Beranda blog Halaman 110

Tiga Pemuda Rela Gondol Sepeda Gayung demi Game Slot

0

HarianNusa, Lombok Barat – Nasib apes menimpa tiga pemuda, berinisial AY (30), RI (24), AR (23) asal Desa Dasan Geria Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, ketiganya harus diringkus Tim Opsnal Polsek Lingsar atas tindak pidana pencurian yang dilakukannya pada Jumat (25/6).

Penangkapan ketiga terduga tersebut dilakukan berdasarkan laporan korban bernama Muhammad Supriyadi asal Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, poKabupaten Lombok Barat.

Awalnya petugas menangkap AY pada Rabu (14/7), sekitar pukul 05.00 Wita, setelah dilakukan introgasi dan pengembangan, ternyata AY melakukan aksinya dibantu oleh dua rekannya yakni RI dan AR. Petugas dengan cepat meringkus kedua rekan aksinya di hari yang sama.

"Dalam aksinya, terduga melakukan survey lokasi terlebih dahulu ke tempat yang akan dieksekusi. Ketiga terduga sudah membagi peran, AY berperan merusak pintu gembok dan mengambil sepeda, sepeda diangkat dan diambil oleh RI, kemudian dioper ke AR untuk dibawa," beber Kapolsek Lingsar, Iptu Ketut Artana, S.H. dalam keterangan persnya, Jumat (16/7).

Dari pengakuan terduga, sepeda merk Polygon tersebut diinapkan semalam dan keesokan harinya di jual ke penadah sebesar Rp 1 juta. Dari hasil penjualan tersebut langsung dibagi tiga, untuk digunakan sebagai modal main game Slot.

"Akibat perbuatannya, korban mengalami kerugian materi sebesar Rp 2,6 juta," kata Kapolsek.

Atas aksi kejahatannya, ketiganya disangkakan Pasal 363 Ayat (2) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.(*)

Djohan Sjamsu Resmikan Kelompok Tani Ternak dan Serahkan Dana KUR di Desa Pandua

0

HarianNusa, KLU – Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH., meresmikan Kelompok Tani Ternak (KTT) sekaligus serahkan Buku Rekening KUR kepada kelompok tani di Desa Pendua Kecamatan Kayangan, Jumat, (16/7/2021).

Turut hadir pada kesempatan itu, Plt Kepala DKPP Evi Winarni MSi, Kadis Sosial P3A Drs Faisol MSi, Pimpinan BRI Mataram Bayu Aditio, Plt Camat Kayangan Denda Peniwarni SE beserta tamu undangan lainnya.

Adapun kelompok tani yang diresmikan adalah KTT Berkah Sabar, Horseven, Lokok Kapuk, Pokok Genem, Daur Alam. Sementara yang menerima dana KUR Bagenda Maju, Berkah Sabar, dan Harapan Baru.

Bupati Djohan menyampaikan KTT yang diresmikan mesti bekerja sungguh-sungguh sesuai dengan kemampuan masing-masing. Terlebih daerah Pendua subur. Tinggal bagaimana mengelola keberlangsungan pertanian dan ternak ke depannya.

"Pada masa pandemi ini, yang masih kuat hanya bidang pertanian dan peternakan. Bagaimana masyarakat atau kelompok petani peternak bisa pula berwirausaha dengan salah satu cara pemberian dana KUR," tuturnya.

Bupati Djohan juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan mengingat pandemi Covid-19 kini mengalami peningkatan di beberapa wilayah tidak kecuali KLU.

"Terlebih dengan adanya Covid varian baru yang lebih ganas. Oleh karenanya, tetap gunakan masker dan jaga jarak," pesannya. (*)

Ket. Foto:
Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH., serahkan Buku Rekening KUR kepada kelompok tani di Desa Pendua Kecamatan Kayangan, KLU. (Istimewa)

Kembangkan Talas Beneng, Balitbangtan Bentuk Riset Kolaboratif

HarianNusa, Jakarta – Ditengah populernya porang di kalangan pelaku usaha pertanian, talas Banten yang masih satu kerabat umbi ini ternyata juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor dan bahan pangan alternatif. Ukuran talas asal Provinsi Banten ini tidak seperti talas lainnya, sehingga dinamai talas beneng yang artinya besar dan koneng/kuning, dan digolongkan dalam giant taro atau big elephant’s ear.

Selain potensi ukurannya, talas ini memiliki kadar protein (7.17%) dan mineral (13.70%) yang relatif tinggi. Potensi ini didukung pula oleh kemudahan budidayanya di lahan basah maupun kering, sehingga dapat dikembangkan di lahan marjinal.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Banten terus memacu budidaya talas beneng melalui pengembangan area lahan tanam yang diperkirakan mencapai 100-300 hektare dan berpotensi bertambah sehingga tercipta kawasan talas 1000 hektare. Atas dasar potensi dan keunikannya, pemerintah setempat menobatkan talas Beneng sebagai salah satu ikon Banten.

Dibalik besarnya potensi talas sebagai sumber pangan alternatif, ternyata belum diimbangi dengan pemanfaatannya. Umumnya masyarakat memanfaatkan talas terbatas sebagai kudapan berupa keripik, kolak, ubi goreng dan ubi rebus atau tambahan sayur.

Berbeda dengan negara-negara lain seperti Jepang dan New Zealand, talas dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pangan berbasis karbohidrat seperti roti, kue-kue, makanan bayi atau produk-produk ekstrusi yang bernilai ekonomi tinggi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, ekspor talas secara keseluruhan bernilai USD 3,07 juta dengan volume mencapai 2.909 ton dalam bentuk beku maupun segar untuk memenuhi permintaan negara Thailand, Jepang, China, Singapura, Malaysia, Vietnam, Australia, dan Belanda.

Kementerian Pertanian mendukung pengembangan agribisnis dan agroindustri talas beneng dengan melepas varietas beneng menjadi varietas unggul talas melalui Keputusan Menteri Pertanian No. 981 tahun 2020.

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga menyampaikan bahwa semua pangan lokal yang seperti talas, ubi, sagu, sorgum dan lainnya bisa dimanfaatkan untuk menggerakan lapangan kerja dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan memperbaiki ekonomi nasional.

Terlepas dari segala potensi talas beneng, salah satu kendala dalam penggunaan talas sebagai bahan baku produk olahan adalah kandungan oksalatnya yang tinggi mencapai 61.783 ppm pada talas liar. Kandungan oksalat ini kemungkinan akan lebih rendah pada talas beneng budidaya.

Menurut Winda Haliza salah satu peneliti pascapanen Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), konsumsi makanan berkadar oksalat tinggi dapat mengganggu kesehatan karena dapat menyebabkan pembentukan batu oksalat atau batu ginjal.

“Adanya oksalat dapat menurunkan penyerapan kalsium oleh tubuh. Kendala lain dalam pemanfaatan talas sebagai bahan baku produk olahan adalah terjadinya browning yang dapat mengurangi nilai tampilan produk” terangnya.

Untuk mengatasi hal itu, Winda menjelaskan perlu adanya beberapa perlakuan pada pembuatan tepung talas untuk mengurangi kadar oksalat hingga 90% lebih. Proses reduksi oksalat dilakukan secara bertahap dalam suatu kondisi proses yang ringan sehingga mempertahankan karakteristik tepung talas dan meminimalkan terjadinya browning atau perubahan warna.

“Yaitu dengan cara perendaman dalam larutan asam atau garam dan diikuti dengan perendaman dalam air atau air hangat (pemanasan minimal),” imbuhnya.

Kepala Balitbangtan, Fadjry DJufry mengatakan pengembangan model agorindustri dan agribisnis talas beneng sangat dibutuhkan untuk meningkatkan nilai tambah produk dan mendukung ketahanan pangan. Produk-produk baru dan kekinian berbahan talas perlu dikembangkan teknologinya selain produk talas beku yang memang sudah diekspor.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, pada tahun ini Balitbangtan memasukkan komoditas talas Beneng dalam program riset dan pengembangan inovasi kolaboratif. “Diharapkan, dengan adanya program ini, dapat mempercepat hilirisasi teknologi Litbang yang dibutuhkan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas ini,” jelas Fadjry.

Tak hanya kolaborasi internal Balitbangtan, aksi kolaborasi riset ini turut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten, Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, asosiasi dan perkumpulan serta UMKM penggiat talas beneng dan stakeholder terkait lainnya.

Nekat Menjambret untuk Modal Nikah, AM Akhirnya Mendekam dalam Sel

0

HarianNusa, Kota Bima – Sungguh naas nasib pria (23) tahun, warga Desa Nisa Kecamatan Woha Kabupaten Bima ini. Niat menjadi raja semalam saat di pelaminan nanti, akhirnya berujung di sel polisi. Betapa tidak, untuk menambah kekurangan modal nikah, ia nekat menjambret.

Pria yang diketahui berinisial AM ini, akhirnya ditangkap Tim Opsnal Brimob NTB, akibat menjambret dua buah handphone milik korban Defi Afriani.

Tim Opsnal Brimob NTB, Bripka Ardi Baron Bayu Seno, Selasa (13/7) menjelaskan, AM ditangkap di rumahnya Senin malam kemarin, tanpa perlawanan sama sekali dan mengakui segala perbuatannya. Penangkapan juga disertai barang bukti berupa 1 unit sepeda motor scopy dan dua handphone.

Penangkapan AM tersebut, berdasarkan laporan polisi nomor: STTLP/K/157/VII/2021/NTB/polres Bima kota/sektor Rasanae Barat.

Saat diinterogasi, kata Bayu Seno, selain mengakui perbuatan dan menyesalinya, AM juga mengakui terpaksa, menjambret demi modal nikah yang masih kurang. Sementara jadwalnya dalam waktu tidak terlalu lama lagi.

“AM terpaksa menjambret demi tambahan modal nikah,” jelas Bayu Seno menceritakan keluh kesah terduga jambret.

Terduga dan barang barang bukti kini diserahkan ke Mapolsek Rasanae Barat (Rasbar)

“Kami telah menyerahkan terduga pelaku dan barang bukti lainya ke Polsek Rasanae Barat untuk ditindaklanjuti sebagaimana hukum yang berlaku,” kata Bayu Seno. (*)

Ket. Foto:
Terduga jambret menunjukkan barang bukti dua unit handphone. (Istimewa)

Peringati HUT KLU, Bupati Djohan Serahkan Paket Sembako di Kecamatan Gangga

0

HarianNusa, KLU – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-13 Lombok Utara Bupati, H. Djohan Sjamsu SH menyerahkan bantuan sosial kebutuhan dasar untuk Lansia, Disabilitas, Anak terlantar dan trauma berupa paket Sembako di Kecamatan Gangga (13/7/2021). Hadir pula Kadis Sosial P3A Drs Faisol MSi, Plt Camat Gangga Parihin S.Sos dan unsur masyarakat para penerima manfaat.

Bupati Djohan menyampaikan mulai dari kemarin (12/7/2021), Pemda KLU membagikan sembako untuk 2.758 jiwa yang ada di lima kecamatan Lombok Utara. Termasuk 524 jiwa, diserahkan hari ini untuk Kecamatan Gangga.

"Paket sembako ini sebagai wujud kepedulian pemda kepada disabilitas, lansia, anak terlantar, dan trauma di Lombok Utara. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 ini dibutuhkan masyarakat. Terimalah seikhlasnya dan seadanya, untuk memenuhi kebutuhan keluarga tiga bulan ke depan," tuturnya.

Lebih lanjut Bupati Djohan menambahkan, untuk dimaklumi masyarakat, Covid-19 masih ada dan terus mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker. Bersama melindungi diri, keluarga dan masyarakat sekitar. (*)

Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu menyerahkan paket sembako ke salah seorang penerima di Kecamatan Gangga. (Istimewa)

Bupati Fauzan Tinjau Pilkades Serentak di Lombok Barat

0

HarianNusa, Lombok Barat – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid meninjau beberapa Desa yang melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2021, Senin (12/7/2021). Di Kabupaten Lombok Barat sendiri, pelaksanaan Pilkades Serentak dilaksanakan oleh 24 desa dari 8 Kecamatan.

Adapun 8 kecamatan tersebut adalah Sekotong, Lembar, Gerung, Kuripan, Labuapi, Narmada, Gunungsari, dan Batulayar. Hanya 2 kecamatan dari 10 kecamatan yang ada di Lombok Barat yang tidak termasuk didalamnya, yaitu Kecamatan Lingsar dan Kediri.

Bupati didampingi ketua DPRD Lobar Hj. Nurhidayah, Kadis PMD Lobar Heri Ramadhan mengunjungi beberapa desa
antara lain Desa Senggigi, Desa Batulayar Barat dan Desa Senteluk. Ketiga desa tersebut di Kecamatan Batulayar.

Kemudian di Kecamatan Gunungsari yakni, Desa Taman Sari dan Desa Mambalan dan di Kecamatan Narmada yaitu Desa Sembung, Desa Batu Kuta, dan Desa Gerimak Indah.

“Alhamdulillah dari pantauan kita, pemilihan Kepala Desa ini berjalan lancar dan aman, sampai siang ini pemilihnya rata-rata sudah 70 persen masyarakat yang sudah menggunakan hak pilihnya.
tingkat partisipasi masyarakat luar biasa dan saya kira ini bagus untuk perkembangan Demokrasi khususnya di tingkat Desa,” ungkap mantan Ketua KPU NTB.

Lebih lanjut H.Fauzan Khalid mengatakan, pemantauan pilkades serentak di Lombok Barat dibagi menjadi tiga Tim.

“Untuk pemantauan, kami bagi menjadi III Tim, saya di Tim I meliputi tiga kecamatan yakni Kecamatan Batulayar, Gunungsari dan Narmada," jelasnya.

Sementara Tim II dipimpin Wakil Bupati Hj. Sumiatun yang memantau 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Sekotong dan Lembar.

Kemudian Tim III, pemantauannya di 3 Kecamatan meliputi Kecamatan Kuripan, Labuapi dan Gerung, dipimpin oleh Sekda Lobar, H. Baehaqi

"Dan dari komunikasi yang kita lakukan, Alhamdulillah di tempat-tempat itu juga berjalan lancar dan aman," tutup bupati Lobar yang terkenal jamaq-jamaq ini. (*)

Ket. Foto:
Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid meninjau gelaran pilkades di slalah satu Desa yang melaksanakan Pemilihan Kepala Desa di Lombok Barat. (Istimewa)

POL PP Lobar Siap Hadapi Gugatan STIE AMM Senilai 10 Miliar

0

HarianNusa, Lombok Barat – Gugatan hukum yang dilayangkan oleh STIE AMM atas langkah POL PP Lombok Barat yang akan melakukan proses eksekusi dan pengosongan lahan STIE AMM mendapat respon biasa dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Barat.

Sekretaris Pol PP Lobar, Ketut Rauh yang hadir dalam sidang gugatan tersebut menyampaikan, Pol PP Lombok Barat sudah sangat siap menghadapi gugatan dari pihak STIE AMM. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Satpol PP Lobar sebagai tergugat 1 bersama dengan Kabag Hukum Setda Lombok Barat dan Kabid Aset DPKAD.

Menurut Ketut Rauh langkah yang dilakukan oleh Satpol PP yang mempersiapkan eksekusi dan pengosongan melalui surat yang dikirim ke pihak STIE AMM merupakan langkah yang tepat. Hal ini karena aset tersebut merupakan milik pemkab Lombok Barat. Sehingga Pol PP sudah memiliki kewajiban untuk melakukan pengamanan terhadap aset yang dimiliki oleh pemkab Lombok Barat.

"Kami sesuai dengan tupoksi memiliki tugas untuk menegakan peraturan daerah dan mengamankan aset daerah sesuai dengan aturan yang berlaku," ujarnya.

Karenanya, pihaknya sudah sangat siap untuk menghadapi gugatan ini. Pihaknya bersama pihak DPKAD dan Bagian Hukum Setda Lombok Barat telah menyiapkan berbagai bahan untuk menghadapi gugatan dari pihak AMM. Hal ini menurutnya merupakan sesuatu yang biasa dan tentu pihaknya berpegang pada aturan yang berlaku.

Sementara itu Ahmad Nuralam, Kepala Bagian Hukum Setda Lombok Barat mengatakan bahwa gugatan ini sebagai bentuk respon pihak STIE AMM terhadap langkah penertiban yang akan dilakukan oleh Satpol PP. Pemerintah Daerah tentu memiliki langkah tegas untuk mengamankan aset ini. Pihaknya bersama satpol PP sudah sangat siap menghadapi gugatan hukum ini. Ia mengatakan bahwa pihak STIE AMM tentu akan melakukan berbagai upaya untuk tetap bertahan di tanag aset milik Pemkab Lombok Barat. Dalam kesempatan ini Ahmad Nuralam juga mengatakan bahwa Pemkab tentu khawatir karena ada indikasi tanah tersebut dijadikan agunan di bank. Karenanya pemkab perlu melakukan pengamanan terhadap aset tersebut.

"Pada prinsipnya gugatan ini merupakan langkah hukum yang diambil oleh STIE AMM dan Pihak Satpol PP siap menghadapi gugatan ini," ujarnya.

Seperti diketahui pihak STIE AMM melalui kuasa hukumnya melayangkan gugatan terhadap Satpol PP Lombok Barat atas langkah satpol PP Lobar yang ingin mengeksekusi dan mengosongkan lahan aset Pemkab di STIE AMM.

Pihak STIE AMM menganggap langkah satpol PP tersebut tidak menghormati putusan TUN Surabaya. Dalam gugatan ini pihak STIE AMM merasa dirugikan secara materil dan imateril dan menuntut ganti rugi sebesar 10 miliar rupiah.

Sidang perdana dilaksanakan pada hari Selasa 6 Juli 2021 kemarin di pengadilan Negeri Mataram. Dalam sidang tersebut pihak penggugat dan tergugat hadir namun setelah dibuka oleh hakim, sidang ditunda untuk memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak melakukan mediasi. (*)

Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Lombok Barat dan Kantor Bea Cukai Mataram Lakukan Sosialisasi

0

HarianNusa, Lombok Barat – Untuk menekan peredaran rokok ilegal di Lombok Barat, Pemkab Lobar bekerjasama dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Mataram menggelar sosialisasi terkait Bea dan Cukai hasil tembakau.

Sosialisasi yang dikemas dalam Talkshow bertajuk Gempur Rokok Ilegal ini menghadirkan narasumber Sekda Lombok Barat H. Baehaqi, Kabag Ekonomi Setda Lobar Agus Rahmat Hidayat, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC Mataram Riyanto Hadi Saputro, dan Kepala Seksi Kepabeanan Cukai dan Dukungan KPPBC Mataram Arseto Triyowingsatyo, di kantor Radio Giri Menang Lombok Barat, Selasa, (6/7/2021).

Kepala Seksi Kepabeanan Cukai dan Dukungan KPPBC Mataram menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan atas dukungan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Tujuannya, agar masyarakat memahami bahwa hasil tembakau tersebut dikenakan cukai.
Hasil cukai itu, nantinya dipergunakan untuk program-program kesehatan, kesejahteraan, dan pengawasan rokok ilegal.

"Jika peredaran rokok ilegal ditekan maka pengusaha rokok akan merasa tenang dalam memasarkan hasil tembakaunya," terang Arseto Triyowingsatyo saat diwawancara usai kegiatan.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC Mataram Riyanto Hadi Saputro menyebutkan, selama kurun waktu enam bulan (Januari-Juni 2021) ini, pihaknya sudah melakukan 75 penindakan peredaran cukai hasil tembakau ilegal di Pulau Lombok. Dari angka tersebut Lombok Barat menduduki predikat kedua tertinggi.

"Berdasarkan daerah penindakan, Lombok Barat sebesar 27 persen," ungkapnya.

Dari hasil penindakan tersebut, pihaknya memberikan sangsi administrasi hingga pemusnahan BKC. "Periode 2021 ini kami telah memberikan saksi administrasi sebanyak 8 kali," katanya.

Sebelumnya Kabag Ekonomi Lombok Barat, Agus Rahmat Hidayat menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten Lombok Barat bersama stakeholder terkait terus berupaya menekan peredaran cukai hasil tembakau ilegal di Lombok Barat.

Diharapkan kedepannya ada peraturan daerah terkait penyelesaian atau proses pemenuhan peraturan bea cukai itu sendiri.

"Kedepannya kita akan bekerjasama dengan dinas perizinan dan pihak-pihak terkait supaya bisa membantu memudahkan masyarakat terutama pengusaha tembakau," ujarnya. (*)

Ket. Foto:
Kegiatan Talkshow gempur rokok ilegal di Kantor Radio Giri Menang Lombok Barat. (HarianNusa)

Antusias Masyarakat Sekotong untuk Divaksin Terus Meningkat

0

HarianNusa, Lombok Barat – Desa Kedaro dan Desa Taman Baru Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat menggelar vaksinasi massal untuk masyarakat umum.

Masyarakat di kedua desa tersebut sangat antisipasi mengikuti kegiatan tersebut. Meski berada di daerah perbukitan yang jauh dari keramaian, tak menghalangi niat baik warga untuk mendapatkan vaksin sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mencegah menyebarnya Covid 19.

Kegiatan vaksinasi massal yang di selenggarakan di halaman Kantor Desa Kedaro, Senin, (5/7/2021) ini diikuti 338 orang yang dinyatakan telah divaksin dosis pertama.

“Warga yang dilayani vaksin oleh Puskesmas Pelangan yang terdaftar sebanyak 349 orang. Sementara yang bisa dilayani 338 orang, dan tertunda 11 orang,” terang Ari Sigit dari Promkes Pelangan.

Sementara itu di Desa Taman Baru, UPT Puskesmas Sekotong sebagai pelayan vaksin kewalahan melayani warga. Dari 150 yang ditargetkan, warga yang mendatangi Kantor Desa Taman Baru sebanyak 400 orang.

“Dari target 150 orang, kami vaksin hampir mencapai 250 orang, sasaran yang hadir hampir 400 orang, kami kehabisan Vaksin,” ungkap Kepala Puskesmas Sekotong, drg.I Nyoman Adnyana Putra.

Suksesnya pelaksanaan vaksinasi massal di Desa Kedaro dan Desa Taman Baru ini, tidak terlepas dari komitmen lintas sektor yang ada di Kecamatan Sekotong. Dengan koordinasi dan sosialisasi yang baik, masyarakat Kecamatan Sekotong secara sadar bersedia untuk di vaksin.

Masyarakat Kecamatan Sekotong sekarang ini sudah tidak merasa enggan atau takut lagi untuk di vaksin. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya warga masyarakat yang hadir pada hari ini. Terimakasih kepada semua lintas sektor yang telah membantu suksesnya vaksinasi.

Kepala Puskesmas Pelangan Ns Zulqutbi, S.Kep. menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam mensukseskan vaksinasi ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Camat Sekotong, Kapolsek Sekotong dan Danramil Sekotong yang selalu hadir bersama kami, Para Kepala Desa dan Kepala Dusun, serta pihak lainnya yang telah mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam vaksin ini,” ucapnya. (*)

Puluhan Pemuda Lombok Barat Dilatih Menjadi Pengusaha Milenial di Era Digital

0

HarianNusa, Lombok Barat – Kabupaten Lombok Barat melakukan langkah cepat dalam mempersiapkan milenial atau kaum muda dalam menghadapi perkembangan tekhnologi informasi di era digital. Melalui kerjasama dengan BPSDMP (Badan Pengembangan Sumber daya Manusia Perhubungan) Kementerian Kominfo Balai Teknis Surabaya dan Digital Talent Scholarship, Lombok Barat melakukan pelatihan bagi kaum muda untuk menjadi pengusaha di Era Digital.

Kadis Kominfo Lombok Barat, Ahad Legiarto mengatakan, pelatihan ini merupakan langkah nyata Pemerintah kabupaten Lombok Barat dalam mengembangkan bakat dan kemampuan para pemuda serta upaya Pemkab Lombok Barat untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Ahad mengatakan hal ini sebagai komitmen Lombok Barat untuk menciptakan wirausaha muda dalam bersaing di era digital atau lebih dikenal dengan era 4.0. Pelatihan Digital Enterprenuer Academy ini diikuti oleh sekitar 70 orang pemuda yang berdomisili di Lombok Barat dan berlangsung selama 2 hari dari tanggal 2 Juli 2021 hingga 3 Juli 2021, dengan mendatangkan sejumlah narasumber dari Kementerian Kominfo dan Digital Talent Scholarship serta dari Dinas Kominfotik Lombok Barat.

Dalam kesempatan ini Ahad juga mengatakan bahwa selama dua hari mengikuti pelatihan para milenial atau kaum muda Lombok Barat telah diberikan materi dan praktik tentang digital marketing, cara membuat website, cara membuat konten digital dan cara membuat konten pemasaran di media sosial. Ia juga menambahkan bahwa para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan yang berlangsung di Kompleks Kantor Bupati Gerung Lombok Barat.

Jumlah peserta yang mendaftar secara online sebanyak 130 orang namun kouta untuk pelatihan tahap 1 maksimal sebanyak 70, sehingga sisanya akan mengikuti pelatihan tahap 2 yang akan diadakan beberapa bulan ke depan. Menurut Ahad, materi pelatihan ini sangat bermanfaat dalam mempersiapkan para pemuda untuk menjadi pengusaha yang tangguh dan kuat dalam bersaing di era digital.

"Pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan wirausaha muda di era digital dan kita berharap Lombok Barat dapat menjadi pelopor bagi terwujudnya pengusaha muda yang tangguh di era digital," ujar Ahad usai acara penutupan Pelatihan Pengusaha di Era Digital, Sabtu, (3/7/ 2021) di Giri Menang Gerung

Sementara itu Plt Sekretaris Dinas Kominfotik Lombok Barat, Sumaedy Radjiman mengatakan, bahwa acara ini juga tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Salah satu syarat mengikuti kegiatan adalah peserta wajib mengikuti tes swab antigen satu hari sebelum melaksanakan kegiatan ini.

"Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan sesuai dengan protap kegiatan dari kementerian," terangnya.

Sementara itu salah seorang peserta pelatihan Diang Novan mengatakan, bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para pemuda dan pemula. Pelatihan ini, ungkapnya, membuat dirinya dan peserta yang lain memahami tentang digital marketing dan teknik-teknik yang efektif dalam membuat konten digital marketing. Menurutnya selama ini ia berpikir untuk memulai bisnis dalam digital marketing sangat sangat sulit namun setelah mengikuti pelatihan ini wawasannya dan pengetahuannya tentang digital marketing menjadi sangat luas.

"Kami akan segera mencoba untuk mempraktekkan dan mengaplikasikan ilmu yang kami peroleh dalam pelatihan ini. Semoga kami bisa sukses dan dapat bisnis kami berkembang pesat melalui digital marketing ini," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pelatihan seperti ini sangatlah bermanfaat dan perlu diselenggarakan lagi agar para milenial dapat memulai dan membuka bisnis baru di era digital ini. Tak lupa iapun menyampaikan terima kasih kepada pemkab Lombok Barat dalam hal ini Dinas Kominfotik serta BPSDMP Kementerian Kominfo Balai surabaya dan pihak DTS (Digital Talent Scholarship) yang telah mengadakan pelatihan ini di Lombok Barat. (*)