More
    Beranda blog Halaman 570

    Si Cantik Ayana Moon Masuk Islam Dan Berhijab

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Nama Ayana Jihye Moon atau Ayana Moon pastilah tidak asing bagi pecinta girl band Korea Selatan. Ayana adalah mantan anggota F-VE Dolls, atau 5Dolls, sebuah girl band Korea dengan tujuh anggota. Ya, kini Ayana telah menjadi muallaf dan mengenakan hijab.

    Seperti dilansir dari Liputan6.com, Ayana mulai penasaran dengan agama Islam sejak usianya baru menginjak delapan tahun, saat itu ia tidak sengaja Mendengar tentang Irak. Rasa penasaran itu terus berlanjut sampai ia SMA, sampai kemudian ia berinisiatif mempelajari Islam secara mandiri melalui internet. Kini, Ayana sudah mantap dengan agama barunya, ia bahkan tengah mendalami Islam dengan belajar di salah satu Universitas yang ada di Malaysia.

    Keputusan Ayana memeluk Islam sempat membuat banyak orang di Korea tercengang. Pasalnya, mayoritas masyarakat Korea tidak beragama dan hanya percaya sama Dewa Dewi. Selain itu, masyarakat Korea banyak yang menganggap islam sebagai agama teroris. Sehingga pembicaraan tentang Islam sangatlah sensitif.

    Namun, Ayana menjalani keputusannya memeluk agama Islam dengan mantap. Ia bahkan meminta muslimah lain di Korea untuk tidak ragu menceritakan kisahnya. (sta)

    NTB Terpilih Menjadi Tempat Latihan Angkatan Laut Antar Negara

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Pada 2018 mendatang, NTB terpilih sebagai tempat latihan bilateral Angkatan Laut antara beberapa negara. Hal tersebut berpotensi akan meningkatkan sektor pariwisata NTB yang saat ini tengah digenjot pemerintah setempat.

    Pada acara buka puasa bersama di Mako Lanal, Rabu (14/6), Laksamana TNI Ade Supandi SE., M.A.P berharap dalam kegiatan latihan bilateral pada 2018 mendatang mampu mengangkat sektor pariwisata NTB untuk dikenal dunia.

    “NTB ada dalam rencana Angkatan Laut untuk dijadikan tempat latihan bilateral dengan angkatan laut negara asing tahun 2018, pertimbangannya promosi daerah,” ujarnya ditemui awak media.

    Pariwisata di Indonesia, menurutnya yang menonjol saat ini adalah Bali, dia berharap ke depannya NTB juga akan dikenal sebagai magnet penarik wisatawan domestik dan luar negeri di sektor pariwisata, sehingga mampu membawa pendapat bagi daerah setempat.

    “Pariwisata bagus di sini (NTB), tinggal dikembangkan, ditata dengan baik, sehingga memberi pemasukan pada daerah termasuk investasi. Selama ini orang banyak kenal Bali, nanti NTB ikut masuk untuk dikenal di luar negeri,” paparnya.

    Ia juga mengapresiasikan kearifan lokal di NTB, menurutnya, kearifan lokal dengan dibarengi sektor pariwisata yang baik, dapat mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke NTB, sehingga menjadi lapangan kerja yang menguntungkan bagi masyarakat NTB sendiri. (sat)

    Baiq Nuril Dituntut 6 Bulan Penjara

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum terhadap Baiq Nuril dilaksanakan siang tadi, Rabu (14/6) di Pengadilan Negeri Mataram. Jaksa menuntut Nuril bersalah dengan tuntutan enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsidair tiga bulan kurungan.

    Atas tuntutan tersebut, Kuasa Hukum Nuril, Aziz Fauzi SH mengaku kecewa dengan tuntutan jaksa karena dinilai tidak mempertimbangkan hasil pembuktian di persidangan, di mana hasil pembuktian di persidangan merupakan suatu pertimbangan yang wajib dimasukan dalam tuntutan pidana.

    “Kami pada prinsipnya sangat kecewa dengan tuntutan jaksa penuntut umum, karena kami menganggap jaksa dalam menyusun surat tuntutan tidak mempertimbangkan hasil pembuktian di persidangan,” ujarnya ditemui usai sidang.

    “Fakta persidangan jelas menunjukkan dari keterangan saksi Lalu Agus Rofieq di bawah sumpah pada pokoknya menerangkan yang aktif mentransmisikan dan mendistribusikan rekaman pada laptop adalah saksi Imam Mudawin bukan Nuril,” tegasnya.

    Selain itu, fakta persidangan dikuatkan dengan pengakuan terdakwa Nuril, yang mengaku tidak pernah mendistribusikan maupun mentransmisikan rekaman suara mengandung unsur pornografi tersebut.

    Sementara pada sidang sebelumnya, Ahli dari Menkominfo, Teguh Arifiyadi juga dengan tegas mengatakan, berdasarkan rumusan perbuatan yang terungkap di persidangan, Nuril tidak memenuhi unsur pasal 27 ayat (1) undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    “Dasar jaksa menuntut Nuril hanya satu, yakni keterangan saksi Imam Mudawin, patut dicurigai keterangan saksi tersebut tidak benar karena terus berubah-ubah. Di keterangan di BAP dia mengakui meminta rekaman tersebut, di persidangan pertama dia membantah, kemudian setelah dikonfrontir dengan keterangan saksi Husnul Aini dia mengaku, kemudian di sidang selanjutnya dia membantah lagi,” ungkapnya.

    Lebih lanjut Aziz mengatakan tuntutan jasa bertentangan dengan asas Unus Testis Nullus Testis, yang memiliki arti satu saksi bukanlah saksi. Artinya, untuk mengungkapkan sebuah kasus, maka dibutuhkan minimal dua saksi. Bila saksi hanya berjumlah satu orang, maka pembuktian tidak sempurna dan sangat patut ditolak.

    “Bertentangan dengan pasal 185 ayat (2) KUHAP yang menentukan keterangan satu saksi saja tidak bisa menjadi dasar menjatuhkan pidana terhadap terdakwa. Sementara yang menyatakan Nuril tidak bersalah ada tiga alat bukti yang mendukung, keterangan terdakwa, saksi Lalu Agus Rofieq, dan ahli dari Kominfo,” jelasnya.

    Kuasa Hukum Nuril mensinyalir tuntutan jaksa terlalu memaksakan kehendak ego. Jaksa dituding malu menuntut Nuril bebas karena saat dilimpahkan penyidik, kasus Nuril sudah terlanjur di-P21-kan jaksa.

    “Ini sangat tidak baik dengan iklim penegakan hukum di Indonesia. Jangan sampai mempertaruhkan ego pribadi dengan nasip masyarakat,” cetusnya. (sat)

    Ganjaran berbagi ta’jil kepada orang yang berpuasa

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Ajaran Islam sangat menekankan pentingnya berbagi kepada sesama. Terutama berbagi ta’jil kepada orang yang sedang berpuasa untuk berbuka. Lalu seperti apa ganjaran bagi orang yang berbagi ta’jil kepada orang yang berpuasa?

    Dilansir dari Islami.co, Menurut Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam Busyrol Karim mengatakan, “Orang yang berpuasa disunahkan berbagi sesuatu dengan orang lain untuk buka puasanya meskipun hanya sebutir kurma atau seteguk air.”

    Sementara Kalau untuk berbagi makan malam, lebih diutamakan hadits Rasulullah SAW. yang berbunyi “Siapa yang membatalkan puasa orang lain, maka ia mendapatkan pahala puasa tanpa mengurangi pahala puasa orang yang bersangkutan.”

    Namun yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana bila orang yang ditanggung tadi, pada saat puasanya melakukan hal-hal yang membatalkan pahala puasanya seperti berbuat ghibah, menghasut orang lain, berdusta, memalsukan kesaksian, atau tindakan tercela lainnya. Apakah dosanya juga akan ditanggung oleh yang memberi ta’jil? Jangan khawatir, Karena semua itu tidak berpengaruh pada pahala orang yang berbagi tersebut. Artinya, pahala bagi orang yang berbagi itu tetap, sementara dosanya tetap menjadi tanggung jawab Partner berbagi.

    Kenyataan di atas menunjukkan bagaimana kuatnya anjuran untuk berbagi saat berbuka puasa. Dan anjuran ini sama sekali terlepas dari bagaimana kualitas puasa orang yang menjadi partner berbagi. (sta)

    Candra Malik Gelar “Malam 1000 Budaya” di Repvblik Syruput

    HarianNusa.com, Mataram – Menyemarakkan Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Kamis (15/6) besok akan digelar acara Malam Seribu Budaya. Acara akan berlangsung di Repvblik Syruput, sebuah kedai kopi yang terletak di Jalan Sultan Salahuddin, Kota Mataram.

    Acara tersebut akan dimeriahkan Candra Malik, seorang Budayawan dan Kyai Nyentrik pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syahadah di Karanganyar, Jawa Tengah. Acara akan dimulai pukul 21.00 Wita hingga selesai.

    Candra Malik yang kini menjabat Wakil Ketua LESBUMI (Lembaga seni-budaya NU) juga dikenal sebagai pelantun lagu-lagu religi, serta mengasuh beberapa acara di televisi nasional.

    “Beliau juga sering diundang ke luar negeri untuk mengisi acara-acara Islam dan Kebudayaan, serta mengusung Dakwah Kultural,” kata Bendra Miladunka dari Managemen Candra Malik di Repvblik Syruput, Selasa (13/5).

    “Tour Ke Lombok ini sebenarnya bukan yang pertama, seperti beberapa bulan yang lalu, kita juga berkolaborasi dengan seniman NTB di Sumbawa. Kegiatan kali ini merupakan bagian dari Safari Ramadhan di beberapa daerah di Indonesia,” sambungnya.

    Acara tersebut merupakan kerja sama berbagai pihak. Acara tersebut juga akan menampilkan pementasan seni tradisi Pepaosan, tari dan juga diisi dengan penampilan para seniman dan tokoh budaya di NTB, seperti Ary Juliyant, Fairuz Macel Abu Macel, dan lainnya.

    “Forum ini selain menjadi ajang silaturahmi, juga sangat bagus untuk memperkenalkan khazanah tradisi kita di NTB yang memang secara pondasinya telah dilandasi oleh kekuatan cahaya ke-Islaman,” ungkap Presiden Repvblik Syruput, Paox Iben Mudhaffar.

    Selain menikmati pementasan seni dan budaya, pengunjung juga dapat menikmati aneka jenis kopi asli Indonesia maupun manca negara. Kopi “Anti Perbudakan” tersebut akan memanjakan lidah penikmat kopi di NTB. (sat)

    KMP Shita Griya Nusa Terdampar di Sekotong

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Kapal Ferry KMP Shita Griya Nusa yang berlayar dari Pelabuhan Padang Bai (Bali) menuju Lembar (Lombok) terdampar dan sempat kandas di perairan Sekotong Barat, Senin (13/6). Musibah ini diperkirakan karena cuaca di tengah laut.

    Kapal dan seluruh penumpang dan muatannya terkatung-katung sejak sekitar pukul 14.30 – 20.00 Wita. Saat ini, kapal sudah dievakuasi ke pelabuhan Lembar.

    Seorang netizen dengan akun Ian Gili’s sempat merekam kejadian dan mengunggahnya ke media sosial Facebook.

    Baca Juga:
    BPBD NTB: Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Dan Gelombang Tinggi Yang Melanda NTB berpotensi Bencana

     

    Berikut beberapa foto kiriman dari Iqbal, salah seorang penumpang KMP Shita Griya Nusa.

    Kapan Malam Lailatul Qadhar Datang?

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Lailatul qadhar adalah malam yang sangat diistimewakan oleh Allah SWT. Sebab keberkahan dan kemuliaannya. Beribadah pada malam itu jauh lebih baik daripada bulan lain, walau dilakukan selama seribu bulan.

    Akan tetapi kapan waktu kehadiran malam yang ibadah seseorang lebih baik dari ibadah yang dilakukan seribu bulan itu? Tidak ada petunjuk persis terkait hal itu. Allah SWT. Merahasiakan kehadirannya.

    Dilansir dari Islami.co Nabi Muhammad SAW sebenarnya telah memberi isyarat bahwa lailatul qadhar datang pada sepuluh hari terakhir Bulan Ramadhan. Karenanya, beliau memperbanyak ibadah dan amal shaleh pada malam-malam tersebut.

    “Aisyah mengatakan, Saat memasuki sepuluh akhir Ramadhan, Rasulullah SAW. fokus beribadah, memperbanyak ibadah di malam hari, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah,” HR: al-Bukhari. Hadis tersebut kemudian dijadikan Ibnu Bathal sebagai landasan bahwa lailatul qadhar terdapat pada sepuluh akhir Ramadhan.

    Abu Ishaq al-Syirazi, dalam kitabnya al-Tanbih menuliskan:
    ‎ويطلب ليلة القدر في جميع شهر رمضان وفي العشر الأخير أكثر وفي ليالي الوتر أكثر وأرجاها ليلة الحادي والعشرين والثالث والعشرين ويستحب أن يكون دعاؤه فيها اللهم انك عفو تحب العفو فاعف عني
    “Dianjurkan mencari lailatul qadhar di setiap malam Ramadhan, terutama malam sepuluh akhir dan malam ganjil. Lailatul qadar paling sering diharapkan terjadi pada malam 21 dan 23. Saat malam lailatul qadar disunnahkan membaca do’a, Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.”

    Kebanyakan ulama berpendapat bahwa lailatul qadhar akan datang pada malam-malam ganjil. Akan tetapi, bukan berati lailatul qadar tidak terjadi pada malam genap atau sebelum sepuluh malam terakhir. Sangat dimungkinkan malam lailatul qadhar tersebut juga bisa hadir di malam genap dan sebelum sepuluh malam terakhir.
    Dalam hadis riwayat Ahmad disebutkan, “Siapa yang mendirikan (memperbanyak ibadah) pada malam lailatul qadar atas dasar keimanan dan keikhlasan, maka dosanya diampuni, baik yang berlalu maupun yang akan datang.”

    Hadis ini mengisyaratkan agar kita terus-menerus menjaga konsistensi ibadah di bulan Ramadhan, karena kita tidak tahu kapan datangnya lailatul qadhar tersebut. (sta)

    Simpan Senjata Api Rakitan, Seorang Petani di Sumbawa Ditangkap Polisi

    0

    HarianNusa.com, Sumbawa – Seorang petani bawang di Desa Seranding, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, ditangkap polisi karena menyimpan senjata api rakitan. Petani berinisial IK (28) asal Kelurahan Renda, Kabupaten Bima ditangkap polisi, Jumat (9/6) lalu.

    Selain senjata api rakitan, polisi juga mengamankan tiga butir amunisi dengan caliber 5,56 mm. Pria tersebut kemudian diamankan di Polres Sumbawa.

    Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson SH., SIK mengatakan pelaku diketahui memiliki senjata saat pelaku betengkar dengan temannya. Seorang warga yang melerai pelaku melihat senjata tersebut di dalam tas pelaku.

    “Saat itu pelaku dan iparnya yang berkelahi dileraikan dan dibawa di rumah kepala desa setempat. Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Moyo Hilir,” ujarnya dihubungi Senin, (12/6).

    Saat diperiksa polisi, pelaku mengatakan mendapatkan senjata tersebut saat berada di Bima. Dia mengatakan senjata rakitan tersebut didapat di jalan.

    “Alasannya, dia menemukan senjata tersebut saat jalan-jalan di ujung Palibelo, Kabupaten Bima,” pungkasnya.

    Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolres Sumbawa. Pelaku masih menjalani penyidikan terkait kepemilikan senjata ilegal tersebut. (sat)

    Senjata rakitan miliki petani di Sumbawa diamankan polisi. (foto: ist)

    Jambret Tas Istri Polisi, Dua Pelaku Diamuk Warga Kota Bima

    HarianNusa.com, Bima Kota – Pelaku jambret yang berjumlah dua orang menjadi bulan-bulanan massa di Kelurahan Dodu, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima, Minggu (11/6) sekitar pukul 21.30 Wita. Dua pelaku dihakimi massa setelah menjambret tas milik korban.

    Korbannya diketahui merupakan istri anggota polisi yang tengah melintas bersama suaminya di Jalan Soekarno-Hatta. Dua kawanan pelaku menggunakan motor memepet motor korban dan menarik tas milik korban. Korban bergegas mengejar pelaku, namun pelaku berhasil melarikan diri. Korban kemudian menelpon Polsek Rasanae Timur.

    Polisi yang tiba di lokasi berusaha melacak keberadaan korban. Namun, saat polisi melintas di Lingkungan Dodu 1, Kelurahan Dodu, Rasanae Timur, ternyata dua pelaku telah ditangkap warga.

    HarianNusa.com - Korban amuk massa
    Dua pelaku dan dua korban babak belur dihakimi massa

    Kedua pelaku dihakimi warga yang geram atas ulahnya. Bahkan, dua orang warga yang dituduh pelaku jambret turut dihakimi massa. Polisi pun bergegas melakukan evakuasi para pelaku dari kerumunan massa.

    Namun, massa yang marah terus mencoba menghakimi pelaku. Massa pun menghadang mobil patroli dengan kayu dan batu. Bahkan, kaca mobil patroli pecah akibat dilempar massa.

    “Saat itu massa sangat marah dan menghakimi pelaku. Kami bergegas mengevakuasi pelaku. Namun, emosi massa tak terkendalikan. Massa menghadang mobil patroli dan melempar kaca mobil,” ujar Kasubag Humas Polres Bima Kota, Ipda Suratno, Senin (12/6).

    Sementara, massa juga menghakimi SS (27) dan SM (25) warga Kelurahan Lelamase. Kedua korban dihakimi massa lantaran dituduh kawanan pelaku jambret. Kedua warga yang tak tahu apa-apa, tidak luput dari pukulan massa.

    “Setelah berhasil mengevakuasi pelaku dari amukan massa, beberapa menit kemudian massa menghakimi dua pemuda yang saat itu sedang melintas. Massa mengira dua pemuda tersebut adalah kawanan jambret,” ungkapnya.

    Lagi-lagi polisi dibuat kewalahan dengan aksi beringas massa. Satu Pleton Dalmas Polres Bima Kota diturunkan untuk mengevakuasi korban yang diamuk massa. Pelaku dan korban kemudian dibawa menuju Mapolsek Rasanae Timur. (sat)

    Mobil polisi rusak akibat dilempar massa
    Dua pelaku dan dua korban babak belur dihakimi massa

    Polisi Sergap Dua dari Tiga Spesialis Pencuri Kabel Listrik di Ampenan

    HarianNusa.com, Mataram – Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Ampenan meringkus dua dari tiga kawanan pelaku spesialis pencurian kabel listrik. Pelaku melakukan pencurian kabel listrik di gudang milik PLN Ampenan, Minggu (11/6) lalu. Hampir setengah ton kabel listrik diamankan dari para pelaku.

    Barang bukti berupa kabel gulungan jenis A3C berdiameter 35 MM dengan berat 407 Kg disita polisi dari tangan pelaku. Dua pelaku ditangkap di wilayah Mataram tanpa perlawanan. Sementara satu pelaku lainnya masih burun.

    “Ketiganya mencuri kabel listrik milik PLN Ampenan. Dengan adanya laporan tersebut, kita melakukan penyelidikan dan mengungkap pelaku di balik kasus pencurian tersebut,” ujar Kasubag Humas Polres Mataram, AKP I Made Arnawa dihubungi Selasa, (13/6).

    Dua pelaku diketahui berinisial LS (24) warga Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro Jaya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram dan DS (43) warga Lingkungan Melayu Bangsal, Kecamatan Ampenan.

    Modus pelaku melancarkan aksinya dengan membagi tugas. Dua pelaku berperan sebagai pencuri dan satu pelaku mengamankan situasi. Jika ada hal yang dicurigai, pelaku yang bertugas jaga di luar akan memberi kode pada kawanan pelaku di dalam.

    “Dua pelaku melancarkan aksi dengan melompati pagar dan memasuki gedung PLN. Sementara satu pelaku lainnya menunggu di luar sembari mengamankan situasi,” ungkapnya.

    Kini kedua pelaku terancam penjara akibat ulah nekatnya. Sementara satu pelaku lainnya saat ini masih dalam pengejaran polisi. (sat)

    error: Content is protected !!