Beranda blog Halaman 178

Hingga Februari, Forum LLAJ Lombok Barat Terima 11 Aduan

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat – Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) Lombok Barat (Lobar) mencatat Hingga bulan Februari ini ada sebelas aduan yang masuk. Seluruh aduan disampaikan melalui akun media sosial FLLAJ Lobar sendiri. 5 aduan disampaikan melalui akun Facebook, 4 melalui Whatsapp dan 2 melalui Instagram.

11 aduan tersebut dibahas lansung dalam rapat bulanan FLLAJ Lobar di aula Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar. Kamis (27/2/2020).
Rapat ini dihadiri oleh sejumlah OPD terkait dari Lobar seperti Dinas Perhubungan, Dinas Perkim dan Dinas PU, Bappeda, forum wartawan, pemerhati jalan hingga masyarkat umum.

Kepala Dinas Perhubungan H. Moh. Najib menyebutkan, rapat ini merupakan agenda untuk mendukung transparansi pembangunan daerah. “Kegiatan hari ini kami harapkan agar bagaimana proses mekanisme keberadaan Forum FLLAJ Lobar, yang terkait juga untuk mendukung transparansi pelaksanaan pembangunan imfrastruktur daerah,” terang Najib.

Aduan yang masuk ke akun media sosial FLLAJ Lobar bulan ini antara lain menyangkut masalah kondisi jalan, lampu lalu lintas dan lampu jalan.
Seperti rapat sebelumnya, setiap aduan dibacakan satu per satu secara lengkap beserta tanggal masuk aduan dan penyampaian aduan, kemudian direspon oleh dinas terkait, respon berupa penjelasan kasus atau aduan dan penyampaian progress dari tindak lanjut yang sudah atau yang sedang dilakukan.
Salah satu masalah yang diadukan adalah kemacetan yang sering terjadi di simpang 4 bekas pasar Gunung Sari.

Aduan ini direspon lansung perwakilan Dishub Lobar dengan menyebutkan, jika jalan di sekitar bekas memang masih dalam kondisi darurat karena pemindahan pasar, lebih-lebih lagi jalan tersebut merupakan terminal sehingga tidak jarang terjadi arus lalu lintas padat. Untuk itu Dishub Lobar masih sedang mengupayakan jalan alternatif sementara untuk menghindari kemacetan tersebut.

Terkait kerusakan jalan yang terjadi ruas jalan Sayang-sayang-Gunungsari tepatnya di Kekeri, kasi peningkatan jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Fatoni mngungkapkan jika hal tersebut kemungkinan terjadi karena kelebihan beban dari kendaraan yang sering parkir di titik kerusakan.

“Kerusakan itu kemungkinana penyebabnya karena kelebihan beban dari kendaraan, di depan Indomaret yang kebetulan di depannya ada toko bangunan dan sering parkir kendaraan muatan materialnya di sana. Kerusakan itu disebutkan Fatoni akan segera ditindaklanjuti secepatnya,” jelasnya.

Aduan lainnya menyangkut kebocoran pipa PDAM yang tentunya akan sangat menggangu lalu lintas, ia mengungkapkan akan segera berkoordinasi dengan pihak PDAM.
Permasalah lain seperti Penerang Jalan Umum (PJU) terutama di titik yang sudah terdaftar di daftar aduan seperti di jalan Keru-Suranadi, Kepala Bidang Tata Kota dan Pertamanan pada Dinas Perkim Lobar, H. Saifullah mengakui jika di titik itu memang masih belum bisa menyala.

“Di ruas jalan Keru dan Suranadi Insya Allah dengan skema kerjasama KPBU, tahun ini yang sudah dalam tahap evaluasi tahun ini insyaallah 12ribu titik akan menyala termasuk di ruas jalan itu,” tutur Saifullah.

Sebagaimana diketahui, keberadaan jalan mantap di Lombok Barat mendapat pengakuan secara nasional. Karena itu banyak daerah yang study tiru ke Lombok Barat untuk belajar banyak terkait dengan pembangunan jalan khususnya yang mendapatkan support pendampingan dari dana hibah.
Kabupaten Pesisir selatan yang dipimpin Bupatinya H Hendra Joni misalnya pada Rabu (26/2) melakukan study tiru ke Lombok Barat terkait pembangunan jalan ini dan diterima langsung Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid dan jajarannya.

Bupati saat itu menjelaskan, mulusnya insfrastruktur seperti jalan di Lombok Barat, salah satunya karena adanya dukungan hibah Provincial Road Infrastructure and Maintenance (PRIM) yang merupakan bantuan dari Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT).

Menurut Bupati, PRIM merupakan program hibah dan kerjasama antara Pemerintah Australia dan Indonesia melalui Program Indonesia Infrastructure Initiative. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas pemerintah provinsi (NTB) dalam pengelolaan dan pemeliharaan jalan. Dengan program inilah Lombok Barat terbantu dalam pemeliharaan jalan untuk tiga tahun terakhir mulai tahun 2017- 2019.

Bupati Fauzan mengakui, PRIM ini sebelumnya merupakan program Pemprov NTB. Namun sejak tahun 2017 diujicobakan ke Lombok Barat dan ternyata berjalan baik sesuai harapan.
“Kalau kami istilahkan jalan kabupaten kita bangun di atas kualitas jalan provinsi bahkan mendekati kualitas jalan nasional,” jelas Fauzan.

Bupati menegaskan, jika pembangunan jalan melalui dana hibah PRIM Australia ini tidak hanya Dinas PUPR yang terlibat, namun juga dinas lainnya seperti Dinas Perhubungan melalui ForumLalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) tetap online 24 jam menerima pengaduan masarakat.

“Tidak hanya pengaduan masalah jalan, namun pengaduan lainnya seperti sampah dan sebagainya juga diakomdir. Selanjutnya FLLAJ meneruskannya ke dinas-dinas terkait dengan pengaduan tersebut dan FLLAJ ini lebih banyak unsur masyarakat sebagai anggotanya,” jelas Fauzan. (f3/hm)

ACT NTB Kirim Tim Disaster Emergency Respon untuk Banjir Obel-Obel Lombok Timur

0

HarianNusa.com, Lombok timur – Curah hujan yang tinggi di wilayah Lombok Timur, Ahad, (23/02) lalu mengakibatkan tanggul sungai melempo jebol dan tiga dusun di desa Obel-obel diterjang banjir bandang pada pukul 16.00 Wita, banjir yang begitu tiba-tiba sangat mengagetkan warga. Beberapa dusun terendam banjir, yakni Dusun Obel-Obel, Dusun Melempo, Dusun Mentareng.

beberapa saat setelah banjir Tim Assesment dari MRI wilayah Lombok Timur langsung dikerahkan untuk mendata kondisi warga yang terdampak banjir, menurut laporan tim di lapangan ada 59 unit rumah terendam dengan ketinggian kurang lebih 1 meter namun kondisinya air sudah surut tinggal menyisakan lumpur, warga yang mengungsi sebanyak 59 kepala keluarga dan tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.

Merespon laporan tim assesment di lapangan Senin ( 24/02) pagi, Aksi Cepat Tanggap mengerahkan Tim DER (Disaster Emergency Response) langsung ke lokasi banjir Tim yang terdiri dari delapan (8) orang ini bertugas mengevakuasi dan memberikan bantuan awal berupa terpal dan makanan siap saji kepada para korban banjir. Tim membawa 1 unit Ambulance dan 1 unit motor trail yang digunakan untuk masuk ke lokasi yang susah dilalui kendaraan roda empat.

Kepala cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian saat melepas Tim Disaster Emergency Response
berpesan kepada tim yang akan berangkat bahwa apa yang akan dilakukan ini merupakan panggilan nurani untuk membantu sesama yang terkena musibah.

“Keberadaan kita di tengah-tengah masyarakat penyintas adalah panggilan nurani dan aksi kita di lapangan semata untuk mendapat ridhoNya sekaligus menggerakkan empati,” ucapnya sembari memberikan kata motivasi kepada tim yang terjun langsung kelokasi bencana.

Adapun bantuan yang diberikan adalah yang sangat mendesak bagi warga saat itu seperti makanan siap saji, bahan pangan, terpal, selimut, perlengkapan bayi dan air bersih. (f3)

Bangli dan Lombok Barat Sepakati Kerjasama Pemasaran dan Distribusi Pangan

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli Provinsi Bali dan Pemkab Lombok Barat Provinsi NTB, sepakat menjalin kerja sama pemasaran dan distribusi pangan. Penandatanganan kesepakatan kerjasama (MoU) ini dilakukan bersamaan dengan digelarnya kunjungan kerja (kunker) Pemkab Bangli ke Pemkab Lombok Barat yang berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati di Giri Menang, Rabu (26/2/2020).

Rombongan kungker yang berjumlah 25 orang itu diterima langsung oleh Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid, Asisten II Hj Lale Prayatni, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB Achris Sarwani serta sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemkab Lombok Barat.

Dalam kunker ini kedua daerah selain menjalin kerjasama distribusi dan pemasaran pangan juga akan berdiskusi terkait Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta pemantapan akses stabilitas pangan bagi masyarakat sebagai wujud ketanahan pangan.

Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid dalam sambutan penerimaannya menjelaskan, pihaknya sangat apresiatif dan menyambut kehadiran Bupati Bangli bersama rombongan.

“Nanti kita akan berdiskusi banyak, meskipun Lombok Barat baru sekali mendapat penghargaan TPID dan Bangli dua kali. Sebenarnya Lombok Barat yang harus belajar ke Bangli,” sebut Fauzan merendah.

Bupati Bangli, I Made Gianyar menjelaskan, maksud dari kunker tersebut yakni sebagai wujud keterpaduan yang sinergi, saling membantu dalam distribusi dan pemasaran pangan. Tujuan kesepakaan ini, kata Gianyar, untuk mempercepat distribusi dan pemasaran pangan serta sebagai langkah penyelesaian masalah perencanaan, pengendalian dan capaian sasaran inflasi yang ditetapkan pemerintah.

Pada kesempatan itu, Gianyar memperkenalkan rombongannya yang berjumlah 25 orang itu. Gianyar menyebut rombongan yang ikut bersamanya itu dinilainya telah berjasa membawa Bangli mendapatkan penghargaan TPID. Orang berjasa dimaksud Gianyar diantaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kadis PMD, Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Sat Intel Polres Bangli, Kadis PUTR, Kabag Ekonomi, Kepala Dinas Perhubungan dan sejumlah Camat.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Bangli kepada wartawan menjelaskan, komoditas yang dipasarkan dari Kabupaten Bangli meliputi produk bawang merah dan telur.

“Dan untuk kesepakatan ini berlaku selama setahun mulai sejak ditandatangani. Bisa diperpanjang dan bisa diakhiri atas dasar kesepakatan bersama,” pungkas Gianyar.

Sementara dari pihak Pemkab Lombok Barat seperti diutarakan Bupati Fauzan Khalid, bahwa komoditi yang dipasarkan dari Lombok Barat berupa jagung, cabai, pisang, pakan ternak, kelapa dan janur (daun kelapa muda, red).

Bupati Fauzan juga mengaku sempat mempromosikan salah satu produk lokal ‘Serbat Jahe’. Kata dia, minuman ini terbuat dari jahe, gula merah, kayu manis yang sudah berbentuk bubuk dalam sachet kotak kemasan.

“Ini minuman hangat, cocok diminum di daerah Bangli yang berhawa dingin,” kata Fauzan. Dan minuman tersebut sempat dicicipi bupati Gianyar.

Dalam MoU tersebut juga tertuang bahwa kesepahaman dimaksud dilakukan secara sinergitas dan secara teknis dilaksanakan oleh OPD yang menangani bidang pertanian, ketahanan pangan dan UKM sesuai tupoksi masing-masing. (f3/hm)

TNI dan Pemkab Lobar Bahas Sinergitas dalam Mendukung Program Pembangunan Daerah TA 2020

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Guna meningkatkan sinergitas pembangunan antara Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Lombok Barat (Lobar) dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar), Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad), Markas Besar Angkatan Darat, menyelenggarakan kegiatan ‘puldata kajian ilmiah tentang sinergitas Kodim dan Pemda dalam mendukung program pembangunan daerah TA 2020′.

Dalam acara yang bertempat di Markas Kodim 1606/Lobar di Mataram ini tampil sebagai pemapar yaitu perwakilan dari Pusterad Letkol Arh. Asep Suganjar, S.Si., yang didampingi Komandan Kodim (Dandim) Kol Czi Efrizon Krol, SIP, MM. Dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat diwakili oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kadis PU-PR), I Made Arthadana.

Dalam paparannya, Letkol Arh. Asep Suganjar menyampaikan pentingnya sinergitas antara Kodim dan Pemkab Lobar. Tujuannya untuk melancarkan program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah. Hal ini penting agar pembangunan yang dilakukan bisa sinergi dan sejalan dengan pertahanan yang menjadi tugas pokok TNI dan keamanan yang lebih menjadi wewenang kepolisian.

Dicontohkannya, dalam pembuatan jalan atau pembuatan pelabuhan, sinergitas ditunjukkan dengan fasilitas tersebut bukan hanya memenuhi kebutuhan masyarakat tapi juga memenuhi syarat untuk pertahanan.

“Misalnya Pemda (pemerintah daerah) membuat pelabuhan, sinergitas ditunjukkan pelabuhan itu bisa digunakan untuk mendaratnya pesawat TNI (pada saat perang),” ujarnya.

Selain itu, lanjut Letkol Asep, sinergitas ini juga penting agar TNI bisa maksimal mendukung pembangunan di daerah.
“Kalau kriminal terus menerus, kalau demo terus menerus, kapan membangunnya?,” ujar Letkol Asep.

Oleh karena itu, Letkol Asep meminta kepada semua yang hadir untuk bisa mengisi kuisioner apa adanya sesuai dengan realita sehingga bisa ditindaklanjuti dengan sebaik-baiknya.

Senada dengan Letkol Asep, Dandim Kol Czi Efrizon Krol juga menyebut tujuan dari sinergitas tersebut untuk mempercepat pembangunan daerah. Dikatakan, pihak TNI selalu dilibatkan dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) mulai dari desa/kelurahan, kecamatan, dan kabupaten.

Menurut Kol. Efrizon, sejauh ini sinergitas tersebut berjalan baik. TNI dan Pemda saling mendukung melalui program tentara manunggal membangun desa (TMMD), Karya Bhakti, penghijauan, pembersihan sampah, lingkungan hidup, restorasi sungai, gotong royong membersihkan parit, dan sebagainya. TNI baik itu Kodim, Koramil, Bintara Pembina Desa (Babinsa) bekerjasama dengan pemda, polres, polsek, bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat
(Babinkamtibmas), camat, kades/lurah, bahu membahu menyukseskan pembangunan daerah.

“Termasuk daerah-daerah yang rawan premanisme, membantu pengamanan supaya tidak terganggu pembangunannya,” ujar Letkol Efrizon.

Namun demikian, ujar Efrizon, untuk ke depan, TNI seharusnya dilibatkan secara penuh dalam musrenbang mulai dari desa/kelurahan. “Selama ini diajak, diundang untuk hadir, tetapi dalam pembahasan musrenbang tidak diikutsertakan. Sifatnya pre-memori saja, seremonial saja, pada saat pembukaan setelah itu tidak ikut terlibat di dalam musrenbang,” kritik Efrizon.

Padahal, lanjutnya, keterlibatan TNI secara penuh sangat penting sehingga pembangunan yang dilakukan memenuhi aspek-aspek pertahanan dan aspek-aspek keamanan.

“Kita juga harus tahu prioritas apa yang akan dilaksanakan pemerintah daerah sehingga bisa kita kawal dari awal rencana tersebut,” harapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Lobar, I Made Arthadana, seusai acara menjelaskan kegiatan yang dilakukan penting sehingga terjadi sinergitas antara Pemkab Lobar dengan TNI, Polri dan stakholder lainnya dalam mendukung prorgam pemerintah membangun daerah.

Senada dengan Letkol Efrizon, Made menyebut ke depan agar TNI dan kepolisian dilibatkan secara penuh. “Sehingga setiap mekanisme dalam mengambil keputusan diharapkan (TNI dan Polri) ikut berperan. Tentunya nanti TNI dan Polri memberikan masukan apa yang perlu direvisi dan dipertimbangan dari sisi keamanan,” ujar Made.

Untuk ke depan, lanjut Made, dalam pembuatan jalan-jalan baru, pihak TNI-Polri akan dilibatkan bukan hanya saat pembangunan tetapi juga keberfungsiannya untuk pertahanan dan keamanan.

“Dalam konteks itu kami berfikir untuk merancang dan memetakan jalan-jalan atau membuka jalan baru yang menjadi jalan strategis untuk keamanan maupun pertahanan. Kita akan petakan lebih optimal dengan kerjasama dan sinergi kita dengan Kodim termasuk jalur jalur yang diterima sebagai jalur alat berat dan pertahanan,” ujar Made.

Untuk mewujudkan ini, ke depan Dinas PU-PR Lobar mulai dari perencanaan pembuatan jalan dan infrastruktur lainnya akan berupaya bersinergi dengan Kodim sehingga apa yang dibangun strategis dari sisi pertahanan. Ini akan terwujud dengan mendengar masukan dari unsur keamanan dan pertahanan.

Sebagaimana Letkol Efrizon, Made juga mengakui Dinas PU-PR telah mendapat bantuan banyak dari TNI dalam pembangunan infrastruktur. Sebagai contoh, dalam restorasi sungai yaitu bagaimana mengembalikan fungsi sungai sehingga tidak terjadi banjir.

“Di sinilah Dinas PU-PR bersinergi berintegrasi bersama-sama dan peran TNI khususnya Kodim bersama-sama melakukan restorasi sungai itu,” ujar Made berterima kasih.

Dikatakan Made, tahun 2019 yang lalu dua sungai yaitu di Batulayar dan Kuripan telah dilakukan restorasi. Tahun ini juga akan direstorasi dua sungai di Lembar dan Sekotong. Hal ini untuk memenuhi instruksi Bupati Lobar H Fauzan Khalid agar minimal satu sungai di 10 kecamatan yang ada di Lobar bisa direstorasi sehingga tidak terjadi banjir pada musim penghujan.

“Maka sudah ada empat sungai yang akan direstorasi sampai tahun ini. Dan mudah-mudahan bisa tetap bermitra dan bersinergi dengan TNI, konsep restorasi sungai dilakukan bersama TNI sifatnya berkelanjutan, tidak selesai dibangun kemudian ditinggalkan,” jelas Made.

Hadir dalam kegiatan ini mendampingi Kadis PU-PR I Made Arthadana yaitu Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lobar, Rusditah, dan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Isnanto Karyawan. Selain itu, juga hadir Kepala Staf Distrik Militer (Kasdism), wakil kepala kepolisian resort (wakapolres) Lobar, beberapa perwira seksi (pasi) Kodim, danramil, wakapolsek Gerung, dan lainnya. Masing-masing yang hadir diminta untuk mengisi kuesioner menyangkut sinergitas kodim dan Pemkab Lobar dalam mempercepat pembangunan daerah. (f3/hm)

Kompas Tambora Challenge, Race Ultra Marathon Terekstrim dan Terpanjang se-Asia Tenggara akan hadir Kembali

HarianNusa.com, Jakarta – Memasuki tahun ke 6, harian Kompas kembali menyelenggarakan Kompas Tambora Challenge 320. Race ultra marathon dengan rute terekstrim dan terpanjang se-Asia Tengaara, yang akan berlangsung pada 22-25 Juli 2020.

Tahun ini, Kompas Tambora Challenge 320K akan melewati rute yang sama dengan tahun sebelumnya, dimulai dari Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat dan berakhir di Doro Ncanga, Kabupaten Dompu. Sepanjang rute, para pelari akan melalui rute jalan provinsi yang sepi dan tenang dengan pemandangan yang indah di sepanjang pesisir pantai dengan rata-rata ketinggian di bawah 80 meter dengan kondisi geografis dan cuaca yang ekstrim di Pulau Sumbawa, yang tentunya akan membuat race ini lebih menantang untuk ditaklukkan.

Kompas Tambora Challenge 320K – 2020 masih akan mempertandingkan 2 kategori yaitu: individual dan relay baik putra maupun putri.Peserta kategori individual akan menempuh jarak 320 KM seorang diri, sedangkan peserta dalam kategori relay akan terdiri dari dua pelari yang secara bergantian akan menempuh jarak masing-masing 160 KM.

Berdasarkan evaluasi, kemampuan peserta semakin meningkat setiap tahunnya. Terbukti dengan mampunya mereka mencapai garis finis kurang dari 65 jam, sehingga tahun ini cut off time (COT) atau batas waktu tempuh pelari diperpendek dari 68 jam menjadi 64 jam untuk kategori individu, dan 60 jam untuk kategori relay/beranting. Perubahan COT di Kompas Tambora Challenge 320K tahun ini tentunya akan semakin menantang para peserta untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi.

Selain tantangan batas waktu yang semakin dipersempit, tahun ini Kompas Tambora Challenge 320K akan memberikan apresiasi tambahan berupa hadiah bagi para pelari yang berhasil memecahkan rekor catatan waktu tahun sebelumnya. Diharapkan akan lebih banyak peserta yang berpartisipasi di tahun ini, dan tidak akan menutup kemungkinan untuk membuka kesempatan bagi pelari elite internasional untuk mengikuti ajang lomba ulta marathon ini.

Di luar tantangan yang akan dihadapi, pelari sebenarnya diharapkan dapat tetap menikmati indahnya pesona tana samawa. Seperti yang diungkapkan Hendra Siswanto, podium pertama kategori individu putra tahun 2019, “Race adalah saatnya selebrasi, kita nikmati perjalanannya, kita sapa para penduduknya, dan kita nikmati keindahan bumi Sumbawa”.

Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas, Budiman Tanuredjo berharap para pelari dapat berlari untuk mencintai tanah air. Sepakat dengan hal tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah menambahkan bahwa pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat siap untuk mendukung Pelaksanaan Kompas Tambora Challenge 320K tahun ini. “Kami akan membantu semaksimal mungkin yang kami mampu supaya pada akhirnya, instruksi dari bapak Presiden dapat terealisasi, bahwa nantinya akan tercipta destinasi pariwisata yang baru di Indonesia selain Bali” ujarnya.

Pihak penyelenggara berharap dengan adanya perubahan tantangan terhadap pelari di tahun ini, peserta yang akan ikut bertanding nanti akan lebih siap menyusun strategi menaklukkan “jalur neraka” Sumbawa. Hal lain yang menarik dari Pelaksanaan lomba ultra-marathon ini, masyarakat luas dapat mengikuti perjalanan pelari-pelari tangguh yang mereka dukung melalui fitur live tracking yang dapat diakses di official website Kompas Tambora Challenge 320K.

Why hard worker people can be connected with running? Because running is a reflection of your attitude. Live your life in a different way and it will influence your soul and others.

Tentang Kompas Tambora Challenge 320K

Kompas Tambora Challenge 320K adalah kompetisi olahraga ultra marathon yang diselenggarakan oleh harian Kompas yang diadakan di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kompetisi ini memiliki batas waktu lomba 64 jam untuk individu dan 60 jam untuk kategori beranting. Melewati tiga kabupaten, yaitu Sumbawa Barat, Sumbawa , dan Dompu, kompetisi ini start dari Lapangan Poto Tano dan finish di Doro Ncanga tepatnya di kaki Gunung Tambora. Kompas Tambora Challenge 320K akan diselenggarakan selama 4 hari yaitu 22-25 Juli 2020.

Denmark – NTB Jalin Kerjasama Bidang Lingkungan

0

HarianNusa.Com, Mataram – Pemerintah Denmark menjalin kerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB dalam bidang lingkungan hidup berkelanjutan. Launching kerjasama tersebut dilakukan Menteri Lingkungan Hidup Denmark, Lea Wermelin dengan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah di Pendopo Gubernur, Selasa (25/02/2020).

Kerjasama tersebut dimaksudkan untuk mendorong kedua daerah, khususnya Pulau Lombok dan Pulau Bornholm di Denmark menerapkan lingkungan hijau berkelanjutan. Kerjasama tersebut juga menyangkut peningkatan kapasitas melalui dialog berbagi pengetahuan dan penelitian yang melibatkan pihak terkait.

Gubernur didampingi istri Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M. Sc menyambut baik kerjasama tersebut. Ia memastikan bahwa NTB merupakan provinsi yang ramah terhadap investasi, bisnis dan para tamu yang datang.

”Kami tidak punya pilihan, program prioritas yang sedang kami kembangkan adalah pariwisata,” ungkap Gubernur

Gubernur yang juga pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) itu mengatakan pariwisata yang akan dikembangkan ke depan adalah pariwisata ramah lingkungan atau green environtment. Kerjasama ini lanjutnya dapat mendorong kerjasama lain di berbagai bidang atau program yang dikembangkan oleh NTB dan Denmark.

Menteri Lingkungan Hidup Denmark Lea Wermelin mengatakan bahwa kerjasama dengan pemerintah provinsi NTB ini merupakan salah satu bagian dari kerjasama antara Denmark dan Indonesia. Denmark, katanya, memiliki kesamaan dengan Indonesia, yaitu sama-sama negara kepulauan. Hanya saja Denmark memiliki penduduk sekitar 5,7 juta jiwa. Jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia yang mencapai 260 juta jiwa.

Kerjasama ini katanya untuk mendorong pemerintah daerah dalam menerapkan lingkungan hidup hijau serta mencari sumber energi yang ramah lingkungan.

“Saya merasa bahagia, masing-masing pihak berwenang di bidang lingkungan dan energi akan bekerjasama menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan mencari solusi bersama terkait lingkungan dan mengubah sampah menjadi energi,” katanya di hadapan Gubernur dan sejumlah kepala OPD Lingkup Pemprov NTB.

Ia juga merasa bahagia karena Pemerintah Provinsi NTB memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan pembangkit energi terbarukan. Ia menambahkan bahwa produksi energi dan pengelolaan sampah merupakan hal penting bagi seluruh lapisan masyarakat, khusunya yang tinggal di daerah kepulauan. Sehingga kebutuhan untuk energi terbarukan sangat penting, terutama untuk melindungi lingkungan yang ada.

“Untuk pulau yang indah seperti Lombok dan pulau pulau lain di Indonesia, bahwa pariwisata merupakan hal penting untuk meningkatkan ekonomi dan kesempatan kerja masyarakat,” katanya.

Ia berharap kerjasama ini berjala lancar dan sukses. Sehingga energi terbarukan serta lingkungan hijau berkelanjutan dapat terwujud.

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir, Polairud Lobar Berikan Ribuan Bibit Lele Dumbo

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Satuan Pol Airud Polres Lombok Barat memberikan bantuan ribuan bibit Lele Dumbo bagi masyarakat nelayan di wilayah pesisir perairan Lembar, Lombok Barat.

Kapolres Lombok Barat AKBP Satrio Wibowo SIK melalui Kasat Pol Airud Polres Lobar IPDA I.Gst Md Suarjaya menekankan, bantuan ribuan bibit Lele Dumbo tersebut diberikan sebagai bentuk program peningkatan sumber daya ekonomi masyarakat kecil di wilayah pesisir.

Made Suarjaya menjelaskan bantuan bibit Lele Dumbo yang akan diberikan kepada kelompok nelayan tradisional di dusun Lendang Jae Desa Lembar Timur Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat ini berjumlah 1750 ekor.

"Penyerahan bantuan bibit Lele Dumbo tersebut akan dilakukan esok (Senin, 24/02) sekitar pukul 09.00 Wita," jelasnya, Minggu, (23/02).

Kasat Pol Airud Polres Lobar itu mengatakan bahwa penyerahan bantuan bibit Lele Dumbo ini akan dilakukan langsung olehnya dan akan diterima oleh ketua kelompok Jangkar Biru.

"Bantuan ini sebagai bentuk program peningkatan sumber daya ekonomi masyarakat kecil di wilayah pesisir," ungkapnya senada.

Pelaksanaan penyerahan bantuan bibit Lele Dumbo ini akan diikuti oleh para komandan kapal jajaran Satuan Pol Airud Polres Lobar. (f3)

Ket. Foto:
Kasat Pol Airud Polres Lobar IPDA I.Gst Md Suarjaya. (istimewa)

Fauzan Persilahkan BNN NTB Lakukan Tes Urin ke OPD Lombok Barat

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Menurut Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, pemberantasan narkoba tidak hanya tugas Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian dan pemerintah, namun merupakan tugas bersama. Ia juga meyakini tempat yang paling rawan dan berpotensi sebagai pintu masuk narkoba di Pulau Lombok ini melalui Lombok Barat (Lobar) dan Lombok Utara. Masalahnya dua kabupaten tersebut memiliki banyak jalur pantai.

“Jika melalui bandara atau pelabuhan resmi, itu sangat mungkin diketahui, tetapi bagaimana kalo narkoba dititip melalui nelayan?. Dan sepanjang pantai Lombok Barat dan sepanjang pantai Lombok Utara sangat berpotensi karena bisa berlabuh dimana saja,” kata Fauzan saat Audensi dengan BNN Provinsi NTB di ruang kerja Bupati Lombok Barat, Giri Menang, Gerung, Kamis (20/02/2020).

Bupati juga menyakini dan mencurigai di setiap dinas di Lombok Barat ada yang sudah kecanduan narkoba, untuk itu Fauzan mempersilahkan BNN NTB segera turun untuk melakukan tes urin di setiap OPD di Lombok Barat.

“Prediksi kami di Lombok Barat sangat banyak, mungkin jadi di banyak dinas, tapi ini hanya asumsi semoga saja ini tidak benar,” duga orang nomor satu di Lombok Barat itu.

Terkait sekitar 21 anak SMP yang sudah dideteksi dan telah mendapatkan rehabilitas dari Desa Taman Ayu, Bupati telah menginstuksikan kepada Ketua KONI Lombok Barat untuk berkoordinasi dengan pihak sekolahnya untuk melakukan pembinaan karate dan lain sebagainya.

Kepala BNN pPovinisi NTB Brigjen Pol Drs Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba, seperti melakukan sosialisasi dan tes urin ke setiap OPD di Provinsi NTB serta membentuk penggiat anti narkoba.

“Hal itu sesuai Instruksi Presiden (Inpres) nomer 6 tahun 2018 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN),” ungkap Gde Sugianyar.

Kasubbid Masyarakat Perkotaan BNN RI Tri Setiyadi menegaskan, di NTB yang menjadi tempat rawan narkoba ada 30 tempat, salah satunya ada di Desa Senggigi Kecamatan Batulayar. Ia mengaku BNN Provinsi telah melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat dan BNN banyak mendapatkan informasi tentang kasus narkoba di Desa Senggigi.

“Ada yang minta direhab, dan ada juga masyarakat mengiginkan BNN melakukan penyuluhan melalu posyandu,” katanya. (f3)

Setelah Disidak, Senggigi Kini Terang

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Setelah lama mendapat keluhan, akhirnya Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) melakukan perbaikan seluruh titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan dari Pintu Gerbang Meninting sampai Batas Wilayah dengan Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Sejak diinspeksi mendadak (sidak) oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat H. Baehaqi beberapa malam sebelumnya, pihak Disperkim langsung melakukan perbaikan dan penggantian bola lampu di sepanjang kurang lebih 17 kilometer itu.

"Masih ada tiga titik lampu sebelum tikungan ke Hotel Sudamala yang belum menyala. Kita akan minta untuk segera diperbaiki," terang Sekretaris Daerah H. Baehaqi saat melakukan peninjauan langsung di kawasan Pura Batu Bolong, Kamis (20/2/2020).

Menurut Baehaqi, selain di tiga titik itu masih terdapat 8 titik lokasi yang kurang terang akibat tertutup pepohonan.

"Kalau itu, saya akan minta Disperkim untuk lakukan perantingan (pemotongan ranting, red)," tegas Baehaqi.

Dirinya, aku Baehaqi, sengaja turun langsung ke jalan-jalan utama di Kawasan Lombok Barat untuk melihat langsung kondisi PJU.

"Terutama di jalur-jalur yang menjadi pendukung utama pariwisata, karena di situ citra Lombok Barat dan NTB di mata dunia," tegas Baehaqi.

Selain di kawasan Senggigi, Baehaqi malam tadi menyusuri bypass BIL 1 dan 2 yang masuk wilayah Kabupaten Lombok Barat. Dari hasil telusurannya, Baehaqi menemukan banyak sekali PJU yang mati di sepanjang Bypass BIL satu, mulai dari Jembatan Sulin sampai Bundaran Giri Menang Square (GMS).

"Panjang Jalan plus minus 5 Kilometer, cuma 36 PJU yang menyala. Malah di antara itu, ada 6 titik lampu yang nyala sebelah," terang Baehaqi.

Untuk Bypass BIL 2, imbuhnya, hanya 28 titik PJU yang tidak menyala.

Ditemui di kesempatan terpisah, Kepala Bidang Tata Kota H. Saifullah menjelaskan bahwa di Bypass BIL Satu itu ada 140 titik lampu, namun lebih dari seratus yang mati.

"Problemnya ada di jaringan kabel bukan lampu. Ada konsleting di box panel di Sedayu. Kalau kita mau perbaiki, kita harus membongkar 1,5 kilo meter pavinblock karena itu jaringan bawah tanah," terang Saifullah yang didampingi oleh Kasi PJU di Disperkim.

Pihaknya, aku Saifullah tidak bisa merencanakan perbaikan tersebut karena ketiadaan anggaran.

"Mudah-Mudahan pak Sekda selaku TAPD bisa memberikan jalan keluar," harap Saifullah. (f3/hm)

Pemda Menyapa Desa Diharapkan Pembangunan Daerah Meningkat

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid beserta

Sekda Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Dr. H.Baehaqi didampingi Asisten dan Kepala OPD kembali melaksanakan Program Pemerintah Daerah (Pemda) Menyapa Desa. Seperti sebelumnya, untuk kegiatan di hari Ketiga ini dilaksanakan dengan sholat jumat yang diimami langsung sekda Lobar, bertempat di Masjid Nurul Jannah Desa Kuripan Selatan Kecamatan Kuripan (21/02).

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dalam khutbah Jumatnya mengajak jamaah agar senantiasa mempersiapkan dan menyiapkan anak – anak sebagai generasi penerus semenjak mereka di dalam kandungan. Hal ini dilakukan agar mereka menjadi generasi yang jauh lebih baik mengingat mereka akan menghadapi zaman yang komplek dengan tantangan yang lebih banyak.

"Ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk mendukung tumbuh kembang anak, makanan bergizi dan kebersihan lingkungan. Untuk makanan bergizi tidak diasumsikan dengan kata mahal. Untuk kebersihan lingkungan sendiri merupakan ibadah juga," terangnya.

Bupati H Fauzan Khalid selepas sholat Jumat dalam arahannya menyatakan, Program Pemda Menyapa Desai merupakan Program yang dilaksanakan untuk menjalin silaturahim antara pemda dan masyarakat. Dan diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat senantiasa ikut membantu terlaksananya semua program – program Pemda Lobar.

"Pembangunan tidak akan ada gunanya tanpa adanya peran aktif dari yang berada Kecematan, Desa dan Dusun," pungkasnya.

Sekda Lobar H. Baehaqi atas beberapa usulan warga setempat menyarankan agar para kepala desa lebih banyak mengusulkan kegiatan ekonomi kreatif pada saat Musrenbang.

Sebagaimana diketahui, Program Pemda Menyapa Desa diawali dengan kegiatan gotong royong bersama masyarakat, pemberian pelayanan kepada masyarakat seperti pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat, pelayanan kependudukan dan lainnya. (f3/hm)