Beranda blog Halaman 180

Angin Kencang Terbangkan Seng Kubah Masjid dan Rumah Warga di Sumbawa

0

HarianNusa.Com, Sumbawa – Angin kencang yang terjadi dini hari, Sabtu (04/01/2020) menerbangkan seng yang akan digunakan untuk atap dan kubah Masjid At Taqwa Desa Jorok Kecamatan Utan, Sumbawa.

Selain atap kubah masjid, sebanyak empat unit rumah warga di desa tersebut atapnya juga ikut diterbangkan angin kencang.

Mendengar informasi tersebut, Babinsa Jorok Koramil 1607-09/Utan Rhee Serka Sariwiyono bersama Babinkamtibmas mengajak warga binaannya untuk bergotong royong memasang kembali atap seng kubah Masjid agar Masjid tidak digenangi air hujan dan proses pengerjaan bagian dalamnya tetap bisa dilanjutkan.

Sementara Komandan Kodim 1607/Sumbawa Letnan Kolonel Inf Samsul Huda, SE. M.Sc., memberikan penekanan kepada para Danramil maupun Babinsa untuk terus memantau perkembangan situasi wilayah binaannya sehingga bisa melaporkan setiap perkembangan pada kesempatan pertama.

Terkait dengan kondisi cuaca beberapa minggu terakhir ini, Dandim kembali mengingatkan untuk tetap waspada dan berhati-hati mengingat curah hujan yang disertai angin kencang dan petir sering terjadi.

“Jauhi pohon yang tinggi, cari tempat yang aman untuk beristirahat bagi pengguna sepeda motor dan jangan buang sampah sembarang apalagi ke kali atau sungai sehingga tidak terjadi penyumbatan yang mengakibatkan banjir,” imbuhnya. (f3)

Ket. Foto:
Babinsa Jorok Koramil 1607-09/Utan Rhee, Serka Sariwiyono bersama Babinkamtibmas dan warga setempat bergotong royong memasang atap seng Kubah Masjid Masjid At Taqwa yang sempat diterbangkan oleh angin. (istimewa)

Jumlah Tamu Menginap di Hotel Tahun 2019 Sebanyak 1,8 Juta Lebih

HarianNusa.Com, Mataram – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB merilis jumlah kunjungan tamu yang menginap di hotel Bintang dan non Bintang sejak bulan Januari hingga November 2019 mencapai 1.850.301 orang.

Kepala BPS Provinsi NTB, Suntoso menyampaikan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada bulan November 2019 mengalami penurunan dibandingkan bulan Oktober 2019 sebesar 4,98 poin. TPK bulan November 2019 hanya sebesar 45,31 persen, sedangkan TPK hotel bintang bulan Oktober 2019 sebesar 50,29 persen. Jika dibandingkan dengan TPK hotel bintang bulan November 2018 mengalami kenaikan sebesar 7,07 poin.

“Rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan November 2019 tercatat 1,93 hari. Ini mengalami penurunan sebesar 0,11 hari dibandingkan dengan RLM bulan Oktober 2019 sebesar 2,13 hari,” ungkapnya saat memggelar rilis BPS di Kantornya, Kamis, (02/01/2020).

Dia memgatakan, jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada bulan November 2019 tercatat 68.871 orang yang terdiri dari 55.743 orang tamu dalam negeri (80,94 %) dan 13.128 orang tamu luar negeri (19,06%)

Demikian halnya dengan TPK Hotel Non Bintang bulan November 2019 sebesar 28,63 persen mengalami penurunan sebesar 1,13 poin dibanding bulan Oktober 2019 dengan TPK sebesar 29,76 persen. Jika dibandingkan dengan bulan November 2018 mengalami kenaikan sebesar 5,22 poin dari 23,41 persen. Ia menjelaskan, rata-rata lama menginap (RLM) tamu di Hotel Non Bintang pada bulan November 2019 sebesar 1,60 hari.

“Rata -rata lama menginap tamu di hotel non bintang bulan November 2019 mengalami penurunan sebesar 0,12 hari dibandingkan dengan RLM bulan Oktober 2019 sebesar 1,72 hari,” jelasnya.(f3)

Ket. Foto:
Kepala BPS Provinsi NTB, Suntoso saat diwawancara usai menggelar rilis BPS Provinsi NTB. (istimewa)

Bupati KLU dan Kasatker BJN Tinjau Akses Jembatan Putus di Kecamatan Kayangan

0

HarianNusa.Com, KLU – Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH bersama Kepala Satuan Kerja Balai Jalan Nasional (Kasatker BJN) Bagus Prabowo meninjau akses jembatan yang menghubungkan Kayangan dan Bayan di Tampes Desa Selengen serta akses jembatan penghubung Desa Selengen dengan Desa Gumantar, Kamis (2/1/2020).

Turut mendampingi Bupatimsaat turun ke lokasi yakni Asisten II Setda KLU Ir. Hermanto dan Kadis PUPR KLU H. Zaldy Rahadian, ST. Kepada Pewarta Humaspro Setda KLU.

Putusnya jembatan di dua lokasi berbeda dalam satu desa di Kecamatan Kayangan tersebut lantaran besarnya debit air yang mengaliri sungai setempat akibat curah hujan yang sangat deras pada Rabu, 1 Januari 2020.

Sebelum meninjau jembatan putus di Tampes, bupati terlebih dahulu meninjau saluran irigasi tersier yang meluap ke permukiman penduduk Gubuk Baru Desa Tanjung Kecamatan Tanjung.

Setelah melihat saluran irigasi bupati dan kasatker BJN beranjak menuju Tampes. Putusnya jembatan di Tampes itu telah mengakibatkan lumpuhnya akses transportasi dua kecamatan di Kabupaten Lombok Utara.

Saat dikonfirmasi di sela-sela meninjau lokasi, bupati menyampaikan, jembatan darurat yang ada di Tampes diterjang air bah akibat curah hujan yang sangat deras.

“Yang kena terjangan air bah adalah jembatan darurat karena jembatan yang satunya sedang dibangun. Kita sudah berkoordinasi dengan Kepala Satker Jalan Nasional, Dandim dan Kapolres untuk mencari penanganan secepatnya. Alhamdulillah, kita lihat jembatan ini sudah mulai dikerjakan. Kita berharap dalam waktu 1-2 hari ke depan jalan ini sudah bisa dilalui kembali. Sedangkan untuk jangka panjang jembatan permanen yang tengah dibangun ini akan segera diselesaikan,” tutur Najmul yang juga Sekjen APKASI ini.

Lebih lanjut, orang nomor wahid di bumi Tioq Tata Tunaq ini menyampaikan, selain jembatan di Tampes, ada juga jembatan penghubung antara Desa Selengen dan Desa Gumantar yang mengalami kejadian yang sama. Terhadap putusnya kedua jembatan itu, bupati mengatakan pemerintah daerah akan mengambil langkah-langkah cepat agar jembatan tersebut kembali berfungsi dan bisa dilewati oleh masyarakat luas.

“Untuk ke depannya sembari menunggu jembatan permanen ini jadi, maka akan dibangun jembatan sementara yang lebih kuat seperti jembatan sementara yang dibangun di Tanjung,” tutup Doktor Ilmu Hukum lulusan Unibraw Malang tersebut.

Hingga berita ini dilansir jembatan itu belum bisa dilalui kembali oleh kendaraan baik roda dua maupun roda empat. (f3/hms)

Gubernur NTB Minta Balai Jalan Percepat Pengerjaan Jembatan Belly Semi permanen Tampes

0

HarianNusa.Com, KLU – Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah meminta Balai Jalan untuk mempercepat proses pengerjaan jembatan Belly Semi permanen Tampes dengan pengerjaan secara lembur. Permintaan tersebut disampaikan Gubernur yang akrab disapa Bang Zul menyusul hujan lebat di hari pertama tahun baru 2020 telah mengakibatkan banjir bandang yang menyapu Dusun Selengan Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), sehingga Jembatan penghubung pada Jalan Lintas Provinsi – Kecamatan Kayangan menuju Kecamatan Bayan KLU rusak parah dan terputus.

Banjir yang terjadi sekitar pukul 17.00 Wita tersebut, menyebabkan lalulintas antara Kayangan dan Bayan menjadi lumpuh total. Dan untuk sementara jalur dialihkan menggunakan jalan alternatif melalui Desa Selengan – Desa Lekok Beru Kecamatan Kayangan KLU, dengan kondisi jalanan agak sempit, sehingga warga dan masyarakat yang melintasi jalur alternatif tersebut diimbau agar berhati-hati.

Mengatasi terputusnya jembatan lintas provinsi tersebut, Gubernur telah menugaskan Kepala Dinas Perhubungan, Drs. H. Lalu Bayu Windia, M.Si bersama Kepala BPBD, Ahsanul Halik untuk berkoordinasi segera membangun jembatan darurat.

Usai melakukan peninjauan di lokasi bencana, Kamis (2/1-2020) Kadis Perhubungan NTB yang akrab disapa Miq Bayu mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai stakeholder terkait untuk segera membangun Jembatan sementara berupa jembatan Belly semi permanen. Kini, di sekitar Jembatan Tampes sedang dilakukan pembersihan. Bayu juga menjelaskan material untuk pembuatan jembatan sementara masih dalam perjalanan menuju lokasi.

Dipilihnya jembatan Belly semi permanen, kata Miq Bayu dikarenakan jika membangun jembatan biasa dengan pemasangan gorong-gorong, dinilainya kurang aman.

Hal senada diungkapkan PPK 1.2 Satker PJN wilayah 1 NTB, BPJN IX Mataram. Melihat kondisi sungai dan intensitas Hujan yang lebat 3 bulan ke depan, maka menurutnya pembuatan jembatan sementara tipe sederhana ini tidak memungkinkan karena akan mudah dihanyutkan air bila terjadi banjir.

“Selain itu jembatan Belly semi permanen bersifat lebih kuat, sekaligus ini menjadi antisipasi lamanya pekerjaan pembuatan jembatan utama, akan memakan waktu 1 – 2 minggu,” terangnya.

Kalak BPBD Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos,. M.H menjelaskan, untuk sementara masyarakat dapat melewati jalur alternative. Diantaranya jalan melalui Lengkok Beru sejauh 8 km. Namun masyarakat diminta waspada dikarenakan kondisi jalan sangat mengkhawatirkan, kecil dan terjal, sehingga jika tidak hati-hati, dapat membahayakan pengguna jalan.

“Masyarakat juga bisa mengambil alternative kedua. Yakni melalui Tempos sejauh 30 km, cukup jauh berputar dan kondisi jalan juga kurang memadai,” ungkapnya.

Sebelumnya, pihak TNI melalui Dandim KLU telah berkoordinasi dengan Bupati dan pihak pihak terkait untuk mengatasi putusnya jembatan. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian putusnya jembatan tersebut. (f3/Diskominfotik)

Bawa Dua Bilah Pisau, Seorang Pria Tak Dikenal Terobos Pos Jaga Polda NTB

0

HarianNusa.Com, Mataram – Pada Rabu 1 Januari 2020, seorang yang tak dikenal masuk ke dalam Mako Polda NTB dengan cara menggunakan sepeda motor menerobos penjagaan SPKT Polda NTB.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, S I.K., menjelaskan kronologis kejadian, dimana pada pukul 14.30 Wita, seseorang tidak dikenal dalam kondisi mabuk menggunakan sepeda motor masuk menerobos penjagaan depan Polda NTB, oleh petugas jaga dan piket dilakukan upaya paksa pengamanan terhadap pelaku.

Diketahui laki-laki tersebut bernama Irfan Arahman, (50 tahun) beralamat di Karang Sukun Jalan Rebana No.11 Mataram NTB, pekerjaan Pengangguran.

“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa 2 bilah pisau ( pisau dapur dan pisau lipat ) diamankan di dalam saku celana dan 1 unit sepeda motor honda astrea plat No. EA 3473 AR warna Hitam,” jelas Artanto.

Atas kejadian tersebut petugas melakukan upaya paksa pengamanan terhadap pelaku, mengamankan barang bukti (BB), pemeriksaan pelaku dan saksi saksi, pengembangan terhadap pelaku, melakukan penggeledahan badan dan rumah pelaku, berkoordinasi dengan ketua RT dan warga tentang prilaku keseharian pelaku, berkoordinasi dengan Satgaswil Densus 88 NTB untuk melakukan pemeriksaan bersama terhadap kemungkinan pelaku masuk jaringan kelompok radikal ( dengan hasil pelaku tidak masuk dalam jaringan kelompok radikal ).

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, Dra. Rahmi dan Ratnawati yang merupakan kakak kandung pelaku menerangkan, bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa sejak 8 tahun lalu. Demikian juga dengan Intan sumarni yang merupakan Istri pelaku mengakui hal yang sama bahwa pelaku mengalami gangguan mental sejak 8 tahun Islam.

“Pelaku mengaku habis minum 2 botol tuak dan belum bisa memberikan penjelasan alasan masuk ke dalam Mako Polda NTB karena masih bingung. Keterangan berubah-berubah karena kondisi masih dalam keadaan mabuk,” jelasnya saat memberikan konfirmasi atas kejadian tersebut, Rabu malam, (01/01/2020).

Untuk rencana selanjutnya penyidik akan melakukan pendalaman pemeriksaan terhadap pelaku, beroordinasi dengan RS Jiwa untuk dilakukan observasi melakukan proses penyelidikan dan penyidikan.

Ket. Foto:
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, S I.K memberikan konfirmasi terhadap kejadian penerobosan Pos Jaga SKPT Polda NTB. (istimewa)

Refleksi Akhir Tahun, Fauzan Khalid: Dukungan Masyarakat yang Terpenting

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat – Menutup akhir tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menyelenggarakan refleksi akhir tahun berjudul ‘Rapim dan Refleksi, Dialog Interaktif, Bersinergi Mewujudkan Lombok Barat Mantap dalam Perspektif Das Sein vs Das Sollen’ bertempat di Aula Utama Kantor Bupati Lombok Barat, Selasa, (31/12).

Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid dalam sambutannya menyebut refleksi kali ini terbuka bagi masyarakat untuk mendapatkan masukan langsung tentang apa yg perlu diperbaiki untuk tahun 2020.

Selain bupati, hadir sebagai narasumber yaitu Dr Basuki Prayitno dari Universitas Mataram yang membahas tentang aspek ekonomi, Adhar Hakim Kepala Ombudsman RI Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berbicara tentang bagaimana upaya Lombok Barat meningkatkan layanan publik, Dr. Baehaqi Sekretaris Daerah Lobar menyampaikan secara singkat program-program pembangunan Lobar berikut capaiannya, Ketua DPRD Lobar Hj. Nur Hidayah yang menekankan perlunya kebijakan yang menyentuh masyarakat.

Pembicara lainnya dari unsur ulama yaitu TGH Muharrar Mahfudz yang menekankan perlunya menangani persoalan sampah karena kebersihan merupakan perintah agama.
Dua narasumber lainnya Dr Agus, pengamat Politik dari UIN mataram dan Suhaimi Samsuri, mantan ketua KPUD Lobar dua periode berbicara tentang suksesnya pemilu, pilpres dan pileg di Lobar yang masuk partisipasi masyarakat sangat tinggi yaitu lebih dari 86%. Ada juga Dea Malik yang berbicara tentang aset.

Refleksi ini kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif dengan memberikan kesempatan kepada hadirin menyampaikan uneg-unegnya.
Beberapa hal yang menjadi masukan yaitu persoalan sampah, aset yang belum bersertifikat, infrastruktur jalan, promosi wisata, perlunya ketegasan bupati, banyaknya bangunan berbeton, dan lain-lain.

Bupati, dalam tanggapannya mengaku apa yang disampaikan hadirin sebagian besarnya benar. Namun, bupati memberi beberapa catatan positif apa yang telah diraih Lombok Barat. Sebagai contoh, dikatakan bupati, tahun 2018, standar pelayanan publik di Lobar adalah yang terendah di NTB dan bernilai merah dari Ombudsman RI Perwakilan NTB. Namun, berkat kerja keras yang dilakukan, tahun 2019 mengalami perbaikan tajam yaitu menjadi yang terbaik di NTB dan terbaik ketiga secara nasional.

Selain itu, lanjut bupati, upaya perbaikan infrastruktur juga terus dilakukan. Demikian juga dengan keberhasilan penurunan tajam angka stunting di Lobar. Yaitu dari 49% tahun 2009 menjadi 23,2% tahun 2019. Hal ini menjadikan Lombok Barat bersama Kabupaten Klaten menjadi pilot projeck pusat dan juga Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

“Saya diwawancarai Bank Dunia mengapa begitu konsen mengurus stunting padahal tidak menguntungkan secara politik,” ujar bupati.

“Kalau bukan sekarang kapan lagi mempersiapkan SDM Lombok Barat,” ucap bupati menirukan jawabannya waktu itu.

Menanggapi berbagai masukan bupati mengatakan harus pintar-pintar memilih prioritas, mana yang paling bermanfaat bagi masyarakat karena terbatasnya anggaran.

Menanggapi kritik dari salah seorang penanya mengenai pembangunan berbahan beton di Lobar yang tampak mengabaikan lahan pertanian, bupati pun menjawab tentang pentingnya perencanaan.

“Tadi Kota Mataram banyak disanjung karena maju, padahal Mataram juga maju salah satunya karena bangunan beton, ” jawab bupati.

“Di satu sisi, kata bupati, kita dikritik karena membangun, padahal di sisi lain kita perlu membangun untuk maju,” sambaungnya.

Terkait dengan aset Lobar yang dikritik karena masih banyak yang belum bersertifikat, bupati berjanji, meskipun kurang yakin, untuk menyelesaikannnya hingga masa jabatannya selesai. Namun diakuinya, persoalan aset Lobar memang ribet yang diwarisi dari sebelumnya.
Dicontohkannya, kompleks perkantoran kantor bupati luasnya sekitar 16 hektar. Baru beberapa bulan yang lalu, sebut bupati, selesai persoalannya.
“Dulu jangankan sertifikat, surat jual beli aja tidak ada,” kata bupati.

Namun demikian, progres tetap terjadi, 2018 misalnya, 200 aset sudah disertifikatkan dan 130 aset tahun 2019.
“Saya sudah perintahkan bahwa tidak ada tawar menawar mengenai aset pemerintah (Lobar),” tegas bupati.

Yang sering jadi persoalan, kata bupati, adalah kurangnya dukungan dari masayarakat. Persoalan aset di Desa Jagaraga, misalnya, pemerintah yang disalahkan, dan bukannya orang yang menjual. Lebih parah lagi, sambung bupati, kalau pemerintah digugat, pemerintah malah diolok-olok.

“Salah satu kesulitan kami di pengadilan adalah mencari saksi, jarang ada masyarakat yang mau jadi saksi, padahal itu yang paling menentukan menang atau kalah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang juga dihadiri sejumlah tuan guru itu bupati memohon bantuan mereka agar membantu memberikan arahan kepada masyarakat. “(bahwa) mengambil yang bukan hak itu haram luar biasa,” tegas bupati.

Mengenai jalan di Lobar yang kemantapannya hanya 68%, ditegaskan bupati, alasannya karena banyak status jalan desa yang diangkat statusnya menjadi jalan kabupaten sehingga tampak masih banyak jalan yang kurang mantap.

Ada juga kritikan dari audiens tentang promosi wisata yang seharusnya dilakukan provinsi NTB bukan Lobar serta event-event yang diselenggarakan seperti Festival Senggigi, Senggigi Sunset Jazz yang dianggap tidak meningkatkan wisatawan.
Kritik pertama dijawab bupati, hal itu terjadi karena kalau Lobar diam tidak melakukan promosi terbukti tidak ada event di Lobar yang diadakan provinsi. Dalam hal dampak, dikatakan bupati, tidak bisa dilihat langsung pada hari H event.

“Senggigi Sunset Jazz, misalnya, dana yang dibutuhkan Rp 2,5 miliar, tapi kita menyiapkan hanya Rp 200 juta, sisanya dari sponsor, ” ujarnya.

Efeknya memang tidak langsung, kata bupati, tetapi bayangkan iklan 30 detik di TransTV biayanya Rp 60 juta, majalah Garuda Rp 500 juta. Tapi, tegas bupati, dengan event Jazz, iklan tersebut gratis dan dunia membaca itu. “Jadi tidak bisa diukur pada saat itu,” ujarnya.

Kritikan tajam lainnya adalah tentang persoalan sampah di Lobar. Untuk ini bupati mengatakan tahun 2020 akan dibangun 7 tempat pengolahan sampah dengan konsep 3R (reduce, reuse, dan recycle). Dan hal ini, lagi-lagi kata bupati, membutuhkan dukungan dan kesadaran masyarakat.

“Tidak akan menyelesaikan apa-apa tanpa kesadaran masyarakat, ” ungkapnya.

Dicontohkan bupati, lalat hitam di Lingsar mampu menghancurkan 7 ton sampah rumah tangga perhari, tapi baru bisa ditangani 500kg saja perhari.
“Petugas kita hanya mampu memilah segitu, kalau saja masyarakat sadar dan mau memilah,” harap Bupati Fauzan.

Namun demikian, kata bupati, semua masukan direkam oleh TV9 untuk menjadi dokumen Pemerintah Lombok Barat untuk perbaikan ke depannya. (f3)

Sudah Mandiri, 20 Orang Graduasi Program PKH di Kecamatan Lembar

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat – Dari 36 ribu peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), belum separuhnya dinilai mandiri. Secara khusus, di Kecamatan Lembar, ada 20 orang peserta PKH yang menyatakan diri keluar sebagai peserta PKH. Mereka rata-rata beralasan karena sudah mandiri. Artinya, tidak lagi mendapakan bantuan finansial untuk kebutuhan ekonomi mereka.

Keluarnya peserta PKH atau dinyatakan sebagai graduasi ini, disampaikan melalui kegiatan Prosesi Graduasi Sejahtera Mandiri dan Launching Program Pengembangan SDM PKH di halaman Kantor Camat Lembar, Selasa (31/12/2019).

Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada 20 orang yang penuh kesadaran tinggi dan tanpa paksaan untuk keluar sebagai peserta penerima PKH di Kecamatan Lembar.

“Saya sendiri tergugah untuk menyatakan bahwa, dalam hidup ini yang namanya konsep keberkahan termaktub dalam ajaran agam Islam,” petuah bupati di hadapan Plt Kadis Sosial Lobar H.Mahyudin, keluarga besar Dinas Sosial Lombok Barat, seluruh pendamping PKH Kecamatan Lembar serta puluhan peserta PKH.

Pada kesempatan itu, bupati sempat menyebut warganya yang pertama kali menyatakan diri keluar dari peserta PKH. Disebutkan, warga tersebut dikenal dengan sebutan JuPe (Juragan Pecel) dari Desa Duman, Kecamatan Lingsar. Keluarnya JuPe dari peserta PKH, justru lebih membawa berkah, karena sempat diundang oleh Presiden Jokowi ke Istana Negara.

“Ini sebuah penghargaan dan salah satu contoh paling nyata yang harus kita tanam dari apa yang namanya keberkahan dan rizki,” kata bupati mengingatkan.

Di tempat yang sama, Plt Kadis Sosial H. Mahyudin menyatakan keluarnya 20 orang peserta PKH di Kecamatan Lembar ini, artinya mereka sudah memiliki kemampuan yang cukup untuk mendalami kebutuhan hidupnya.
Diharapkan kesadaran tanpa paksaan ini akan menjadi motivasi bagi peserta PKH lain untuk terus berusaha, meningkatkan semangat berusaha, sehingga pendapatan keluarga bermuara pada keluarga yang mandiri.

Kegiatan juga dirangkai dengan pembagian 70 paket santunan bagi lansia dan anak yatim. Harapannya, peserta PKH yang lain menjadi termotivasi, dan secara bertahap mereka bisa tergraduasi.

“Ini sebagai parameter keberhasilan, termasuk kebanggaan kita kepada teman pendamping PKH yang memiliki rasa empati dan peduli kepada peserta PKH,” kata Asisten III Setkab Lombok Barat ini.

Sebagai testimoni, salah satu peserta PKH yang menyatakan diri keluar dari peserta adalah, Muhsinin (35 tahun) dari Dusun Kesamik Rempek Desa Labuan Tereng. Dikatakan, dirinya keluar sebagai peserta PKH karena sudah mampu dan mandiri. Kendati sebagai pengusaha pembuatan batu bata, Muhsinin sadar, tanpa paksaan untuk tidak lagi sebagai peserta PKH.

“Ada lagi yang lebih berhak meneima dan saya sadar, tanpa paksaan untuk keluar dari peserta PKH. Alhamdulillah saya sudah mandiri,” sebut Muhsinin usai menerima sertifikat gradusasi kesejahteraan mandiri.

Sementara itu, Dennis Lesmana salah seorang pendamping PKH mengaku bangga dengan pekerjaannya sebagai pendamping.

Dennis mengaku, dirinya bisa turun ke lapangan hampir setiap hari tergantung jadwal pertemuan. Pendamping biasanya melakukan pertemuan wajib setiap kelompok tiap bulan, dengan jumlah kelompok yang didampingi bervariasi, antara 10 hingga 14 kelompok.

“Kesannya Alhamdulillah luar biasa. Inaq-inaq (ibu-ibu, red) keluarga penerima manfaat (KPM) yang kami dampingi memiliki latar belakang yang sangat rendah, belum mengecap pendidikan sama sekali, sehingga kami pendamping harus sigap dan cepat dalam menguasai bahasa dan medan,” ungkapnya.

“Semoga bisa diberikan kendaraan operasional bagi kami sebagai pendamping. Karena medan yang kami tempuh masih agak ekstrim,” lanjutnya berharap. (f3)

Tim Gabungan Lakukan Razia di Lapas Kelas IIA Mataram

HaranNusa.Com, Mataram – Tim Gabungan yang terdiri dari Kanwil Kemenkumham NTB, BNNP NTB, Polres Mataram, Kodim 1606/Lombok Barat menggelar razia gabungan Keamanan dan Ketertiban di Lapas Kelas IIA Mataram, Senin, (30/12).

Operasi gabungan yang dipimpin langsung oleh Kalapas Mataram, Tri Saptono Sambudji ini dalam rangka meminimalisir potensi serta mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lembaga Pemasyarakatan

Kepala Divisi Pemasayrakatan Kanwil Hukum dan Ham, Dwi Nastiti mengatakan razia gabungan kali ini bertujuan untuk merazia keberadaan HALINAR, yakni handphone, pungutan liar dan narkoba. Selain fokus pada ketiga hal tersebut, razia malam ini juga untuk mencari barang-barang terlarang lainnya yang tidak diperkenankan berada di dalam Lapas karena bisa berpotensi untuk disalah gunakan, seperti senjata tajam, kabel, dan besi atau benda lain yang sejenisnya.

Tim gabungan melakukan pemeriksaan secara bergantian setiap ruangan dengan cara penghuni ruangan di kumpulkan dilapangan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tim berhasil menyita sejumlah barang berupa sajam, kabel, dan lainnya.

Pada kegiatan ini juga dilaksanakan tes urine oleh tim BNNP NTB dengan pengambilan sample urine 20 orang penghuni lapas Kelas IIA Mataram secara acak, dengan hasil 6 orang diketahui positif menggunakan Amphetamin & Metamphetamin.

“Terhadap keenam penghuni lapas yang positif tersebut BNNP NTB dan Lapas Mataram berkoordinasi untuk pelaksanaan rehabilitas,” ungkap Kepala BNNP NTB, Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, SH. M. Si., melalui Humas BNNP NTB. (f3)

Ket. Foto:
Para penghuni Lapas Kelas IIA Mataram dikumpulkan saat Tim Gabungan lakukan Razia. (istimewa)

Diduga Hina Ulama di Medsos, Polres Lotim Amankan Seorang Pria

HarianNusa.Com, Lombok Timur – Satuan Resserse Kriminal Polres Lombok Timur, Senin (30/12), berhasil mengamankan seorang pria yang diduga melakukan penghinaan melalui media sosial.

Adapun identitas terduga Abdul Halid (AH), 32 tahun, pekerjaan buruh, alamat Dusun Kabar Selatan Desa Kabar Kabupaten Lombok Timur.

Pelaku diduga melakukan penghinaan terhadap beberapa tokoh agama yang ada di wilayah Jerowaru dengan mengatakan kata-kata kotor melalui medsos (facebook) dengan cara live streaming yang disaksikan oleh banyak orang.

“Untuk menjaga situasi yang kondusif, saat ini pelaku diamankan ke Polres Lotim untuk proses kebih lanjut,” ungkap Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto S.I.K, M.Si., dalam siaran persnya, Selena, (31/12).

Artanto mengatakan Langkah Polres Lombok Timur ini sebagai upaya untuk mencegah main hakim sendiri, juga sebagai upaya mencegah beredarnya penyebaran vidio di kalangan masyarakat sehingga bisa memprovokasi , maka Polri akan melakukn penegakan hukum terhadap yang bersangkutan.

“Polri juga mengimbau kepada masyarakkat khususnya di Lombok Timur agar jangan main hakim sendiri dan mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada Kepolisian,” tegasnya. (f3)

Let. Foto:
Terduga AH saat diamankan di Polres Lombok Timur. (istimewa)

Razia Gabungan di Kota Mataram, 6 Orang Positif Narkoba Diamankan

HarianNusa.Com, Mataram – Tim gabungan Sat Pol PP Provinsi NTB, BNN NTB, Polres Mataram dan POM AD menggelar razia di sejumlah kos-kosan, penginapan, dan tempat hiburan di Kota Mataram, Sabtu-Minggu (28-29/12/2019), pukul 11.00 sampai 03.15 Wita.

Dalam razia tersebut Tim gabungan berhasil menjaring 42 orang, terdiri dari 22 orang laki-laki dan 20 orang perempuan. Dari jumlah tersebut diketahui 10 orang pasangan di luar nikah dan 6 orang positif menggunakan narkoba setelah dilskukan tes urine.

Keenam orang yang dinyatakan positif menggunakan narkoba tersebut di amankan di tempat terpisah yakni di kos kosan daerah Pagesangan Kota Mataram, 3 orang positif narkoba terdiri dari jenis THC/ganja, 1 orang golongan Morphin, 1 orang (penyalahgunaan obat gol kodein) dan 1 orang shabu. Di Lombok Plaza Hotel Karaoke 1 orang positif shabu, di Bidari Hotel Karaoke 2 orang positif shabu.

Tim gabungan memberikan catatan khusus untuk Hotel Bidari mengingat setiap kali diadakan razia selalu ada yang positif narkoba sehingga perlu adanya teguran khusus kepada pihak pengelola hotel untuk tingkatkan pengawasan kepada pengunjung.

“Seluruh klien yang positif narkoba, setelah didata oleh Pol PP NTB mereka kami bawa ke kantor BNNP untuk diassesmen lebih lanjut. Selanjutnya klien kami kembalikan kepada pihak orang tua atau pengelola hotel setelah menandatangani berita acara,”Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi NTB Drs. H. Nur Rachmat, Apt.

Sementara Lalu Sukarman Kabid Penertiban Pol PP NTB menjelaskan, razia tim gabungan tersebut untuk meminimalisir terjadinya tindak kejahatan serta menjaga kamtibmas menjelang perayaan pergantian tahun.

“Operasi gabungan ini sifatnya reguler dan khusus menjelang pergantiam tahun lebih kami intensifkan,” ungkspnya. (f3)

Ket. Foto:
Razia Tim gabungan Sat Pol PP Provinsi NTB, BNN NTB, Polres Mataram dan POM AD, menyasar kos-kosan di Kota Mataram. (Istimewa)