening Bank Syariah Mandiri No 7125862181 a.n BSMI NTB

Kontak Sekjen BSMI Muhammad Rudi (0812-8181-5316)

Gubernur NTB Terjun Pantau Pencairan Dana Gempa

0

HarianNusa.Com – Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah meninjau langsung pencairan dana gempa untuk rusak ringan dan rusak sedang di kantor Camat Mataram , Minggu (10/02). Pelayanan satu lokasi ini dilaksanakan untuk wilayah kecamatan Mataram, Selaparang, Ampenan, Sekarbela, cakranegara dan Sandubaya.

Didampingi Danrem, Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul itu memastikan hari ini terjadi proses pendebetan dari rekening individu ke rekening Pokmas.

Di tempat yang sama Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, H. Mohammad Rum, ST, MT, mengimbau agar ketika proses pendebatan masuk ke rekening, Kelompok Masyarakat (Pokmas) untuk segera menghitung Rancangan Anggaran dan Biaya (RAB) masing-masing rumah yang kemudian dilanjutkan dan diharapkan pada awal april sudah terselesaikan semua.

“Hati-hati ini semua adalah kesepakatan pokmas tidak boleh ada potongan-potongan lain,” tegasnya. (f3)

ACT: Bahan Bakar Untuk Menjaga Kehidupan Palestina

HarianNusa.com, GAZA – Krisis listrik membuat puluhan rumah sakit di Gaza mulai kelimpungan. Berita sedih itu menjadi kabar pembuka tahun. Tepatnya awal Februari 2018, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menerima kabar itu dari salah satu mitra di Gaza.

Ribuan nyawa pasien di sejumlah rumah sakit saat itu terancam. Beroperasinya mesin-mesin medis tidak lagi bisa diharapkan seratus persen. Problem listrik di Gaza memang semakin menjadi setelah pemerintah Israel memutus pasokan listrik beberapa tahun sebelumnya.

Keadaan itu segera direspons masyarakat Indonesia. Sejak awal 2018 hingga awal 2019, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menunaikan bantuan ratusan ribu bantuan bahan bakar untuk Palestina. Membuka kembali catatan ACT, Februari 2018, sebanyak 11.000 liter bantuan bahan bakar dipasok ke tiga rumah sakit di Gaza, yaitu RS al Shifa, RS al Rantisi, dan RS al Naseer. Bantuan itu setidaknya mampu menyalakan generator pembangkit listrik ketiga rumah sakit selama beberapa hari.

Sebulan kemudian, 32.000 liter bahan bakar kembali tiba menyambung kehidupan di rumah sakit-rumah sakit Gaza. Kali ini, rumah sakit yang dijangkau lebih banyak, meliputi RS Shohadaa Alaqsa, RS al-Syifa, RS Europian, RS Naseer, dan RS Bait Hanoun.

Menjelang akhir tahun 2018, krisis listrik kembali menguat. Departemen Kesehatan Palestina menyampaikan rumah sakit-rumah sakit di Gaza masih darurat bahan bakar untuk mengalirkan listrik. Berikhtiar meredam krisis kemanusiaan itu, sebanyak 14.000 liter bahan bakar kembali disalurkan ACT pada September-Oktober 2018.

Tahun berganti, namun Gaza belum juga lepas dari belenggu krisis listrik. Pekan terakhir Januari 2019, ACT kembali menyalurkan amanah umat. Akhir Januari lalu, 100.000 liter bantuan bahan bakar dikirimkan untuk delapan rumah sakit di Jalur Gaza.

“Tahun 2018, sebanyak 260.000 jiwa menjadi penerima manfaat bantuan bakar yang dikirimkan ACT. Pada Januari, 100.000 liter bantuan diterima lebih dari 6.000 penerima manfaat. Mereka adalah pasien-pasien di rumah sakit yang tengah mengalami kekurangan pasokan listrik,” lapor Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR) – ACT.

Ia menjelaskan, bantuan yang dikirimkan adalah bentuk komitmen membantu situasi genting di Gaza. “ACT bantu memasok bahan bakar untuk delapan rumah sakit di Gaza dengan berkoordinasi langsung dengan Mitra Kemanusiaan ACT, termasuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina di Gaza,” lanjut Faradiba.

Selama satu dekade terakhir, ACT bersama masyarakat Indonesia senantiasa mendampingi warga Palestina di tengah krisis kemanusiaan yang masih membelenggu mereka. Bantuan kemanusiaan terus disalurkan dalam bentuk pangan, layanan kesehatan, biaya pendidikan, bahan bakar, dan sejumlah program pemberdayaan untuk warga Palestina.

Zul-Rohmi Tinjau Sistem PRCC Humas dan Protokol Pemprov NTB

0

HarianNusa.Com – Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimasyah bersama Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah usai acara Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi yang dirangkai dengan peringatan Hari Pers Nasional Tingkat Provinsi NTB bertempat di lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB langsung meninjau sistem PRCC Humas dan Protokol Pemprov NTB, Jumat, (8/2/19).

Najamuddin, selaku Plt. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB menyampaikan bahwa Biro Humas dan Protokol Pemprov NTB telah menerapkan sistem zero waste. Selain itu juga terdapat pelayanan PPID, juga pelayanan publik.

“Hari ini ada prioritas shipp bagi siapa saja yang datang ke Biro Humas dan Protokol,” ungkapnya.

Selanjutnya, sambung Najam, Biro Humas dan Protokol juga mempunyai pojok baca.
“Hasil rapim kemarin dinas perpustakaan NTB mengatakan harus ada pojok baca. Nah kami di Biro Humas dan protokol sudah ada pojok bacanya di room office PRCC,” paparnya.

Selain itu di beberapakali tempat di Kantor Gubernur NTB terdapat smoking area, namun juga menyediakan smoking room bagi pengujung yang ingin merokok.

Gubernur, dalam kesempatan itu kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa hitam putihnya NTB ditentukan oleh media.

“Harapan saya, hitam putihnya NTB ini sangat ditentukan oleh temen-temen wartawan. Temen-temen wartawan yang bisa menentramkan dan menghidangkan sesuatu yang konstruktif buat masyarakan terutama media sosial,” ungkap Bang Zul usai meninjau PRCC.

PRCC Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB (HarianNusa.com/f3)

HPN 2019, Puluhan jurnalis di NTB Gelar Aksi Damai

HarianNusa.com – Bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019, puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis NTB (IJTI, AJI, JOIN) menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur NTB, Sabtu (9/2).

Dalam orasinya mereka menyatakan sikap meminta perlindungan seluas-luasnya bagi insan pers dalam menjalankan tugasnya sebagai salah satu pilar demokrasi.

Selain itu, para jurnalis tersebut meminta pemerintah menjamin tegaknya hukum yang absolut bagi para pekerja Pers Indonesia demi membangun iklim kebebasan pers yang sehat di masa yang akan datang.

Mereka juga meminta pemerintah tidak mentolerir tindakan kriminalisasi papapun kepada insan pers dan mengungkap tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia tanpa terkecuali.

Puluhan Jurnalis saat melakukan aksi damai di depan Kantor Gubernur NTB (HarianNusa.Com/f3)
Puluhan Jurnalis saat melakukan aksi damai di depan Kantor Gubernur NTB (HarianNusa.Com/f3)

“Tidak ada berita seharga nyawa,” teriak Ketua IJTI NTB, Riadis Sulhi dalam orasinya disambut dengan teriakan dan yel-yel sebagai dukungan terhadap kebesan pers seluruh Indonesia.

Aksi damai tersebut diwarnai dengan pembakaran lilin, penaburan bunga dan peletakan Id card wartawan sebagai tanda berkabung atas terbunuhnya sebelas jurnalis dalam melaksanakan tugasnya, salah satunya AA Gde Bagus Narendra Prabangsa. Dan juga sebagai simbol dibungkamnya Pers. (f3)

Bupati Lobar Umroh, Gubernur NTB Tunjuk Eva Sebagai Plh

0

HaranNusa.Com – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimasyah menunjuk Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Hj. Baiq Eva Nurcahya Ningsih sebagai Pelaksana Harian (Plh) Bupati Lombok Barat pasca izin untuk H. Fauzan Khalid pergi umroh diterbitkan.

Surat yang ditanda tangani Gubernur itu tertanggal 29 Januari 2019 dengan nomor 97/026/Pem.2019. Berdasarkan surat perintah tersebut, Eva akan bertugas sebagai Plh. Bupati Lombok Barat dari tanggal 8 – 21 Februari 2019.

Melalui awak media, Eva mengatakan, pengangkatan dirinya sebagai Plh. Bupati Lombok Barat sudah resmi.

”Ya benar. Sudah saya terima,” katanya saat dikonfirmasi.

Setelah resmi menjadi Plh, Eva berencana langsung akan bekerja. Ia mengaku, hari Sabtu ini akan mengikuti salah satu jadwal protokoler kegiatan Kepala Daerah di Narmada Lombok Barat.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid disebutkan akan berangkat umroh bersama istri dan beberapa anggota keluarganya. Keberangkatan mereka ternyata diikuti juga oleh sejumlah pejabat teras di Lombok Barat.

Seminggu sebelumnya, Sekretaris Daerah H. Moh. Taufiq bersama Inspektur H. Rahmat Agus Hidayat terlebih dahulu terbang ke Kota Suci, Sabtu (2/2). Sedangkan Bupati bersama keluarga dijadwalkan berangkat hari Sabtu ini (9/2) bersama dengan Asisten Bidang Administrasi dan Kesra H. Fathurrahim, Kepala Bappeda H. Baehaqi dan Kepala Dinas Perkim H. Lalu Winengan. Mereka akan meninggalkan tanah air untuk 12 hari.

“Saya sudah merencanakan umroh seusai Pilkada, namun karena kondisi daerah dan jadwal umroh atau haji sudah ada ketentuannya, alhamdulillah bari bisa berangkat sekarang,” ujar Fauzan.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Lombok Barat, H. Saiful Ahkam menjelaskan, bahwa umrohnya Bupati hampir berbarengan waktunya dengan Sekretaris Daerah serta beberapa Kepala SKPD, sebelumnya tidak pernah direncanakan.

“Semua serba kebetulan, karena Sekda tidak pernah cerita kalau dirinya bersama keluarga akan umroh pada bulan ini, begitu juga Bupati tidak pernah cerita ke Sekda, kalau dirinya juga akan umroh,” terang Ahkam.

Bagi Ahkam, keberangkatan mereka bersama-sama, konteksnya karena ibadah umroh tidak mungkin bisa berangkat sendiri-sendiri, dalam waktu yang semau-maunya, dan tanpa rencana.

“Seperti ibadah haji, umroh ini pun waktunya sudah ditentukan oleh agama. Pun keberangkatannya harus dalam kelompok karena untuk Indonesia aturannya sangat spesifik. Untuk itu harus melibatkan jasa biro travel. Nah mereka kebetulan di Travel yang sama,” terang Ahkam.

“Mungkin saja mereka (Bupati dan para pejabat tersebut, red) saling cerita akan umroh,” tutur Ahkam.

Alhasil masing-masing pihak travel menentukan jadwal keberangkatan mereka. Itu kenapa keberangkatan mereka diseling, dengan cara Sekda berangkat lebih dulu, seminggu kemudian Bupati bersama beberapa kepala SKPD berangkat belakangan.

“Pak Sekda akan pulang duluan, Bupati dan Sekda tidak bertemu, mungkin posisinya ketika pak Sekda ada di Madinah, Bupati ada di Makkah. Saat Bupati ada di Madinah, Sekda sudah pulang,” jelas Ahkam.

Kalaupun sekarang mereka berangkat bersamaan, bagi Ahkam itu hak mereka dalam melaksanakan ibadah, karena mereka berangkat dengan biaya sendiri.

Ia mencontohkan H. Lalu Winengan yang diketahuinya sudah menjadwalkan umroh tahun ini bersama istrinya.

“Begitu tahu Bupati mau umroh, ia memutuskan untuk berangkat bersama rombongan Bupati. Ini kan hak personality mereka untuk melaksanakan umroh?, Saya saja kalau punya uang, saya akan berangkat umroh,” ujar Ahkam sambil senyum.

Terhadap kondisi Pemda Lobar saat ini , Ahkam membantah bahwa umroh tersebut akan menghambat pelayanan publik. Menurutnya, karena saat ini masih awal tahun, tidak terlalu banyak tugas strategis yang harus bersifat kebijakan (policy).

Semua program yang bersifat non kebijakan sudah dilimpah kepada beberapa pejabat yang diangkat, seperti untuk Sekda sudah ditunjuk PLT Sekda yakni Asisten II. Begitu juga untuk Kepala OPD, tentunya sudah ada pejabat sementara yang sudah ditunjuk.

“Semua program yang mengandung kebijakan setrategis sudah dilakukan sebelumnya,” pungkas Ahkam. (f3)

Banyak Fasilitator Mundur, Gubernur: Itu Hal Yang Biasa

0

HarianNusa.Com – Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimasyah menanggapi santai terkait banyaknya fasilitastor yang mengundurkan diri. Menurutnya itu hal yang biasa.

“Banyak kan yang mengundurkan diri, tidak hanya fasilitator. Itu hal yang biasa,” ujarnya santai.

Ia bersyukur saat ini banyak fasilitastor dari TNI-Polri yang menurutnya sangat membantu dalam proses percepatan rehab rekon rumah warga terdampak gempa di NTB.

“Fasilitator dari TNI-Polri sangat membantu kita,” ungkap Gubernur kepada wartawan usai meninjau sistem PRCC di Kantor Gubernur NTB, Jumat (8/2/19).

Menurut Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu, penangan gempa di NTB sudah bagus terlebih sejak kedatangan kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo ke NTB beberapa waktu lalu yang melepas langsung ribuan fasilitator.

“Fasilitator untuk rumah rusak berat, rumah rusak sedang, dan rumah rusak ringan sudah berjalan.
Apalagi pak Danrem aktif turun langsung. Mudah-mudahan ketika tentara turun menjadi fasilitator banyak kemudahan,” harapnya.

Seperti diketahui data BPBD Provinsi NTB menyebutkan jumlah total rumah rusak akibat gempa bumi Lombok yang terjadi pada Juli-Agustus 2018 lalu mencapai 216.519 unit rumah dengan kategori Rusak Berat (RB) 75.138, Rusak Sedang (RS) 33.075 unit, dan Rusak Ringan (RR) 108.306 unit.

Untuk kategori rumah rusak berat pemerintah memberi dana stimulan Rp.50 juta per rumah, rusak sedang sebesar Rp.25 juta per rumah, dan rusak ringan sebesar Rp.10 juta per rumah. Hingga kini, dana dari BNPB yang sudah masuk ke rekening masyarakat sebesar Rp.3,5 Triliun lebih. (f3)

Gubernur dan Pimpinan DPRD Tandatangani RPJMD 2018-2023 Provinsi NTB

HarianNusa.Com – Guna mendukung proses pembangun di daerah sebagaimana Visi Pembangunan Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk 5 tahun mendatang yaitu “Membangun Nusa Tenggara Barat Gemilang”, Pemerintah Provinsi NTB dan DPRD NTB melaksanakan Penandatanganan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023. Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimasyah dan Pimpinan DPRD NTB di Ruang Kerja Ketua DPRD Provinsi NTB, Jumat (8/02).

Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr.H.Zulkieflimansyah dalam kesempatan itu mengatakan dengan ditandatanganinya RPJMD ini kedepan diharapkan proses pembamgunan di NTB berjalan lancar dan sukses, sebagaimana tujuan pembangunan di NTB menciptakan masyarakat yang sejahtera, berdaya saing, tangguh dan berbudi luhur.

Gubernur menyampaikan bahwa misi pembangunan NTB 5 tahun kedepan adalah NTB Bangkit dan Aman, NTB Bersih dan Melayani, NTB Sehat dan Cerdas, NTB Asri dan Lestari, NTB Sejahtera dan Mandiri dan yang terakhir NTB Adil dan Berkah.

Senada dengan Gubernur, Ketua DPRD Provinsi NTB Hj. Bq. Isvie Rupaeda menjelaskan, dilaksanakannya penandatanganan RPJMD ini berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri RI, dimana setiap daerah diwajibkan melaksanakan penandatangan RPJMD untuk 5 tahun kedepan, masa jabatan gubernur terpilih.

“Isi dari RPJMD adalah menyampaikan tentang arah pembangunan sebagai mana visi pembangunan daerah yakni mbangun Nusa Tenggara Barat Gemilang,” ujar Isvie. (f3)