More
    Beranda blog Halaman 549

    Konflik ITDC dan Warga, Pengacara Minta ITDC Tidak Arogan

    HarianNusa.com, Mataram – Konflik antara masyarakat di wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) belum juga berakhir. Pengacara Masyarakat KEK Basopok, Lalu Wahyu Pratama meminta pihak ITDC tidak bersikap arogan terkait lahan yang menjadi sengketa.

    Pendaki yang Hilang di Rinjani, Diselamatkan Penggembala Sapi

    HarianNusa.com, Mataram – Pendaki asal Jakarta yang dikabarkan hilang di Rinjani, akhirnya ditemukan dengan selamat. Siti Mariam (30) diselamatkan oleh seorang penggembala sapi.

    Jadi Arena Judi Kyu-Kyu, Sebuah Hotel di Gili Trawangan Digerebek

    HarianNusa.com, Lombok Utara – Sebuah hotel di kawasan wisata Gili Trawangan digerebek Team Opsnal Polres Lombok Utara. Penggerebekan tersebut dilakukan karena hotel tersebut kerap kali menjadi arena judi kyu-kyu. Terlebih lagi beberapa pemain sudah menjadi target operasi polisi.

    Jambret Sadis di Lombok Tengah Akhirnya Tertangkap

    HarianNusa.com, Loteng – Dua spesialis jambret tas wanita di Lombok Tengah (Loteng) akhirnya diringkus polisi. Keduanya berinisial AH (23) dan HR (23). Kedua pelaku ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Loteng di rumahnya masing-masing di Desa Semoyang, Kecamatan Praya Timur, Loteng, Senin (31/7) kemarin.

    Terungkap, Jambret di Lombok Tengah Ternyata Anak di Bawah Umur

    HarianNusa.com, Loteng – Aksi penjambretan kian marak dengan pelakunya adalah anak di bawah umur. Setelah Polres Mataram mengamankan seorang anak di bawah umur yang melakukan aksi jambret di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, kini giliran Polres Lombok Tengah (Loteng) menangkap pelaku di bawah umur.

    Berdalih Sewa Kos, Pria asal Labuapi Justru Curi Fasilitas Kos

    HarianNusa.com, Mataram – Modus operandi kejahatan terus berkembang dengan beragam cara. Salah satunya seperti yang dilakukan IFS (26), pria asal salah satu desa di Kecamatan Labuapi, Lombok Barat (Lobar) ini tega mencuri fasilitas kos yang disediakan pemilik kos.

    Fotocopy KTP itu mau diapain ?

    0

    Oleh
    Lalu Onang Wahyu Pratama
    (Sekjend BEM Unram 2017)

    Universitas Mataram adalah kampus terbesar di NTB yang memiliki banyak mahasiswa cerdas dan menghasilkan solusi untuk Indonesia. Dan banyaknya jumlah Mahasiswa ini berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan segelintir para pejabat Kampus demi melancarkan kekuasaan “politiknya”.

    Kekhawatiran kekuasaan kampus disalahgunakan pun terjadi. Betapa tidak, kepolosan Mahasiswa 2016 dan 2017 dipergunakan untuk melancarkan misi terselubung oknum pejabat kampus.

    Misi terselubung ? Iya, misi terselubung ini menjadi keresahan Mahasiswa akhir-akhir ini dan bertanya-tanya. Akhir-akhir ini, kampus Unram dibanjiri dengan tumpukan kertas Fotokopi KTP.

    KTP ? Buat apa di Unram ada pengumpulan KTP ?

    Sejak akhir tahun 2016 lalu pengumpulan fotokopi KTP menjadi isu hangat yg sering diperbincangkan. Terindikasi ada beberapa oknum baik dari kalangan dosen maupun pejabat birokrat kampus meminta mahasiswa untuk mengumpulkan fotokopi KTP milik pribadinya beserta keluarganya.

    Parah ! Tidak jelas alasan dari kampus mengumpulkan fotokopi KTP milik mahasiswa dan keluarganya.

    Tidak berhenti sampai disitu saja, mahasiswa KKN diawal tahun 2017 menjadi korban untuk mengumpulkan fotokopi KTP masyarakat tempat lokasi KKN masing-masing mahasiswa. Kabarnya pengumpulan fotokopi KTP tersebut diarahkan dari oknum pejabat di lembaga strategis kampus yaitu lembaga yg mengurusi bagian pengabdian kepada masyarakat.

    Aneh kan? Iya aneh lah. Kalau dipikir, buat apa fotocopy KTP tersebut?. Apa kaitannya program KKN dengan pengumpulan fotokopi KTP secara akademis? Mau divalidasi bareng atau untuk kepentingan seseorang ?

    Anehnya lagi intruksi tersebut hanya bersifat secara verbal, bukan secara tertulis. Jelas, ini ilegal dan membuat marwah kampus hilang dengan kewenangan yang sembarangan tanpa ada pengumuman tertulis.

    Kenyataan ini langsung dijawab oleh pihak universitas pada tahun 2016 yang lalu melalui audiensi bersama Ketua BEM Unram. Pihaknya tentu beralasan tidak pernah mengintruksikan mahasiswa untuk melakukan pengumpulan fotocopy KTP. Dan segera melaporkan jika ada oknum yang menginstruksikan pengumpulan fotokopi KTP. Bagi saya, ini hanya sandiwara yang sudah tersusun sangat sistematis. Keren ya pejabat kampus kita. Kita ditantang untuk membuktikan penyalahgunaan wewenang demi kepentingan pribadi.

    Belum cukup bukti ya, yang sudah saya paparkan diatas ? Saya tambah lagi bukti yang lain. Pada awal semester baru tahun akademik 2017 mahasiswa yang mendapatkan bantuan Bidikmisi kembali diinstruksikan untuk melakukan pengumpulan fotokopi KTP milik pribadi serta anggota keluarganya. Intruksi ini berdalih sebagai bahan verifikasi mahasiswa bidikmisi.

    Saya rasa mahasiswa Bidikmisi yang pernah verifikasi untuk mendapatkan beasiswa bidikmisi persyaratannya hanya mengumpulkan Kartu Keluarga saja tanpa harus ada KTP karena sudah lengkap data-data yang tertulis di KK. Bagi saya, terasa aneh tahun ini jika mengumpulkan fotokopi KTP untuk syarat verifikasi. Masih belum jelas ya pak fotokopi Kartu Keluarganya ?

    Sampai sekarang, pengumpulan fotokopi KTP tersebut masih dilakukan. Parahnya lagi, ada oknum dosen yang mengintruksikan mahasiswa untuk mengumpulkan fotokopi KTP sebagai nilai tambahan tugas akhir mahasiswa. Jumlahnya tidak main-main. 100 fotokopi KTP per mahasiswa.

    Mahasiswa baru tahun 2017 pun ikut menjadi sasaran empuk oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menggalang “dukungan”. Kali ini pihak kampus mengumumkan secara resmi melalui website kepada maba untuk hadir dalam acara yang katanya “validasi biodata maba dan orang tua”.

    Kok validasi lagi ? bukannya sudah melakukan pendaftaran ulang dan semua berkas sudah diserahkan pada waktu itu juga ?

    Lalu apa sebenarnya inti acara yang katanya kegiatan “validasi” tersebut ?. Usut punya usut ternyata bukan validasi tapi “politisasi”. Malah maba dipandu untuk melakukan poling yg berbau politik praktis.

    Parah ! Kampus dipergunakan untuk melapangkan kepentingan pribadi untuk mencapai kekuasaan. Jelas, bukti sudah cukup dan ini sudah terang-terangan oknum kampus melakukan penyalahgunaan kebijakan !

    Secara tegas, bahwa kaitan antara pengumpulan fotokopi KTP dan kegiatan akademik kita TIDAK ADA. Kita boleh beranggapan bahwa pengumpulan ini terindikasi sebagai bentuk penggalangan massa dengan aktivitas politik praktis di kampus.

    Saya ingin memaparkan kejanggalan terkait kasus ini. Pertama, adanya indikasi politisasi di acara yang katanya “validasi” maba tahun 2017 kemarin. Berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No 26 Tahun 2002 bahwa aktivitas politik praktis dilarang di dalam kampus. Lalu pertanyaannya apakah kegiatan yang katanya “validasi” kemarin dan kegiatan pengumpulan fotocopy KTP tersebut termasuk aktivitas politik praktis? Tentu saja, kegiatan itu terindikasi sebagai aktivitas politik praktis. Kedua, sangat jelas. Tidak ada aturan resmi dari kampus untuk mengumpulkan fotokopi KTP sehingga ini ilegal. Terakhir, kasus ini sudah disusun sistematis sehingga mahasiswa dikelabui dengan alasan akademis. Padahal tidak ada keterkaitannya antara KTP dengan akademis.

    Apakah kita diam bila kampus kita terindikasi sebagai ladang pengumpulan massa ke arah politik praktis ?

    Kampus harus netral ! Kampus harus steril dari kepentingan politik praktis dan penggalangan massa untuk melapangkan jalan demi kelancaran misi terselubung oknum yang “haus akan jabatan”.

    Jika kampus hari ini dijadikan sebagai alat untuk menguntungkan kepentingan pribadi
    Maka apa jadinya generasi bangsa ini
    Jika kampus hari ini dipolitisasi
    Maka apa jadinya negara yg berasaskan hukum ini.

    Teruntuk engkau wahai para mahasiswa
    Musuh kita bukanlah imperialis dan kolonialis barat seperti perjuangan para pahalawan kita terdahulu
    Tapi musuh kita adalah diri kita sendiri, sikap apatis kita sendiri
    Lalu sampai kapan kita akan berdiam diri
    Begeraklah, bersatulah karena ketika kita terpecah belah maka yang tertawa adalah tirani
    Jangan pernah mengubur rapat kekayaan kita sebagai seorang mahasiswa
    Karena seorang mahasiswa punya kekayaan yg sangat mahal harganya
    Yaitu semangat dan idealismenya

    Salam perjuangan dari kawanmu yang selalu merindukan gerakanmu

    Hidup Mahasiswa !

    BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di NTB

    HarianNusa.com, Mataram – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Lombok Barat mengeluarkan peringatan dini kekeringan di NTB. Berdasarkan data curah hujan dan kondisi dinamika atmosfer, terpantau seluruh wilayah NTB masih berada pada periode musim kemarau.

    TPPW PKS NTB Apresiasi Laporan Dzul dan Johan Terkait Persiapan Jelang Pilkada NTB 2018

    HarianNusa.com, Mataram – Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengapresiasi hasil laporan dua kadernya yang diusung untuk bertarung pada Pilkada NTB 2018. Seperti diketahui, PKS NTB mengusung Dr. Dzulkiflimansyah sebagai Bakal Calon Gubernur (Bacagub) dan Johan Rosihan sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub). Selasa, (1/8).

    Ditetapkan Tersangka, Kepala Pasar Sayang-Sayang Ditahan

    HarianNusa.com, Mataram – Kepala Pasar Sayang-Sayang, H. Muzakir telah resmi ditetapkan tersangka atas kasus dugaan pungutan liar terhadap pedagang di Pasar Sayang-Sayang. Ia juga menjalani masa penahanannya atas status tersangkanya.

    error: Content is protected !!