HarianNusa.com, Mataram – Gempa 6,2 Magnetudo yang mengguncang Mamuju dan Majene pada Jumat (15/1/2021) lalu hingga kini masih membawa dampak buruk baru para korban terdampak. Penyintas tak sedikit yang masih bertahan di tenda pengungsian. Rumah mereka mengalami kerusakan dan menjadi ancaman baru bagi keselamatan jiwa jika sewaktu-waktu runtuh. Mereka sampai sekarang menggantungkan pemenuhan hidup pada bantuan kemanusiaan.
Ikhtiar ACT NTB untuk mengirim bantuan pangan ke lokasi bencana gempa Sulbar dan Banjir Kalsel masih terus dilakukan.
Salah satunya dengan mengadakan pelayanan kesehatan yang dirankai dengan pengumpulan donasi yang dilaksanakan oleh relawan MRI Lombok Timur di Dusun Dasan Baru, Tembeng Putik Mamben Lauk, Kecamatan WanasabaWanasaba, Lotim pada Minggu 14 Februari 2021 kemarin.
Koordinator relawan MRI Lombok Timur yang akrab disapa Bunda Sru itu mengatakan, kegiatan pengobatan gratis ini dirangkaikan dengan open donasi demi menyukseskan pelayaran kapal kemanusiaan yang akan berlayar ke Sulbar untuk mengantar 1000 ton bahan pangan dari NTB.
"Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kami kepada masyarakat lombok timur juga kami mengkampanyekan Aksi Kapal Kemanusiaan Lombok Sumbawa Dermawan yang dimana akan mengirim 1000 ton bantuan pangan untuk saudara-saudara kita yang terdampak gempa di Sulbar. Ini merupakan pemeriksaan kesehatan gratis dan tidak memungut biaya, akan tetapi bagi masyarakat yang ingin sekalian berdonasi bahan pangan tetap kami terima," ungkapnya, dalam keterangan tertulis, Senin, (15/2).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Relawan Medis MRI Kabupaten Lombok Timur diharapkan memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat dan berdampak positif bagi warga setempat yang ingin mengecek kesehatan, konsultasi, atau berobat.
"Aksi pelayanan kesehatan ini tetap akan dilakukan di beberapa tempat dengan mematuhi protokol Covid-19," pungkasnya. (*)