More
    Beranda blog Halaman 573

    Empat Perampok Sadis di Jerowaru Dilumpuhkan Polisi

    HarianNusa.com Mataram – Kasus perampokan dan pembunuhan di Dusun Telone, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Selasa (30/5) lalu mulai terkuak. Empat dari sepuluh pelaku berhasil dilumpuhkan polisi kemarin.

    Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra Tri Budi Pangastuti mengatakan, dari empat pelaku, dua pelaku ditangkap di Bali, sementara dua lainnya ditangkap di Lombok. Pelaku berinisial GB (30) ditangkap di Desa Pengengat, Lombok Tengah, sementara AE (35) ditangkap di Dusun Watan, Kecamatan Jerowaru.

    “Sedangkan dua lainnya, yakni AS (37) dan ASD (35) ditangkap di Kabupaten Gianyar, Bali,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolda NTB, Kamis (8/6).

    Penangkapan

    Penangkapan keempat pelaku berlangsung dramatis. Keempat pelaku yang ditangkap di lokasi terpisah melakukan perlawanan terhadap aparat kepolisian, sehingga polisi menghadiahi timah panas pada pelaku.

    “Keempat perlaku dilumpuhkan karena melakukan perlawanan pada petugas,” ungkapnya.

    Dari hasil introgasi keempat pelaku, diketahui aksi perampokan dilakukan oleh sepuluh orang pelaku. Kini polisi masih melakukan pengejaran terhadap sisa pelaku. Diduga, pelaku lainnya bersembunyi di wilayah Lombok, Sumbawa dan Bali.

    “Polisi terus melakukan pengejaran. Karena diduga pelaku lainnya lari ke wilayah Sumbawa, Bali dan di wilayah Lombok,” paparnya.

    Sebelumnya, korban Amaq Jon (40) ditebas kawanan perampok di rumahnya. Amaq Jon tewas seketika dengan luka menganga bekas tebasan parang. Istri korban pun tidak luput dari aksi bejat pelaku. Dia dipukul menggunakan tabung gas 3 kg. (sat)

    Uang Ratusan Juta Digondol Maling, Warga Serbu Mataram Mall

    HarianNusa.com, Mataram – Ratusan juta uang milik tokoh masyarakat di Sekotong, Lombok Barat digendol maling. Kejadian terjadi sekitar pukul 15.30 Wita, Kamis (8/6) Sore tadi di Parkiran Mataram Mall.

    Korban diketahui bernama Lalu Daryadi (57) atau dikenal dengan nama Mamik Dar. Korban merupakan tokoh masyarakat yang disegani di Sekotong. Sebanyak Rp 265 juta uang miliknya yang tersimpan di dalam mobil raib.

    Kronologis bermula saat korban mengambil uang di salah satu bank. Korban kemudian berbelanja di Mataram Mall. Usai belanja, korban melihat kaca mobilnya pecah. Ratusan uang yang tersimpan di jok depan mobil raib digondol maling.

    Puluhan warga dan kerabat korban berdatangan di Mataram Mall. Pasalnya, pihak Managemen Mataram Mall enggan membayar ganti rugi. Massa kemudian memblokade pintu masuk Mataram Mall dengan batu.

    Polisi yang tiba kemudian mengamankan situasi. Polisi berusaha mencari solusi untuk menenangkan massa. Massa keberatan karena pihak Mataram Mall tidak membayar ganti rugi atas kehilangan yang dialami pengunjung di lokasi mall.

    HarianNusa.com - Mataram Mall
    Puluhan kerabat dan keluarga korban berkumpul di sekitar Mataram Mall. (foto/ist)

    “Sekitar pukul 20.04 Wita, mediasi dari pihak Mataram Mall dan korban menemukan kesepakatan. Pihak Mataram Mall sanggup mengganti kerugian yang dialami korban,” ujar Kasubag Humas Polres Mataram, AKP I Made Arnawa yang dihubungi melalui telepon.

    Kini situasi Mataram Mall telah kondusif. Massa dari kerabat dan keluarga korban telah kembali ke rumah masing-masing. Sebelumnya situasi tampak menegangkan. Toko-toko di sekitar mall tutup akibat peristiwa tersebut. (sat)

     

    Lagi-lagi Polisi Ringkus Pengedar Narkoba di Karang Bagu

    0

    HarianNusa.Com, Mataram – Peredaran narkoba tiada hentinya diberantas pihak kepolisian. Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB kembali melakukan penangkapan terduga bandar narkoba di Lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram belum lama ini.

    Seorang terduga bandar berinisial DM alias Dar (35) diamankan polisi. Pria yang berprofesi sebagai buruh ini diamankan polisi di kediamannya. Sebanyak lima poket sabu seberat 2,69 gram diamankan.

    “Kita amankan sebanyak 2,69 gram sabu di kediaman pelaku. Penangkapan dilakukan disaksikan Ketua RT setempat. Kini pelaku diamankan di Mapolda NTB,” ujar Kasubdit II Ditresnarkoba Polda NTB, AKBP I Komang Satra, Rabu (7/6).

    Saat penggerebekan, pelaku berusaha kabur dan menghilangkan barang bukti. Pelaku lari ke arah dapur dan membuang barang bukti narkoba. Sabu tersebut kemudian ditemukan polisi.

    “Dia (pelaku) berusaha kabur untuk menghilangkan barang bukti. Beruntung aparat secepatnya meringkus pelaku dan mengamankannya beserta barang bukti tersebut,” pungkasnya.

    Selain sabu, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya berupa dua bungkus klip plastik taransparan diduga bungkus sabu, satu skop sabu dan satu unit HP. Kini pelaku mendekam di Mapolda NTB guna proses pengembangan kasus tersebut. (sat)

    Seorang terduga bandar narkoba asal Karang Bagu diamankan polisi. (foto: ist)

    Tiga Gadis di Ampenan Disekap Perampok, Polisi Buru Pelaku

    0

    HarianNusa.Com, Mataram – Kasus perampokan kembali terjadi. Tiga gadis disekap kawanan perampok yang berjumlah dua orang di sebuah kamar kos yang berada di Jalan Nusa Indah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Senin (5/6) lalu.

    Perampokkan terjadi saat suasana kos dalam keadaan sepi. Banyak penghuni kos dan warga sekitar sedang menjalankan sholat Tarawih. Saat itu tiga gadis yang diketahi bernama Karina, Novia dan Yuni tengah berada di kos.

    Pintu kos yang masih terbuka membuat dua pelaku masuk ke dalam kos. Tanpa basa-basi pelaku kemudian menodong senjata tajam ke arah para korban. Ketiga korban kemudian diikat dengan kabel catokan rambut milik mereka dan disekap di kamar mandi.

    “Mereka menyekap ketiga korban di kamar mandi dengan mengikatkan kabel catokan rambut milik korbannya,” ujar Kapolsek Ampenan, Kompol Tauhid, Rabu (7/6).

    Tiga buah laptop dan satu power bank milik korban raib digondol pelaku. Saat ini polisi telah mengembangkan kasus tersebut. Polisi berhasil mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. Kini pelaku dalam pengejaran polisi.

    “Kami telah melakukan cek TKP dan memeriksa korban. Kami berhasil mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. Kini pelaku dalam pengejaran polisi,” ungkapnya.

    Kompol Tauhid mengimbau warga untuk ekstra waspada terkait kejahatan perampokan. Terlebih lagi saat berpergian dipastikan pintu rumah dalam keadaan terkunci. “Untuk warga yang berpergian harus pastikan rumah dalam keadaan terkunci dan aman. Ketika terjadi pencurian diharapkan segera melaporkan ke polisi,” imbaunya. (sat)

    Jemput Aspirasi Warga Desa Lamenta, Johan Diminta Perjuangkan Perbaikan Sistem Irigasi Sumbawa

    HarianNusa.com, Sumbawa – Dalam salah satu kunjungan resesnya, Ketua Fraksi PKS DPRD NTB H. Johan Rosihan, ST mengunjungi bagian timur Kabupaten Sumbawa, tepatnya Desa Lamenta, Kecamatan Empang. Dalam kunjungan itu, warga yang diwakili Kepala Desa Lamenta yang juga ahli perairan M.Taufik, menyampaikan bahwa sistem irigasi yang hanya mengandalkan air hujan menjadi kendala masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian di daerahnya. Sementara, tanah pertanian di bagian timur Kabupaten Sumbawa, khususnya Desa Lamenta sangat baik untuk tanaman jagung dan tanaman palawija lainnya. Kamis, (8/7).

    Disampaikan M. Taufik, pola tanam yang hanya satu kali dalam setahun karena air untuk pertanian yang hanya mengandalkan air hujan, disebutnya sangat merugikan. Sementara, kalau melihat potensi air yang ada di Desa Lamenta, sangat mungkin untuk dilakukan perbaikan pola tanam. Tentu saja dengan mengusahakan upaya-upaya tertentu. Salah satunya pembuatan sumur dangkal sebagai sumber irigasi.

    Terhadap hal itu, Johan, yang juga Ketua Komisi III DPRD NTB ini memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, potensi Kab. Sumbawa bagian timur, khususnya Desa Lamenta sebagai sentra palawija, tentu sangat tidak diuntungkan dengan keterbatasan debit air. Menunggu air hujan untuk memulai cocok tanam tentu saja mengandung konsekuensi kerugian. Salah satunya kerugian pola tanam, yang hanya bisa dilakukan satu kali setahun.

    “Air sungai dangkal bawah tanah yang dimiliki Desa Lamenta, sangat mungkin untuk dikembangkan sistem sumur dangkal. Dengan sistem itu, Insya Allah pola tanam bisa dikembangkan menjadi tiga kali dalam setahun. Bahkan bisa empat kali untuk kacang Hijau. Insya Allah,” katanya. Oleh karena itu, lanjut Johan, aspirasi warga Desa Lamenta dengan sistem sumur dangkal merupakan usaha yang patut diperjuangkan. (sta)

    Menunggu Berbuka Puasa Dengan Lomba Burung Kecial

    HarianNusa.com, Lombok Barat
    Warga Dusun Karang Temu, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, memiliki cara sendiri menunggu tibanya waktu berbuka puasa. Yaitu dengan mengadakan lomba burung Kecial.

    Dengan uang Rp. 4000 sebagai syarat pendaftaran, mereka kemudian menerima nomor urut dari panitia lomba. Seterusnya, burung kecial mulai ditempatkan pada arena lomba yang telah disediakan. Tentu saja sesuai nomor urut yang sudah diterima. Rabu, (7/6).

    Waktu menunjukkan pukul 16.30 WITA, saat satu persatu warga pecinta burung kecial mulai berdatangan membawa burung kecialnya ke rumah Sukardi. Ia adalah ketua panitia yang sekaligus menjadikan halaman rumahnya sebagai arena lomba burung kecial tersebut.
    Masing-masing mereka membawa burung kecial yang ditempatkan di dalam sangkar. Beberapa bahkan membawa lebih dari satu burung kecial.

    Setelah peserta yang datang dirasa cukup, panitia pun memutuskan untuk segera memulai perlombaan.

    Masing-masing burung kecial ditaruh di tempat yang telah disediakan. Sesuai nomor urut yang diterima dari panitia. Ada tim juri, terdiri dari tiga orang, yang siaga dengan kertas dan alat tulis manakala lomba berlangsung. Bersiap mengamati dan memberikan nilai pada burung yang kicauannya memenuhi syarat khusus untuk memperoleh nilai—mereka menyebut kicauan khusus itu dengan sebutan nge-jos.

    Sebenarnya, burung kecial yang nge-josnya paling banyaklah yang akan menjadi juara. Tapi pada gelaran lomba kali ini, mereka menggunakan aturan lain. Yaitu mengundi beberapa nomor—mulai dari nomor 35 sampai nomor 70. Seandainya yang keluar pada saat undian adalah nomor 35, maka burung yang nge-josnya melebihi angka 35 akan didiskualifikasi, alias gagal mendapat juara.

    Sukardi menyatakan, hal itu dilakukan agar semangat mengikuti lomba tidak hanya datang dari mereka yang memiliki burung dengan kualitas super. Selain itu, kebijakan tersebut diniatkan agar pemenang lomba menjadi merata, tidak hanya dimonopoli burung-burung kualitas super saja.

    Waktu lomba pun berakhir, penghitungan nilai pun dilakukan. ketiga dewan juri tadi sibuk melakukan rekapitulasi nilai. Sampai tiba saatnya mereka bersiap mengambil keputusan. Akhirnya ke-tiga juri memutuskan nilai tertinggi diraih burung kecial dengan nama julukan Es, milik Jariah. Dengan total nilai 50 poin.

    Es, adalah julukan yang disematkan Jariah pada burung kecialnya karena terinspirasi dari profesinya sebagai pedagang es campur keliling. Sebagai catatan, sore itu, ia bahkan menunda jadwal berjualan es kelilingnya, untuk sekedar melihat Kecial Es berkicau ria mengungguli lawan-lawannya.

    Sementara Kecial Es memperoleh nilai tertinggi pertama, nilai tertinggi kedua diperoleh kecial Oi milik Angga dan nilai tertinggi ketiga diperoleh kecial Anak Angin milik Edwin. Masing-masing memperoleh 32 dan 31 poin.

    Setelah penghitungan jumlah poin, panitia yang diwakili Basri kemudian melakukan kocok nomor, guna memutuskan burung kecial mana yang keluar sebagai pemenang. Apakah Kecial Es, Oi, atau Anak Angin. Dan berkah bagi Jariah dan Kecial Esnya, nomor yang keluar setelah dikocok adalah 60. Dengan begitu, ia berhasil memenangkan lomba dan berhak membawa pulang seekor ayam jantan, sebagai hadiah.

    Melihat hasil tersebut, semua peserta lomba kemudian mengucapkan selamat kepada Jariah dan Kecial Esnya. Tanpa dendam kekalahan, semua peserta—sebagian besar pecinta burung kecial—justru bersuka ria.

    “Masukkan Es itu ke kulkas,” goda salah satu peserta lomba kepada Jariah. Mendengar hal itu, Jariah yang menjadi super star lomba, tersenyum lebar. Lantas meminta anaknya segera membawa pulang kecial Es beserta hadiah Ayam Jantannya. Ia sendiri, langsung menuju motor gerobak es miliknya untuk kembali berkeliling kampung membawa es campur yang belum habis terjual.

    Tak terasa, waktu berlalu dengan cepatnya. Jam pun sudah menunjukkan pukul 17.50 WITA. Saatnya para peserta dan semua yang hadir menonton lomba burung kecial itu kembali ke rumah masing- masing.

    Sebentar lagi azan Maghrib berkumandang dan menu berbuka puasa akan dihidangkan.

    Begitulah, masing-masing tentu punya cara sendiri menunggu waktu berbuka puasa. Begitupun dengan para pecinta burung kecial di Dusun Karang Temu. Menunggu waktu berbuka dengan lomba sederhana. (sta)

    WakaPolda: Aksi Persekusi Tidak Boleh Terjadi di NTB

    0

    HarianNusa.Com, Mataram – Minggu kemarin di beberapa daerah di Indonesia terjadi aksi penangkapan seseorang oleh kelompok ormas tertentu. Aksi itu disebut persekusi, dan dipandang sebagai aksi main hakim sendiri.

    Saat apel di Lapangan Gajah Mada Polda NTB, Senin (5/6) pagi tadi, Wakapolda NTB, Drs Imam Margono, mengatakan akan menindak dengan tegas setiap orang atau kelompok orang yang melakukan aksi persekusi.

    “Apabila ada kegiatan persekusi yang dilakukan oleh ormas manapun akan kita tindak tegas. Jangan sampai terjadi di sini,” tegasnya.

    Persekusi dipandang suatu kejahatan yang bertentangan dengan hukum positif di Indonesia. Di mana setiap orang yang dinilai melanggar hukum tidak dapat dianggap bersalah bila belum adanya putusan hakim. Sehingga tindakan persekusi bertentangan dengan negara hukum.

    “Ini tidak boleh terjadi di wilayah hukum Nusa Tenggara Barat. Apabila itu terjadi, pihak kepolisian harus menjawab dengan tindakan tegas,” papar perwira menengah berpangkat melati tiga tersebut.

    Belum lama ini di beberapa kota di Indonesia terjadi aksi persekusi. Korbannya pun beragam, mulai dari dokter hingga anak di bawah umur. Salah satu kelompok ormas mendatangi korbannya yang diduga menghina salah satu tokoh ormas di Indonesia. Anggota ormas tersebut memaksa para korban menyesali perbuatannya dan meminta maaf sembari divideokan dan difoto. Hal tersebut disayangkan pihak kepolisian.

    “Kita dari kepolisian harus tindak dengan tegas. Pasal-pasalnya juga sudah jelas. Ini bisa menjadi rujukan untuk penyidik,” paparnya. (sat)

    Warga Mekar Sari Digegerkan Penemuan Bayi di Pekarangan Warga

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Warga Dusun Ranjok Barat, Desa Mekar Sari, Kecamatan Lombok Barat digegerkan dengan penemuan bayi yang masih hidup. Bayi mungil tersebut ditemukan seorang warga bernama H. Azhar sekitar pukul 05.30 Wita, Minggu (4/6).

    Bayi tersebut ditemukan di tanah milik H. Azhar. Saat itu saksi sedang menjalankan sholat subuh. Usai sholat subuh, saksi kemudian mendengar suara tangis bayi di pekarangannya. Saksi kemudian mengecek sumber suara.

    “Saksi kaget melihat bayi berjenis kelamin perempuan dengan ari-ari masih menempel di halaman rumahnya. Saksi kemudian memanggil salah seorang warga untuk bersama-sama mengevakuasi bayi tersebut,” ujar Kasubag Humas Polres Mataram, AKP I Made Arnawa, Senin (5/6).

    Kini bayi tersebut dalam keadaan sehat. Bayi yang memiliki bobot 2,5 gram tersebut diperkirakan lahir beberapa jam sebelum dia ditemukan.

    Sementara polisi hingga kini masih memburu pelaku yang tega membuang bayi malang tersebut. “Kita masih menyelidiki dan memburu siapa ibu dan pelaku pembuang bayi malang itu,” tutupnya. (sat)

    Imam Besar dari Mesir Ini Terkesan dengan NTB

    MATARAM, HarianNusa.Com — Syaikh Ezzat Sayyid adalah Imam Besar dari Mesir merasa terkesan dengan NTB. Bahkan ia merasa senang dan bersyukur dapat berkunjung dan mengimami sholat tarawih di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center, NTB. Imam besar yang telah mengimami sholat tarawih di berbagai negara itu merasa nyaman dengan keadaan NTB yang penuh dengan kekhusyuan dan semangat masyarakat melaksanakan ibadah sholat tarawih. Perasaan tersebut disampaikan Syaikh kelahiran Mesir, 31 Agustus 1985 saat bertemu dan bersilaturrahim dengan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, di Pandopo Gubernur, Senin (28/05).

    Syaikh Ezzat Sayyid merupakan Alumnus Ilmu Kimia dan Alam Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Ia merupakan qari pertama Mesir yang sukses menyabet lima gelar juara tilawah Alquran tingkat internasional, antara lain di Bahrain, Irak, Iran, dan Libya. Karena nama besarnya itu, Pemerintah Provinsi NTB mengundangnya untuk mengimami sholat tarawih di Masjid Hubbul Wathan selama tiga hari pertama ramdhan dan dijadwalkan kembali pada 10-16 Juni 2017.

    Dengan semangat masyarakat muslim NTB melaksanakan ibadah tersebut, Syaikh Ezzat Sayyid berharap ke depan akan lebih banyak siaran-siaran Al-Qur’an di NTB. Rekaman-rekaman tilawahnya kiranya dapat disiarkan dan disebarkan ke masyarakat luas. Agar bacaan Al-Qur’an lebih banyak bergaung di Bumi Seribu masjid, karena bacaan Al-Qur’an itu merupakan berkah.

    Syaikh yang menguasai tilawah Alquran dengan beragam riwayat qiraat Al-Qu’ran itu menyampaikan kegiatan Pesona Khazanah Ramadhan di NTB ini, sepanjang sepengetahuannya, merupakan yang pertama di dunia. Selama ini, ketia diundang ke Uzbekistan, Istambul, Perancis, Inggris dan negara-negara laiinya, ia hanya mengimami sholat Tarawih.

    Namun, Pesona Khazanah Ramdhan di NTB ini tidak hanya sholat tarawih, tetapi diisi dengan berbagai macam kegiatan dan festival ramdhan. Kegiatan ini meurutnya sangat bagus dan patut dicontoh oleh negara-negara lain.
    Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan sholat tarawih di Masjid Hubbul Wathan NTB yang begitu meriah. Ini menunjukkan semangat masyarakat NTB melaksanakan ibadah sangat tinggi.

    Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada Syaikh Ezzat Sayyid yang selama tiga hari mengimami sholat tarawih di masjid kebanggaan masyarakat NTB tersebut.

    “Setelah di NTB, beliau akan ke Perancis untuk mengimami sholat tarawih di sana,” ungkap Gubernur saat itu sembari menerangkan bahwa semangat ibadah masyarakat NTB terus mengalami peningkatan hingga akhir ramadhan, bahkan di bulan-bulan lain.

    Sambut Ramadhan, Warga Desa Tatede Gelar Tradisi Unik Ini!

    Sumbawa, HarianNusa.Com — Menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan 1438 Hijriah tahun ini, sebuah tradisi unik yang hampir punah digelar oleh masyarakat Sumbawa – Nusa Tenggara Barat khususnya dari warga Desa Tatede Kecamatan Lopok yakni ‘Junjung Pasaji’ dan ‘Mangan Barema’.

    Dimana tradisi ini tetap lestari di desa tersebut. Sebagaimana dilakukan kaum hawa di daerah yang diplot sebagai desa budaya tersebut, kemarin. Mereka terlihat mengenakan pakaian adat beriringan sambil menjunjung makanan atau sajian menuju kantor desa setempat untuk menjamu tamu kehormatan pada acara Mangan Barema (Makan Bersama, Red) menyambut datangnya bulan yang penuh keberkahan ini.

    Dari hasil pantauan media ini, acara itu turut dihadiri Bupati Sumbawa yang diwakili oleh Skretaris Daerah (Sekda), Drs. H. Rasyidi beserta sejumlah pejabat daerah setempat.

    Saat ditemui media ini, dijelaskan Sekda bahwa gelaran ‘Mangan Barema’ ini merupakan tradisi dari orang terdahulu (Nenek Moyang) yang sampai saat ini masih tetap lestari secara turun temurun terutama dalam rangka menyambut datangnya Ramadhan.

    Bahkan tradisi ini, juga dimaksudkan untuk mempererat tali silahturahmi sesama warga desa, serta masyarakat dari kecamatan lainnya. Selain itu pula, sebagai wujud rasa syukur warga atas melimpahnya hasil pertanian masyarakat.

    Adapun menunya yakni didalam satu wadah yang disajikan berisi nasi dan aneka ikan berukuran besar serta ayam dan sayur. Setiap satu dulang diberikan kepada satu orang tamu yang hadir.

    Sekda berharap kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan, karena merupakan salah satu tradisi masyarakat yang nyaris punah, di samping menambah kekompakan dan kebersamaan antar warga. “Kita harap tradisi ini tetap dilestarikan. Karena tradisi ini nyaris punah,” demikian harap Haji Rasyidi. (jsn)

    error: Content is protected !!