More
    Beranda blog Halaman 483

    Rebutan Lahan Parkir, Lapak Hingga Spot Foto di Sembalun Dirusak

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Pariwisata Pulau Lombok kembali berduka, hanya lantaran rebutan lahan parkir antara dua kelompok pemuda, lapak pedagang dan spot foto di areal wisata Pusuk, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur

    Besok, M16 Gelar “Ngompol” Bersama Tokoh Oposisi Nasional

    HarianNusa.com, Mataram – M16 akan menggelar diskusi politik dengan menghadirkan Tokoh Oposisi Nasional Djoko Edhi Abdurahman di markas M16 Kota Mataram, besok siang, Selasa, (28/11).

    Ribuan Pengungsi Gunung Agung Tiba di Lombok

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Ribuan warga Karangasem, Bali mengungsi akibat erupsi Gunung Agung. Ribuan pengungsi memilih ke Lombok menggunakan jalur laut. Pagi tadi rombongan pengungsi tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Senin (27/11).

    Gunung Agung Naik Status Jadi Awas!

    HarianNusa.com Mataram – Gunung Agung di Karangasem, Bali terus mengalami erupsi hingga hari ini, Senin (27/11).

    Survei Poltracking: Peluang TGB Jadi Presiden di Atas Setya Novanto

    HarianNusa.com, Mataram – Poltracking Indonesia melakukan survei terhadap kandidat yang akan dipilih sebagai presiden. Nama Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi atau disapa TGB masuk dalam nominasi kandidat tersebut.

    Survei Poltracking: TGB Masuk Nominasi Cawapres Dampingi Jokowi

    HarianNusa.com, Mataram – Poltracking Indonesia melakukan survei terhadap kandidat wakil presiden yang akan mendamping Jokowi pada Pilpres 2019. Hasilnya, terdapat nama M. Zainul Majdi atau akrap disapa TGB dalam kandidat pendamping Jokowi.

    Tegur Seorang Pemuda Trek-trekan, Warga Lotim Ditebas Hingga Tangan Putus

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Kasus penganiayaan terjadi di pinggir pantai Labuhan Haji, Lombok Timur. Seorang pedagang ditebas menggunakan parang hingga tangannya putus. Kejadian terjadi sekitar pukul 16.30 Wita, Minggu (26/11).

    Inaq Rus Tewas Tersambar Petir di Desa Loyok

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Seorang perempuan paruh baya bernama Inaq Rusmini alias Inaq Rus (55) tewas tersambar petir saat tengah bekerja di sebuah persawahan Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Minggu (26/11).

    Pengantin Baru di Masbagik Gantung Diri

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Naas dialami sepasang pengantin yang baru tiga minggu menikah. Pengantin pria tewas gantung diri di rumahnya di Dusun Repok, Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, Sabtu (25/11).

    Guru Songko Peradaban

    Oleh: Harmoko (Ketua Umum KAMMI UNRAM)

    “Jadikan setiap tempatmu sebagai sekolahmu dan jadikanlah setiap orang sebagai gurumu.” (Ki Hajar Dewantara)

              Setiap kita memiliki guru dalam kehidupan dan kita memiliki definisi dan penafsiran yang berbeda-beda dalam mengartikan guru. Ada yang mengatakan guru terbaiknya ada kedua orang tuannya, ada juga yang mengatakan bahwa guru adalah orang-orang yang telah memberikan arti dalam kehidupannya. “Setiap huruf yang kau ejakan adalah pelita. Setiap angka yang kau ajarkan adalah bata kehidupan. Maka rajutan huruf dan angka yang kau perkenalkan kepada kami adalah matahari pengetahuan yang dengannya kami mampu melukis zaman.” (Kartika Nur Rakhman)

              Semua kita berhak untuk mendefinisikan dan menafsirakan guru itu seperti apa. Terlepas dari itu semua saya ingin menyampaikan lewat tulisan ringan ini bahwa betapa besar jasa sang guru yang telah ikut mencerdaskan anak bangsa dan bahkan guru adalah cahaya kehidupan tanpa mereka apa arti kehidupan. Semua kita pasti pernah dan pasti memiliki guru dalam kehidupan sehingga kita bisa seperti saat ini. Itu semua berkah dedikasi yang telah dilakukan oleh sang guru tanpa mengharapkan apapun kepada kita. Guru adalah songko peradaban dunia kita tidak bisa melupakan begitu saja jasa para guru yang telah mendidik generasi penerus bangsa. Guru itu mataharinya peradaban mereka telah banyak mencetak para penerus bangsa dan telah melahirkan para pemimpin dunia. Maka pantas ketika mengatakan bahwa guru adalah songko peradaban.

              Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati dan menghargai jasa para pahlawan dan pahlawan tanpa jasa adalah mereka yang rela mengajarkan para muridnya di tengah-tengah pemukiman warga terpencil dan sekolah yang tidak ada listrik dan bahkan sekolah yang tidak mempunyai atapnya. Dan guru hadir untuk melaksanakan janji para pendiri bangsa Indonesia agar kelak anak-anak bangsa Indonesia harus menjadi anak-anak yang cerdas dan pintar. Maka bangsa Indonesia harus memberikan perhatian yang lebih kepada para guru yang telah berdedikasi dengan ikhlas tanpa mengharapkan apa-apa kepada siapa pun yang terpenting bagi sang guru adalah lahir para pemimpin dari hasil didikan mereka.

              Guru songko peradaban tanpa mereka tidak ada yang namanya peradaban di dunia. Peradaban itu lahir dan hadir alam semesta ini ketika guru mendidik dengan sepenuh hati dan lahirlah anak-anak bangsa yang rela berkorban demi mempertahan tanah air. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan menghormati para guru dan itu telah banyak buktinya bahwa bangsa yang maju karna mereka tau bahwa jasa guru itu sangat besar dan tak bisa hargai dengan apa pun dalam kehidupan. Maka bangsa Indonesia ini harus belajar banyak kepada Negara jepang yang telah suskses membangun Negara. Negara jepang tidak memiliki kunci yang banyak dalam membangun bangsanya tapi mereka hanya memiliki satu kunci dalam membangun bangsa jepang. Kunci bangsa jepang dalam membangun bangsanya adalah menghormati dan menghargai jasa para guru.

              Jepang tidak memiliki trik yang banyak dalam membangun bangsanya yang begitu besar itu tapi bangsa jepang hanya memiliki satu trik dalam membangun bangsanya yaitu Guru. Guru menjadi salah satu profesi yang sangat sacral untuk bangsa jepang. Guru di jepang tidak hanya sekedar sebuah profesi belakang tanpa memiliki makna yang lebih tinggi dari pada yang lain. Jepang menjadikan sebagai salah satu bagian terpenting dalam proses membangun sumber daya manusia produktif dan terbukti dengan berbagai produk yang telah di buat oleh Negara jepang. Maka bangsa Indonesia harus pergi ke jepang untuk belajar tentang membangun sumber daya manusia yang produktif seperti di Negara jepang. Guru songko dari suatu peradaban bangsa maka ketika suatu bangsa ingin maju pandanglah sang guru yang telah rela berkorban untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.

    error: Content is protected !!