Kejahatan Meningkat, Polda NTB Latih Personel Menembak

61
Latihan menembak dilakukan di Lapangan Tembak Mako Brimob Polda NTB. (ist/hariannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – Aksi kejahatan yang terjadi di NTB mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut didominasi kejahatan 3C (curat, curas dan curanmor). Guna menekan angka kejahatan, Polda NTB mempersiapkan diri dengan melakukan latihan tembak, Kamis (27/7).

Puluhan Anggota Reserse Polda NTB bersama Anggota Reskrim Polres se-NTB melakukan latihan tembak di Lapangan Tembak Mako Brimob Polda NTB, Ampenan, Kota Mataram.

Dirreskrimum Polda NTB, Kombes Pol Kristiadji mengatakan latihan menembak tersebut untuk mengasah kemampuan menembak anggota Reserse, Tim Buser dan Resmob di masing-masing wilayah di NTB.

Setiap anggota diprioritaskan untuk mahir dalam menembak, sehingga jika ada anggota terancam harus dilakukan tindakan tegas dan terukur.

“Jika nanti (anggota) terancam keselamatannya, pelaku cukup dilumpuhkan atau dalam keadaan mendesak ditembak mati,” tegasnya.

Maraknya kasus kejahatan 3C juga diikuti dengan kejahatan konvensional lainnya seperti penganiayaan berat. Sehingga polisi juga harus ekstra hati-hati jika menangani kasus-kasus tersebut.

“Reserse memegang senjata dinas perlu dilating kembali. Apalagi di beberapa Polres tidak memiliki lapangan tembak untuk latihan mereka,” paparnya.

Sementara itu Pelatih menembak AKP Supriyono dari Kesatuan Brimob Polda NTB menegaskan senjata yang dipakai untuk latihan seperti  jenis pistol terbaru T 07 kaliber  9 mm dan senjata Revorvel  0338 yang sehari-hari merupakan senjata andalan Polri di lapangan.

“Rata-rata anggota reserse cukup baik menguasai senjata, cara membidik dan target sudah bagus. Hanya saja mereka harus terus diasah kemampuannya dalam variasi latihan menembak,” ujar AKP Supriyono. (sat)