More
    Beranda blog Halaman 106

    Bupati Lombok Utara Buka Musrenbang RPJMD 2021-2026

    0

    HarianNusa.com, KLU – Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH., membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026 KLU (3/6/2021). Hadir pula Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng, Pj Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Kabag Perencanaan Polres Lotara Kompol Agus Dwi Ananto SH, Kepala OPD, Para Camat, dan tamu undangan lainnya.

    Bupati Djohan menyampaikan, Musrenbang kali ini berawal dari perencanaan teknokratik, politik dan partisipatif sebagai upaya percepatan pembangunan daerah. Musrenbang ini masih dalam suasana Covid-19 yang melanda daerah sehingga menyebabkan pengurangan anggaran pembangunan daerah. Karenanya, masih menurut Bupati Djohan, peserta Musrenbang harus mampu merumuskan sesuatu yang sesuai dengan kondisi obyektif daerah.

    "Saya melihat program daerah kita banyak yang belum terselesaikan, banyak persoalan yang belum mampu diwujudkan. Karena ketiadaan anggaran serta pendapatan asli daerah yang menjadi modal awal membangun daerah menurun lebih dari 50 persen. Ini tantangan buat kita seluruh perangkat daerah dan seluruh masyarakat Lombok Utara. Bagaimana kita mengatasi dan mengantisipasi, setiap persoalan daerah," tandasnya.

    Menurutnya, RPJMD disusun untuk lima tahun ke depan. Diperlukan kerja sungguh-sungguh, dengan memacu semangat membangun daerah dengan bertujuan memastikan visi misi kepala daerah dan wakil kepala daerah dijadikan pedoman dalam penyusunan Renja. Mengingat saat ini daerah Lombok Utara masih menjadi daerah termiskin dan daerah tertinggal satu-satunya di NTB.

    Sementara itu, Kabid Litbang Bappeda NTB Lalu Suryadi MM via kanal virtual menyampaikan, dalam proses penyusunan RPJMD perlu memperhatikan usulan-usulan dari semua pihak dengan memperhatikan kebijakan provinsi, pusat dan penjaringan aspirasi masyarakat serta stakeholder lain untuk diakomodir. Mengingat angka kemiskinan tertinggi di NTB adalah Lombok Utara. Dari aspirasi yang bersifat teknokratik, politis, dan aspiratif.

    Sedangkan Kabid Litbang Bappeda KLU Tri Darma Sudiana, SSTP dalam laporannya menyampaikan, kegiatan pelaksanaan musrenbang RPJMD kali ini menyerap masukan dan saran dari Kepala OPD, camat serta stakeholder lainnya dengan bertujuan diadakannya musyawarah rencana pembangunan 2021-2026 ini adalah untuk penyelarasan klarifikasi dan kesepakatan terhadap tujuan sasaran strategi arah kebijakan dan program pembangunan daerah 2021-2026.

    "Diharapkan ada turunan dari RPJMD menuju Renstra OPD sehingga apa yang menjadi target didalam RPJMD bisa diraih. Tentu dengan bantuan OPD, agar sesuai dengan target capaian," pungkasnya.

    Pelaksanaan musrenbang RPJMD dilaksanakan selama satu hari dengan narasumber dari Pemda KLU, Bappenas serta Kementerian PAN-RB. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan penyampaian dari para pemateri. (*)

    Jelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Wabup Lombok Utara Lepas Tukik

    0

    HarianNusa.com, KLU – Dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto R ST MEng melakukan Pelepasan Anak Tukik di Pantai Sorong Jukung, Desa Tanjung, Rabu, (2/6/2021).

    Kegiatan yang diawali dengan gotong royong membersihkan lingkungan dan roi pantai yang ada di Dusun Sorong Jukung dan sekitarnya itu, turut dihadiri Kadis Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Pemukiman KLU M. Zaldi Rahadian ST, Kapolsek Tanjung AKP Wahono Brurie Cahyono SH, Kepala Desa Tanjung Budiawan SH, serta masyarakat setempat.

    Wabup Danny pada kesempatan itu menyampaikan, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Dinas LH Perkim dalam menjaga kelestarian lingkungan.

    "Kegiatan bersih-bersih pantai menjadi langkah awal yang baik dan semoga tetap berjalan bukan hanya seremonial saja, tetapi bagaimana kita menjaga kelestarian lingkungan, agar kebersihan tetap terjaga," tuturnya.

    Sebagai catatan, lanjutnya, untuk menggalakkan kesadaran masyarakat tentang kebersihan lingkungan diperlukan regulasi dan sarana prasarana agar lingkungan tetap bersih. Mengingat permasalahan sampah adalah klasik.

    "Berdiskusi dengan temen-temen di provinsi, sebenarnya sampah bisa diolah untuk dijadikan bahan bakar dan sebagian dimanfaatkan masyarakat untuk diolah menjadi kompos serta kerajinan yang memiliki nilai jual," tandasnya.

    Untuk menjaga ekosistem baik flora maupun fauna, anak tukik atau penyu yang saat ini hampir punah menjadi tanggung jawab bersama untuk melestarikan hewan dilindungi keberlangsungannya. Selain itu, dibutuhkan pelestarian ekosistem sebagai daya tarik wisata.

    "Berharap seluruh pembangunan infrastruktur, agar tetap memperhatikan kelestarian lingkungan," imbuhnya.

    Sementara itu, Kadis LH Perkim M Zaldi Rahadian ST., menyampaikan, kegiatan ini adalah salah satu rangkaian dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni mendatang.

    "Kegiatan ini bentuk kerja sama antara pemda dengan pelaku usaha pariwisata serta masyarakat. Untuk meningkatkan semangat masyarakat terkait sampah. Kita bicara masalah sampah ini, terkait dengan perilaku dan kepedulian bersama di wilayah masing-masing. Banyak hal yang kita lakukan terkait dengan sampah seperti Pelayanan Sampah Keliling," pungkasnya.

    Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kegiatan hari ini dimulai dari Sorong Jukung. Kemudian besok (3/6/2021) di Pantai Sire dan diakhiri dengan penanaman pohon. (*)

    BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi NTB Akhir 2021 Meningkat Hingga 4,2 Persen

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB Heru Saptaji optimis bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi NTB akhir 2021 akan meningkat. Ia mengatakan, akselerasi pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan I 2021 sudah menunjukkan arah perbaikan yang signifikan. Dari sebelumnya, kontraksinya berada pada minus 3,03 persen, menyusut menjadi minus 1,13 persen (y on y) tahun 2021.

    "Insya Allah pada triwulan II dan III hingga keseluruhan tahun 2021 akan terus membaik. Sehingga perspektif pertumbuhan ekonomi NTB akan kembali positif 3,8 hingga 4,2 persen,” ungkapnya saat menyampaikan laporan perkembangan perekonomian NTB bersama Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, kepala OJK, kepala institusi vertikal, BUMN, kepala cabang perbankan serta puluhan kepala OPD lingkup pemerintah provinsi NTB di Kantor BI NTB, Senin (31/05).

    Untuk itu, menurut Heru, semangat sinergi antar semua pihak dengan meningkatkan kolaborasi menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah yang lebih baik lagi ke depan. Baik itu kolaborasi bersama pemerintah daerah, pemerintah kabupaten kota, institusi vertikal, BUMN dan perbankan agar bagaimana merealisasikan dan mempercepat ekonomi yang lebih baik lagi.

    "Semoga dengan kesamaan visi dan semangat akan membawa perbaikan kinerja perekonomian di NTB yang lebih sejahtera bagi kehidupan masyarakat,” terangnya.

    Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB telah merilis pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB pada 05 Mei 2021. Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB triwulan 1 tahun 2021 terhadap triwulan IV tahun 2020 diwarnai faktor musiman pada kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh 10,95 persen, pertumbuhan positif juga terjadi pada kategori jasa lainnya sebesar 5,67 persen. Kategori transportasi dan pergudangan sebesar 4,85 persen. Begitu juga kategori pengadaan listrik dan gas sebesar 3,20 persen dan kategori jasa Kesehatan serta kegiatan sosial sebesar 2,98 persen.

    Pertumbuhan positif pada sejumlah kategori lapangan usaha tersebut tidak cukup menahan terjadinya kontraksi ekonomi Provinsi NTB pada triwulan 1 tahun 2021 yaitu sebesar 3,30 persen. Kondisi tersebut disebabkan oleh terjadinya kontraksi ekonomi pada sejumlah kategori lapangan usaha yang memiliki kontribusi besar seperti kategori pertambangan dan penggalian 10,18 persen, kontruksi sebesar 15,42 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum 8,98 persen. Sedangkan kategori administrasi, pertahanan dan jaminan sosial wajib 13,19 persen. (*)

    Pariwisata NTB Berbenah Jelang Event Internasional

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Menjelang gelaran Superbike, L’Etape dan Hutama Karya Endurance Challenge yang akan digelar mulai Agustus sampai November depan, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah meminta momentum kebangkitan pariwisata NTB ini benar benar disiapkan dengan baik. Ketiga event tersebut akan menjadi lompatan pemulihan sektor andalan yang paling terdampak pandemi Covid 19.

    "Tugas Dinas Pariwisata sebenarnya melakukan banyak promosi dan membuat grand design pariwisata kita dengan melibatkan semua pihak yang mendukung bergeraknya pariwisata," ujar Wagub di Pendopo Wakil Gubernur, Senin (31/05).

    Ditekankan Wagub, branding NTB sebagai tujuan pariwisata dunia harus menyebar ke seluruh dunia. Dimasa pandemi, promosi branding CHSE (Clean Health Safety Environment) menjadi jaminan kunjungan wisata selain branding Wisata Halal yang dulu diraih dengan kerja keras. Wagub juga sepakat dengan program kerja Dispar yang mengedepankan wisata berkualitas dari jumlah kunjungan semata. Karena dengan begitu, keberlanjutan pariwisata dapat lebih terukur. Selain itu, orang nomor dua di NTB ini juga meminta pasar domestik wisatawan nusantara mulai digarap lebih serius.

    "Intinya pemulihan pariwisata kita sudah berjalan sesuai rencana. Yang perlu adalah detail pelaksanaannya dengan berkoordinasi dengan semua pihak," tegas Wagub.

    Dalam pertemuan dengan seluruh jajaran Dinas Pariwisata, Wagub juga menegaskan bahwa penyiapan destinasi wisata sebenarnya adalah tanggungjawab kabupaten/ kota diluar program Kementerian agar semua aspek dalam membangun pariwisata dikerjakan oleh semua orang tidak hanya pemerintah provinsi. Dijelaskannya, sebagai daerah yang dilimpahi kekayaan alam, seni dan budaya, tugas seluruh stakeholder adalah memastikan pelayanan terbaik dengan manajemen yang baik, yang disadari sebagai aset sendiri untuk dijual sebagai andalan ekonomi.

    "Jadi tidak lagi bergantung dari seberapa besar anggaran yang dialokasikan untuk maintenance fasilitas, kebersihan, kesehatan dan lain lain," tegas Wagub.

    Disisi lain, sebagai destinasi super prioritas, pemerintah pusat juga berkepentingan memastikan persiapan berjalan dengan baik.

    Kepala Dinas Pariwisata NTB , Yusron Hadi menambahkan, sektor ekonomi kreatif juga menjadi pendukung pariwisata. Dari 17 jenis ekonomi kreatif, kata Yusron, semuanya ada di NTB. Diantaranya, mode, kuliner, desain, kerajinan dan lain lain.

    "Kita akan kembangkan semaksimal mungkin untuk mendukung event pariwisata nasional dan internasional," ujar Yusron.

    Ia menambahkan pula, pariwisata religi dengan menjadikan Islamic Center sebagai destinasi wisata unggulan mulai dibenahi selain wisata edukasi seperti museum dan lain lain. (*)

    Jadi Destinasi Pariwisata Lombok yang Pertama Dikenal, Senggigi Jangan Dilupakan

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Atas inisiasi dari Dinas Pariwisata Lombok Barat (Lobar), setiap bulan diadakan pertemuan (gathering) pemilik usaha (businnes owners) hotel, restoran, diving, dan sejenisnya yang ada di wilayah Kabupaten Lobar. Tidak terasa, sudah tujuh kali kegiatan ini diadakan.

    Pada pertemuan ke-7 yang bertempat di Hotel Killa, Senggigi, Minggu malam, (30/5), salah satu yang menjadi pokok bahasan adalah agar Senggigi diperhatikan dan tidak dilupakan.

    “Senggigi adalah salah satu destinasi pariwisata nasional dan internasional yang pertama-tama dikenal di Lombok, oleh karena itu Senggigi tidak boleh dilupakan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Lobar, H. Saepul Akhkam.

    Pernyataan ini disampaikan agar perhatian terhadap destinasi wisata lain seperti Mandalika di Lombok Tengah, tidak menyebabkan Senggigi dilupakan.
    Pernyataan Akhkam tersebut didukung oleh beberapa owners businness lainnya. Marcel dari Puri Bunga misalnya menyarankan agar ada kegiatan atau program yang membuat wisatawan betah di Senggigi.

    “Supaya wisatawan tidak nginap saja di Senggigi tapi jalan-jalannya ke Mandalika, Senggigi jangan hanya buat nginap,” harapnya.

    Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi Suhermanto juga mengingatkan agar semangat peduli lingkungan Senggigi kembali dihidupkan. Karena menurutnya, semangat untuk bersih-bersih Senggigi sudah mulai redup.

    “Senggigi sudah cukup tertata tetapi butuh support agar teman-teman yang peduli lingkungan semangatnya bangkit lagi,” harapnya.

    Sejumlah pelaku usaha juga meminta kepada Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pariwisata-nya menyelenggarakan event di Senggigi.

    Akhkam pada kesempatan itu juga meminta agar ada sinergitas dengan kabupaten/kota lain mengingat pariwisata Lobar juga bergantung pada pariwisata kabupaten/kota lain yang ada di Lombok.

    Ada juga persoalan-persoalan lain yang disampaikan para pelaku dan pemilik usaha. Misalnya agar ijin perpanjangan usaha dipermudah serta persoalan listrik agar tidak serta merta diputus PLN mengingat penurunan omzet usaha wisata sehingga terjadi keterlambatan pembayaran.

    Untuk persoalan ijin dijawab bupati agar melibatkan BPKP, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lobar. Menurut bupati, kalau secara regulasi dari BPKP ada dukungan kuat maka permudahan perpanjangan ijin usaha adalah memungkinkan.

    Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, Yusron Hadi berjanji untuk berbicara dengan PLN terkait dengan permintaan keringanan dalam urusan kelistrikan bagi para pelaku usaha.

    “Kebetulan Kantor Dinas Pariwisata dengan PLN,” ujarnya. Dia juga ekonomi kreatif (ekraf) dibangkitkan dan digaungkan.

    “Karena pariwisata dan ekraf sangat terkait,” katanya.

    Bupati Lobar H. Fauzan Khalid pada kesempatan tersebut mengajak agar semua orang menjadi Humas bagi pariwisata Lombok Barat dan NTB.
    “Kita tunjukkan bahwa kita di Lombok masih kuat dan siap menerima kunjungan siapapun,” ujarnya.

    Sementara itu, Kapolres Lobar AKBP Bagus S. Wibowo menyampaikan sikap dilematis yang harus diambil oleh aparat kepolisian. Di satu sisi, menurutnya, upaya pencegahan penyebaran Covid-19 harus tetap dilakukan dengan Polisi dan TNI di garda terdepan. Di sisi lain ini juga bisa menghambat pariwisata.

    “Pada saat ada Surat Edaran Bapak Bupati untuk menutup tempat wisata beberapa waktu yang lalu, polisi jadi sasaran utama kekecewaan masyarakat,” tuturnya.

    Bahkan, lanjutnya, saat kegiatan penyekatan banyak warga yang protes. Namun, dengan kegiatan tersebut justru ditemukan ada warga yang positif Covid-19.

    “Ternyata ada yang positif yang dibawa oleh pelaku wisata, tolong pelaku wisata jangan merusak nama baik pelaku wisata lainnya,” pesan Kapolres.

    Hadir juga pada kesempatan tersebut Dandim 1606/Lobar Kol. Arm Gunawan, Kepala Biro Ekonomi Provinsi NTB, Asisten I Setda Lobar Agus Gunawan, anggota DPRD Lobar, dan belasan pelaku usaha wisata di Lobar. (*)

    Merasa Dizolimi, Kelompok Tani Bunga Desa Polisikan Seorang Oknum Dewan Lombok Barat

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Merasa dizholimi dengan ulah okum Anggota Dewan Lombok Barat berinisial T-A dari Fraksi Partai Berkarya yang diduga telah merampas bantuan kendaraan jenis Tosa sebanyak 2 (dua) unit yang menjadi hak kelompok tani Bunga Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Akhirnya Ketua dan anggota Kelompok Tani Bunga menempuh jalur hukum.

    Ketua Kelompok Tani Bunga, Muniri, angkat bicara dan membeberkan kejadian tersebut kepada awak media, Senin, (31)/5). Sambil menunjukkan dokumen serah terima barang (2 unit Tosa) dari Dinas Pertanian Lombok Barat.

    Ia menyampaikan kronologis kejadian 2 unit Tosa bantuan untuk Kelompok Tani Bunga Desa Banyumulek hingga sampai jatuh ke tangan oknum dewan tersebut. Dituturkannya, saat serah terima kendaraan 2 unit Tosa di Kantor Dinas Pertanian Lombok Barat dan hendak dibawa pulang untuk dibuatkan acara syukuran, di pertengahan jalan dilakukan pencegatan oleh Burhanudin yang merupakan orang tua dari oknum Dewan Lobar berinisial TA, dengan alasan Tosa tersebut terlebih dahulu diamankan dirumahnya sambil menunggu distempel baru kemudian akan diserahkan ke Kelompok Tani Bunga.

    Namun, lanjut Muniri, setelah diminta hingga sebanyak empat kali oleh Kelompok Tani Bunga, Tosa tersebut tidak kunjung mau diserahkan oleh Burhanudin dan disaksikan T-A dengan alasan tosa tersebut merupakan pokir dewan, bahkan Muniri sempat diusir dan diminta untuk melapor ke Jakarta ke DPP Partai Berkarya.

    Merasa dibohongi dan tidak dihargai, dan selain harus mempertanggung jawabkan bantuan Tosa tersebut kepada Anggota Kelompok Tani Bunga, Muniri pun mengadukan persolan tersebut ke Dinas Pertanian Lombok Barat namun tidak mendapatkan respon yang diharapkan. Hingga akhirnya Muniri bersama Anggota Kelompok Tani Bunga Desa Banyumulek mempolisikan Burhanudin dan oknum dewan TA.

    "Ya saya sudah laporkan kasus tersebut ke Polres Lombok Barat dan saya telah dimintai keterangan," ucapnya.

    Buntut dari laporan polisi, Muniri mengaku telah didatangi jaksa dan disarankan untuk melakukan perdamaian dengan terlapor.

    "Bagaimana saya mau berdamai, saya sudah kadung (terlanjur, red) dibuat malu, dan kalau saya mau berdamai kan nama baik saya yang jadi rusak sama kelompok karena dicurigai nantinya telah menerima sesuatu seperti isu yang dikembangkan," ujarnya

    "Saat ini saya hanya berharap keadilan kepada aparat penegak hukum (APH) agar kasus tersebut diproses sesuai aturan hukum," tandasnya.

    Terpisah, TA yang di konfirmasi via WhatsApp terkait dugaan merampas Tosa milik Kelompok Tani Bunga Desa Banyumulek menyanggah tudingan tersebut. Dia meminta bertemu langsung dengan wartawan untuk menjelaskan duduk persoalan sebenarnya agar tidak terjadi salah faham. (*3)

    Ket. Foto:
    Ketua Jelompok Tani Bunga, Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat menunjukkan dokumen serah terima barang (2 unit Tosa) dari Dinas Pertanian Lombok Barat. (HarianNusa.com)

    Hadiri Prosesi Pemakaman ASN Pemda KLU, Bupati Djohan Sampaikan Bela Sungkawa

    0

    HarianNusa.com, KLU – Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH., menghadiri prosesi pemakaman birokrat yang bertugas di Diskoperindag KLU (28/5/2021). Hadir pula pada kesempatan tersebut, diantaranya Pj Sekda Drs H Raden Nurjati, Pimpinan Pesantren Nurul Bayan TGH Abdul Karim, Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Simparudin SH, Plt. Camat Bayan Adnan SPd MPd, Para Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Para Kabid, Kasi dan segenap karyawan Diskoperindag, Toga, Toma dan masyarakat mukim setempat.

    ASN Pemda KLU, Drs. Sahibudin meninggal pada hari Kamis, (27/5/2021) di BLUD Puskesmas Bayan, almarhum didiagnosa mengalami sakit jantung. Pria kelahiran Lombok Tengah tahun 1964 yang bermukim di Desa Anyar tersebut, terakhir mengemban amanah sebagai Kepala Seksi UMKM Pada Diskoperindag KLU.

    Memulai sambutannya, Bupati Djohan menyampaikan, semua makhluk diciptakan Allah SWT, maka kepadaNya lah semua akan kembali, dan setiap yang bernapas mesti akan mengalami kematian.

    "Kehadiran kita karena dua hal, pertama melaksanakan kewajiban sebagai sesama muslim yang masih hidup terhadap keluarga kita yang meninggal dunia. Memandikan, mengkafani, menyolatkan, dan memakamkannya. Kedua bahwa sebagai pengingat suatu saat kita akan mengalami hal serupa," ungkapnya.

    "Pimpinan daerah beserta segenap OPD menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya, atas musibah yang terjadi. Sembari berdo’a semoga almarhum ditempatkan sebaik-baiknya di sisi Allah SWT," ucapnya.

    Adapun dalam tausiahnya, Pimpinan Pesantren Nurul Bayan TGH Abdul Karim menyampaikan hakikat hidup adalah mesti merasakan kematian dan kehidupan dunia dengan segenap fasilitasnya merupakan kesenangan yang semu. Kubur merupakan tempat persinggahan dalam perjalanan berikutnya. Tempat transit manusia, kemudian pada saatnya dibangkitkan dan semua akan menuju hadapan Allah SWT.

    "Mari kita menyikapi kesenangan hidup dunia ini dengan melupakan tujuan dan proses perjalanan panjang yang sebenarnya. Dengan demikian kita siap menghadapi kematian kapan pun, dimana pun, dan dalam suasana apapun," urainya.

    Dalam pada itu, Kepala Bidang Koperasi dan UKM Diskoperindag KLU Sadzli Rais SPd mengenang almarhum yang juga bawahannya sebagai birokrat yang ulet, tekun dan bertanggung jawab.

    "Mestinya pada Hari Jum’at ini (28/5/2021) agenda almarhum mem-branding produk UMKM yang diagendakan dan dibinanya. Kenyataan berkata lain, kita yang mengantarkannya ke pemakaman. Allah telah memanggilnya dan kita ikhlaskan," pungkasnya.

    Acara berjalan lancar dan khidmat. Diakhiri dengan pembacaan do’a. Selamat berpulang saudara Sahibudin, semua mengenang keluhuran yang telah diabdikan. (*)

    Penjual Pakaian Online di Mataram Nyambi Edarkan Sabu

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Seorang pria berinisial SF (37) tahun asal Pengempel Indah Kota Mataram ini ditangkap Ditresnarkoba Polresta Mataram karena menguasai barang bukti Narkoba yang jumlahnya cukup besar.

    Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual pakaian online ini mengaku melakukan kegiatan tersebut dikarenakan butuh biaya untuk melunasi hutangnya.

    "Mengakunya dia terpaksa nyambi jualan sabu untuk membayar utang," ungkap Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, SIK di Mataram, Jumat (28/5/2021).

    Pengusaha yang juga berprofesi sebagai guru mengaji dan Bahasa Inggris ini ditangkap pada Kamis (27/5) malam. Polisi menangkapnya dengan menjalankan strategi "Undercover buy", yakni dengan penyamaran anggota sebagai calon pembeli.

    Setelah adanya kesepakatan harga pembelian 25 gram sabu seharga Rp100 juta, SF merencanakan transaksi di salah satu rumah makan yang berada di wilayah Sayang-sayang, Kota Mataram.

    "Saat transaksi, Tim kami langsung melakukan penggerebekan dan penggeledahan terhadap SF," pungkasnya.

    Dari penggerebekan itu polisi menemukan enam klip plastik bening berisi serbuk kristal putih diduga sabu dengan berat bruto mencapai 31 gram. Telepon genggam milik SF turut diamankan beserta uang tunai diduga hasil transaksi senilai Rp2,3 juta.

    "Setelah itu, pengembangan berlanjut ke rumah terduga SF yang berada di wilayah Pengempel Indah," ucapnya.

    Heri menjelaskan, dari penggeledahan di rumah SF, petugas menemukan dua ons barang diduga sabu dalam klip plastik ukuran besar. Ada juga barang bukti yang menguatkan peran SF sebagai pengedar, seperti timbangan digital, bundelan klip plastik beragam ukuran, dan juga pipet plastik yang ujungnya berbentuk runcing.

    SF yang kini telah mendekam di balik jeruji besi di Mapolresta Mataram mengaku bahwa barang haram tersebut dia dapatkan dari wilayah Lombok Timur.

    "Dia mengakunya beli di Lombok Timur dan dijual lagi di Mataram. Untuk satu gramnya, dia beli Rp1,25 juta dan jual lagi seharga Rp1,4 juta," kata Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP Yogi Purusa Utama, SIK.

    Terkait dengan sumber barang yang disebutkannya, Heri memastikan bahwa kasus ini akan terus berkembang di lapangan dengan memburu pemasok barang haram tersebut.

    Yogi mengungkapkan, kepada penyidik, SF mengaku terpaksa menjual sabu untuk melunasi utangnya. Meskipun demikian, SF yang diamankan dengan barang bukti diduga sabu kini terancam pidana seumur hidup atau hukuman mati sesuai dengan Pasal 112 Ayat 2 dan atau Pasal 114 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

    "Jadi untuk selanjutnya, pengembangan terus dilakukan, dan kita akan uji keabsahan dari barang bukti serbuk kristal putih yang diduga sabu ini di laboratorium," ujarnya.

    Dengan digagalkannya peredaran narkotika itu, ribuan masyarakat dapat tertolong dari barang haram tersebut. (*)

    Rapat Kerja Daerah, DPD PKS Sumbawa ‘Ngaji Budaya’

    0

    HarianNusa.com, Sumbawa – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sumbawa menggelar kegiatan Ngaji Budaya dalam rangka Studium General Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Ngaji budaya ini mengangkat tema, “Menguatkan kambali falsafah Tau dan Tana Samawa “adat barenti ko Syara’, Syara’ barenti ko Kitabullah” untuk kemajuan Sumbawa.

    Tema ini diangkat PKS untuk menguatkan kembali falsafah Sumbawa, karena mulai memudarnya nilai nilai falsafah “adat barenti ko Syara’, Syara’ barenti ko Kitabullah”.

    “Alhamdulillah ngaji budaya terlaksana dengan lancar, ngaji budaya ini adalah bentuk komitmen kami terhadap pelestarian kebudayaan yang ada di Sumbawa”, kata M. Takdir, Ketua DPD PKS Sumbawa, dalam keterangannya pada Selasa (26/5/2021) di Sumbawa.

    Kegiatan ngaji budaya tersebut, kata Takdir, akan rutin digelar DPD PKS Sumbawa kedepannya dengan menghadirkan para budayawan Sumbawa.

    Ngaji Budaya PKS Sumbawa kali ini menghadirkan Dea Guru Syukri Rahmat, S.Ag yang kini menjabat sebagai Sekretaris LATS (Lembaga Adat Tana Samawa) Sumbawa dan menjabat sebagai ketua MUI Sumbawa, dan Aries Zulkarnin, S.Pd. Wakil Ketua LATS (Lembaga Adat Tana Samawa).

    Kegiatan Ngaji Budaya PKS ini, mendapat apresiasi baik dari masyarakat Sumbawa.

    “Alhamdillah, kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari kedua pembicara, dari kader dan masyarakat Sumbawa”, tutup Taqdir.

    Wamenkumham RI Optimis Kanwil Kumham NTB Raih Predikat WBBM

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Edward Omar Sharif Hiariej, mendukung penuh Kanwil Kemenkumham NTB menuju predikat zona integritas Wilayah Birokrasi Bersih Melayani atau WBBM.

    Dalam kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pasca dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 23 Desember 2020 sebagai Wamenkumham RI, pemilik nama lengkap Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum. itu, mengapresiasi sekaligus optimis dan yakin Kanwil Kemenkumham NTB di bawah kepemimpinan Haris Sukamto, A.Ks., S.H., M.H., mampu meningkatkan predikat zona integritas dari Wilayah Bebas Korupsi (WBBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

    “Banyak hal yang saya dapatkan dan betul-betul saya berikan apresiasi penuh, mulai dari kunjungan ke Lapas Terbuka, kemudian Imigrasi, Balai Pemasyarakatan, Lapas Mataram dan Kantor Wilayah Kemenkumham NTB,” ungkap sapaan Edy itu.

    "Saya mendukung penuh Kanwil Kemenkumham NTB, untuk mendapat predikat WBBM,” tandasnya.

    Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Drs. Haji Lalu Gita Ariadi juga mengatakan hal senada. Atas nama Pemprov NTB, Gita pun memberikan apresiasi tinggi dan dukungan kepada Kanwil Kemenkumham NTB, dalam peningkatan predikat menuju WBBM karena dilihatnya Kemenkumham NTB telah melakukan berbagai langkah untuk mencapai predikat tersebut.

    “Saya optimis dan yakin, menjadi Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani, akan tercapai di Kantor Wilayah Kemenkumham NTB ini,” ucapnya.

    Dalam kunjungan itu, Kepala Kanwil Kemenkumham NTB Haris Sukamto mendampingi Wamenkumham RI, berkeliling untuk melihat langsung berbagai inovasi yang dilakukan Kanwil NTB, seperti sarana ruang kerja dan pelayanan, studio Podcast NGOPI (Ngobrol Inspirasi dan Aspirasi), Mobil Layanan Terpadu (Biladu) serta Ruang Media Center yang dihajatkan untuk berkumpulnya wartawan.

    Untuk diketahui, sebelum mengunjungi Kanwil Kemenkumham NTB beberapa satuan kerja (satker), Guru Besar Ilmu Hukum Pidana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu, menjadi Keynote Speech dalam acara Diskusi Publik RUU KUHP, di Ballroom Hotel Golden Palace, Mataram. (*)

    Ket. Foto:
    Wamenkumham RI Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum didampingi Kanwil KemenkumHAM NTB Haris Sukamto (kiri) dan Sekda NTB H. Lalu Gita Ariady (kanan) saat berkunjung ke Kanwil KemenkumHAM NTB. (Forta)

    error: Content is protected !!