More
    Beranda blog Halaman 492

    KPU Lobar Terangkan Syarat Calon Bupati melalui Jalur Independen dan Partai

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Barat gelar sosialisasi tata cara pencalonan bakal pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lobar yang ditujukan bagi paslon dari jalur independen maupun melalui partai.

    Bank NTB Resmi Jadi Bank NTB Syariah

    Hariannusa.com, Mataram – Setelah melakukan konversi dari bank konvensional, hari ini Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menjadi Bank Syariah.

    Usut Kasus Perampokan Toko Madu, Polres Mataram Koordinasi dengan Polda NTB

    HarianNusa.com, Mataram – Aksi perampokan di sebuah toko yang menjual madu di Lingkungan Karang Bedil, Kelurahan Mataram Timur, Kota Mataram, Jumat (10/11) menjadi atensi serius kepolisian dalam mengungkapnya.

    Lombok Berpotensi Gempa dan Tsunami, BMKG dan BPBD Perkuat Sistem Peringatan Dini

    HarianNusa.com, Mataram – Wilayah Lombok Utara merupakan wilayah yang rawan terjadi gempa bumi dan berpotensi tsunami. Hal tersebut lantaran wilayah Lombok Utara berdekatan dengan patahan naik busur belakang Flores (Flores Back Arc Thrust). Patahan tersebut yang kerapkali memicu gempa bumi di Pulau Lombok.

    Breaking News: KPK Jemput Paksa Setya Novanto

    HarianNusa.com, Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa Ketua DPR RI, Setya Novanto. KPK menjemput Setnov di rumah dinas miliknya di Jalan Wijaya XIII No 19 RT 03/03, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/11) malam.

    Jambret di Desa Kilang Terjatuh Akibat Jalan Rusak

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Nasip apes dialami dua pelaku jambret yang beraksi di jalan raya Desa Kilang, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur. Usai menjambret korban, keduanya terjatuh dari motornya akibat melaju di jalan yang rusak.

    Polisi Nikahkan Tahanan Narkoba di Polda NTB

    HarianNusa.com, Mataram – Meskipun berstatus tahanan, Polda NTB juga memberikan hak tersangka kasus narkoba untuk menikah. Maksi Budiyanto (37) menjalani akad nikah dengan Linda Santoso di Mushola Al-Iman Polda NTB, Rabu (15/11).

    Hamzanwadi Institute: Ada Oknum Ketua Partai “Standar Ganda” Soal Gelar Pahlawan Maulana Syeikh

    HarianNusa.com, Mataram – Almagfirullah TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid atau Maulana Syeikh telah dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Jokowi.

    Pencopotan Hamja Diharapkan Bukan Bentuk Cuci Tangan

    HarianNusa.com, Mataram – Pencopotan dan penggantian H. Hamja sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi NTB diharapkan bukan merupakan bentuk cuci tangan Partai Gerindra terhadap perilaku kadernya tersebut.

    Orang Hebat Satu Pipa Ilmu Dengan Orang Hebat Pula

    0

    Sejak zaman penjajahan, Ummat Islam Indonesia sudah sangat lazim mengirim anaknya untuk belajar Islam ke negeri Arab. Kota yang paling umum yang menjadi pilihan saat itu adalah tentu saja Kota Makkah. Berbeda dengan saat ini, selain ke Kota Makkah, banyak pelajar dari tanah air yang belajar di Mesir, Yaman, Maroko dan lain-lain.

    Salah satu putra terbaik Sasak yang mengenyam pendidikan di Makkah adalah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, pahlawan nasional pertama dan satu-satunya asal Nusa Tenggara Barat. Selama di Makkah beliau belajar di madrasah Asshoulatiyah, madrasah yang juga merupakan almamater ulama-ulama besar dari berbagai negara, termasuk ulama dari beberapa daerah di tanah air.

    Asshoulatiyah diambil dari nama pewakaf lahan madrasah tersebut yang bernama Shoulat. Shoulat mewakafkan tanahnya kepada seorang syekh dari India yang bernama Syekh Rahmatulloh Alhindy, seorang ulama dan pendakwah yang getol mendakwahi bahkan mendebat penjajah Inggris di negeri India. Karena sepak terjangnya tersebut, Syekh Rahmatulloh Alhindy mendapat tekanan luar biasa dari penjajah sehingga beliau akhirnya memutuskan hijrah ke Makkah Almukaromah. Di sinilah kemudian beliau bertemu dengan Shoulat dan kemudian menerima wakaf tanah untuk madrasah yang kemudian diberi nama Asshoulatiyah. Kelak madrasah inilah yang juga menjadi tempat belajar para murid Sang Maulana TGKH ZAM dan bahkan juga menjadi pengajar di sana sampai hari ini.

    Baca juga:
    Tuding Gelar Pahlawan Maulana Syeikh Politis, Hamja Dicopot dari Jabatan Ketua Fraksi

    Pendiri Asshoulatiyah, Syekh Rahmatulloh Alhindy menulis sebuah kitab dengan judul Izharul Haqq atau dalam Bahasa Inggris diterjemahkan menjadi The Truth Revealed (Kebenaran Yang Telah Nampak). Dengan kehendak Allah, kitab ini kemudian “bermigrasi” ke Afrika Utara bersama seorang imigran miskin India. Dia adalah ayah Syekh Ahmad Deedad, seorang debator perbandingan agama yang paling ditakuti para misionaris dan evangelis di seluruh dunia sepanjang masa.

    Kitab perbandingan agama Izhaarul Haq karya Syekh Rahmatulloh Alhindy benar-benar telah merubah jalan hidup seorang Ahmad Deedad dan jutaan ummat manusia di seluruh penjuru dunia. Alkisah, Ahmad Deedad muda merasa “letih” mendapat ajakan bertubi -tubi dari para misionaris Afrika Selatan untuk memeluk agama Nasrani hingga akhirnya ia ingin mendebat dan mematahkan ajakan para misionaris sekaligus menunjukkan bahwa agama Islamlah agama yang Haq. Dia kemudian membongkar rak buku ayahnya dan kemudian menemukan sebuah kitab berjudul Izhaarul Haqq karya Syekh Rahmatulloh Alhindy.

    Isi kitab ini memberikan dasar-dasar keilmuan perbandingan agama yang kuat kepada Syekh Ahmad Deedad dan memberikan kepercayaan diri untuk mendebat para misionaris.

    Syekh Ahmad Deedad dan Maulana Syekh sama-sama murid dari Grand Syekh Rahmatulloh Alhindy. Bedanya Deedad terbentuk dan termotivasi oleh satu karya Syekh Rahmatulloh Alhindy. Maulana Syekh TGH KH Muhammad Zainuddin Abdul Majid terbentuk oleh madrasah, kitab-kitab, murid-murid dan bahkan putra sang guru langsung yaitu Syekh Salim Rahmatulloh. Maka tidak heran jika kedua orang tersebut sama-sama berpengaruhnya bagi ummat di jalur dakwah masing-masing.

    Ahmad Deedad kemudian mewariskan ribuan bahkan mungkin jutaan muallaf di seluruh benua di muka bumi ini dan juga mewariskan muridnya Syekh Dr. Zakir Naik untuk dunia. Sementara Maulana Syekh mewariskan NW, ribuan madrasah, masjid, panti asuhan dan TGB Dr. TGKH Muhammad Zainul Majdi, MA untuk Indonesia.

    Orang-orang hebat di atas adalah murid-murid dari orang hebat pula. TIDAK BANYAK YANG TAHU pipa ilmu mereka, Maulana Syekh dan Syekh Ahmad Deedad, bertemu di hulu dan tersambung sampai ke baginda yang mulia Nabi Muhammad SAW (*)

     

    error: Content is protected !!