Beranda blog Halaman 219

Bentoel Keruk Penerimaan Pajak Senilai 14 Juta Dolar dari Indonesia Setiap Tahun

Pernyataan Mark Hurley, Director, Corporate Campaigns, Campaign for Tobacco-Free Kids

WASHINGTON, 6 Mei 2019 /PRNewswire/ — PT Bentoel Internasional Investama secara sistematis mengalihkan pendapatannya keluar dari Indonesia untuk menghindari pembayaran pajak penghasilan badan usaha secara utuh atas laba yang diterima di masa datang, menurut sebuah kajian yang diterbitkan oleh Tax Justice Network. Konsumsi rokok menyebabkan penduduk dunia harus menanggung biaya perawatan kesehatan dan hilangnya produktivitas senilai $1,4 triliun setiap tahun. Dengan demikian, akrobat Bentoel dalam pencatatan keuangan demi menghindari pajak yang diperlukan untuk membiayai perawatan kesehatan dan sejumlah layanan penting lainnya, sangat patut dicela. Argumen apa pun yang menyatakan kiprah Bentoel dalam memperkuat perekonomian bangsa, telah runtuh ketika perusahaan tersebut mengelak untuk menunaikan kewajibannya.

Berdasarkan laporan Bentoel, anak usaha British American Tobacco (BAT) di Indonesia ini, mengumumkan pembayaran bunga bernilai besar ($164 juta) atas pinjaman dan royalti antarperusahaan dalam satu grup (intercompany loan), ongkos dan imbalan TI kepada induk usaha BAT, sehingga mengakibatkan rugi bersih 27 persen yang ditanggung Bentoel. Pembayaran yang dilakukan BAT kepada perusahaannya sendiri lewat Bentoel, akan mengakibatkan pemerintah Indonesia kehilangan penerimaan pajak senilai $14 juta setiap tahun dari setiap laba yang dihasilkan Bentoel pada masa mendatang. Agar lebih jelas lagi, dana senilai $14 juta itu dapat menjamin pengeluaran Indonesia per kapita setiap tahun untuk layanan kesehatan bagi 125.000 warganya.

Kajian tersebut mengungkapkan praktik tersebut dilakukan di Indonesia dan negara-negara lain yang diteliti. Secara keseluruhan, untuk setiap dolar dalam pembayaran pajak yang dilakukan BAT di negara-negara yang menjadi wilayah operasionalnya, konglomerat tembakau mutinasional ini telah mengalihkan lebih dari setengah dolar dari nilai pajak yang seharusnya dibayarkan ke sebuah anak usaha di Inggris, di negara ini BAT hanya membayar pajak dengan nilai kecil. Kajian ini memperkirakan Bangladesh, Indonesia, Kenya, Guyana, Brazil serta Trinidad and Tobago secara total akan kehilangan penerimaan pajak senilai hampir $700 juta pada 2030 akibat akrobat keuangan BAT, jika semua hal berjalan seperti biasa.

Konsumsi tembakau menyebabkan biaya sosial dan ekonomi yang besar, khususnya di negara-negara berpendapatan rendah serta menengah, tempat tinggal bagi 80 persen perokok dunia, namun BAT berupaya keras untuk mengeksploitasi aturan agar membayar jauh lebih sedikit dari nilai kewajiban yang tercantum di dalam peraturan pajak di negara-negara tersebut. Pada 2016, BAT mengalihkan lebih dari 12 persen penghasilan sebelum pajak yang dibukukan perusahaan – $941 juta – hanya kepada satu anak usaha di Inggris, di negara ini BAT hanya membayar pajak dengan nilai kecil. Tindakan tersebut hanya merupakan fenomena gunung es dari praktik yang dijalankan perusahaan dengan lebih dari 100 anak usaha di luar negeri (offshore), tersebar di 19 wilayah suaka pajak (tax haven).

Korban jiwa yang luar biasa dari industri tembakau tentu bukan tanpa sebab. Hal ini secara langsung dilakukan oleh sejumlah perusahaan seperti British American Tobacco yang terus menjual rokok dengan cara-cara yang menarik minat anak-anak, memasarkan rokok di media sosial, meluncurkan rokok dengan cita-rasa khusus (flavored cigarettes), serta menjalankan kegiatan pemasaran yang agresif di dekat sekolah-sekolah dasar.

Bahkan, BAT telah menghadapi sejumlah gugatan pajak di beberapa negara, termasuk Bangladesh, Brazil, Mesir, Korea Selatan, Afrika Selatan dan Belanda, dengan nilai total yang lebih dari $2 miliar, jika putusan atas gugatan tersebut mengalahkan perusahaan. Perusahaan yang merugikan ini juga mengalami sejumlah penyelidikan atas tindak korupsi di Inggris dan Kenya.

Kajian hari ini menjadi bukti yang lebih lanjut—seakan-akan diperlukan bukti yang lebih banyak lagi—bahwa Indonesia serta negara-negara berpendapatan rendah dan menengah lainnya tidak bisa memercayai BAT, dan harus segera melakukan penyelidikan terhadap pembayaran pajak badan usaha oleh perusahaan tersebut, atau terus kehilangan penerimaan pajak senilai jutaan dolar yang amat dibutuhkan. Kajian ini menunjukkan niat perusahaan untuk memaksimalkan keuntungan bagi para pemegang sahamnya — sebagian besar di antaranya tinggal di negara-negara berpendapatan tinggi – serta membayarkan nilai kewajiban minimal kepada negara-negara yang harus menanggung korban jiwa dan penyakit akibat produk-produk BAT.

Related Links :
http://www.tobaccofreekids.org

Original Article

Oriental Hotel Kyoto Gallery, Menggabungkan Motif Tradisional Kyoto dan Desain “Omotezashiki”

KYOTO, Jepang, 29 April 2019 — Hotel Management Japan Co., Ltd. (kantor pusat: Shibuya Ward, Tokyo; Representative Director: Shunzo Azuma; selanjutnya disebut “HMJ”), sebuah perusahaan perhotelan, telah mengumumkan rencana pembukaan Oriental Hotel Kyoto Gallery yang akan dilakukan pada Senin, 2 September 2019 di wilayah Kiyomizu-Gojo, Kyoto. Konsep hotel ini adalah “Esensi Kyoto”. Hal ini diwujudkan lewat kombinasi dari beragam motif dan gaya Kyoto, serta menambahkan esensi tersebut ke berbagai area hotel, sehingga para pengunjung dapat menikmati ruang yang nyaman, dirancang dengan mengutamakan orang serta pergerakan pengunjung hotel. Lokasi hotel ini sangat berdekatan dengan banyak tempat bersejarah di Kyoto, seperti Gion, Kuil Kiyomizu, dan Kuil Yasaka, sehingga para pengunjung bisa menikmati seni dan budaya Jepang, beserta sejumlah daya tarik utama di lanskap kota Kyoto.

Lobi

Lobi

Kamar hotel

Kamar hotel

Kamar hotel

Kamar hotel

Area masuk hotel

Area masuk hotel

* Tampilan hotel dari luar

Jadwal kegiatan operasional: Senin, 2 September 2019

Situs web: http://kyotogallery.oriental-hotels.com/

Alamat: 423-1 Sujakucho, Higashiyama Ward, Kyoto, Jepang 605-0901

Dimensi gedung: Tujuh lantai di atas tanah, luas total mencapai 4.615 m2

Jumlah kamar hotel: 150 (19 kamar jenis double bed, 128 kamar jenis twin bed, dua kamar jenis suites, dan satu kamar dengan desain universal)

Fasilitas bersantap: Satu kafe (52 tempat duduk; hanya untuk tamu hotel) (sarapan dihidangkan dari pukul 7 hingga 10 pagi, lalu kafe dibuka dari pukul 10 – 11 pagi)

Akses: Satu menit berjalan kaki dari Stasiun Kiyomizu-Gojo di Jalur Utama Keihan

Segera dibuka: Oriental Hotel Kyoto Gallery

Rincian Hotel

Arsitektur dan seni tradisional Kyoto

Dari pintu masuk, menyambut para tamu ke lobi dan menuju kamar, beragam motif tradisional Kyoto digunakan di sepanjang jalur para tamu. Para pengunjung selama menginap bisa menikmati ruangan nyaman yang dirancang dengan mengutamakan orang dan pergerakan tamu hotel.

Beberapa bagian penting dari hotel: Titik-Titik Utama

  • Pintu Masuk

Motif Tradisional 1: Desain kisi-kisi vertikal

Desain kisi-kisi vertikal dipakai sewaktu Periode Heian di berbagai candi, kuil, atau hunian keluarga yang berkedudukan tinggi, digunakan di berbagai pintu atau dikembangkan sebagai perlengkapan ruangan. Desain ini melindungi privasi, sambil membebaskan angin dan cahaya masuk.

Motif tradisional 2: Pola kotak-kotak

Pada pertengahan Periode Edo, aktor kabuki Ichimatsu Sanogawa mengagumi pola-pola ini untuk pakaian, sehingga pola tersebut disukai di seluruh Jepang. Pola ini digemari karena membawa keberuntungan, mengusung nuansa kesejahteraan bagi keturunan dan ekspansi usaha, sebab pola ini tidak terputus-putus.

  • Area Penerimaan Tamu/Lobi & Tempat Bersantai

Motif tradisional 3: Aliran lukisan Rinpa

Bentuk komposisi yang tebal ini, memakai lembaran emas dan perak sebagai latar belakang, dengan pola yang berulang-ulang, disebut-sebut memiliki ciri khas dari sejumlah teknik seperti tarashikomi, lukisan dengan metode tetesan, serta aliran seni desain yang muncul di akhir Periode Momoyama hingga era modern.

Motif tradisional 4: Desain kamar doma ala Jepang

Doma, bentuk lantai tradisional, membuat seseorang bisa mengerjakan pekerjaan di luar ruangan sambil berada di dalam ruangan. Sebagai sebuah desain, hotel ini memasukkan atmosfir doma ala Jepang, melalui perlengkapan ruangan yang antik, lampu warna-warni, pintu-pintu tradisional, serta nuansa yang membawa “segala sesuatu di luar ruangan” dan menghadirkannya “di dalam ruangan.”

  • Restoran dan kafe

Motif tradisional 5: Lukisan kayu

Memakai kayu dalam proses pembangunan adalah salah satu teknik tradisional ala arsitektur Jepang. Teknik yang indah ini, tanpa menggunakan perangkat keras, bisa diwujudkan dengan mengolah ketidakseimbangan permukaan untuk paking, sambungan, dan cantelan pada sebuah bahan tunggal, dibuat oleh tukang kayu dalam gaya khas Jepang, mengandung banyak sekali kelembapan dan perbedaan suhu bisa sangat drastis.

Kamar hotel

Motif tradisional 6: Jendela/tirai dinding khas Jepang Yukimi shoji

Dengan menempatkan kertas khas Jepang washi pada satu sisi rangka kayu seperti tirai shoji, namun membuat bagian bawah rangka kayu dari kaca transparan, kita bisa melihat, misalnya, bagaimana salju bertumpuk-tumpuk di luar ruangan, dengan demikian, nama Yukimi shoji (“shoji yang membuat Anda bisa melihat salju”) tercipta.

Motif tradisional 7: lukisan dengan bilasan tinta Suibokuga

Suibokuga diyakini telah muncul semasa Dinasti Tang, lalu diperkenalkan ke Jepang sewaktu Periode Kamakura. Lukisan itu termasuk gaya sumi-e yang dibuat dengan tinta (lukisan dengan bilasan tinta), tak hanya lewat garis yang memakai tinta hitam, namun juga dengan cara-cara yang mencerminkan bayangan, terang, dan kegelapan, melalui teknik mengaburkan (blurring).

Bangun tidur dengan suasana hangat: Sarapan dengan sajian sup dan nasi

Sarapan: Sarapan yang dihidangkan dengan prasmanan bertema “Sajian dengan sup.” Menu sup yang dirancang juru masak ini mengapresiasi setiap musim dengan menghidangkan tiga jenis sup yang berbeda, menampilkan nutrisi sehari-hari yang akan menghangatkan tubuh Anda. Silahkan menikmati sup kegemaran Anda dengan nasi dan taburan pelengkapnya.

Kafe: Kafe/restoran bisa dipakai sebagai ruang bebas bagi para tamu hanya pada saat siang hari, sebagai tempat bagi para tamu bisa menikmati kopi, teh, atau teh hijau favoritnya.

Unit usaha operasional: HMJ International Co., Ltd.

Hotel Oriental Hotel Kyoto Gallery dikelola oleh HMJ International Co., Ltd. (kantor pusat: Shibuya Ward, Tokyo; Representative Director: Allan Takahashi), sebagai unit usaha operasional, sementara Hotel Management Japan, Co., Inc. (HMJ) bertanggung jawab untuk urusan manajemen.

Hotel Management Japan Co., Ltd.: Profil Perusahaan

Hotel Management Japan Co., Ltd. adalah perusahaan perhotelan yang mengelola 18 hotel di Jepang, dengan total 5.433 kamar. HMJ menjalankan kegiatan operasional secara luas di bidang manajemen perhotelan, seperti Tokyo Disney Resort® dan untuk berbagai mitra perhotelan, serta merek-merek domestik dan asing seperti “Oriental,” “Hilton,” “Marriott,” dan “Holiday Inn” di seluruh Jepang.

* Jumlah hotel milik Grup: 18 (jumlah kamar hotel yang dimiliki seluruh grup perhotelan: 5.433 / jumlah total pegawai seluruh grup perhotelan: Sekitar 2.400 orang

* Hotel domestik: 18

Hotel Hilton Narita (Kota Narita, Prefektur Chiba/548 kamar), International Garden Hotel Narita (Kota Narita, Prefektur Chiba/463 kamar), Oriental Hotel Tokyo Bay (Kota Urayasu, Prefektur Chiba/511 kamar), Hilton Tokyo Odaiba (Minato Ward, Tokyo/453 kamar), Hotel Oriental Express Tokyo Kamata (Ota Ward, Tokyo/158 kamar), Hotel Oriental Express Tokyo Ginza (dibuka pada Juli 2019) (Chuo Ward, Tokyo/103 kamar), Oriental Hotel Kyoto Gallery (dibuka pada September 2019) (Higashiyama ku, Kyoto/150), Hotel Nikko Nara (Kota Nara, Prefektur Nara/330 kamar), Holiday Inn Osaka Namba (Chuo Ward, Kota Osaka/314 kamar), Namba Oriental Hotel (Chuo Ward, Kota Osaka/258 kamar), Hotel Oriental Express Osaka Shinsaibashi (Chuo Ward, Kota Osaka/124 kamar), Oriental Suites Airport Osaka Rinku (dibuka pada Desember 2019) (Kota Izumisano, Osaka/258 kamar), Kobe Meriken Park Oriental Hotel (Chuo Ward, Kota Kobe/319 kamar), Sheraton Grand Hotel Hiroshima (Higashi Ward, Kota Hiroshima/238 kamar), Oriental Hotel Hiroshima (Naka Ward, Kota Hiroshima/227 kamar), Oriental Hotel Fukuoka Hakata Station (Hakata Ward, Kota Fukuoka/221 kamar), Hotel Nikko Alivila (Desa Yomitan, Prefektur Okinawa/397 kamar), Okinawa Marriott Resort & Spa (Kota Nago, Prefektur Okinawa/361 kamar)

Original Article

Kementerian PUPR Bahas Strategi dan Inovasi Bendungan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

JAKARTA, Indonesia, April 29, 2019  — Komite Nasional Indonesia Bendungan Besar (KNI-BB) dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar Seminar Nasional Bendungan Besar 2019 dengan tema “Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan untuk Mencapai Visium 2030” pada 26-28 April 2019. Diikuti oleh lebih dari 600 profesional dan ahli bendungan, seminar ini mempresentasikan 48 makalah sebagai rekomendasi peningkatan sumber daya manusia (SDM) serta inovasi sistem cerdas bendungan untuk ketahanan air yang berkelanjutan di Indonesia.

Pembukaan Seminar Nasional Bendungan Besar 2019 oleh Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Republik Indonesia, Basuki Hadimuljono.
Pembukaan Seminar Nasional Bendungan Besar 2019 oleh Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Republik Indonesia, Basuki Hadimuljono.

“Selain regenerasi SDM, saat ini Ditjen SDA juga bekerja sama dengan advisor dari Korea Selatan dan Jepang untuk mengasah serta memelihara pengetahuan dan teknologi tentang bendungan. Secara berkala, mereka ikut berkeliling bendungan di Indonesia dan melaporkan masalah bendungan yang ditemui selama kunjungan. Tujuannya, agar masyarakat dapat mempertajam intuisi saat melihat potensi masalah bendungan untuk tindakan antisipasi secepat-cepatnya,” ujar Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia.

Tantangannya, saat ini jumlah bendungan yang ada di Indonesia hanya mampu mengairi 11% lahan pertanian dari total 7,3 juta hektar di seluruh Indonesia. “Target 65 bendungan baru di Indonesia harus terpenuhi agar persentase lahan pertanian yang mendapat jaminan air dari bendungan dapat meningkat hingga 20%. Ini memaksimalkan aktivitas pertanian, karena dengan adanya bendungan, proses menanam bisa berlangsung lebih dari 2x setahun. Sementara tanpa bendungan, hanya 1x saja mengandalkan curah hujan,” tambah Basuki.

Menurut data dari Kementerian PUPR, dari target 65 bendungan, di tahun 2018, sebanyak 14 bendungan telah diselesaikan. Artinya, sampai akhir tahun 2019 akan selesai 29 bendungan dan rencananya akan dimulai pembangunan 10 bendungan baru di tahun 2019.

“Karenanya dibutuhkan peningkatan SDM, inovasi, serta program terencana dengan arah yang jelas. Apalagi, saat ini angka di Indonesia hanya mencapai 50m3 per kapita per tahun, jauh di bawah Thailand yang sudah mencapai 1,200 m3 per kapita per tahun. Sejalan dengan target visium 2030, Indonesia harus memenuhi kapasitas tampung 1,200 m3 per kapita per tahun di tahun 2030,” ujar Hari Suprayogi, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR.

Untuk percepatan target, Seminar Nasional Bendungan Besar 2019 ini juga menyoroti berbagai rekomendasi tentang kualitas,SDM, rehabilitasi bendungan, pengendalian cuaca ekstrem, serta mitigasi bencana alam untuk peningkatan bendungan, yang terangkum dalam 48 makalah peserta. Tak hanya itu, seminar ini juga memaparkan sistem cerdas bendungan dan penerapan inovasi, serta strategi membangun bendungan yang berkelanjutan.

“Salah satunya, bagaimana membangun konsep dan desain bendungan yang dapat berfungsi sesuai umurnya. Misalnya, untuk desain 50 tahun, bisa berfungsi efektif selama 50 tahun. Jadi bukan hanya pembangunannya saja. Karena reservoir bendungan dan danau, kalau didiamkan saja pasti mati,” tambah Basuki.

Untuk memaksimalkan fungsi, saat ini Kementerian PUPR dan KNI-BB sudah mulai menggalakkan sistem waduk cerdas berbasis teknologi. Tujuannya, efisiensi penggunaan air yang disimpan untuk keberlangsungan hidup masyarakat dan ketahanan pangan. Untuk antisipasi cuaca ekstrem dan bencana, Kementerian PUPR dan KNI-BB juga hadirkan inovasi real-time pada kapasitas pengoperasian sistem waduk untuk pengelolaan banjir yang terpadu, demi meminimalkan kerusakan akibat banjir.

Selain penerapan teknologi, untuk mitigasi bencana alam, saat ini Ditjen SDA juga terintegrasi dengan Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Tujuannya, saat terjadi resiko bencana atau cuaca buruk, penindaklanjutan bendungan akan berlangsung saat itu juga. Termasuk saat musim kemarau, data jumlah kebutuhan air akan langsung terintegrasi dengan BMKG, sehingga lahan yang mengalami kekeringan akan cepat mendapatkan irigasi dari waduk.

Original Article

Lestarikan Satwa, Bali Safari Park Lepaskan Sejumlah Burung Jalak Bali ke Alam Bebas

BALI, Indonesia, 2 Mei 2019  — Bali Safari Park bekerja sama dengan KASI Foundation, Feldman Eco Park, PKBSI (Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia), APCB (Asosiasi Pelestari Curik Bali), dan BKSDA Bali (Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam) menggelar lokakarya tentang Protokol Pelepasan Burung dan melepaskan 40 Jalak Bali pada 25-26 April 2019 di Bali Safari Park.

(from left) Bali Safari Park GM Thomas Colbert, and Bali Vice Governor Tjokorda Oka Artha Ardana - at Bali starlings releasing ceremony (26/4/2019)
(Dari kiri) Bali Safari Park GM Thomas Colbert, and Bali Vice Governor Tjokorda Oka Artha Ardana – at Bali starlings releasing ceremony (26/4/2019)

Sebuah komitmen bersama untuk pelestarian burung-burung yang dilindungi dan satwa liar lainnya diteken oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana, Wakil Kepala Polisi Daerah Bali I Gede Alit Widana, Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat Agus Ngurah Krisna, dan Ketua APCB Tony Sumampau.

Sebelum acara pelepasan burung ini, beberapa penelitian tentang habitat telah dilakukan oleh Bali Safari Park untuk mengkaji kecocokan lokasi potensial bagi pelepasan sejumlah burung tersebut. Sebanyak 38 spesies burung ditemukan di Bali Safari Park, menunjukkan bahwa lokasi ini dapat menjadi lokasi penampungan yang baik bagi burung-burung di masa mendatang.

Bali Safari Park, salah satu lembaga pelestarian alam yang terkemuka di Bali, bertekad terhadap perlindungan dan keberlanjutan jangka panjang bagi berbagai spesies endemik dan asli Indonesia, lewat pembiakan dan program pelepasan satwa secara terpadu.

Sejumlah fasilitas pembiakan satwa yang tertutup, secara khusus dibangun untuk burung jalak Bali (Leucopsar rothschildi), burung endemik Bali yang terancam punah.

Burung-burung hasil pembiakan secara tertutup ini, dilepaskan ke alam bebas demi melengkapi dan menambah populasi burung jalak Bali. Beberapa program pelepasan satwa sebelumnya tidak menghasilkan dampak positif yang berarti bagi populasi satwa liar, dan upaya terbaru ini ingin mengubah hal tersebut.

Para pakar pelestarian alam telah mengidentifikasi dua tantangan utama dalam peningkatan populasi jalak Bali liar; pertama, rendahnya daya tampung habitat, dan kedua, tingginya kemampuan jalak Bali untuk menyesuaikan diri terhadap habitat pelepasannya.

Keberhasilan program pelepasan jalak Bali bersayap hitam di Taman Safari Indonesia Bogor pada 2016, digunakan sebagai model untuk pelepasan jalak Bali yang dibiakkan secara tertutup, sebagai bagian dari upaya konservasi di habitat asli satwa tersebut (in situ), dengan protokol pelepasan satwa yang serupa.

Bali Safari Park telah menjalankan program peningkatan kesadaran masyarakat demi mengajak sejumlah komunitas di tiga desa yang berdekatan, yakni Medahan, Lebih dan Serongga, serta para pelajar dari sembilan sekolah dasar di sekitar Bali Safari Park, untuk melindungi dan memantau burung-burung yang telah dilepas serta satwa-satwa liar lainnya.

Original Article

Dewan Salahkan Pemkot Terkait Meningkatnya Angka Pernikahan Dini di Kota Mataram

0

HarianNusa.com, Mataram- Anggota DPRD Provinsi NTB Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Mataram Ir. Made Selamet salahkan pemerintah kota (Pemkot) Mataram terkait lambannya penanganan terhadap pernikahan anak usia dini di kota Mataram. Hal ini terbukti dengan semakin meningkatnya angka pernikahan dini di kota Mataram dari tahun ke tahun.

“Kita (Kota Mataram) tidak punya bamper untuk antisipasi,” kata Made. Selasa (7/5)

Terkait dengan pernyataan Pemkot melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany yang menyebut meningkatnya angka tersebut karena dipicu lemahnya tingkat ekonomi masyarakat dinilai Made sebagai sesuatu yang keliru. Karena pada kenyataannya, khusus di Kota Mataram, banyak kasus pernikahan dini terjadi justru karena hal-hal di luar ekonomi.

“Tidak semuanya karena faktor ekonomi. Faktor ekonomi tidak dominan. Karena ekonomi di kota Mataram bagus. Lapangan kerja juga banyak tersedia. Ini penyebabnya karena pergaulan. Karena saya lihat sudah terlalu bebas,” katanya.

Ketika ditanya pemicu utama tingginya angka pernikahan dini? Made menilai penyebab utamanya karena gempuran tekhnologi yang gagal dimaknai secara benar oleh generasi muda Kota Mataram. Hal ini diperparah dengan tidak adanya langkah nyata dari Pemkot untuk menanggulangi gejala gempuran tekhnologi yang menghancurkan mental generasi muda tersebut.

“Karena perkembangan tekhnologi. Ini belum diantisipasi. Jangankan orang tua, pemerintah (Kota Mataram) juga belum mengantisipasi dampak gempuran tekhnologi modern. Bahasa kasarnya hape. Kita gelagapan,” ujarnya.

Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, Made meyakini pada tahun-tahun yang akan datang angka pernikahan dini akan semakin meningkat di kota Mataram.

Untuk diketahui, data di tahun 2017, kasus pernikahan anak berusia 17 – 19 tahun berjumlah 229 kasus. Kasus ini mengalami peningkatan di tahun 2018 menjadi 283 kasus. (Sta)

Survei Pemerintahan Digital: Peningkatan Kualitas Pengalaman Warga sebagai Target Utama Pengembang Aplikasi

JAKARTA, Indonesia, 6 Mei 2019 — OutSystems, penyedia platform nomor satu untuk pengembangan aplikasi low-code secara cepat, hari ini mengumumkan hasil Survei Pemerintahan Digital (Digital Government Survey) yang baru. Penelitian yang dilakukan bekerja sama dengan IDG ini mengungkapkan bahwa prioritas utama pengembang aplikasi di sejumlah instansi pemerintah pusat dan lokal adalah peningkatan kualitas pengalaman warga (46 persen), diikuti dengan pengurangan biaya dalam penyediaan layanan (42 persen).

Cristiano Ronaldo Luncurkan Buku Komik “Striker Force 7” sebagai Bagian dari “Hari Buku Komik Gratis” pada 4 Mei

~ Raih 3 Kesepakatan Penerbitan Novel Grafis dengan Lebih dari 8 Wilayah di Eropa ~

LOS ANGELES, 6 Mei 2019 — Megabintang terbesar di dunia kini menjadi pahlawan super baru di bumi! Cristiano Ronaldo, megabintang atlit ikonis menerbitkan buku komik perdananya “Striker Force 7”, sebagai bagian dari “Hari Buku Komik Gratis” Lewat berbagai gerai buku komik di seluruh negara pada akhir minggu ini.

Cristiano Ronaldo’s Striker Force 7 Cover for Free Comic Book Day

Dipimpin oleh Ronaldo, sekawanan unik yang terdiri atas para agen dengan kekuatan super dari seluruh dunia, harus melindungi Bumi dari kehancuran — jika Cristiano dapat mengajari mereka tentang bagaimana caranya untuk bekerja sama sebagai sebuah tim! Mereka tampil demi menyelamatkan Bumi — namun, siapa yang bisa menyelamatkan mereka dari satu dengan yang lainnya!?

“Saya selalu menjadi penggemar pahlawan super, dan saya gembira bisa membantu pembuatan serial animasi terbaru ini,” komentar Cristiano Ronaldo. “Sama halnya seperti sepakbola menghubungkan kebudayaan dan berbagai orang di seluruh dunia, saya yakin bahwa sejumlah karakter animasi dan pahlawan yang baik juga bisa melakukan hal serupa, itu sebabnya saya senang mengusung semangat sepakbola dan pahlawan super tersebut lewat proyek ini, dan membagikannya dengan para penggemar saya.”

Striker Force 7 adalah kisah baru, diciptakan oleh Cristiano Ronaldo dan kreator pahlawan super, Sharad Devarajan. Buku komik ini dibuat berdasarkan serial animasi yang saat ini tengah diproduksi. Cristiano dan Devarajan menjadi Produser Pelaksana dalam serial animasi tersebut, beserta Diego Guarderas dari VMS Communications, tim Polaris Sports dan Jeevan J. Kang, EVP Creative, Graphic India.

Edisi khusus dalam rangka Hari Buku Komik Gratis digarap oleh penulis animasi, Merill Hagan, dan ilustrasi oleh Jeevan J. Kang, bagi jutaan penggemar Cristiano, edisi khusus yang terbatas dari cover version buku tersebut kini tersedia di StrikerForce7.com.

Di luar edisi khusus untuk Hari Buku Komik Gratis, Cristiano dan Devarajan juga telah meraih 8 kesepakatan penerbitan di 8 wilayah di Eropa guna meluncurkan serial yang terdiri atas tiga novel grafis orisinal, berdasarkan sejumlah karakter ini, dan buku pertama kelak diluncurkan pada akhir tahun ini.

Untuk informasi tambahan, silahkan mengunjungi www.strikerforce7.com agar Anda memperoleh kabar terbaru.

Tentang GRAPHIC INDIA

GRAPHIC INDIA adalah sebuah perusahaan di sektor character entertainment yang berfokus pada pembuatan sejumlah karakter, komik, dan kisah terkemuka lewat platform seluler dan digital. Melalui studio animasi kreatifnya di India yang meraih penghargaan, Graphic India bermisi untuk menciptakan berbagai Kisah dan pahlawan yang abadi dan mengembangkan imajinasi serta mendorong inspirasi bagi generasi muda-mudi global yang baru di seluruh dunia. www.graphicindia.com

Original Article

Ajang Lightweight Asia 2019 Usung Era Berbobot Ringan

SHANGHAI, 7 Mei 2019 — Di tengah tuntutan untuk melestarikan lingkungan dan menghasilkan efisiensi energi, industri otomotif berupaya untuk membuat sejumlah terobosan besar dalam pengurangan bobot kendaraan dan emisi rendah. Ini menjadi latar belakang bagi ajang Lightweight Asia 2019 dari 10-12 Juli di Shanghai, menyajikan sarana bagi berbagai perusahaan di seluruh dunia yang ingin memamerkan produk-produk dan penelitian terbaru tentang generasi terbaru dari kegiatan manufaktur berbobot ringan (lightweight manufacturing).

Lightweight Asia, digelar oleh Reed Exhibitions, terselenggara bersamaan dengan ajang 15th Aluminium China. Dua kegiatan tersebut diperkirakan akan menarik kedatangan lebih dari 25.000 pengunjung. Tahun ini, ajang tersebut telah diperluas dengan menampilkan sejumlah material, teknologi dan suku cadang berbobot ringan untuk kendaraan penumpang serta komersial, dan peralatan pemrosesan serta berbagai solusi kegiatan manufaktur berbobot ringan lainnya.

Pasar untuk kendaraan berbobot ringan tengah ditingkatkan melalui sejumlah arah kebijakan dan jangka waktu terbaru, termasuk penambahan potongan pajak atas pembelian EV (Kendaraan Listrik/Electric Vehicle) dan kebijakan yang mendukung HFCVs (Hydrogen Fuel Cell Vehicles) guna mempercepat pembangunan serta penjualan secara lebih lanjut. Dengan pesatnya kemunculan EV, industri otomotif memerlukan lebih banyak teknologi berbobot ringan demi pengendalian biaya yang lebih baik, peningkatan kinerja, serta efisiensi energi.

Setelah keberhasilan Lightweight Achievements Showcase Arena pada tahun lalu, mendatangkan lebih dari 100 perusahaan terkemuka, ajang 2019 kelak memamerkan berbagai teknologi yang lebih berteknologi tinggi serta berbobot ringan dari sejumlah perusahaan seperti Novelis, Chalco, Nanshan Aluminum, Nanjing Yunhai, PTG Holroyd Powerstir, Aerospace Engineering, Arnold, Weibo Automation, PennEngineering Automotive Fasteners, dan AVIC Composite.

Baja dan lain-lain

Material otomotif yang berbobot ringan tengah berkembang pesat berkat inovasi yang tumbuh subur. Begitu pula halnya dengan aluminium dan magnesium, Lightweight Asia akan memamerkan berbagai jenis material nonbaha sebagai komposit baru. “Untuk menyediakan platform yang baik bagi industri otomotif, ajang tahun ini akan mempersembahkan sebuah forum internasional tentang EVs dan inovasi material komposit,” ujar Chris Zang dari Reed Exhibitions. “Sejumlah diskusi kelak berlangsung seputar teknologi berbobot ringan, termasuk material komposit jenis baru yang berkinerja tinggi dan proses Produksi yang menjadi terobosan, kelak berpengaruh besar terhadap kegiatan manufaktur EVs. Informasi lengkap tentang tren kebijakan industri EV dan lanskap pasar juga turut dibagikan oleh para pakar industri.”

Para pengunjung kini dapat melakukan prapendaftaran daring lewat situs web resmi https://www.lightweightasia.com/en/ atau menggunakan akun WeChat LWA.

Narahubung bagi Media:
Julia Zhu
Tel: +86 010 5933 9054
Surel: julia.zhu@reedexpo.com.cn

Related Links :

http://www.lightweightasia.com/en/

Original Article

Tarawih Pertama bersama Keluarga Sandiaga Ajak Masyarakat Tingkatkan Ukhuwah Islamiah

0

HarianNusa.com, Jakarta – Cawapres Sandiaga Salahudin Uno menyambut datangnya awal Ramdhan dengan menunaikan ibadah salat Tarawih di Masjid At-Taqwa dekat kediamannya. Tak lupa Sandiaga meminta masyarakat untuk meningkatkan ibadah dan ukhuwah Islamiah di bulan Ramadhan tahun ini.

Sandiaga bersama keluarga besarnya, di antaranya Ibunda Mien Uno, Ayah Henk Uno, hingga kakak dan adik iparnya di Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (5/5/2019). Salat Tarawih pertama di Masjid At-Taqwa merupakan salah satu tradisi Sandiaga bersama keluarga.

“Harapannya selama bulan Ramadhan ini bisa tingkatkan ukhuwah Islamiyah kita dan ibadah kita seperti yang ada di surat Albaqoroh agar kita menjadi orang -orang yang bertaqwa,” ujar Sandiaga usai menunaikan ibadah salat Tarawih.

Diingatkannya, bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Untuk itu dia meminta masyarakat untuk maksimalkan ibadah dan mohon ampun dari Yang maha kuasa.

“Bulan puasa ini adalah bulan yang penuh Rahmah, bulan yang penuh maghfiroh , sepertiga pertama untuk meningkatkan ibadah kita ,10 hari kedua kita mohon pengampunan ,dan 10 hari ketiga kita fokus untuk berkonsentrasi dari api neraka,” tuturnya.

Pemkab Lobar Gelar Rembug Percepatan Penangan Stunting

HarianNusa.Com – Dalam rangka percepatan penanganan sunting di Lombok Barat, Pemkab Lobar menggelar Rembug Stunting tingkat Kabupaten Lombok Barat di Aula Kantor Bupati, Jum’at, (3/5/19).

Asisten I Setda Lombok Barat, H. Ilham saat membuka acara mengatakan bahwa stunting bukan persoalan lokal tetapi stunting merupakan permasalahan nasional dan bahkan permasalahan dunia. Karena di sini WHO terlibat di dalamnya untuk menyampaikan berbagai permasalahan stunting yang ada di dunia termasuk yang ada di Indonesia. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang memiliki stunting yang cukup tinggi.

“Dalam acara ini kita rembug bersama untuk kita share informasi, tukar pendapat dan pikiran kita, bagaimana stunting ini bisa kita bebaskan sampai ke akar-akarnya,” kata Ilham.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Lobar, H. Rachman Sahnan Putra mengakui angka kasus stunting di Lombok Barat tahun 2007 lalu terbilang cukup tinggi. Dari riset kesehatan dasar tahun 2007 jumlah balita stunting di Kabupaten Lombok Barat mencapai 49,8 persen.

“Ini membuat kita semua terkesima dan membuat kita kaget. Akhirnya dengan berbagai upaya terobosan dan kerja kita semua, angka stunting di Lombok Barat tahun 2016 turun menjadi sekitar 32 persen. Dan hasil bulan penimbangan pada Februari 2019 dengan seluruh balita kita lakukan entry dan kita ukur stunting di Lombok Barat dengan angka yang real sekitar 25,2 persen,” ungkap Rachman.

Racman menyebutkan beberapa inovasi yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Lombok Barat diantaranya sensus terhadap seluruh balita di Lombok Barat, inovasi Gerakan Masyarakat Sadar Gizi (Gemadazi), Gerakan Masyarakat 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan upaya penguatan sistem melalui e-Puskesmas, e-Pustu, e-Poskesdes dan e-Posyandu.

Keberhasilan Lombok Barat menurunkan angka kasus stunting, lanjutnya, mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Tahun 2017 lalu, Lombok Barat bersama tiga daerah lain di Indonesia ditunjuk sebagai daerah percontohan penanganan angka stunting karena pemerintah daerah setempat dinilai memiliki komitmen yang kuat.

“Mari jadikan kegiatan ini, momentum mencanangkan intervensi penurunan stunting terintegrasi dan memperluas lokasi intervensi secara bertahap. Melalui penguatan komitmen dan koordinasi antar lintas sektor, melalui dana APBN, APBD, DD, dan sumber lainnya,” ajak Rachman.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi memberikan dukungan pada kegiatan ini. Baginya stunting tidak bisa dianggap sepele karena bisa dianggap salah satu indikator Indeks Kelayakan Hidup (IKH) manusia berikut pengaruhnya pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM)nya.

“Dengan rembug stunting ini bukannya pemerintah lepas tangan atau membagi beban permasalahan stunting dengan desa maupun stakeholder lainnya. Namun pemerintah ingin mengingatkan masalah stunting ini merupakan masalah bersama yang perlu ada penyikapan bersama,” terangnya.

Beberapa hal yang harus ditingkatkan yakni peningkatan kapasitas petugas terkait penanggulangan stunting dan pemantauan tumbuh kembang anak melalui pola pengasuhan anak, seperti pemberian makan bayi, PMT BUMIL bayi dan balita suplementasi vitamin. Kemudian intervensi gizi sensitif berupa peningkatan akses air bersih dan lingkungan yang sehat bekerjasama dengan OPD lainnya.

Stunting sendiri adalah gangguan pertumbuhan kronis pada anak akibat kekurangan nutrisi dalam waktu lama. Sehingga anak yang terkena stunting umumnya bertubuh lebih pendek dibanding anak seusianya.

Umumnya stunting adalah gangguan yang sering ditemukan pada balita, khususnya usia 1-3 tahun. Dampak stunting yang bisa terlihat antara lain mengganggu pertumbuhan tinggi dan berat anak. Stunting juga dapat mempengaruhi kecerdasan dan kemampuan belajar anak akibat kekurangan gizi, dan mudah terserang penyakit dan berisiko terkena berbagai penyakit saat dewasa seperti diabetes, jantung, kanker dan stroke. Bahkan stunting juga bisa berujung pada kematian usia dini. (f3)

Ket. Foto:
Pemkab Lobar menggelar Rembug Stunting tingkat Kabupaten Lombok Barat di Aula Kantor Bupati, Jum’at, (3/5/19).