HarianNusa.com, Mataram – Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Rapat Koordinasi Bersama Stakeholder dengan tema “Sinergi Bawaslu dengan Media Massa menuju Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota yang Berintegritas”, di Mataram, Selasa (12/6/2018).
Peringatan Bahaya Penggunaan Gadget Bagi Anak
HarianNusa.com, Mataram – Pusat study dan anak Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram ingatkan dampak negatif penggunaan gadget atai smart phone bagi anak.
Kapolda NTB Turun Langsung Pantau Pos Operasi Ketupat Gatarin 2018
HarianNusa.com, Mataram – Kapolda NTB bersama Danrem 162/WB didampingi kasat Brimob, Dir Lantas, Dir Polair, Kabid Propam melaksanakan pengecekan Pospam OPS Ketupat Gatarin 2018, Senin (11/6).
Syawaluddin : Tanda Kemenangan Zul-Rohmi Kian Nyata
HarianNusa.com, Mataram – Pemilihan Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018-2023 tinggal 14 hari lagi, berbagai upaya untuk meraih dukungan masyarakat telah dilakukan semua paslon. Blusukan kampanye yang diterapkan.
Ini Hasil Survei Pilgub NTB Versi OMI
HarianNusa.com, Sumbawa – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc—Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) berhasil menempati posisi tertinggi dari pasangan calon lainnya dengan raihan 28% suara. Menguntit di belakangnya, pasangan calon H. Moh. Suhaili Fadhil Thohir SH—Muh. Amin SH M.Si (Suhaili—Amin) 21,6%, H. Ahyar Abduh—H. Mori Hanafi (Ahyar—Mori) 17,7% dan H. Moch. Ali Bin Dachlan—TGH Lalu Gede Sakti MA (Ali—Sakti) memperoleh 12,6 %, serta tidak menjawab 20,1 %. Hal ini terungkap dari hasil survey Olat Maras Institute (OMI) yang dilakukan dalam rentang waktu dari 3 Juni sampai 12 Juni 2018.
Menurut Direktur OMI, Miftahul Arzak, Selasa (12/6), survey ini menggunakan metodologi Multistage Random Sampling, dengan Margin of Error 2,6%, dan tingkat kepercayaan 95% dengan responden 1.200 yang tersebar di seluruh kabupaten di NTB.
Survey yang dilakukan saat ini ungkap Miftah, berbeda dengan survey pertama yang dilakukan pada Februari 2018 lalu. Survey yang dimunculkan saat itu adalah pertanyaan “jika pilkada dilaksanakan hari ini”. Jawaban yang dihasilkan adalah suara yang pasti dan suara yang belum menentukan sikap. Terungkap ada 35 % suara yang belum menentukan sikap atau belum memberikan jawaban. Tingginya persentase ini karena masih banyak masyarakat yang akan mencoblos belum mengetahui dan akan memilih siapa. Ini disebabkan berbagai factor di antaranya jajaran KPU yang belum menyebar ke seluruh pelosok untuk melakukan sosialisasi, terutama pelosok desa, kaki gunung dan lainnya. Kemudian tidak adanya calon yang menyambangi mereka.
Karena itu untuk metode survey kedua yang dilakukan OMI, ungkap Miftah, adalah pendalaman terhadap suara (35%) yang belum menentukan sikap, dengan cara melakukan wawancara ulang, wawancara surveyor, dan analisis lokasi. Hasilnya yang belum menentukan sikap tersisa 14,9 % karena 20,1% sudah menyebar ke beberapa calon. Dan dari keseluruhan survey, Zul-Rohmi unggul dari calon lainnya dengan perolehan 28%. Sebab dari survey yang dilakukan, calon yang massif bergerak dan selalu diliput media massa hanya Doktor Zul. Sebab 35 persen suara yang belum menentukan sikap ini hanya bisa dikejar dan diraih oleh calon yang bergerak massif. Ada beberapa daerah yang dilokalisir OMI yang masyarakat menyatakan akan memilih calon yang mendatangi mereka.
Bahkan ada salah satu kabupaten yang bupatinya mendukung Paslon tertentu yang tidak direspon masyarakat. Sebab yang mereka inginkan bukan timses melainkan calon sendiri yang datang menemui mereka. “Ini baru Doktor Zul yang bisa melakukannya dengan mendatangi langsung masyarakat, sehingga tidak heran suaranya lebih unggul dari calon-calon lainnya,” tandas Miftah.
Keunggulan lain yang diraih Zul-Rohmi sebagaimana hasil survey OMI yang juga bekerjasama dengan beberapa lembaga survey lainnya, sebut Miftah, karena ada tiga hal. Pertama, mampu memimpin. Kedua, ketokohan yakni didukung para ulama, tuan guru dan lain-lain. Ketiga, factor keluarga.
Dari ketiga hal ini, semuanya ada pada Doktor Zul (Zul-Rohmi). Memang diakui Miftah, Ali BD, Suhaili dan Ahyar berpengalaman menjadi pemimpin karena pernah menjadi Bupati atau walikota. Namun sayangnya tidak ada yang menyebarkan informasi mengenai pengalaman itu ke bawah. Berbeda dengan Doktor Zul, berbagai pengalaman yang dimilikinya disampaikan langsung dan didengar masyarakat karena kerap turun ke bawah melakukan blusukan. Untuk ketokohan, Doktor Zul didukung TGB—Gubernur dua periode yang merupakan pemimpin organisasi terbesar di NTB, serta didukung para tuan guru, alim ulama dan lainnya. Demikian dengan keluarga, ketika turun massif ke bawah, yang ditemui Doktor Zul bukan hanya masyarakat melainkan keluarga dan orang tua.
Jika kondisi saat ini tetap bertahan sampai hari pencoblosan, ujar Miftah, dapat dipastikan Zul-Rohmi akan menjadi pemenang pada Pilgub NTB 27 Juni 2018 mendatang. “Jadi kami selalu katakan bahwa hasil survey OMI hari ini adalah final. Artinya hasil survey hari ini kecenderungan terjadi pada 27 Juni nanti. Ini jika tidak ada money politic, tidak ada serangan fajar, dan gerakan para calon masih seperti kondisi saat ini,” tegasnya. (sat)
AusieBanget Corner Universitas Mataram Resmi Dibuka
HarianNusa.com, Mataram – Universitas Mataram bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Australia Bali secara resmi membuka AusiBanget Corner di UPT Perpustakaan Universitas Mataram, Kamis (7/06/2018). Peresmian AusieBanget Corner ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Rektor Universitas Mataram Prof. Dr. Lalu Husni, S.H, M.Hum. dan Drew Boekel Konsul Diplomasi Publik Australia.
AusieBanget Corner merupakan salah satu bentuk kerjasama Indonesia dan Australia yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya maupun pendidikan yang ada di Australia – Indonesia. AusieBanget Corner ini telah tersebar di beberapa kota di Indonesia seperti: Makassar, Surabaya, Bali, dan Lombok.
Drew Boekel mengatakan bahwa adanya AusiBanget Corner ini diharapkan dapat menjadi tempat konsultasi bagi mahasiswa yang berminat untuk melanjutkan studi ke Australia serta wadah bagi para Ikatan Alumni dalam melakukan berbagai kegiatan, baik: kesenian, kebudayaan, atau kegiatan lain yang dapat dikolaborasikan dengan Lombok.
Senada dengan hal itu, Lalu Husni berharap kebaradaan Ausibanget Corner di Universitas Mataram dapat mempermudah kerjasama penelitian maupun studi lanjut bagi dosen Universitas Mataram yang akan melanjutkan Pendidikan di Australia. Civitas Akademika Unram, menurut Prof. Husni, juga dapat menjadikan AusieBanget Corner sebagai sarana dalam mengakses langsung perpustakaan yang ada di Australia sehingga mereka bisa memperoleh jurnal dan buku teks yg dibutuhkan. Tidak hanya itu, Prof. Husni berharap putra-putri NTB secara luas yang ingin memperoleh beasiswa dan melanjutkan pendidikan di Australia bisa memanfaatkan keberadaan ausibanget corner di Universitas Mataram.
“Selain sebagai penguat bagi ikatan Alumni Australia yang nantinya dapat berkontribusi bagi pembangunan di NTB, AusieBAnget Corner diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan mempercepat mewujudkan visi Universitas Mataram menuju Universitas berdaya saing Internasional pada tahun 2025,” jelas Husni dalam sambutanya.
Turut hadir dalam acara peresmian ini adalah Ketua Senat Unram Prof. Mansyur Ma’shun, Ph.D, Wakil Rektor I Prof. Wiresepta Karyadi, Wakil Rektor IV Prof. Ir. Suwardji, M. App.Sc., serta para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan Universitas Mataram. Selain itu, ada Inrda Wardani Founder of PILAR and Recipient of Australian Alumni Grant Scheme, Dr. Ir. Sri Tejowulan Lecturer in Environmental Science, Agriculture faculty of Mataram University, John Dalsen Internationally Climate Environmental Artist, Dr. Martin Anda Academic Chair of Enveromental Engeering Murdoch University, Dr. Diswandi dan Dr. Akhmad Saufi Lecturer of Enviromental Economics and Ecotourism in the Faculty of Economics and Business, University of Mataram, serta Ikatan Alumni dari Australia. (sat)
Harapan Pariwisata Baru NTB dari Tiga Tokoh
HarianNusa.com, Mataram – Tak ada yang utama, selain suksesi Deklarasi terbentuknya Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) NTB, menjadi ucapan spontan diucapkan 3 orang narasumber yang hadir dalam “Deklarasi dan Ngobrol Santai Seputar Pariwisata FJP NTB” pada Senin (11/5) di Lesehan Taliwang Pajang Mataram. Mereka diantaranya Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Baiq Dyah Ratu Ganefi yang menekankan konseptual pembenahan pariwisata, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Tuan Guru Fauzan Zakaria dengan misi keberlanjutan pariwisata NTB menuju era milenial, dan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB yang penuh dengan semangat dan ide-ide cemerlang membangun pariwisata melalui sport tourisme.
“Dibutuhkan kebersamaan dalam membangun pariwisata. Semisal selama ini pariwisata NTB hanya gaung saja, kedepan perlu inovasi-inovasi yang lebih baik lagi. Dan yang perlu menjadi perhatian harus dibarengi sengan penataan dan pembenahan,” katanya.
Menurut Ratu Ganefi, terbentuknya forum ini merupakan implementasi mutlak dari kontrol kepariwisataan daerah. Tak hanya akan berkutat pada promosi, forum ini juga diharapkan dapat menjadi penggerak sekaligus jembatan kerja dari lembaga – lembaga kepariwisataan yang terbentuk oleh kebijakan pemerintah pusat maupun daerah. Bahkan tidak hanya sebatas apresiasi, senator yang mewakili NTB ini juga menegaskan, jika dirinya akan menjadi pendamping dari gerak positif FJP NTB.
“Saya akan bertanggungjawab terhadap keberadaan FJP NTB ini,” tegasnya.
Sementara itu penggerak pariwisata bidang promosi, BPPD NTB juga menuntut adanya gaung yang lebih besar lagi untuk keberlanjutan pariwisata NTB. Aspek promosi wisata menurut Ketua BPPD NTB Fauzan Zakaria, tidak lepas dari mengikuti perkembangan era globalisasi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat menetuakan dalam memeberikan pandangan, promosi dan kemajuan dalam dunia pariwisata secara signifikan.
“Apalagi era globalisasi berkaitan dengan persaingan pasar bebas sehingga dibutuhkan keselarasan atau singkronisasi dalam perkembangan kemajuan pariwisata,” ucapnya.
Karenanya harapanpun dituangkan Fauzan kepada hadirnya forum jurnalis pariwisata di Nusa Tenggara Barat. Utamanya untuk menyongsong priwisata NTB yang berdedikasi dan menjadi kiblat pariwisata dunia. “Jadi, jurnalis itu syarat penting untuk pariwisata. Bisa saya katakan, banyak syarat untuk memajukan pariwisata. Dan jurnalis itu adalah salah satu syarat utama,” kata Fauzan.
Dari sudut pandang berbeda, Ketua KONI NTB Andi Hadianto menyisipkan pesan positif bagi forum jurnalis pariwisata NTB untuk mewujudkan mimpi besar sebagai pondasi kuat pengembangan pariwisata. Gaung pariwisata menurutnya tidak hanya dibatasi dengan penataan dan pengembangan. Ia justru menyebutkan jika even olahraga berkelas internasional yang masive memiliki peran penting untuk menggerakkan roda kepariwisataan agar dipandang dimata dunia.
Andi menyingung bagaimana peran sport tourisme menjadi aspek penting yang mendongkrak kemajuan pariwisata semua daerah. “Selama ini NTB banyak menggelar even sport yang berdampak pada pasar pariwisata. Kehadiran even olahraga di NTB telah banyak berkontribusi bagi pariwisata. Sport tourisme salah satu aspek penting dunia pariwisata,” tegasnya.
Bersamaan dengan diskusi ringan seputar kepariwisataan ini, secara resmi Forum Jurnalis Pariwisata NTB juga di deklarasikan. Seluruh anggota forum yang terdiri dari para jurnalis televisi, cetak dan online, dikukuhkan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal, mewakili Dewan Pembina FJP NTB Rosiady Sayuti.
Dalam hal ini, Ketua FJP NTB Suparman menyampaikan latar belakang terbentuknya forum sebagai satu kesatuan untuk menyamakan tekad menggaungkan dan memajukan pariwisata NTB.
“Kami hadir untuk berkontribusi, memberikan gagasan demi kemajuan pariwisata NTB,” ungkap Suparman. (sat)
FJP Siap Berkhidmat untuk Pembangunan Pariwisata NTB
HarianNusa.com, Mataram – Forum Jurnalis Pariwsata (FJP) Nusa Tenggara Barat resmi dideklarasikan di Lesehan Taliwang Murad, Pajang, Mataram Senin (11/06).
Hadir pada acara deklarasi FJP ini para stakeholder pariwisata, pelaku wisata dan juga dari unsur Pemerintah Daerah. Semenatara pengokohan deklarasi disematkan oleh Dewan Pembina FJP NTB Sekda Provinsi NTB, Rosyiadi Sayuti diwakili Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohamad Faozal.
Ketua FJP NTB, Suparman mengatakan FJP adalah forum gabungan seluruh insan media yang ada di NTB. Tujuannya untuk berkhidmat membangun pariwisata dan juga mempromosikan pariwisata. Dengan adanya FJP ini, diharapkan bisa memberikan kontribusi pada NTB dalam hal pembangunan, perkembangan dan promosi pariwasata.
“Kami hadir untuk berkontribusi, memberikan gagasan demi kemajuan pariwisata NTB,” tegas Suparman.
Sementara itu, Kadis Pariwisata NTB, Lalu Mohamad faozal menyampaikan beberapa perkembangan pariwisata di tahun 2018 ini. Salah satunya adalah, Sail Moyo Tambora yang mana acara tersebut merupakan salah satu kebanggaan karena dipilih sebagai tempat digelarnya acara yang bertaraf nasional bahkan internasional ini.
“Ini kita sangat berbangga dengana digelarnya acara Sail Moyo Tambora itu. Karena secara tidak langsung acara tersebut akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan pariwsata,” kata Faozal.
Usai deklarasi, panitia FJP menggelar acara Obronan Santai (Obras) dimoderatori wartawan Radara Mandalika, Jhoni Sutangga mengangkat tema “Menuju Pariwisata NTB Berkelas Dunia” dengan menghadirkan narasumber Ketua BPPD NTB, Fauzan Zakaria, Senator DPD RI Dapil NTB, Baiq Diah Ratu Ganefi, Ketua Koni NTB, Andi Hadiyanto dan juga mantan Tim 10 Pengembangan Destinasi, Taufan Rahmadi.
Berbagai pandangan dan masukan seputar pariwisata disampaikan para narasumber bahkan mereka juga menyampaikan respon positif atas kehadiran insan pers yang bertekad mengembangkan pariwisata NTB.
Ketua BPPD NTB, TGH Fauzan Zakaria memberikan apresiasi penuh dengan terbentuknya forum jurnalis yang tujuannya fokus mempromosikan dan juga mengembangkan pariwsata di Lombok Sumbawa.
Menurutnya, insan media atau jurnalis ini memiliki peran penting dalam memajukan pariwisata NTB. Ia menuturkan, sebaik apapun destinasi pariwisata, atau sebagus apapun promosi yang dibuat tanpa adanya peran jurnalis, maka itu dianggap sia-sia.
“Jadi, jurnalis itu syarat penting untuk pariwisata. Bisa saya katakan, banyak syarat untuk memajukan pariwisata. Dan jurnalis itu adalah salah satu syarat utama,” kata Fauzan.
Fauzan mengaku akan berupaya penuh untuk mempromosikan pariwisata NTB ini dengan target kedepannya yaitu NTB menjadi kiblat utama wisata halal di Indonesia.
Aspek promosi wisata menurut Fauzan tidak lepas dari mengikuti perkembangan era globalisasi. Kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi sangat menetukan dalam memebrikan pandangan, promosi dan kemajuan dalam dunia pariwisata secara signifikan. Apalagi era globalisasi berkaitan dengan persaingan pasar bebas sehingga dibutuhkan keselarasan atau singkronisasi dalam perkembangan kemajuan pariwisata.
“Terlebih FJP ini salah satu instrumen penting bergerak demi kemajuan,” tegas Fauzan
Potensi dua pulau baik Lombok dan Sumbawa NTB dalam merajut pariwisata NTB berkelas dunia sangat memungkinkan. Hal yang diusulkan dalam kemajuan pariwisata diharapkan terbentuk satu badan penataan destinasi wisata. Badan ini menjadi lokus penting yang khusus bergerak pada bidang penataan saja.
Sementara itu Senator DPD RI Dapil NTB, Baiq Ratu Diyah Ganefi menjabarkan bahwa banyak potensi yang bisa dijual di NTB dalam pasar pariwisata yang selama ini masih belum tersentuh. Sehingga dalam hal ini dibutuhkan kebersamaan semua pihak. Ibu Diyah sapaan senator kelahiran Loteng itu meyakini dengan sikap kebersamaan bisa mendulang semua potensi tersebut. Selaku Komite II DPD RI lanjutnya juga bergerak dalam bidang pariwisata banyak hal yang menajadi catatan. Semisal selama ini pariwisata NTB gaungnya hanya brand saja namun masih banyak yang perlu dibenahi.
Diyah mencontohkan gaung KEK Mandalika sudah tersebar namun anehnya para pengunjung masih saja banyak mengeluh seperti destinasi berbayar sementara fasilitas seperti toilet tidak tersedia.
“Ini hal kecil tapi luput dari perhatian. Ini menjadi tugas bersama,” sentil Diyah.
Untuk itu Diyah kembali menegaskan dibutuhkan kebersamaan dalam membangun pariwisata.
Ketu KONI NTB, Andy Hadiyanto menekankan harus ada cita-cita besar. Dengan cita-cita itu menjadi pondasi kuat mengembangkan pariwisata. Andi menyingung bagaimana peran sport tourisme menjadi aspek penting yang mendongkrak kemajuan pariwisata semua daerah. Selama ini NTB banyak menggelar even sport yang berdampak pada pasar pariwisata. Kehadiran even olahraga di NTB telah banyak berkontribusi bagi pariwisata.
“Sport tourism salah satu aspek penting dunia pariwisata,” tegas Andi.
Usai deklarasi dan Obras dilanjutkan dengan Buka bersama. (sat)
Polda NTB Harus Proaktif Ungkap Kasus Bawang Putih
HarianNusa.com, Mataram – Dugaan penyelewangan bibit bawang putih di Lombok Timur sedang diusut Polda NTB. Tim penyelidik Ditreskrimsus telah melakukan serangkaian proses pengumpulan data dan keterangan.
Institusi berseragam cokelat itu menghimpun data dari beberapa
penerima bantuan, khususnya di Kecamatan Sembalun. Tidak hanya itu, tim yang diturunkan pekan lalu mengorek pula data dari dinas terkait. Kendati demikian, mereka masih kesulitan mendapat data lengkap sebagai bukti permulaan atas dugaan penyelewengan proyek swasembada pangan yang bergulir tahun 2017 itu.
Guna membongkar kasus tersebut, polda perlu jemput bola. Saran itu disampaikan Direktur Yayasan Masyarakat Nusa Tenggara (SAMANTA) Foundation Dwi
Sudarsono agar penanganan kasus tersebut terarah.
Dia menilai penyaluran bibit bawang putih itu terdapat aroma
korupsi. Karena itu, polisi harus serius mencari bukti permulaan. Misalkan menghimpun data awal dari petani, khususnya yang menerima bantuan. ’’Polda harus proaktif melakukan investigasi, mengumpulkan data, dan bukti,’’ kata dia.
Dari data awal, Dwi melihat, penyaluran bibit itu ada indikasi
penyimpangan. Dugaan itu tidak terlepas dari keluhan para petani yang mengaku tidak menerima bibit sebagaimana semestinya. Artinya, sambung dia, indikasi awalnya sudah ada titik terang,
sehingga bisa dijadikan bukti permulaan. ’’Kalau dilihat dari data
awal itu, bisa ditingkat ke tahap selanjutnya, yakni penyelidikan. Di sini butuh keseriusan polda dalam mengusutnya,’’ terang dia.
Memang, kata Dwi, polda membutuh waktu, juga kerja keras untuk mendalami kasus tersebut. Khususnya dalam menelisik item pemotongan bantuan yang diterima petani. ’’Tentu dalam penanganan kasus ini polda harus terbuka. Artinya kalau memang ada data yang valid, harus diusut tuntas, jangan sampai ngambang,’’ kata dia sambil menegaskan kalau
pihaknya siap mengawal kasus tersebut serta mendampingi para petani.
Sebelumnya, Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharuddin mengaku jika timnya belum mendapat lengkap. Meski demikian, pihaknya tetap serius menangani kasus tersebut. ’’Kasus ini masih jalan. Kami masih kumpulkan data-data dan keterangan,’’ kata dia, akhir pekan lalu.
Kalau memang timnya sudah mendapat data lengkap dan bukti kuat, dia menegaskan, pihaknya akan mengambil langkah selanjutnya yakni menaikkan ke tahap penyelidikan. Namun, saat ini dia tidak ingin beranda-andai, apalagi mendahalui proses yang sedang berjalan. ’’Kalau ada bukti permulaan, kami akan naikkan ke penyelidikan,’’ tandasnya.
Diketahui, pengadaan bibit bawang putih itu berasal dari kantong APBN 2017. Ada 350 ton benih bawang putih lokal disalurkan kepada 181 kelompok tani yang tersebar di 18 desa se-Kabupaten Lombok Timur.
Benih bawang putih lokal sebanyak 350 Ton dibeli dari hasil produksi petani di Kecamatan Sembalun pada periode panen pertengahan 2017 dengan menghabiskan Rp 30 miliar. Namun pada saat penyaluran bantuannya di akhir tahun 2017, banyak kelompok tani yang mengeluh tidak mendapatkan jatah sesuai data. Bahkan ada sebagian dari kelompok tani yang tidak sama sekali kebagian jatah. (sat)
