Beranda blog Halaman 178

Laju Penurunan Kemiskinan NTB Tercepat Kedua di Indonesia

0

HarianNusa.Com, Mataram – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai kemiskinan di Indonesia. Dari data tersebut, terungkap bahwa Provinsi NTB merupakan daerah dengan laju penurunan kemiskinan tercepat kedua di Indonesia.

Berdasarkan data yang dirilis Kepala BPS Provinsi NTB, Suntono, Rabu (15/1/2020), pada Maret 2019, jumlah penduduk miskin di NTB mencapai 735,96 ribu jiwa atau sebesar 14,56 persen dari jumlah penduduk. Sementara, berdasarkan data September 2019, penduduk miskin NTB turun menjadi 705,68 ribu jiwa (13,88 persen).

Suntono menjelaskan, penurunan angka kemiskinan NTB sebesar 0,68 persen. Capaian ini menempatkan NTB sebagai provinsi dengan laju penurunan kemiskinan tercepat kedua di Indonesia. Papua menjadi yang tercepat di Indonesia dengan penurunan mencapai 0,98 persen.

Pada September 2019, jumlah penduduk miskin pada daerah perkotaan di NTB tercatat sebesar 365,05 ribu orang atau 14,85 persen. Sementara, penduduk miskin di daerah perdesaan NTB sebesar 340,63 ribu orang atau 12,97 persen.

Capaian menggembirakan yang diraih Provinsi NTB ini dipicu oleh sejumlah faktor. Beberapa faktor tersebut antara lain, keberhasilan dalam mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok di NTB. Data BPS menunjukkan, hingga Desember 2019, inflasi di NTB hanya mencapai 1,8 persen. Angka ini jauh lebih rendah ketimbang target inflasi pemerintah di angka 3,5±1 persen.

Faktor lain adalah terjaganya, Nilai Tukar Petani (NTP) NTB. Sebagai daerah dengan mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian, terjaganya NTP ini membuat konsumsi penduduk juga terkatrol.

Suntono menyebutkan, NTP NTB naik 4,16 persen dalam satu tahun. Hal ini mengindikasikan keberhasilan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dan masyarakat pertanian NTB.

Faktor Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB juga turut memberikan andil dalam menekan kemiskinan. BPS mencatat, PDRB NTB selama setahun terakhir mencapai Rp120 triliun. Hingga triwulan ketiga 2019, PDRB NTB tumbuh sebesar 5,41 persen. Penyaluran dana desa dan kemajuan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi menjadi salah satu penyumbang signifikan dalam pertumbuhan PRDB NTB.

BPS juga mengungkap catatan mengenai tingkat ketimpangan kaya-miskin yang diukur dengan indeks gini atau gini ratio. Berdasarkan data September 2019, gini ratio di NTB berada di 0,374, turun 0,005 poin jika dibandingkan data Maret 2019 yang sebesar 0,379.

Menanggapi data yang dirilis BPS NTB ini, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, dalam siaran persnya menegaskan, bahwa capaian ini merupakan buah kerja keras semua elemen pemerintahan dan elemen masyarakat di NTB.

Selain itu, capaian ini juga mengindikasikan bahwa hal-hal yang tengah diupayakan oleh pemerintah daerah dan masyarakat NTB telah berada di jalur yang semestinya. Pemprov NTB, di bawah kepemimpinan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menurutnya, tetap berkomitmen mendorong tercapainya target penurunan angka kemiskinan di bawah 2 digit pada 2023 mendatang.

“Untuk mencapai itu, tugas kita semua saat ini adalah mempertahankan dan melanjutkan tren ini. Sambil kita terus melakukan evaluasi dan koordinasi, memperbaiki kekurangan-kekurangan yang kita temukan dan saling menguatkan antara yang satu dengan yang lain,” serunya. (f3)

Tanam Ribuan Pohon, Gubernur Gencarkan Program NTB Hijau

0

HarianNusa.Com, Lombok Timur – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menggencarkan program NTB hijau.
Setelah Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu beberapa hari lalu, hari ini, Rabu (15/01/2020), Gubernur didampingi Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy, MM bersama masyarakat Desa Prigi, Kacamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur menanam sebanyak 6035 pohon di lahan seluas kurang lebih 60 Ha.

Pohon yang ditanam berupa Manggis, Lengkeng, Rambutan, Durian, Guava, Nangka, Mangga dan Alpukat. Pemilihan pohon ini dilakukan agar dalam waktu dua dan tiga tahun ke depan, masyarakat dapat memanen buah dan tidak akan ditebang.

Penanaman ribuan pohon buah-buahan ini merupakan upaya pemerintah dan masyarakat untuk mengembalikan fungsi hutan yang selama ini gundul. Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus menanam pohon untuk memberikan harapan generasi NTB di masa yang akan datang. Sehingga mereka dapat melihat dan menikmati rimbunnya pohon dan hutan di NTB.

“Menanam pohon sejatinya adalah menanam harapan untuk anak cucu kita di masa yang akan datang,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Bang Zul saat gerakan menanam 6035 pohon tersebut.

Bang Zul mangajak masyarakat untuk menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam tersebut. Sebab, ketika nanti pohon itu berbuah, maka masyarakat akan menuai hasil yang dapat menambah nilai ekonomi mereka.

“Pemerintah tidak mungkin mengerjakan sendiri, harus didukung oleh private sector. Sebab, the engine of economic growth itu adalah private sector,” jelas Bang Zul.

Karena itu, Bang Zul berharap pihak swasta dapat memberikan kebaikan dan kemanfaatan bagi kemaslahatan masyarakat. Hadirnya perusahaan – perusahaan besar, katanya, tidak cukup dengan hitung-hitungan bisnis atau angka-angka. Namun perlu juga doa-doa masyarakat. Karena, tidak ada yang tahu di tengah masalah yang muncul, terdapat peluang yang dapat mendistribusikan kemanfaatan bagi semua.

“Tugas kami adalah memfasilitasi, bukan mempersulit. Jangan bikin susah, kalau untuk investasi, kita menggelar karpet merah,” tegasnya.

Bang Zul juga menyampaikan kebahagiaannya berkunjung dan menyapa masyarakat di desa tersebut. Ia mengaku, dengan melihat senyuman masyarakat yang hadir, akan memberikan semangat untuk terus melayani mereka. Hangatnya sambutan itu kata Gubernur menandakan bahwa masyarakat menitipkan harapan besar di Pemerintah untuk menyelesaikan setiap masalah yang ada.

Sementara itu, Bupati Lotim mengatakan, kehadiran Gubernur di desa itu disambut antusias oleh masyarakat. Ini, katanya, merupakan bentuk kerinduan mereka terhadap pemimpinnya.

Sukiman juga menjelaskan bahwa Desa Perigi dengan 14 Dusun dibagi dalam tugas klaster yang masing-masingnya memiliki potensi yang berbeda.

Perigi bagian atas, katanya, dianugerahi peotensi batu-batuan besar yang masyarakat setempat sebut dengan emas hitam dan coklat. Di bagian kanan Perigi, masyarakat dianugerahkan dengan potensi batu apung. Sebagian besarnya sudah tergali, yang tersisa tinggal sedikit. Sementara di arah Baratnya, masyarakat mendapatkan karunia pasir berkualitas nomor satu.

“Ini menjadi sumber PAD kami,” ungkapnya.

Selain potensi tersebut, katanya, masih terdapat masyarakat yang belum menikmati aliran listrik. Karena itu, Ia meminta dukungan gubernur agar masyarakatnya dapat menikmati listrik sebagaimana daerah lain.

Terkait penanaman pohon, ia mendukung program NTB hijau yang digalakkan Pemerintah Provinsi. Bahkan katanya, penanaman pohon ini tidak hanya dilakukan di bagian timur Lotim. Namun juga akan dilakukan di Lombok Timur bagian selatan. (f3/*)

Tersangka Curanmor di Pasar Sindu Berhasil Diringkus

0

HarianNusa.Com, Mataram – Unit Ditreskrimum Polda NTB pada 5 Januari 2020 berhasil mengamankan tersangka GDS, laki-laki (37th) Laki-laki, alamat Jln. Selaparang Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, yang diduga telah melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor di area parkir pasar Sindu Cakranegara.

Penangkapan tersebut sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan Nomor:Sp.Sidik/06.a/I/RES.1.8./2020/Ditreskrimum.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Artanto, S.I.K.,M.Si. menyampaikan bahwa penangkapan tersangka sesuai dengan Laporan Polisi Nomor:LP/K/05/I/2020/Res.Mataram/Sek. Cakranegara, tanggal 03 Januari 2020 yang dilaporkan oleh korban Elfa Herlina Wati dimana korban menuturkan saat itu ia meninggalkan kendaraannya diparkiran pasar Sindu kemudian pergi berbelanja kedalam pasar dan ketika ia hendak mengambil kendaraannya ternyata sudah tidak ada di tempat, kemudian ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cakranegara Polresta Mataram.

“Dari laporan korban kemudian tim mencari informasi dari warga yang ada disekitar TKP kemudian dari informasi tersebut tim mendapatkan ciri-ciri yang mengarah kepada tersangka GDS, selanjutnya tim menelusuri keberadaan tersangka,” ungkapnya.

“Setelah melakukan penyelidikan diketahui tersangka sedang berada dirumahnya, selanjutnya tim bergegas kerumah tersangka di Jln. Selaparang, Gang Aneka Negarasakah Utara RT/5, RW/165, Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara Mataram dan berhasil mengamankan tersangka,” tambahnya.

Artanto menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan tersangka, terduga GDS melakukan aksinya sendiri dengan modus menduduki sepeda motor yang akan dicurinya sambil memantau situasi dan ketika dianggap aman kemudian pelaku langsung mengambil sepeda motor milik korban dan membawanya pulang ke rumah untuk dijual kepada penadah.

Selain mengamankan tersangka petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) Unit SPM Merk HONDA SUPRA FIT, Warna Hitam dengan Nopol: DK 3887 BX. 1 (satu) buah SPM R2 Merk HONDA BEAT, Warna Biru, Tahun 2015 dengan Nopol: DR 4696 HW, Noka: MH1JFP115FK727525, Nosin: JFP1E-1713853, STNK an. Priyadi, 1 (satu) buah Baret Pom TNI AD,
3 (tiga) lembar surat keterangan jaminan di PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk Unit Gunung Sari.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka berikut barangbukti diamankan ke Ditreskrimum Polda NTB, tersangka dijerat dengan pasal Pencurian sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 Ayat (1) ke-5 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 7 (tujuh) Tahun Penjara,” jelasnya saat menggelar Konfrensi Pers, Selasa, (14/01).

Danrem 162/WB Pimpinan Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana Provinsi NTB

0

HarianNusa.Com, Mataram – Komandan korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., memimpin apel gelar pasukan dalam rangka siaga bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung di wilayah Provinsi NTB tahun 2020. Apel diikuti personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Basarnas, BNPB, Tagana, Damkar, PLN, Senkom, Dinas Perhubungan, Fasilitator dan Pramuka, di lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Selasa (14/1).

Apel gelar pasukan yang diselenggarakan BNPB Provinsi NTB tersebut sesuai surat keputusan Gubernur NTB nomor 360 – 990 tahun 2019 tentang penetapan status siaga darurat bencana banjir, tanah longsor,dan angin puting beliung di Provinsi NTB

Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB menyampaikan apel gelar pasukan tersebut dilakukan dalam rangka kesiapsiagaan bencana alam di wilayah NTB baik banjir, tanah longsor, puting beliung, dan lainnya.

“ita harus mengenali kemunkinan bentuk ancaman bencananya yang akan terjadi dari indikasi yang ada, guna menyiapkan strategi penangganan yang tepat,” ungkap Danrem.

Selain itu kita juga harus mengetahui permasalahan yang ditimbulkan dengan harapan kita dapat mencari jalan keluar atau solusinya,agar tidak menjadi permasalahan yang berlarut,” tambahnya.

Menurutnya, kondisi cuaca saat ini yang rawan bencana alam sehingga harus dipersiapkan dengan baik berupa menyiapkan satuan tanggap bencana diseluruh daerah kabupaten/Kota di Provinsi NTB.

“Untuk menghadapi tantangan tugas terkait bencana alam, sesuai arahan Gebernur NTB pagi ini kita melaksanakan apel kesiapsiagaan bencana sebagai salah satu cara untuk menunjuk kepada publik bahwa NTB siap ,mencegah, menghindari, menganstisipasi dan menghadapi setiap kemungkinan terkait dengan bencana, sebagai bagian dari mitigasi bencana,” terang Danrem.

Di NTB sendiri, sambung Danrem, memiliki konsep dalam menghadapi bencana berdasarkan pengalaman yang sudah pernah dilakukan. Mengingat karaktersistik bencana yang beragam, maka untuk mengantisipasi serta dalam penanganannya mengedepankan kearifan lokal yang ada dengan melibatkan seluruh komponen stake holder yang ada di NTB.

Selain itu, orang nomor satu dijajaran Korem tersebut juga mengucapkan terimakasih kepada Gubernur NTB yang telah mendukung penuh pelaksanaan tugas rehab rekon sehingga NTB dijadikan sebagai model penanganan bencana di seluruh Indonesia oleh BNPB RI.

Danrem juga mengajak dan mengimbau kepada seluruh masyarakat NTB pada musim hujan agar mengantisipasi setiap bencana yang akan muncul di wilayah NTB dan mendekatkan diri kepada Tuhan YME dengan melaksanakan ibadah sesuai agama masing-masing sehingga terhindar dari segala bencana.

“Semoga kesiapan kita ini menjadi tolak ukur bagi kesiapan penugasan satuan kedepan dengan harapan setiap indikasi segera bisa diantisipasi dan menindaklanjutinya dengan meminimalisir dan meniadakan korban bencana,” pungkas Alumnus Akmil 1993 tersebut.

Apel turut dihadiri olehb Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Djalilah, Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Tomsi Tohir Balaw, M.Si., Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Dados Raino, Danlanud ZAM Rembiga, Kepala BNN NTB, Kepala BPBD NTB dan Dandim 1606/Lobar. (f3)

Usai melaksanakan apel gelar pasukan kesiapsiagaan bencana, acara dilanjutkan kegiatan defile kendaraan penanggulangan bencana Propinsi NTB.

Polda NTB Proses Hukum Dua Pelaku Curanmor

0

HarianNusa.Com, Mataram – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) pada hari Selasa tanggal 7 Januari 2020 kembali menangani tersangka pencurian sepeda motor berinisial MRH, laki-laki (17 th), asal Dusun Gunung Jarak, Desa Teruwai, Kecamatan Pujut Lombok Tengah dan MHP, laki-laki (18th) alamat Dusun Bungklok, Desa Teruwai, Kecamatan Pujut Lombok Tengah.

Kedua tersangka berhasil diamankan saat anggota Ditlantas Polda NTB sedang melaksanakan pengaturan arus lalulintas pagi, dimana dari kejauhan petugas melihat kedua tersangka tidak mengenakan helm. Selanjutnya petugas memberhentikan tersangka dan setelah dimintai surat-surat berkendara keduanya tidak bisa menunjukannya kemudian petugas mengamankan keduanya ke Mako Polda NTB.

Setelah dilakukan pengecekan nomor rangka dan nomor mesin diketahui kendaraan tersebut baru saja dilaporkan hilang sekitar pukul 06.30 Wita di rumah korban Zaran Edy Isnaeni Jalan Merdeka I, Gang Perjuangan, No.09. BTN Pepabri, Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Dari pengakuan kedua tersangka, MRH bertugas sebagai eksekutor dengan cara merusak lobang kunci kontak mengunakan kunci leter “T” dan tersangka MHP duduk diatas motor yang mereka gunakan sambil melihat situasi sampai MRH berhasil menghidupkan dan membawa kabur kendaraan tersebut. Rencananya kendaraan curian tersebut mereka bawa pulang ke Lombok Tengah kemudian dijual kepada penadah.

Saat ini kedua tersangka beserta barang bukti 1 unit sepeda motor merk Honda Beat Sporty warna putih dengan Nopol: DR 6326 MJ, Noka: MHIJFZ217JK291710, Nosin: JFZ2E1291710 BPKB an. Zaran Edy Isnaeni. 1 unit sepeda motor merk Honda Scoopy warna silver dengan Nosin: JM31E1433362, Noka: MH1JM3111HK432222. 1 buah kunci letter “T”. 1 buah pisau belati. 2 lembar surat keterangan jaminan BPKB dari PT. Summit Oto Finance sudah diamanakan di Ditreskrimum Polda NTB

“Atas.perbuatannya tersebut, keduanya dijerat dengan pasal 363 Ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 9 tahun penjara,” ungkap Kabid Humas Polda NTB, Kombes Polda. Artanto, S.I.K., M.Si., saat menggelar Konfrensi Pers, Selena, (14/01). (f3)

Ket. Foto:
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Polda. Artanto, S.I.K., M.Si., saat menggelar Konfrensi Pers, Selena, (14/01).

Ditreskrimsus Polda NTB Kembali Ringkus Pelaku dan Penadah Curanmor

0


HarianNusa.Com, Mataram – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) di awal bulan Januari 2020 ini kembali berhasil mengamankan pelaku curanmor inisial DW dan penadah hasil curanmor AR dan SG.

“Ketiganya berhasil diamankan dari hasil pengembangan kasus tersangka RL yang sebelumnya sudah diamankan terlebih dahulu dan saat ini proses hukumnya sudah tahap II,” ungkap Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Artanto, S. I. K., M. Si., kepada wartawan saat menggelar Konfrensi Pers Selasa, (14/01).
Artanto menjelaskan bahwa menurut pengakuan dari tersangka DW, ia beraksi di halaman parkir Masjid Raya Kota Mataram dan berhasil membawa kabur 1 unit sepeda motor merk Honda Beat warna hitam dan satu lagi di garasi rumah korban di Jalan Gotong Royong No. 34 Presak Tempit, Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan Mataram dan berhasil membawa kabur 1 unit sepeda motor merk Honda Vario 125 warna merah dengan modus mematahkan kunci stang sepeda motor kemudian mendorongnya sampai ke tempat sepi setelah itu tersangka menghidupkannya dengan cara menyambungkan kabel kontak kendaraan tersebut dan selanjutnya tersangka DW menjualnya kepada tersangka RL.
Sedangkan menurut pengakuan tersangka AR, ia mendapatkan satu unit sepeda motor merk Honda Beat tersebut tersebut dari rekannya inisial MS dan sudah menjualnya kepada tersangka RL. dan menurut keterangan dari tersangka SG ia mendapatkan sepeda motor merk Honda Vario 150 warna hitam dari tersangka AR dan ia berencana menggadaikannya kepada WP.
“Dari penangkapan ketiga tersangka tersebut petugas berhasil mengamankan barang bukti 3 unit sepeda motor,” jelasnya.
Atas perbuatannya tersebutan tersangka DW dijerat dengan pasal 363 ayat 3 dan 4 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. sedangkan tersangka AR dan SG dijerat dengan pasal 480 KUHPdengan ancaman hukman 4 tahun penjara. (f3)

BNPB: Stop Bantuan Pakaian Layak Pakai, Kecuali Ada Permintaan

HarianNusa.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimbau masyarakat untuk menghentikan pemberian bantuan berupa pakaian layak pakai ke lokasi bencana, kecuali ada permintaan. Hal ini disampaikan melalui laman resmi BNPB di jejaring media sosial Facebook, Selasa (14/01/2020).

“Kami sering temukan, pakaian dalam perempuan maupun laki-laki yang bekas dan sangat tidak layak untuk digunakan hingga berkarung-karung. Muncul pikiran ini orang niat bantu atau buang sampah”, ungkap Andi Suka seperti ditulis dalam laman tersebut.

Sumbangan atau bantuan masyarakat dalam bentuk pakaian layak pakai memang tidak sedikit. Tumpukan pakaian bekas itu kemudian harus dlipilah dan dipilih karena tidak seluruhnya layak untuk disalurkan kepada korban bencana alam.

“Solusi untuk menangani hal tersebut dibutuhkan masyarakat atau Relawan yang mau memilah pakaian sesuai peruntukannya karena drop bantuan yang berdatangan tidak melalui penataan yang baik dan bijak”, lanjut tulisan bertanggal 12 Januari 2020 itu.

Berikut tulisan lengkap laman resmi BNPB tersebut.

Bogor, 12 Januari 2020 

Stop Bantuan Pakaian layak pakai ke Lokasi Bencana manapun kecuali ada permintaan.

Jadikan pelajaran di berbagai lokasi bencana jadi sampah berserakan mengakibatkan timbulnya masalah baru dalam penanganan bencana. 

Contoh saat ini yang terjadi di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor, pakaian layak pakai yang dikirim oleh orang-orang yang berniat baik hendak membantu masyarakat yang terdampak bencana malah terjadi sebaliknya barang bekas layak pakai itu mubazir alias jadi sampah yang berserakan. 

Kami sering temukan, pakaian dalam perempuan maupun laki-laki yang bekas dan sangat tidak layak untuk digunakan hingga berkarung-karung. Muncul pikiran ini orang niat bantu atau buang sampah. 

Solusi untuk menangani hal tersebut dibutuhkan masyarakat atau Relawan yang mau memilah pakaian sesuai peruntukannya karena drop bantuan yang berdatangan tidak melalui penataan yang baik dan bijak. 

Mari menjadi masyarakat yang memahami kondisi bencana, sehingga niat baik akan menjadi hasil baik dan tepat sasaran. 

Salam Kemanusiaan 
Salam Tangguh

Andi Suka 
MPBS INDONESIA

Fakta Unik Jalur Pendakian Sesaot-Rinjani

HarianNusa.Cpm, Lombok Barat – Wacana membuka jalur pendakian ke Gunung Rinjani melalui Desa Sesaot (Lombok Barat) mulai terkuak. Setelah beberapa waktu lalu, sejumlah media cetak maupun media sosial (medsos) memberitakan hal yang sama. Beralasan, dibanding melalui jalur Torean, Sembalun maupun yang lain, jalur Sesaot memiliki beberpa fakta unik yang disuguhkan.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sesao,t Azudin Nur menyampaikan, beberapa fakta unik yang disuguhkan jika tracking ke Gunung Rinjani. Menurut Jabot sapaan akrab Azudin Nur, fakta unit diantaranya merupakan jalur terlandai, termasuk jalur suci dengan limpahan sumber mata air.

“Dikatakan jalur suci, karena teman-teman Hindu mengambil air di salah satu mata air untuk kebutuhan bersuci,” sebut Jabot saat mempresentasikan rencana pembukaan jalur Sesaot-Rinjani di Ruang Rapat Jayengrane Kantor Bupati di Giri Menang-Gerung, Kamis (9/1/2020).

Dihadapan Bupati Lombok Barat, Kepala Bappeda, Sekda, Perwakilan Dinas Kehutanan NTB, Pengaman Hutan KPH Rinjani Barat, Camat Narmada, Kepala Desa Ssaot, Pakuan dan Buwun Sejati serta sejumlah perwakilan kepala OPD terkait, Jabot secara panjang lebar menyebut fakta unik lainnya.

Selain jalur terlandai dan suguhan panorama serta jalur suci, tatapi juga ada fakta lain seperti jalur terdekat dengan pusat kota. Memiliki habitat satwa endmik pulau Lombok seperti, Celepuk Rinjani, Paradok Saurus Rinjanikus (Musang Rinjani), Sapi hutan, pohon purba, pohon cemara endemik rinjani (Mayang mekar). Tidak sekdar itu, ada fakta unik lain seperti menyimpan sejarah suku Sasak dan situs bangunan purba di dalam kawasan hutan.

“Mungkin yang paling disukai pendaki dan wisatawan adalah satu-satunya jalur pendakian dengn ruas jalan terlebar,” sebut Jabot.

Daya tarik pendukung sepanjang jalur kata Jabot, ada dua air terjun, Gua alam, situs bangunan bersejarah, puluhan hektar tanaman khas pegunungan yang menyerupai Sakura Jepang.

Potensi inilah yang diharapkan Jabot, agar semua pihak mendukung rncana untuk membuka jalur menuju Rinjani melalui Sesaot.

“Jika ini teralisasi, tidak menutup kemungkinan, warga kita yang hobi menebang kayu (illegal loging), bisa beralih profesi menjadi porter, pemandu wiata, atau pawing,” pinta Jabot.

Di tempat yang sama, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid memberi angin segar untuk jalur Sesaot-Rinjani ini. Namun pihaknya masih perlu mengkaji lebih dalam. Kata bupati, sisi negatif terutama keselamatan dan keamanan wisatawan sangat perlu dijuga.

Terkait pembukaan jalur yang melibatkan tiga desa (Sesaot, Buwun Sejati dan Pakuan), kata bupati, sebagai bahan persiapan, sudah mendapat laporan dari Kepala Bappeda Lombok Barat H. Rusditah. Dari laporan terebut, bupati langsung berkomunikasi dengan Kadis Kehutanan Provinsi NTB, sekaligus penanggung jawab Geo Park.

“Baliau langsung antusias, justru saya disuruh memilih Sesaot atau Kumbi, tapi saya langsung jawab dua-duanya,” kata bupati yang lebih memilih jalur Lombok Barat-Rinjani daripada jalur Sesaot. Beralasan, karena tidak ingin ada kecemburuan dari pihak desa Buwun Sejati dan Pakuan.

Dari komunikasi itu, pihak Dinas Kehutanan perlu ada persiapan. Namun persiapan tersebut tidak dirinci bupati. Namun dalam waktu dekat pihak Dinas Kehutanan NTB yang mempasilitasi pertemuan sebagai tindak lanjutnya.(f3/*)

Antisipasi Banjir, Personel TNI Polri dan Masyarakat Berjibaku Bersihkan Bantaran Sungai Brang Ode Jembatan Cinta

0

HarianNusa.Com, Sumbawa – Ratusan personel TNI dari Koramil 1607-04/Alas, Polsek Alas dan masyarakat setempat turun membersihkan Bantaran Sungai Brang Ode Jembatan Cinta yang menghubungkan antara Desa Kalimango dan Desa Baru Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa, Jumat (10/1).

Menurut Danramil 1607-04/Alas Kapten Inf Armansyah yang turutbersihkan menyampaikan, pelaksanaan pembersihan bantaran sungai ini memang sudah direncanakan sebelumnya karena banyaknya tumpukan sampah di sekitar aliran sungai.

"Tumpukan sampah ini dikhawatirkan akan menghambat aliran air sungai yang akan mengakibatkan air sungai naik kepermukaan dan banjir, apalagi pada musim hujan seperti sekarang ini," ujar Danramil.

Untuk itu, ia bersama Camat Alas M. Lutfi Makki dan Kapolsek Alas Kompol Nurdin kompak untuk turun membersihkan bantaran sungai bersama anggota dan warga.

Terpisah, Komandan Kodim 1607/Sumbawa Letnan Kolonel Inf Samsul Huda, SE. M.Sc., saat dikonfirmasi menyampaikan kegiatan tersebut sebagai wujud sinergitas TNI Polri dan pemerintah bersama masyarakat dalam mengantisipasi banjir di musim hujan.

"Ini luar biasa, mereka kompak bersama warga untuk turun membersihkan sungai, ini patut diapresiasi," ungkap Dandim.

Pihaknya bersama jajaran akan terus mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan minimal tidak membuang sampah di sekitar sungai maupun saluran irigasi yang dapat mengganggu kelancaran aliran air.

"Mari kita jaga kebersihan dan kesehatan lingkungan dari kita dan untuk kita semua," tandasnya. (f3)

Lakukan Gerakan Penghijauan, Polda NTB Tanam Ribuan Pohon

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat – Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan gerakan penghijauan dengan menanam pohon bersama TNI-Polri dan masyarakat di Desa Giritembesi Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Jumat, (10/01/2020).

Kegiatan yang bertemakan “Selamatkan bumi dengan melakukan penanam pohon untuk generasi masa depan Bangsa” ini dipimpin langsung oleh
Kapolda NTB, Irjen Pol Drs.Tomsi Tohir M.Si yang diawali dengan penyerahan pohon secara simbolis oleh Kapolda NTB, dan Ketua Daerah Bhayangkari NTB kepada Babinkamtibmas, Babinsa, dan perwakilan masyarakat yang selanjutnya dilaksanakan penanaman bersama-sama oleh PJU Polda NTB, Forkompinda Lobar serta anggota TNI-Polri serta masyarakat sekitar dan siswa-siswi SD Giritembesi.

Acara penanaman pohon dilaksanakan secara serentak hari ini di seluruh Indonesia. Untuk NTB, luas lahan yang dihijauakan 283.700 M2 dan jumlah pohon yang ditanam 3.865 pohon.

Kapolda NTB dalam sambutannya antara lain mengatakan, bahwa upaya penyelamatan lingkungan, rehabilitasi hutan serta reboisasi dan penghijauan sudah tidak dapat ditunda lagi karena bumi saat ini menghadapi beberapa ancaman global yang serius,seperti banjir, erosi, tanah longsor, kekeringan, pemanasan global, kepunahan dan hilangnya beberapa jenis flora fauna, kebakaran lahan dan hutan, ledakan penduduk dan sebagainya.

Permasalahan yang menjadi perhatian dunia adalah perubahan iklim dan pemanasan global dampak yang paling jelas adalah makin panjangnya musim panas dan makin pendeknya musin hujan, mengingat dampaknya yang begitu luas maka perlu komitmen seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mengatasi pemanasan global.

“Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan banyak melakukan penanaman pohon yang mampu menyerap kadar CO2 atmosfir, juga pohon bermanfaat ganda bagi manusia dan lingkungan,” ungkap Kapolda yang disampaikan melalui siaran pers oleh Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto S.I.K, M.Si.

Peran pemerintah yang salah satunya Institusi Polri, yang sesuai perintah langsung Kapolri agar seluruh jajaran melakukan penanaman pohon turut melaksanakan program rehabilitasi hutan dan lahan serta mendukung daerah dalam budidaya menanam pohon dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Karenanya Kapolda NTB menekankan kepada seluruh personil Polri dan keluarganya agar melakukan penanaman pohon di Mako dan asrama Polri, agar program penanaman pohon berhasil dan membawa dampak positif sehingga akan dirasakan oleh generasi yang akan datang.

“Polda NTB dan jajaran telah melaksanakan gerakan penanaman pohon di berbagai wilayah NTB dengan jumlah pohon yang telah ditanam 3.865 pohon dengan luas lahan 233.700 M,” jelasnya.

Kapolda NTB mengharapkan personil Polri untuk membantu menyadarkan masyarakat akan pentingnya memelihara lingkungan, dan membangun kebiasaan menanam menjadi kebutuhan berkelanjutan yang merupakan gerakan nyata seluruh komponen bangsa untuk menanam pohon guna mendukung program penghijauan.

Turut hadir pada acara tersebut Waka Polda NTB, PJU Polda NTB, Ketua Daerah Bhayangkari NTB, Forkopinda Kabupaten Lombok Barat, Ketua DPRD Lombok Barat, dan Anggota TNI-Polri serta masyarakat sekitar 400 orang. (f3)