HarianNusa.com, Sumbawa – Dalam salah satu kunjungan resesnya, Ketua Fraksi PKS DPRD NTB H. Johan Rosihan, ST mengunjungi bagian timur Kabupaten Sumbawa, tepatnya Desa Lamenta, Kecamatan Empang. Dalam kunjungan itu, warga yang diwakili Kepala Desa Lamenta yang juga ahli perairan M.Taufik, menyampaikan bahwa sistem irigasi yang hanya mengandalkan air hujan menjadi kendala masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian di daerahnya. Sementara, tanah pertanian di bagian timur Kabupaten Sumbawa, khususnya Desa Lamenta sangat baik untuk tanaman jagung dan tanaman palawija lainnya. Kamis, (8/7).

Disampaikan M. Taufik, pola tanam yang hanya satu kali dalam setahun karena air untuk pertanian yang hanya mengandalkan air hujan, disebutnya sangat merugikan. Sementara, kalau melihat potensi air yang ada di Desa Lamenta, sangat mungkin untuk dilakukan perbaikan pola tanam. Tentu saja dengan mengusahakan upaya-upaya tertentu. Salah satunya pembuatan sumur dangkal sebagai sumber irigasi.

Terhadap hal itu, Johan, yang juga Ketua Komisi III DPRD NTB ini memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, potensi Kab. Sumbawa bagian timur, khususnya Desa Lamenta sebagai sentra palawija, tentu sangat tidak diuntungkan dengan keterbatasan debit air. Menunggu air hujan untuk memulai cocok tanam tentu saja mengandung konsekuensi kerugian. Salah satunya kerugian pola tanam, yang hanya bisa dilakukan satu kali setahun.

“Air sungai dangkal bawah tanah yang dimiliki Desa Lamenta, sangat mungkin untuk dikembangkan sistem sumur dangkal. Dengan sistem itu, Insya Allah pola tanam bisa dikembangkan menjadi tiga kali dalam setahun. Bahkan bisa empat kali untuk kacang Hijau. Insya Allah,” katanya. Oleh karena itu, lanjut Johan, aspirasi warga Desa Lamenta dengan sistem sumur dangkal merupakan usaha yang patut diperjuangkan. (sta)