Beranda blog Halaman 217

Miliki Data Lengkap, PKS Siap Kawal Suara Rakyat di Bawaslu Hingga MK

HarianNusa.com, Jakarta (17/05) — Tim advokasi hukum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus mengawal Pemilu 2019 hingga saat ini. Kesungguhan tersebutpun mendapatkan apresiasi dari Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman.

“Saya sudah menijau langsung tim yang sedang bekerja ya dan mendengarkan juga penjelasannya tadi, saya sangat puas dengan kinerja tim advokasi kita. InsyaAllah ini adalah iktiar kita semua untuk mengawal suara masyrakat Indonesia yang sudah di titipkan ke kita ya,” ungkap Sohibul di Sekretariat Pusat Pelaporan Sengketa Perselisihan Hasil Pemilu Tim Hukum dan Advokasi PKS, Jakarta, Kamis (16/05/2019).

Melihat kesungguhan tim advokasi tersebut, Sohibul yakin bahwa PKS akan dapat memperjuangkan suara umat yang diperselisihkan oleh partai lain di Bawaslu maupun di Mahkamah Konstitusi.

“Alhamdulillah saya melihat tim kita sangat solid dan siap untuk berpekara di Bawaslu maupun MK. Semoga kita bisa berpekara dengan baik dan dapat mengambil hak-hak kita agar tidak diambil oleh partai lain,” tambah Sohibul.

Ketua Tim Advokasi dan Hukum TPP PKS, Agus S.P. Otto menambahkan, sikap optimisme PKS tersebut disebabkan adanya form C1 PKS yang lengkap. Sehingga, menurut Agus hal ini akan menguatkan PKS ketika sedang berpekara.

“Kami sangat optimis ya, bahwa kami akan bisa merebut dan mengambil kembali suara umat yang dititipkan kepada kita. Kami juga memiliki data form c1 yang lengkap sebagai bukti untuk dibawa ke konstitusi, kami yakin akan kembali merebut kursi-kursi yang digugat dan yang diambil oleh pihak lain,” terangnya.

Ia menambahkan, tim yang sudah bersiap sejak September 2018 lalu ini akan terus berjuang mengawal amanat rakyat tersebut.

“Kami sudah menyiapakn diri sejak September 2018, kami juga siap 24 jam untuk sidang seperti yang sudah dicatat oleh sejarah konstitusi bahwa tim PKS terus berjaga dalam sidang untuk memperjuangkan suara rakyat” tutupnya.

 

Nelayan di Pantai Kalaki Bima Ditemukan Meninggal

0

HarianNusa.com – Seorang nelayan di Pantai Kalaki Bima, Nusa Tenggara Barat tewas tenggelam. Korban diduga terjatuh dari sampan yang digunakan untuk mencari ikan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya, mengatakan, nelayan bernama Syafrudin (40) tenggelam pada Selasa, 14 Mei 2019. Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian di area tenggelamnya korban.

Korban ditemukan pada Rabu, 15 Mei 2019 sekitar 75 meter dari lokasi tenggelam. “Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengambang dan kita bawa ke rumah duka,” ungkapnya, Kamis, 16 Mei 2019.

Dikabarkan Syafrudin pergi seorang diri memancing ikan di sampan milik mertuanya. Setelah lama tidak pulang, keluarga mencari dan menemukan korban tidak ada di sampan tersebut. (sat)

Cafe di Mataram Gratiskan Pengunjung yang Baca Al-Qur’an

HarianNusa.com – Cafe Pancing di kawasan Gomong, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menggratiskan setiap pengunjung yang mau membaca Al-Qur’an di cafe tersebut.

Setiap pengunjung yang mau tampil ke panggung untuk membaca Al-Qur’an minimal satu lembar, dapat memesan apa pun makanan dan minuman tanpa dibayar.

Pada cafe tersebut tersedia panggung bernuansa Ramadhan untuk pengunjung yang akan membaca Al-Qur’an. Kegiatan tersebut berlangsung selama bulan Ramadhan tahun ini dan tentunya malam hari.

Pengelola cafe, Samsul Basri, mengatakan setelah mengaji, pengunjung langsung dapat memilih menu apapun yang mereka inginkan.

“Mereka dapat memilih menu sesuai membaca surat apa saja, satu lembar atau dua lembar kita enggak batasi,” ujarnya, Senin, 13 Mei 2019.

Dia mengatakan, tujuan diselenggarakan kegiatan baca Al-Qur’an tersebut untuk memotivasi masyarakat memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan ini.

“Kita menyediakan fasilitas ini untuk memotivasi mereka melengkapi nilai ibadah di bulan Ramadhan,” ungkapnya.

Terpantau, banyak pengunjung yang antusias naik ke panggung untuk membaca Al-Qur’an. Selain memperbanyak nilai ibadah, mereka juga dapat mencoba aneka menu di cafe tersebut. (sat)

Fauzan Imbau Masyarakat Lembar Siapkan SDM Jelang Beroperasinya Pelabuhan Gili Mas

0

HarianNusa.Com – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menggelar Safari Ramadhan keduanya di Masjid Nurul Yaqin, Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Minggu (12/5/19) malam.

Dalam kesempatan itu Bupati menyampaikan bahwa Kecamatan Lembar memiliki potensi yang besar dalam industri, hal itu terlihat dari banyaknya perusahan yang telah mengantongi izin operasi dan membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Apalagi November mendatang Pelabuhan Gili Mas direncanakan akan segera beroperasi. Untuk tahap awal diprediksi akan menyerap sekitar 500 tenaga kerja. Untuk itu Fauzan mengimbau kepada masyarakat agar menyiapkan Sumber Daya Manusia yang dimiliki dalam menempati tempat-tempat kerja sesuai kebutuhan perusahan-perusahan yang ada.

Terkait dengan hal tersebut, Fauzan berencana akan menginstruksikan kepada Pelindo dan ASDP untuk segera membuat daftar pekerjaan yang dibutuhkan. Setelah itu, Pemerintah Daerah melalui Dinas Tenaga Kerja Lombok Barat selanjutnya akan segera berkordinasi dengan kecamatan dan Kepala Desa untuk melakukan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan perusahaan tersebut.

“Kalau tidak seperti itu nanti masyarakat Lembar kalah bersaing dengan masyarakat luar Lembar. Jadi kita sendiri yang harus mempersiapkan sesuai yang dibutuhkan oleh pelabuhan itu,” tegas Fauzan.

Fauzan menambahkan, target pembangunan Pelabuhan Gili Mas akan rampung pada tahun 2021 dan tentunya akan membutuhkan tenaga kerja yang semakin banyak. Untuk itu, Ia meminta masyarakat mempersiapkan diri sejak saat ini.

“Masyarakat ya.. harus mempersiapkan diri dari sekarang,” pintanya.

Safari Ramadhan yang digelar Pemkab Lombok Barat (Lobar) setiap bulan Ramadhan ini menjadi langkah untuk mendorong ukhuwah Islamiyah. Hal ini dapat terwujud karena kegiatan tersebut memperkuat silaturahim antara warga dan pemerintah serta elemen masyarakat lainnya.

“Tujuan Safari adalah untuk mempererat tali silaturami antara masyarakat dan pemerintah, agar terbentuk harapan yang sama dalam membangun Lombok Barat dan bisa membangkitkan semangat gotong royong yang mulai hilang,” pungkas Fauzan.

Dalam kesempatan itu, bupati juga menyerahkan bantuan untuk pemeliharan Masjid Nurul Yaqin dan Masjid Baital Afwallah Dusun Nyur Lembang Desa Jambatan Gantung, Masjid Akramul Haq Dusun Jambatan Kembar Desas Jakem, Masjid Nurul Iman Dusun Petak Desa Lembar, Masjid Baitusshalihin Dusun Lendang Gerude Mareje Timur, serta bantuan mesin pengolahan pangan kepada Kelompok IKM FAIHA BAKERY dan juga bantuan berupa alat penangkapan ikan kepada Kecamatan Lembar sebesar Rp. 75 juta. (f3)

Ket. Foto:
Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid menyerahkan bantuan secara simbolis yang diterima perwakilan warga Lembar. (istimewa)

Najamuddin: Kesabaran Tidak Ada Batasnya

0

HarianNusa.Com – Kepala Biro Humas Protokol Provinsi Nusa Tenggara Barat, Najamuddin Amy, S. Sos., M. M., memberikan (kuliah tujuh menit) kultum usai sholat Dzuhur berjama’ah di Masjid Al-Amin, Kantor Gubernur NTB, Selasa, (14/5/19).

Dalam kuliah tujuh menitnya itu, Bang Najam sapaan akrabnya mengupas tentang kesabaran. Menurutnya sabar itu tidak ada batasnya.

Ia menyampaikan ungkapan syukurnya diberikan nikmat menjalankan ibadah puasa hingga hari ini. Dikatannya bahwa waktu yang telah diberikan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar tidak menjadi golongan orang-orang yang merugi.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah memasuki hari ke-9 melaksanakan ibadah puasa. Perjalanan waktupun tidak terasa. Sehingga, kalau kita tidak mampu memanfatakan waktu dengan sebaik-baiknya, maka kita termasuk orang-orang yang merugi. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal sholeh dan saling menasehati pada kebenaran dan kesabaran,” paparnya.

“Kesabaran menjadi catatan penting bagi kita semua,” lanjutnya sambil menjelaskan bahwa kesabaran itu tidak ada batasnya. Sehingga, Allah akan melimpahkan pahala yang tanpa batas bagi orang-orang yang bersabar. (f3)

Ket.Foto:
Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Nusa Tenggara Barat, Najamuddin Amy, S. Sos., M. M., saat memberikan kultum usai sholat Dzuhur berjama’ah di Masjid Al-Amin, Kantor Gubernur NTB, Selasa, (14/5/19).

Awali Safari Ramadhan, Fauzan Ingatkan Pentingnya Sinergitas

0

HarianNusa.Com – Mengawali Safari Ramadhan 1440 H yang digelar di Kecamatan Labuapi, Jumat (10/5/19), Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengingatkan pentingnya sinergitas dan gotong royong seluruh masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati menanggapi beberapa persoalan sampah, fasilitas umum seperti jalan dan pemakaman, serta sejumlah persoalan lainnya.

“Terkait dengan apa yang menjadi kepentingan masyarakat di Desa Bajur adalah merupakan kepentingan masyarakat Kabupaten Lombok Barat secara umum. Karena itu diperlukan kebersamaan, sinergitas dan juga diperlukan sifat, karakter dan prilaku gotong royong dari seluruh masyarakat Lombok Barat,” kata Fauzan Khalid di Masjid Baiturrahman Desa Bajur, Kecamatan Labuapi.

“Misalnya masalah sampah, sebenarnya berawal dari karakter masyarakat itu sendiri baru kemudian Pemerintah menyiapkan fasilitas pendukung untuk mengatasi persoalan sampah tersebut,” tambahnya.

Masalah sampah sendiri menjadi prioritas pemerintah, baik Pemkab Lombok Barat, Pemprov NTB dan bahkan Pemerintah Pusat. Gubernur NTB sendiri sudah memasang target pada tahun 2023 agar NTB bebas sampah. Artinya pada tahun 2023 nanti sudah tidak ada lagi keluhan tentang penanganan masalah sampah ini.

Menanggapi masalah fasilitas umum, Fauzan melihat jika mengacu pada peraturan, sebenarnya fasilitas umum untuk warga perumahan menjadi kewajiban dari pengembang.

“Saya berharap agar masyarakat yang akan membeli rumah dari pengembang agar pertama kali yang ditanyakan adalah terkait fasilitas umumnya. Dan kasus di Desa Bajur ini juga banyak terjadi di desa-desa lain,” ujar Fauzan.

Terakhir Fauzan mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan Bulan Suci Ramadhan ini sebaik-baiknya. Fauzan mengumpamakan bulan Ramadhan sebagai kawah candradimuka yang artinya sebagai tempat latihan.

“Diharapkan kita bisa seperti kupu-kupu yang berasal dari ulat dan masuk ke dalam kawah candradimuka dalam bentuk kepompong. Setelah melalui latihan, keluar menjadi kupu-kupu, menjadi binatang yang sangat indah dan menarik dan hidup di taman bunga,” harapnya.

Safari Ramadhan yang digelar Pemkab Lombok Barat (Lobar) setiap bulan Ramadhan ini menjadi langkah untuk mendorong ukhuwah Islamiyah. Hal ini dapat terwujud karena kegiatan tersebut memperkuat silaturahim antara warga dan pemerintah serta elemen masyarakat lainnya.

Rencananya safari Ramadhan dilakukan di 11 masjid yang ada di 10 kecamatan. Salah satu diantaranya akan bersamaan dengan Safari Ramadhan yang dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. (f3)

Ket. Foto:
Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid berjabat tangan dengan masyarakat Lombok Barat yang menghadiri Safari Ramadhan di Masjid Baiturahman, Desa Baju Kecamatan Labuapai. (istimewa)

Kapal Penumpang Terdampar di Gili Kondo Lombok Timur

HarianNusa.com – Sebuah kapal penumpang yang mengangkut kendaraan dan puluhan penumpang terdampar di Gili Kondo, Lombok Timur, Sabtu, 11 Mei 2019.

Kasatrolda Polairud Polda Nusa Tenggara Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Dewa Wijaya, mengatakan kapal bernama KM Mutiara Indonesia berlayar dari Pelabuhan Poto Tano Sumbawa menuju Kayangan Lombok. Namun memasuki perairan Gili Kondo, kapal itu mengalami mati mesin dan terbawa arus.

“Sekitar jam 04.30 Wita KM Mutiara Indonesia  terdampar di Gili Kondo masuk wilayah Lombok Timur sekitar 7 mil dari Pelabuhan Kayangan,” ujarnya.

Kapal tersebut mengangkut 30 penumpang, tiga truk berukuran besar, delapan unit truk sedang, dua unit mini truk, satu unit bus besar, satu unit bus sedang, dua mobil dan dua motor. Tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut.

“Kapal tersebut terdampar karena dibawa arus. Dari kejadian tersebut tidak ada korban,” ungkapnya.

Sementara penumpang kapal dievakuasi menggunakan kapal Permata Lestari 2 yang melintas di wilayah tersebut. (sat)

Gubernur NTB Diminta Kaji Ulang Pengiriman Pelajar ke Luar Negeri

HarianNusa.com – Program pengiriman pelajar ke luar negeri oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, dinilai belum terarah dengan baik.

Nusa Tenggara Development Institute (NDI) NTB menilai program pertukaran pelajar ke luar negeri yang masuk dalam program NTB Gemilang tidak mampu memberikan output yang jelas dan tepat sesuai dengan kebutuhan pembangunan NTB.

“Di sisi manajemen dan admininstrasi kepemerintahan program gemilang ini seharusnya didasari dengan pengkajian dari berbagai elemen pemerintah terkait, sehingga dalam perjalanannya program ini mampu memberikan output yang jelas dan tepat sesuai dengan kebutuhan pembangunan NTB,” ujar Direktur NDI, Abdul Majid, Jumat, 10 Mei 2019.

“Akan tetapi karena dengan relevansi kebutuhan NTB itulah yang memberikan titik fokus prioritas utama siapa yang akan dikirim dan jurusan apa yang diutamakan, dalam hal ini tidak boleh sembarangan dalam melakukan pengiriman,” sambungnya.

Saat ini mencapai ratusan pelajar dikirim di beberapa negara untuk studi. Terakhir kata Majid, 20 mahasiswa berlatar belakang aktivis di NTB dikirim ke Malaysia. Program tersebut katanya memang penting untuk membangun kualitas SDM, namun harus dengan managemen yang terarah.

Baca: 
5.144 Mahasiswa NTB Terima Beasiswa
Buka Festival Geopark Tambora, Gubernur Berikan 50 Beasiswa

“Kami sangat mengapresiasi program gemilang ini, akan tetapi program pengiriman mahasiswa ke luar negeri tidak boleh dilakukan semau-maunya tanpa pertimbangan yang terarah terkait dengan kebutuhan NTB, serta mahasiswa harus difilter dengan serius ataupun prosedur yang jelas untuk menunjuk siapa yang pantas untuk dikirim. Inikan persoalannya menggunakan APBD dan anggaran APBD harus digunakan dengan adil sesuai kebutuhan daerah NTB,” paparnya saat diwawancarai.

NDI juga menyinggung janji Gubernur NTB untuk mendirikan lembaga kursus TOEFL dan IELTS di sepuluh kabupaten/kota di NTB. Namun kini program yang dijanjikan belum ada wujudnya.

Baca: Gubernur NTB Harap Rumah Bahasa Jadi Sarana Memperdalam Bahasa Asing

Majid juga membeberkan indikasi tidak transparannya perekrutan pelajar yang akan dikirim ke luar negeri. Tidak ada sosialisasi maksimal dilakukan pemerintah untuk mencari pelajar yang potensial.

“Seharusnya disosialisasikan dulu ke setiap kampus yang berada di NTB, yaitu terkait prosedur dan syarat pendaftaran. Ini terindikasi bahwa program ini hanya diberikan kepada pihak-pihak tertentu yang belum tentu memiliki kualitas yang baik ataupun penguasaan bahasa internasional yang mumpuni,” sesalnya.

Majid juga menambahkan, bahwa dalam pengiriman mahasiswa ke luar negri tidak didasari dengan apa yang menjadi kebutuhan NTB ke depan.

“NTB ini sebenarnya ingin membangun apa untuk kemajaunnya? Pertanian, industri, teknologi atau apa? Sementara calon mahasiswa yang dikirim diambil dari berbagai dasar pendidikan berbeda,” tandasnya.

Dia mempertanyakan apa jaminan pemerintah daerah terhadap pelajar yang dikirim, jika selesai kuliah pelajar tersebut dapat berkontribusi untuk kemajuan NTB.

Baca: 
Lepas Mahasiswa NTB Penerima Beasiswa, ini Pesan Doktor Zul

“Sementara untuk bekerja sesuai dengan bidang ilmu yang didapat tidak jelas di NTB, karena tidak dibahas apa yang menjadi prioritas pembangunan di NTB,” ungkapnya.

Terakhir, NDI NTB kata Majid, berharap pemerintah daerah mengkaji ulang program pengiriman pelajar ke luar negeri. (sat)

Pria di Lombok Unggah Status Duka Cita Usai Bunuh Ibunya

HarianNusa.com – Tiga pria asal Desa Kekeri Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat Nusa Tenggara Barat, tega membunuh ibu tirinya. Ketiga pelaku bernama Iswandi Iswanto alias Anto, Satria Sopiyandi dan anak angkat korban Suparman Bahri.

Kapolres Mataram, Ajun Komisaris Besar Polisi, Saiful Alam, mengatakan kejadian pembunuhan terjadi pada 3 Mei 2019 lalu. Korban Miskiah (53) dipukul menggunakan kayu, kemudian leher dan tangannya digorok oleh ketiga pelaku.

Motif pelaku membunuh korban beragam, mulai dari dendam lantaran tidak dibelikan sepeda motor, ingin uang korban karena korban memiliki usaha sebuah toko dan mengira korban mendapatkan bantuan gempa Rp50 juta.

Baca Juga:
Ingin Uang Bantuan Gempa, Tiga Anak di Lombok Bunuh Ibu Sendiri

Setelah membunuh korban, pada 4 Mei 2019, pelaku Satria Sopiyandi menulis status di Facebooknya. “Tetap #TERSENYUMLAH walau hati sedang #BERDUKA,” tulisnya.

Statusnya kemudian ditimpali seorang teman menanyakan duka yang dimaksud. Dia mengatakan ibu tirinya dibunuh orang tak dikenal.

Status lainnya pelaku menulis, “Semoga Allah meridhoi kepulanganmu,” dan status bertuliskan “Semua kisah pasti ada makna.”

Pelaku Satria Sopiyandi ditangkap pada 7 Mei 2019. Dari pengakuannya, polisi menangkap dua pelaku lainnya. Status terakhirnya pada 5 Mei 2019, dia menulis hastag trauma. Bahkan, sebelumnya dia mengunggah foto dirinya melayat pada ibu tirinya yang telah dibunuh.

Kini, statusnya justru dikomentari netizen yang mengatakan status Facebook pelaku merupakan alibi agar tidak dituduh sebagai pelaku. (sat)

Tiga Partai di Mataram Desak Bawaslu Tindak Tegas Caleg PPP

HarianNusa.com – Partai Golkar, Demokrat dan Perindo di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat mendesak Bawaslu Kota Mataram dan Sentra Gakumdu untuk menindak tegas Caleg dari PPP. Hal tersebut lantaran salah satu Caleg PPP di Dapil Selaparang, Kota Mataram diduga melakukan money politic.

Caleg Demokrat Dapil Selaparang, Muhammad Fauzi, mengungkap beberapa saksi dan bukti menguatkan adanya indikasi Caleg PPP nomor urut 01 Dapil Selaparang berinisial HT, terlibat politik uang di Kecamatan Selaparang. Mereka telah melaporkan dugaan tersebut pada Panwascam, hingga kasus tersebut bergulir di Gakumdu.

“Namun putusan Gakumdu justru dihentikan dengan alasan tidak ada unsur pelanggaran pemilu. Saksi banyak dari Perindo sama Golkar tapi gak ada yang dipanggil oleh Bawaslu Kota,” ujarnya saat konferensi pers di Mataram, Kamis, 9 Mei 2019.

Dia mengindikasi ada permainan pada Panwascam, dengan bukti beredarnya screenshot atau tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga seorang Panwascam yang telah mengamankan Caleg PPP dari indikasi politik uang.

Percakapan yang diduga oknum Panwascam berbunyi: “Hhhhhhhh… jgn percaya itu bang. Salam sy buat PK aji. Sy yg kawal kasus itu bang. Sy sdh amankan. Tapi minta tolong jgn bilang2 ya.”

“Kasus ini diberhentikan ada indikasi permainan Panwascam,” terang Muhammad Fauzi.

Diketahui, oknum Caleg yang dimaksud telah menang menjadi Anggota DPRD Kota Mataram. Hal tersebut membuat banyak pihak mengindikasi kemenangan tersebut lantaran politik uang.

Ketua DPD Partai Perindo Kota Mataram, Baehaki Purnawan, meminta Bawaslu untuk bersikap adil dan jujur dalam mengusut tuntas kasus tersebut.

“Ini saatnya Bawaslu membuktikan kinerjanya. Fakta dari saksi ini sudah ada permainan ada penawaran uang 200 juta terhadap saksi-saksi, oleh karena itu kami mengawal kasus ini dan mudah-mudahan dari partai Demokrat dan Golkar bisa menyikapi permasalahan ini,” tandasnya.

Dalam konferensi pers tersebut, hadir juga Ketua DPC Perindo Kota Mataram, Mars Juendi dan Ketua PAC Golkar Kecamatan Selaparang, M. Taufik Hidayat.

Ditemui terpisah, Kordinator Divisi Hukum Penanganan Pelanggaran dan Sengketa atau HPPS Bawaslu Kota Mataram, Dewi Asmawardhani, mengatakan tidak ada indikasi pelanggaran pemilu oleh Caleg PPP.

“Kami mengajukan ke Sentra Gakumdu, dan pada pembahasan ke dua Sentra Gakumdu menyatakan tidak ada satu saksi pun yang mampu membuktikan kejadian tersebut benar adanya,” ujarnya ditemui saat mengawal PSU di TPS 11 Mayure Kota Mataram.

“Karena dari 12 saksi yang kami klarifikasi itu tidak ada satu saksi pun yang mampu membuktikan pelanggan pemilu,” sambungnya.

Terkait dengan temuan uang Rp75 dalam amplop, dia mengatakan uang tersebut belum terbukti miliki Caleg PPP, karena pada amplop tidak ada foto maupun stiker sebagai pendukung itu adalah kampanye hitam. Selain itu keterangan saksi berbeda saat diperiksa.

“Antara satu saksi dan saksi lainnya berbeda keterangan. Tidak ada saksi melihat secara langsung dari seseorang yang diindikasi tim sukses terlapor,” ungkapnya.

Terkait adanya indikasi Panwascam bermain curang, Dewi meminta warga yang mengetahui dan memiliki bukti soal kecurangan dapat melapor. Jika terbukti curang, Panwascam dapat dikenakan sanksi pidana hingga kode etik.

“Ada pidana kode etik, administratif dan pidana ditambah sepertiga, kalau bisa membuktikan ajukan ke kami,” anjurnya. (sat)