Beranda blog Halaman 193

Pasar Buwun Mas Masuk Daftar Pasar Rakyat Yang Akan Direvitalisasi

0

HarianNusa.Com – Bukti kerja Kabinet ‘Kerja’ Presiden Jokowi ini, dibuktikan dengan revitalisasi 5 ribu pasar rakyat se-Indonesia. Salah satunya adalah pembangunan Pasar Rakyat Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat yang masuk dalam agenda sasaran pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Sebagai awal realisasi pembangunan pasar, Kamis (31/10/2019), pihak Kementerian Koperasi UKM melakukan survey lapangan ke lokasi pasar. Penyambutan dilakukan oleh tim yang terdiri dari Dinas Koperasi dan UKM Lombok Barat, Perwakilan Kapolsek Sekotong, Kepala Desa Buwun Mas, Pengurus Koperasi setempat dan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat desa setempat.

Kementerian Koperasi dan UKM melalui Kepala Bidang Sarana dan Pasarana Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Moh. Rudy menyatakan, sejak 2003 sampai sekarang, Kementerian Koperasi UKM menjalankan program revitalisasi pasar rakyat yang dikelola oleh koperasi. Ada pembagian tugas, Kementerian Koperasi, membangun pasar-pasar berskala kecil dengan nilai sebesar Rp. 950 juta.

“Pasar-pasar desa ini kan banyak yang tidak layak, bangunannya masih tradisional, mengunakan bambu-bambu, terkesan kumuh. Program revitalisasi pasar rakyat ini nantinya akan dikelola oleh koperasi,” papar Rudy dalam siaran pers Biro Gas dan Protokol Setda Kabupaten Lombok Barat.

Kata Rudy, pada periode pertama presiden Jokowi, telah mencanangkan 5 ribu pasar se-Indonesia. Sekarang ini lanjutnya, masih ada sisa dan dilanjutkan pada periode kedua. Sisa ini akan dicanangkan dalam tahun anggaran 2020. Kendati realisasi tahun 2020, namun kemenkoperasi tetap berkomitmen bahwa, tetap akan memperbaiki pasar-pasar rakyat sekaligus meminta pemberdayaannya oleh koperasi.

“Tujuan utamanya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada di pedesaan. Semisal di tempat ini, semula ada duapuluh pedagang, bisa meningkat menjadi lebih dari itu, mungkin dari daerah lain juga bisa masuk,” jelasnya.

Dengan telah dibangunnya pasar rakyat dan pengelolaannya oleh Koperasi, tentu konsumen semakin banyak. Pendapatan masyarakat pun jadi meningkat. Karena produsen dan suplayer bisa masuk.

Pada periode kedua pemerintahan Jokowi, lanjut Rudy, secara khusus di Kabupaten Lombok Barat, masih terfokus pada agenda revitalisasi pasar desa. Tapi masih ada program lain seperti pasar tematik. Pasar jenis ini merupakan pasar yang punya tema khusus program unggulan masyarakat. Selain ada program unggulan, ada juga program budaya daerah.

“Kita mau coba yang ini dan pilot projectnya di Lombok Tengah. Di situ ada produk unggulan masyarakat dilengkapi dengan konstruksi bangunan desa berciri khas Lumbung,” papar Rudy yang rela duduk lesehan di lapak bambu milik pedagang.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lombok Barat, M. Fajar Taufik menambahkan, agenda survey ini baru sebatas usulan pembangunan pasar rakyat Desa Buwun Mas. Namun dia berharap kepada seluruh masyarakat desa Buwun Mas supaya berdoa, sehingga pembangunan revitalisasi pasar desa Buwun Mas bisa terealisasi.

“Sepulang Pak Rudy ke Jakarta, beliau langsung bisa tanda tangani SK nya, berjalan mulus tanpa hambatan sedikitpun,” harap Taufik.

Pembangunan pasar ini, setelah disetujui oleh menteri, akan dilakukan pengurukan lahan. Karena sudah ada komitmen antara desa dan pengurus koperasi Syariah Gema Sarlina Buana Desa Buwun Mas untuk mengelolanya. Demi lancarnya pembangunan pasar ini, pihak Dinas Koperasi UKM Lombok Barat juga mendukungnya dengan mengalokasikan dana APBD. Dana ini diprioritaskan untuk paving block, pagar dan instalasi.

“Dukungan dana APBD kita ini sudah saya sampaikan kepada Pak Rudy dan Deputi di Jakarta,” sambung mantan Kepala Badan Kesbangpol Lombok Barat ini.

Terpisah, Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi menuturkan, saat ini jumlah pedagang yang ada sebanyak 88 orang. Jika pasar ini sudah direalisasi pembangunannya, diharapkan jumlah pedagang menjadi meningkat. Dengan catatan bahwa, pihak desa dan pengurus koperasi benar-benar melakukan pembinaan dengan lebih serius dan profesional.

Senada dengan Rochidi, Ketua Koperasi Syariah Gema Sarlina Buana Desa Buwun Mas, Imam Haeru, pun memiliki komitemn yang sama. Demi pemberdayaan ekonomi masyarakat, pihaknya akan terus memberdayakannya melalui Koperasi dan pemerintah desa.

“Kami sudah memiliki komitmen bahwa, pengelolaan parker akan dikelola oleh BUMDes,” tutur Imam Haeru. (f3)

Ket. Foto:
Kepala Bidang Sarana dan Pasarana Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Moh. Rudy Kementerian Koperasi dan UKM didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lombok Barat, M. Fajar Taufik melakukan survey lokasi pasar rakyat Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. (istimewa)

Maksimalkan Peran Penyuluh sebagai Ujung Tombak Kesejahteraan Masyarakat

HarianNusa.com, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS menyoroti tentang pentingnya peran Pemerintah untuk segera Merevitalisasi Peranan dan Kedudukan penyuluhan dalam Pembangunan. Hal ini mengingat pentingnya peran penyuluhan sebagai proses pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas individu, entitas dan jejaring menuju Kesejahteraan masyarakat secara umum.

Haji Johan Rosihan, ST Anggota DPR-RI daerah pemilihan NTB1 atau Pulau Sumbawa mengemukakan, bahwa sejak berlakunya otonomi daerah dengan wewenang penuh pada pemerintah kabupaten/kota, berakibat banyak perubahan kelembagaan penyuluhan yang disatukan dengan Dinas Pertanian sehingga penyelenggaraan penyuluhan pertanian mengalami stagnasi, sementara penyuluh Bidang Kehutanan dan Perikanan yang berada dalam kewenangan pemerintah provinsi, terkadang program penyuluhan tidak terkoordinasi, tidak memiliki hubungan sinkronisasi dan integrasi program.

Menurutnya, beberapa metode dalam sistem penyelenggaraan penyuluhan di tingkat kabupaten/kota belum berjalan dengan baik dan belum memperlihatkan hubungan kerjasama dengan lembaga-lembaga lain serta instansi terkait lainnya, seperti institusi penelitian yang merupakan sumber teknologi (litbang pertanian, perguruan tinggi, LSM dan swasta). Sementara perkembangan wawasan, pengetahuan dan keterampilan petani semakin meningkat sesuai dengan perkembangan teknologi informasi saat ini.

Masih menurut Johan, kegiatan penyuluhan pertanian masih berdiri sendiri, belum diperlakukan sebagai bagian dari suatu sistem pemberdayaan. Hal ini menyebabkan terputusnya jaringan kerjasama antara penyuluh dengan kegiatan pemberdayaan petani dan nelayan lainnya. Ia melihat perkembangan kondisi penyelenggaraan penyuluhan saat ini, dan sesuai kebijaksanaan pembangunan pertanian yang berorientasi pada sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, dan berkelanjutan, sesungguhnya menghendaki perlunya perubahan pendekatan atau sistem penyuluhan pertanian di Indonesia dari pendekatan usaha tani ke pendekatan sistem dan usaha agribisnis.

Johan Rosihan saat panen raya bersama para petani di Kecamatan Empang – Sumbawa tahun 2018 lalu

“Untuk mencapai hal tersebut dalam kerangka otonomi daerah maka diperlukan kebijaksanaan pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten/kota untuk segera melakukan rekonstruksi dan revitalisasi penyelenggaraan penyuluhan pertanian, perikanan, kehutanan dan bidang lainnya yang spesifik berdasarkan potensi dan keunggulan kompetitif local”, terangnya.

Kedepan, menurut Johan yang duduk sebagai Anggota Komisi IV DPR RI, berharap adanya penghargaan yang lebih terhadap profesi penyuluh, seperti dalam hal insentif dan lain-lain. “Pekerjaan sebagai penyuluh tidak mengenal waktu. Mereka bekerja kapan saja tergantung sasaran. Waktunya tidak hanya pagi, siang dan sore, tetapi juga malam hari”, ujar pria bertubuh gempal ini.

“Kita ingin agar para penyuluh kita diperhatikan. Baik soal fasilitas kerja hingga kesejahteraan nya. Dengan begitu, mereka akan bekerja lebih profesional dalam hal mendukung pembangunan sektor-sektor strategis seperti sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga sektor kehutanan”, imbuh politisi asal Sumbawa ini.

Penyuluhan memang merupakan bagian penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia petani dan nelayan. Karena itu penyuluh berperan dalam memberikan bimbingan dan pembinaan kepada pelaku utama (petani dan nelayan), pelaku usaha dan masyarakat. Sehingga upaya meningkatkan wawasan, pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam bidang pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, baik teknis maupun non teknis untuk pengembangan usaha merupakan ujung tombak kesejahteraan masyarakat.

LDK Unram Tangkal Radikalisme dengan Sekolah Kebangsaan

HarianNusa.com, Mataram – Organisasi Mahasiswa Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Baabul Hikmah Universitas Mataram menyelenggarakan Sekolah Kebangsaan (SKB) pada Sabtu (26/10) di Gedung DOM Kampus Unram. Sekolah Kebangsaan ini diikuti oleh ratusan Lembaga Dakwah Kampus se-Nusa Tenggara yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Lembaga dakwah Kampus (FSLDK). LDK Baabul Hikmah Unram sendiri adalah koordinator wilayah Nusa Tenggara.

Berbagai pihak hadir sebagai pembicara dalam Sekolah Kebangsaan ini. Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) diwakili oleh AKBP Hasrippuddin, S.I.K selaku Kabag Watpers Biro SDM Polda NTB. DR. Muhaimin, SH., M.Hum selaku Sekretaris Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) NTB, Ir. H. Rosiady Husaenie Sayuti, M.Sc, P.hD selaku dosen Unram, H. Muhammad Nasir Abdullah, MA selaku Komisi Dakwah MUI Prov. NTB dan M. Yasin, SP selaku Ketua FSLDK Nusa Tenggara.

Acara Sekolah Kebangsaan ini diselenggarakan dalam rangka HUT FSLDK Nusa Tenggara yang ke-5. Acara dihadiri oleh ratusan  peserta dari perwakilan LDK se-Nusa Tenggara. Acara ini bertujuan mengukuhkan semangat persatuan bangsa, pengamalan Pancasila, cinta NKRI, merawat kebhinekaan serta nasionalisme untuk terus berkarya bagi Indonesia.

“Upaya menangkal radikalisme dan intoleransi di Indonesia adalah tugas kita bersama. Kami mengharapkan peran serta LDK di dalamnya”, ujar AKBP.

Dalam kesempatan yang sama, MUI  juga memberikan pesan bahwasanya Islam  adalah agama yang moderat. “Mencinta tanah air Indonesia adalah wujud keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa”, ujar perwakilan MUI NTB M. Nasir.

Sedangkan pihak Unram menegaskan bahwa pemuda adalah pelanjut generasi bangsa yang memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Pemuda adalah agen perubahan yang sangat berpengaruh”, ujar Rosiady Husaenie Sayuti

Pada kesempatan acara ini, Ketua FSLDK Nusa Tenggara memanfaatkannya dengan menampilkan foto-foto kegiatan seluruh LDK. “Teman-teman LDK ini selain sholeh, tidak lupa sangat peduli terhadap permasalahan negeri ini dengan banyak mengadakan kegiatan sosial untuk masyarakat”, aku M. Yasin.

Di akhir acara, dibacakan deklarasi bersama “Pemuda Islam Indonesia untuk Mengukuhkan Persatuan Bangsa” yang diikuti oleh seluruh peserta dan ditandatangani oleh perwakilan dari FKPT, MUI NTB, Ketua FSLDK Nusa Tenggara.

Danlanal Mataram Tutup TMMD ke 106 Kodim Loteng

HarianNusa.Com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 106 tahun 2019 Kodim 1620/Loteng yang dilaksanakan selama sebulan penuh berjalan lancar dan sukses.

Hari ini, Kamis (31/10), di lapangan Jelojok Kopang, Komandan Lanal Mataram Kolonel Laut (P) Dados Raino menutup kegiatan TMMD ke 106 tahun 2019 yang dihadiri Kasrem 162/WB Letkol Inf Endarwan Yansori, Wakil Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, SE., para Dandim dan Kasi, para Camat, Kades dan Kadus Desa Aik Bual, Pendem, Durian dan Montong Gamang Kecamatan Janapria dan Kopang Lombok Tengah.

Usai menerima laporan pelaksanaan TMMD ke 106 dari Dandim 1620/Loteng Letnan Kolonel Czi Prastiwanto, SE. M.I.Pol., selaku Dansatgas dan penandatanganan penyerahan, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., dalam amanatnya yang dibacakan Danlanal Mataram menyampaikan, kegiatan TMMD yang dilaksanakan secara rutin tiga kali setiap tahun merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI, Polri, Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Pemerintah Daerah serta seluruh komponen bangsa lainnya.

Berbagai sasaran baik fisik dan non fisik telah selesai dilaksanakan, untuk sasaran fisik berupa pembangunan infrastruktur atau sarana prasarana yang benar-benar dibutuhkan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Sedangkan untuk kegiatan non fisik diarahkan dalam rangka mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas masyarakat, guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam membangun daerah menuju kehidupan sosial yang lebih maju, sejahtera dan mandiri,” terangnya.

Dengan berakhirnya pelaksanaan TMMD Ke-106, selaku Penanggung Jawab Keberhasilan Operasional (PKO) TMMD Kodam IX/Udayana, Pangdam IX/Udayana mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup RI, Kementerian Kehutanan RI, Pemda dan semua pihak yang terkait serta seluruh masyarakat yang telah melaksanakan kegiatan dengan semangat gotong royong, saling membantu secara berkesinambungan sehingga TMMD dapat berjalan dengan tertib, lancar dan dapat selesai tepat waktu sesuai harapan.

Setelah upacara penutupan TMMD ke 106, Danlanal Mataram bersama Kasrem 162/WB dan Forkopimda Loteng melaksanakan peninjauan hasil TMMD di Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. (f3)

Ket. Foto:
Upacara Penutupan TMMD ke 106 Kodim 1620/ Lombok Tengah Tahun 2019. (istimewa)

Bangun Kembali Sekolah, Republik Ceko Salurkan 1,7 Milyar Rupiah

HarianNusa.com – Bantuan Kemanusiaan Republik Ceko, melalui Kedutaan Besar Republik Ceko di Jakarta, telah memberikan lebih dari US$ 120.000 (sekitar 1,7 milhar rupiah) untuk membangun kembali sekolah yang terkena dampak gempa bumi Lombok tahun 2018. Bantuan Kemanusiaan Republik Ceko ini bermitra dengan Happy Hearts Indonesia, lembaga nirlaba yang berdedikasi untuk membangun kembali sekolah, sebagai mitra pelaksana mereka untuk membangun kembali empat sekolah di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Setelah bencana alam tahun lalu, kami menerima reaksi simpati yang spontan dan solidaritas dari warga Ceko, (yang) mendorong kami untuk membantu korban pasca gempa Lombok dan menawarkan kontribusi pribadi. Saya yakin bahwa proyek yang berfokus pada pendidikan akan membangun anak-anak kembali ke kebiasaan sehari-hari, dan kebahagiaan diri adalah kontribusi efisien untuk pemulihan pulau Lombok,” kata Jakub Černý, Wakil Kepala misi Kedutaan Besar Republik Ceko di Jakarta pada hari Kamis (24/10).

Gempa berkekuatan 7,0 skala Richter dan serangkaian gempa susulan telah menghancurkan sebagian besar pulau Lombok, menyebabkan kerusakan pada lebih dari 600 sekolah dan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal. Bantuan Kemanusiaan Ceko mengambil bagian dalam proses rehabilitasi dan operasi bantuan di Lombok yang berfokus pada urgensi untuk anak-anak agar mendapatkan akses pada pendidikan. Sekolah membantu anak yang terkena dampat dalam situasi darurat untuk kembali ke struktur, rutinitas dan suasana yang normal.

Proyek dimulai di bulan November 2018 untuk membangun kembali empat sekolah di Lombok Utara, termasuk tiga PAUD dan 1 sekolah dasar. PAUD Al Muhsinin, PAUD Permata Hidayah, PAUD Suli Mekar dan SD Ar Rahmah hancur rata dengan tanah akibat gempa dan siswa terpaksa harus melanjutkan kegiatan belajar di tenda sebagai pusat pembelajaran sementara mereka. Dibawah udara panas dan debu dari puing-puing bangunan mengakibatkan kesehatan anak, orang tua dan guru berada dalam risiko.

Dalam kurun 11 bulan, bangunan sekolah kini dilengkapi dengan dua ruang kelas, toilet, taman bermain dan furnitur untuk melengkapi kegiatan belajar siswa. Bangunan sekolah juga dirancang dengan struktur tahan gempa guna meminimalisir kerusakan dampak gempa. Proyek ini telah menguntungkan lebih dari 200 anak dari empat sekolah tersebut.

“Kami bangga telah mendapatkan dukungan dari Bantuan Kemanusiaan Republik Ceko dan Kedutaan Besar Republik Ceko di Jakarta untuk melaksanakan misi kami untuk membangun kembali sekolah di seluruh Indonesia, memulihkan harapan anak-anak untuk masa depan yang lebih cerah,” tambah Sylvia Beiwinkler, CEO dari Happy Hearts Indonesia.

Lokasi 4 sekolah yang di bangun oleh Czech Republic Humanitarian Aid bersama dengan Kedutaan Republik Ceko di Jakarta dan Happy Hearts Indonesia ini adalah, PAUD Al-Muhsinin, di Jalan Raya Senggigi, Dusun Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. SD Ar-Rahmah Kecinan, Jalan Kecinan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang Senggi, Lombok Utara. PAUD Permata Hidayah Beranginan Jalan Tanjung Bayang Beranginan Kayangan, Lombok Utara. Dan PAUD Suli Mekar Jalan Raya Santong, Dusun Tukak Bendu, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.

Kedai Kopi: Bisnis Masa Kini, Menjanjikan di Masa Depan

Kopi merupakan salah satu minuman yang paling populer di dunia. Sejak dulu hingga sekarang, minuman yang satu ini memang tetap menjadi primadona. Para penikmat pun kopi di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan semakin menjamurnya bisnis kedai kopi atau coffee shop di berbagai kota di seluruh Indonesia.

Saat ini bisnis kedai kopi atau coffee shop menjadi salah satu bisnis yang sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan berkembangnya tren minum kopi di kedai kopi atau biasa disebut nongkrong.  Minum kopi kini tidak hanya identik dengan kegiatan yang dilakukan oleh kaum bapak saja, anak muda pun menjadikan kegiatan minum kopi sebagai sebuah lifestyle dan sebagai sarana menunjukkan eksistensi mereka.

Menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2018, jumlah penduduk yang termasuk kategori pemuda adalah sebesar 63,82 juta jiwa. Jumlah tersebut merupakan seperempat dari total penduduk Indonesia.

Jika dilihat dari banyaknya jumlah pemuda tersebut, trend konsumsi kopi di kalangan pemuda berpotensi besar meningkatkan jumlah konsumsi kopi di Indonesia. Pernyataan tersebut didukung oleh data yang bersumber dari International Coffee Organization (ICO) yang menunjukkan adanya trend kenaikan konsumsi kopi di Indonesia.

Pada tahun 2015 ICO merilis data pertumbuhan jumlah peminum kopi di Indonesia, yaitu sebesar 8%, lebih besar daripada pertumbuhan dunia yang hanya mencapai 6%. Selaras dengan ICO, data Hasil Proyeksi Konsumsi Kopi di Indonesia yang dirilis oleh Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementrian Pertanian yang dirilis pada tahun 2018 pun menunjukkan terjadinya peningkatan konsumsi kopi nasional selama 4 tahun terakhir. Rata-rata pertumbuhan konsumsi kopi nasional mencapai angka 2,49%.

Melihat data peningkatan konsumsi kopi tersebut, tak dapat dipungkiri bahwa bisnis kedai kopi merupakan bisnis yang memiliki prospek yang baik kedepannya. Kini para pebisnis hanya perlu menginovasikan konsep kedai kopi yang unik agar dapat menarik para konsumen, sehingga mampu bersaing di dalam bisnis ini.

Inovasi dalam pilihan menu yang disajikan pun dapat memengaruhi kesuksesan kedai kopi tersebut. Saat ini kopi dapat disajikan dengan campuran berbagai bahan-bahan lain, seperti susu segar, buah alpukat, dan lain-lain. Kualitas dari kopi yang disajikan pun dapat memberikan dampak yang besar bagi kesuksesan kedai kopi tersebut.

Indonesia, sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, memiliki banyak jenis kopi yang ditanam di berbagai daerah di seluruh penjuru tanah air. Menurut publikasi Badan Pusat Statistik (BPS)  Statistik Kopi Indonesia, pada tahun 2017, luas areal perkebunan kopi diperkirakan mencapai  1.251.703 hektar, yang terdiri dari perkebunan rakyat, perkebunan besar, dan perkebunan besar negara. Luas areal perkebunan kopi ini naik dari yang sebelumnya hanya 1.246.657 hektar saja. Perkebunan-perkebunan ini tersebar di seluruh provinsi, kecuali di Provinsi D.K.I. Jakarta, dengan Provinsi Sumatera Selatan sebagai provinsi yang memiliki areal perkebunan terluas (sekitar 263.108 hektar) dan produsen kopi terbesar (sekitar 120.904 ton), kemudian diikuti oleh Provinsi Lampung dengan luas areal perkebunan sekitar 160.953 hektar dan produksi mencapai 115.524 ton.

Walaupun Sumatera Selatan memiliki areal perkebunan terluas, namun daerah yang memiliki produktivitas tertinggi adalah Sumatera Utara yang memiliki produktivitas sebesar 1.265 Kg/Ha. Daerah-daerah di Sumatera memang terkenal akan hasil perkebunan kopinya.


Kopi-kopi yang terkenal, seperti kopi Sidikalang, kopi Gayo, kopi Besemah, kopi Lampung, dan lain-lain memang sudah menjadi primadona sejak lama. Cita rasa serta aroma yang khas menjadikan kopi-kopi ini memiliki kualitas yang tak kalah dengan kopi-kopi kelas dunia. Namun tak hanya di Pulau Sumatera saja, terdapat pula kopi-kopi khas dari pulau lain, misalnya kopi Toraja dari Pulau Sulawesi dan kopi Jawa dari Pulau Jawa. Kopi-kopi ini pun memiliki cita rasa dan aroma yang tak kalah dari kopi Sumatera.

Indonesia pun memiliki kopi yang khas dan unik, yaitu kopi luwak. Kopi ini diambil dari biji-biji kopi yang keluar bersamaan dengan kotoran hewan luwak atau musang luwak. Karena prosesnya yang tak biasa, kopi ini memiliki cita rasa dan aroma yang unik, sehingga harganya pun sangat mahal. Melihat potensi sumber daya alam yang besar ini, selayaknya bisnis kedai kopi menjadi salah satu bisnis yang dapat berkembang dengan baik di negeri ini.

Perkembangan bisnis kedai kopi ini diharapkan mampu mendorong konsumsi kopi domestik, sehingga para petani kopi lokal tidak bingung akan menjual kemana hasil perkebunannya, jika mereka ingin menjualnya di dalam negeri. Pemerintah dan perbankan pun seharusnya dapat lebih lagi memberikan kemudahan bagi para investor/pebisnis yang hanya memiliki modal kecil untuk dapat melakukan peminjaman modal, sehingga bisnis kedai kopi ini dapat lebih berkembang lagi dan dapat memajukan perekonomian Indonesia.

Sumber data :
Publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) : Statistik Kopi 2017
International Coffee Organization (ICO)

Monica Seftaviani Sijabat

Artikel Opini oleh Monica Seftaviani Sijabat, Mahasiswi Diploma 4 Jurusan Statistika Peminatan Statistika Ekonomi, Politeknik Statistika STIS

Tahun 2019 Wilayah Kekeringan di Lombok Barat Bertambah

0

HarianNusa.Com – Musim kemarau yang panjang masih melanda Kabupaten Lombok Barat. Hingga kini, delapan kecamatan di Gumi Patut Patuh Patju ini terdata mengalami kekeringan.

Sebelumnya, di Lombok Barat sendiri menyisir wilayah kekeringan hanya enam kecamatan yakni Kecamatan Sekotong, Lembar, Gerung, Kuripan, Batulayar dan Gunungsari. Namun bertambah dua kecamatan lagi, yakni Kecamatan Lingsar, dan Kecamatan Narmada.

“Kekeringan makin meluas, ditambah Kecamatan Narmada seperti Desa Batu Kuta, dan di Kecamatan Lingsar seperti Desa Gontoran dan Desa Langko yang dilanda kekeringan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat H. M. Najib usai melaksanakan Shalat Istisqa di Lapangan Kantor Bupati Lobar, Jum’at (25/10).

Menurutnya, bertambahnya kekeringan di Lombok Barat disebabkan musim kemarau yang panjang dan sampai saat ini belum terjadi hujan. Namun langkah Pemkab Lombok Barat melalui BPBD masih dengan pola pendistribusian air bersih, bekerjasama dengan OPD yang bersangkutan seperti Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, dan lembaga lainnya seperti PMI dan PDAM.

“Sampai saat ini, BPBD Lobar sudah mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan sekitar 65 tangki dari dana APBD murni dan sedang menargetkan mendistribusikan air bersih sekitar 290 tangki air bersih ke wilayah kekeringan yang bersumber dari dana provinsi,” terangnya.

Saat ditanya prosedur agar masyarakat mendapat distribusi air bersih, ia mengakui pihaknya sedang menjadwalkan sesuai kebutuhan dan wilayah dampak kekeringan yang parah. Ada juga desa yang bersurat langsung ke BPBD dan kita segera tindak lanjuti.

Selain langkah pendistribusian air untuk mengatasi kekeringan, Pemkab Lombok Barat tahun ini juga membangun 1 unit sumur bor di wilayah kecamatan Batulayar.

“Sebenarnya, sumur bor yang terpencar di wilayah Lombok Barat sekitar 30-40 unit. Namun kebanyakan sumur bor tersebut rusak dan tidak bisa digunakan seperti di Kecamatan Gerung, Sekotong dan wilayah kekeringan lainnya,” akunya. (f3)

Ket. Foto:
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat H. M. Najib usai melaksanakan Shalat Istisqa di Lapangan Kantor Bupati Lobar, Jum’at (25/10). (istimewa)

Ingin Menyaksikan Keindahan Bawah Laut Indonesia? Segera Datangi 5 Pulau ini

0

HarianNusa.com – Disadari atau nggak, wacana berlibur pasti selalu tercetus dalam obrolan, baik bersama teman atau keluarga. Nggak heran sih, karena setiap harinya yang kita lihat adalah hiruk pikuk kehidupan yang super sibuk, ditambah rutinitas yang rasanya nggak berkesudahan.

Untuk sejenak ‘melarikan’ diri dari kesibukan, tentu yang kita dambakan adalah suasana yang tentram dengan pemandangan yang bikin rilaks. Untuk mendapatkan liburan yang idaman, kita nggak perlu jauh-jauh ke luar negeri kok. Karena keyataannya, Indonesia sudah punya paket lengkap indahnya wisata laut berkat letak geografisnya. Apalagi, 20% dari seluruh terumbu karang di dunia ada di negeri kita. Ini dia lima wisata bawah laut terbaik di Indonesia yang wajib masuk list kamu, jadi siap-siap langsung pesan tiket disini.

Pulau Weh (Aceh)

Meski namanya tidak asing lagi, tapi Pulau Weh tetap menjadi tujuan wisata yang masih jarang dikunjungi karena lokasinya yang terisolasi di barat laut pulau Sumatera. Ekosistem di sini sangat terjaga, berhubung belum terlalu banyak yang eksplor karena lokasinya cukup teriolasi  bisa jadi wisatawan yang hanya sekedang ingin bersenang-senang di pantai tidak terlalu berminat  menghabiskan tenaga menuju ke sana. Jadi, anda tentu akan puas melihat pemandangan indah yang dikelilingi ketenangan. Bersiap-siap lah untuk terpesona, karena saking bagusnya, ekosistem Pulau Weh jadi  buah bibir di kalangan wisatawan internasional.

 Pulau Ora (Maluku)

Jika berangan ingin ke Maldives, coba singgahi dulu pulau ini karena di kawasan Pulau Seram tepatnya  di Desa Saleman, Maluku Tengah ada Pulau Ora yang panoramanya banyak disebut mirip dengan Maldives.  Toidak mengherankan kalau lokasi yang satu ini menjadi kebanggan Indonesia juga . Sensasi snorkeling dan diving yang bakal anda dapat di sini, bisa membuat ketagihan dan tentunya tidak akan terlupakan.

Raja Ampat (Papua Barat)

Kalau yang satu ini memang sudah pasti. Raja Ampat telah menjadi tujuan wisata bawah laut teratas di dunia. Sebagai lokasi diving, kekayaan alam yang disajikan tempat ini tarafnya internasional. Dengan keanekaragaman  hingga 1200 spesies ikan serta menjadi tempat wisata yang diklaim sebagai pemilik biota laut terbesar di dunia. Terpencilnya tempat ini juga menajdikannya lebih eksklusif. Sehingga tidak sembarang orang bisa menuju tempat itu dan menjadikannya kawasan ini tetap terjaga keasriannya.

Kepulauan Wakatobi (Sulawesi Tenggara)

Definisi surga tersembunyi di bawah laut yang sesungguhnya bisa jadi ada di daerah Pulau Banda. Ibarat dapat ekstra bonus, sekali datang ke sana, para wisatawan bisa mejelajah ke empat pulau besar yang menjadi bagiannya, yakni Wangi, Kaledupa, Tomea, dan Binongki. Selain relaksasi, di sini pengunjung juga bisa mencoba wisata dengan tantangan tersendiri. Di samping itu, area diving-nya juga masih terbilang baru. Jadi, wiasatan bisa merasakan sensasi diving di kawasan yang super fresh danmasih alami.

Pulau Togean (Sulawesi Tengah)

Tidak sekedar air jernih dan karang-karang cantik, tapi pulau ini bisa dibilang destinasi paling tepat untuk anda yang penikmat berat snorkeling. Apalagi, jarak pantai-pantainya dekat, jadi bisa puas meng-explore spot snorkeling sambil sesekali foto-foto. Sebagai permulaan, coba saja anda langsung ke kawasan Kadidiri yang jaraknya cuma 15 menit dari area penginapan. Dijamin, anda berasa dimanjakan pemandangannya yang indah. Setelah itu, eksplor California Atoll Reef yang memiliki karang dengan luas hingga 50 meter, plus ikan warna-warni yang menggemaskan.

DPR Apresiasi Presiden Pilih Mentan Dari Indonesia Timur Yang Berkualitas

0

HarianNusa.com, Jakarta – Anggota DPR RI dapil NTB, H. Johan Rosihan, ST mengapresiasi pilihan Presiden Jokowi kepada Syahrul Yasin Limpo yang masih merepresentasikan Indonesia Timur. Ia berharap, masih ada kesempatan untuk memeratakan pembangunan terutama infrastruktur pekerjaan umum, maupun infrastruktur bidang pertanian sehingga ada keseimbangan merata di seluruh wilayah Indonesia baik di pulau Jawa maupun luar Jawa.

Legislator PKS ini mengatakan, lahan padi yang puso akibat kekeringan mencapai 31 ribu hektar hingga Juli 2019 banyak terjadi di Indonesia Timur, seperti NTB, NTT, Kalimantan dan Sulawesi. Area kekeringan tahun ini meningkat tajam dari tahun lalu yang berkisar 26 hingga 28 ribu hektar. Pembangunan waduk, irigasi tersier sangat penting bagi antisipasi terhadap kekeringan.

“Saya meyakini, kami di DPR dapat bekerjasama dengan pemerintah terutama bidang pertanian, perikanan dan kehutanan demi pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia termasuk Indonesia Timur. Hal-hal yang baik di periode 5 tahun lalu kita pertahankan, yang kurang baik langsung di perbaiki sehingga periode ini, kepemimpinan Jokowi dapat memberikan kepuasan yang lebih baik dari periode sebelumnya”, tutur Johan.

Politisi PKS ini menjelaskan, bahwa Sektor pertanian dari hulu sampai ke hilir akan membutuhkan dana besar yang benar-benar baru bukan dari APBN. Banyak yang perlu diurai untuk memperkuat sektor pertanian sehingga dapat mewujudkan swasembada pangan dan kesejahteraan petani. Bila mengacu pada data BPS, indeks kepemilikan lahan hanya 0,3 ha/KK, dan dimiliki oleh lebih dari 14 juta KK.

Selama ini APBN belum memberikan dampak signifikan pada pengelolaan lahan sehingga misi swasembada belum tercapai. Johan Berharap periode ini pemerintah mampu mewujudkannya.

“Saya berharap, semua petani seluruh Indonesia, termasuk Indonesia Timur, diberikan kemudahan dengan kebijakan pemerintah yang pro rakyat, mulai dari inovasi yang terasa sampai bawah, infrastruktur pendukung produksi pangan yang memadai, sampai perbaikan tata niaga pangan yang sampai saat ini masih carut marut. Selamat Bekerja Kabinet Kerja II. Semoga lima tahun kedepan mampu memberikan kepuasan kepada rakyat Indonesia, terutama petani, petambak dan masyarakat pedesaan”, tutup Johan.

Raih Medali Emas Nasional, Dua Siswa NTB Dapat Penghargaan dari Gubernur

HarianNusa.com, Mataram – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H. Rusman menyambut dua siswa NTB, yang baru saja meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional, Minggu (20/10/2019). Kedua siswa yang disambut Gubernur di VIP Bandara Internasional Lombok itu adalah Syarifah Fatimah Nissatuljannah SB (Nisa) dan Muhammad Farid Andika (Farid).

Dua pelajar SMA 1 Sumbawa ini mempersembahkan Juara 1 Nasional di bidang Matematika Sains dan Teknologi, pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia tahun 2019.

Mereka mewakili Indonesia pada ajang Lomba Penelitian South East Asia Matematic Education Organization (SEAMEO), di Jakarta. Lomba tersebut diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, bekerja dengan Lembaga Pendidikan Asia Tenggara.

Keduanya mengusung penelitian berjudul “NOWS (Natural Oil/Water Separator), pembersih tumpahan minyak di air berbahan serat biduri (Calostropis gigantea L)”.


Atas prestasi tersebut Gubernur yang akrab disapa Bang Zul memberikan penghargaan yang diserahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi. Penghargaan berupa uang tunai itu diberikan Gubernur sebagai bentuk dukungan dan terima kasih kepada anak-anak NTB yang telah berprestasi. 

Bang Zul pun merasa bangga dengan prestasi yang diukir kedua siswa tersebut. Orang nomor satu di NTB itu berharap prestasi yang mengharumkan nama NTB tersebut dapat dipertahankan. Bahkan dapat terus ditingkatkan dan ditularkan kepada anak anak NTB yang lain.  

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya ketika menyambut dua siswa berprestasi tersebut.

“Ini membuktikan bahwa NTB tidak boleh dianggap enteng. Harapan kami anak-anak ini bisa menebarkan virus kebaikan kepada yang lain,” ungkapnya.

Mantan Kepala BPSDM NTB itu mengaku optimis, masih banyak anak NTB yang memiliki kemampuan untuk bersaing dan berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional. Apalagi didukung oleh kemampuan dan kreativitas guru yang mumpuni. Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB tetap berkomitmen untuk selalu memberikan penghargaan kepada anak anak NTB yang berprestasi. 

Siswa berprestasi, Syarifah Fatimah Nissatuljannah SB (Nisa) menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang telah memberikan penghargaan kepada mereka. Ia pun mengaku bahagia dan bangga dapat mengharumkan nama NTB di kancah nasional.

Ia berharap, anak-anak NTB yang lain dapat mengikuti jejak mereka untuk selalu melakukan penelitian dan mengembangkan hal hal baru. Sebab bagi gadis yang bercita-cita sebagai Dokter itu, meneliti merupakan hal yang menantang dan seru untuk dilakukan.

“Kami terus berinovasi apa yang bisa kami lakukan,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Muhammad Farid Andika. Ia tidak menyangka penelitiannya bisa mengantarkan mereka bisa meraih peringkat tertinggi di lomba tersebut.

Ia juga menyampaikan tips bagaimana meneliti dan menghasilkan juara.

“Yang pertama sih gigih, jangan mudah menyerah. Kita saja baru dapat medali emas ini setelah berusaha hampir tiga tahun. Pokoknya, usaha, gigih dan do’a,” ungkapnya. (*)