HarianNusa.com, Mataram – Tim Opsnal Polsek Pagutan menangkap seorang pelaku yang diduga melakukan pencurian dua unit laptop dan cas laptop serta satu unit HP milik anggota polisi.
Usai Didatangi Mabes Polri dan Kapolda NTB, KPU NTB Gelar Rakor
HarianNusa.com, Mataram – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) didatangi rombongan Mabes Polri dan Polda NTB, Selasa (30 /01).
Koramil 1608-05/Donggo Gotong Royong Bersihkan Pohon Tumbang
HarianNusa.com, Bima – Angin kencang yang melanda seluruh wilayah NTB termasuk di Kota dan Kabupaten Bima pada Senin pagi kemarin hingga sore hari (29/01), selain menimbulkan luka-luka dan korban jiwa tertimpa pohon juga menyisakan pohon-pohon yang tumbang akibat diterjang derasnya angin.
Tercatat, NTB Telah Tujuh Kali Diterjang Tsunami
HarianNusa.com, Mataram – Bencana tsunami merupakan bencana alam paling dasyat dan mematikan di dunia. Sejak tsunami Aceh pada 2004 silam, bencana tersebut mulai familiar di masyarakat. Gelombang raksasa dari laut menghantam daratan dan menewaskan banyak orang.
Di NTB sendiri, tsunami pernah terjadi. Dalam katalog tsunami Indonesia pada BMKG, tercatat NTB telah diterjang tsunami sebanyak tujuh kali. Masing-masing yakni:
-Tsunami Tambora 10 April 1815,
-Tsunami Bima 8 November 1818 tinggi 3,5 m,
-Tsunami Bima 29 Desember 1820 tinggi 24 meter,
-Tsunami Bima 5 Maret 1836,
-Tsunami Bima 28 November 1836,
-Tsunami Labuantereng, dan
-Tsunami Lombok 25 Juli 1856,
Tsunami Tambora terjadi pada 10 April 1815. Tsunami tersebut terjadi akibat letusan Gunung Tambora, akibatnya tsunami menerjang beberapa pulau di Indonesia. Tsunami juga menghantam Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima dengan ketinggian di atas 4 meter. Dilaporkan juga tsunami di hari yang sama terjadi di Kecamatan Besuki Jawa Timur dan Maluku.
Sebenarnya, tsunami lebih dari tujuh kali terjadi di NTB. Pada Jumat 19 Agustus 1977 tsunami juga pernah menghantam Desa Lunyuk Besar Kabupaten Sumbawa dan Desa Awang Kuta Lombok Tengah. Namun dalam katalog tsunami Indonesia pada BMKG. Tsunami tersebut merupakan imbas atau dampak dari tsunami yang terjadi di Pulau Sumba NTT. (Baca: Mengenang 40 Tahun Tsunami Lombok dan Sumbawa)
“Berdasarkan katalog tsunami Indonesia BMKG, tsunami Sumba dengan lokasi 320 km barat daya Waingapu dampaknya hingga Sumbawa dan Lombok Tengah. Yang pada 19 Agustus 2017 lalu diperingati 40 tahun,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto, Selasa (30/01).
NTB Butuh Banyak Sirene Tsunami
Agus Riyanto juga mengatakan di NTB saat ini cuma memiliki satu unit sirene tsunami atau dikenal dengan nama Tsunami Early Warning System”(TEWS). Sirene tersebut terpasang di Ampenan Kota Mataram dan hanya dari dana BMKG sendiri.
Di wilayah lain, Bali misalnya, telah memiliki sembilan sirene tsunami. Hal itu karena Pemerintah Daerah Bali sangat peduli dan sadar terhadap bencana tsunami, terlebih lagi Bali merupakan daerah wisata. Namun, bukankah NTB juga merupakan daerah wisata?
“NTB baru punya satu unit, yang terpasang di wilayah Ampenan Kota Mataram. Alat tersebut dipasang dari dana BMKG,” ujar Agus.
Padahal NTB membutuhkan lebih dari satu unit sirene, karena panjang pantainya mencapai 2.333 kilometer, mulai dari Pulau Lombok hingga Pulau Sumbawa. Terlebih lagi, berdasarkan sejarah kegempaan dan tsunami, bencana tersebut banyak terjadi di NTB.
Tsunami Sumba yang berdampak pada Desa Awang dan Kuta di NTB telah merenggut 198 nyawa. Untuk menghindari bencana ini kembali merenggut nyawa, maka sudah sewajarnya NTB memiliki sirene tsunami lebih dari satu.
“NTB masuk dalam daerah berpotensi gempa disertai tsunami, makanya kami mendorong supaya pemerintah daerah memberi perhatian terhadap kebencanaan,” pintanya.
Sirene tsunami per unit mencapai harga Rp 300 juta, BMKG tentunya tidak bisa membeli peralatan tersebut dengan dana sendiri. Untuk itu peran pemerintah dalam membantu menyediakan sirene tsunami sangat dibutuhkan. (sat)
Jelang UNBK, SMKN 2 Mataram Lakukan Persiapan
HarianNusa.com, Mataram – Tahun 2018 merupakan tahun ke tiga bagi Provinsi NTB dalam melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Menjelang pelaksanaan UNBK, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Mataram melakukan berbagai persiapan.
Kepala SMKN 2 Mataram, H.Hudri Achmad, S. Pd, MM mengatakan Untuk memprsiapkan pelaksanaan UNBK pihaknya melakukan pengayaan dan pemantapan selama satu bulan penuh terhadap 438 orang siswa calon peserta UNBK.
“Pengayaan dan pemantapan ini dilakukan seusai jam pelajaran sekolah yakni pukul 14.30 hingga 16.00 wita sejak pertengahan Januari hingga awal Februari 2018 mendatang,” kata Hudri kepada HarianNusa.com di Ruang kerjanya, Sabtu (27/1).
Dilanjut Hudri, dua hari sebelum pelaksanaan UNBK, sekitar tanggal 29 Maret pihak sekolah akan melakukan simulasi persiapan peralatan dan persiapan peserta, seolah-olah itu pelaksanaan UNBK.
“Sehingga pada saat UNBK peserta terbiasa dan tidak canggung,” tambahnya.
Sementara untuk peralatan UNBK, kata Hudri, pihak sekolah sudah mempersiapkan, mengingat ini merupakan UNBK tahun ke tiga di SMKN 2 Mataram.
“Kami sudah melakukan persiapan peralatan karena sudah melaksanakan UNBK sejak awal,” katanya.
Ia menegaskan Untuk peralatan tidak ada kendala karena seminggu sebelumnya
sudah dilakukan pengecekan.
“Dan peralatan tersebut siap untuk digunakan pada saat UNBK nanti,” ungkapnya.
Ujian nasional SMK/SMA sederajat akan dilaksanakan selama empat hari mulai tanggal 2 hingga 5 April 2015.
Para siswa yang nantinya lulus UNBK diharapkan tidak hanya sekedar lulus namun dituntut untuk mampu berdaya saing di era globalisasi. (f3)
Lagi-lagi Pelaku Curanmor di Jerowaru Ditembak Polisi
HarianNusa.com, Lombok Timur – Polres Lombok Timur (Lotim) dan Polsek Jerowaru kembali melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pelaku ditangkap di Desa Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru Lotim, Senin (29/01).
Belajar Kelompok, Pelajar SMP 1 Terara Tewas Tersengat Listrik
HarianNusa.com, Lombok Timur – Firman Okta Randa (15) warga Dusun Terara Selatan Desa Terara Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur (Lotim) meregang nyawa akibat tersengat arus listrik. Kejadian terjadi sekitar pukul 13.10 Wita, Minggu (28/01).
Malam ini Air Laut Naik di Sambelia, Belasan Warga Mengungsi
HarianNusa.com, Mataram – Banjir ROB menerjang Dusun Tekalok, Desa Sugian Kecamatan Sambelia Lombok Timur (Lotim), sekitar pukul 22.00 Wita, Senin (29/01). Beberapa rumah yang berada di pesisir pantai digenangi air laut yang naik ke daratan.
Rabu Besok Masyarakat NTB Dapat Nikmati Gerhana Bulan Total
HarianNusa.com, Mataram – Gerhana bulan total akan terjadi pada Rabu 31 Januari 2018 besok. Gerhana dapat dinikmati di Indonesia, tidak terkecuali NTB. Gerhana dapat diamati pada awal malam hingga tengah malam.
